Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science

Prediksi Kecepatan Angin Untuk Mengetahui Sumber Energi Alternatif Menggunakan Regresi ANN (Studi Kasus: Provinsi Aceh Tahun 2022) Aulia Rahman; Ipin Sugiyarto; Umi Faddillah; Bibit - Sudarsono
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol 5 No 2 (2022): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/intecoms.v5i2.4990

Abstract

Ada banyak sumber energi yang digunakan sebagai sumber tenaga listrik, salah satunya yaitu tenaga angin. Sumber data yang diambil dari dataset BMKG di Kabupaten Aceh Besar dari Januari 2018 sampai Desember 2021. Penelitian ini dilakukan untuk memprediksi kecepatan angin sebagai sumber energi alternatif di Provinsi Aceh menggunakan regresi ANN. Pengolahan data dilakukan dengan testing epoch dari nilai Rs dan MSE, lalu memprediksi kecepatan angin dalam format excel dan diformulasikan dengan rumus untuk menghitung daya yang dihasilkan sebagai output energi angin untuk menggerakan turbin. Hasil penelitian ini menunjukkan dalam satu tahun, rata-rata angin berhembus sebesar 3.911602 m/s dan hasil daya listrik menunjukkan angka tertinggi terjadi dihari ke 190 dengan total maksimal 853.3333 watt. Kecepatan angin berpengaruh terhadap sumber energi alternatif. Di Provinsi Aceh kurang memiliki potensi bila dikembangkan menjadi daerah Pembangkit Listrik Tenaga Angin, oleh karena itu Provinsi Aceh dapat memanfaatkan energi lain sebagai sumber energi listrik alternatif.
Implementasi Data Mining Untuk Memprediksi Penyakit Diabetes Menggunakan Algoritma Naives Bayes dan K-Nearest Neighbor Fitrokh Nur Ikhromr; Ipin Sugiyarto; Umi Faddillah; Bibit Sudarsono
INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Vol 6 No 1 (2023): INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/intecoms.v6i1.5916

Abstract

Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis penyebab kematian tertinggi di Indonesia berdasarkan data Riskesdas 2018 menunjukkan jumlah keseluruhan kasus penyakit diabetes yang ada di Indonesia yakni sebesar 8.5 %, meningkat dibandingkan data Riskesdas 2013 yang hanya sebesar 6.9 %. Salah satu faktor penyebab penyakit diabetes adalah obesitas yang tidak tertangani. Pada pasien Pra diabetes ditandai dengan gula darah yang naik. Permasalahan tersebut menjadi sangat penting untuk memprediksi secara dini sebagai langkah antisipasi untuk menekan kasus diabetes. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode klasifikasi dalam penggalian data untuk mencari informasi penting pasien diabetes. Algoritma Naïve Bayes dan K-Nearest Neighbor digunakan untuk penyelesaian kasus ini. Performa algoritma Naïve Bayes dan K-Nearest Neighbor menjadi bagian evaluasi untuk mencari algortima terbaik. Hasil evaluasi, menggunakan 2000 data pasien diabetes dengan metode K- Nearest Neighbor memiliki hasil accuracy sebesar 99% sedangkan Naïve Bayes memiliki hasil accuracy sejumlah 75%, selisih akurasi terhadap dua metode tersebut sejumlah 24%. Selanjutnya, dari hasil evaluasi uji coba model mengunakan 30 data yang dibagi menjadi data uji dan data latih, menggunakan K-Nearest Neighbor memiliki hasil accuracy sejumlah 53%, sedangkan Naïve Bayes memiliki hasil accuracy sejumlah 66%, memiliki selisih accuracy sejumlah 13%. Dapat disimpulkan bahwa perbandingan implementasi untuk mengklasifikasikan prediksi diabetes dengan menggunakan 2000 data dan 30 data untuk uji coba model K-Nearest Neighbor dan Naïve Bayes menghasilkan accuracy yang berbeda. Pada implementasi untuk mengklasifikasikan prediksi diabetes dengan 2000 data algoritma K- Nearest Neighbor dapat menghasilkan tingkat nilai accuracy prediksi diabetes lebih baik dibandingkan dengan memakai algoritma Naïve Bayes. sedangkan saat menggunakan data untuk uji coba model yaitu 30 data algoritma Naïve Bayes dapat menghasilkan tingkat nilai accuracy prediksi diabetes lebih baik dibandingkan dengan memakai alogoritma K-Nearest Neighbor. Berdasarkan penilaian algoritma tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa algoritma KNN bekerja lebih baik saat jumlah data lebih besar sedangkan sebaliknya untuk algoritma Naives Bayes memiliki hasil evaluasi tertinggi saat jumlah dataset lebih sedikit. Algoritma KNN menjadi rekomendasi terbaik dalam penggalian data besar untuk melihat pola dalam dataset 2000 record dari sumber dataset diabetes.