Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

KECERDASAN BUATAN UNTUK MANAJEMEN ENERGI DAN MANAJEMEN LINGKUNGAN MENUJU KOTA PINTAR Stephanus Wirawan Dharmatanna; Elvina Shanggrama Wijaya; Angela Jasmine Tanya Tjahyana
JURNAL KOLABORASI UNPAND 卷 6 期 1 (2026): Jurnal Arsitektur Kolaborasi
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54325/kolaborasi.v6i1.170

Abstract

Urbanisasi telah memberikan dampak tekanan pada sistem energi kota dan kualitas lingkungan, yang mengakibatkan kebutuhan akan pendekatan yang efisien, adaptif dan integratif untuk menanganinya. Sistem pengelolaan konvensional biasanya memisahkan sektor per sektor, yang berakibat membatasi pembuatan keputusan yang holistik. Menggunakan kerangka berpikir smart city, artificial intelligence (AI) telah menjadi teknologi kunci untuk mengelola data kota yang kompleks dan real time, serta memberikan respon yang prediktif dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari peran AI tersebut dengan menggunakan metode literature review naratif dari publikasi lima tahun terakhir. Studi ini mensintesiskan penggunaan AI dalam manajemen energi, proses monitoring lingkungan dan integrasi lintas sektor, serta menggarisbawahi perubahan penggunaan AI dari reaktif ke prediktif. Studi ini menemukan bahwa AI lebih sering digunakan per sektor spesifik. Penggunaan AI secara integratif seperti pada data fusion, decision support system dan digital twin masih terbatas, namun menunjukkan potensi besar untuk pengelolaan kota yang holistik. Beberapa tantangan dalam implementasi adalah ketersediaan infrastruktur data interoperability dan kesiapan sumber daya manusia, selain perimbangan lain. Paper ini menunjukkan arah strategis untuk penggunaan AI secara bertahap untuk mendukung perkembangan kota yang adaptif, efisien dan berkelanjutan.
Regionalisme Kritis : Aspek Alam dan Topografi Sebagai Pendekatan Desain dalam Arsitektur Osing Stephanus Wirawan Dharmatanna; Gabriella Rachel Limanu
UMPAK : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol. 9 No. 1 (2026): Umpak : Jurnal Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Program Studi Arsitektur Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/umpak.v9i1.483

Abstract

Penelitian ini membahas penerapan pendekatan Critical Regionalism dalam arsitektur Osing dengan fokus pada aspek nature (alam) dan topography (topografi) sebagai elemen utama desain. Arsitektur Osing di Banyuwangi secara turun-temurun memperlihatkan hubungan yang erat antara manusia, budaya lokal, dan lingkungan fisik. Melalui studi deskriptif-kualitatif, penelitian ini menganalisis dua objek utama: rumah tradisional Osing dan Bandara Blimbingsari karya arsitek Andra Matin sebagai representasi arsitektur kontemporer yang tetap berpijak pada konteks lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa aspek alam diwujudkan melalui pemanfaatan material lokal, ventilasi dan pencahayaan alami, serta integrasi lanskap ke dalam sistem ruang. Sementara itu, topografi mempengaruhi penempatan, orientasi, serta bentuk massa bangunan agar harmonis dengan bentang lahan. Pendekatan Critical Regionalism dalam objek ini berhasil memperlihatkan bahwa desain arsitektur tidak harus meninggalkan akar budaya demi modernitas, melainkan dapat menciptakan arsitektur yang kontekstual, berkelanjutan, dan memiliki identitas kuat. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan wacana arsitektur lokal yang adaptif terhadap tantangan global, sekaligus menegaskan pentingnya alam dan geografi sebagai landasan utama dalam proses desain yang berbasis budaya.
A Behavior-Responsive Spatial Framework for Adolescent Institutional Care: Translating Environmental Psychology into Orphanage Design Meyga Fitri Handayani Nasution; Andiyan Andiyan; Stephanus Wirawan Dharmatanna; Ai Siti Munawaroh
DIMENSI: Journal of Architecture and Built Environment Vol. 53 No. 2 (2026): Online First
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/dimensi.53.2.149-160

Abstract

The current environment in children’s homes is still unable to fully meet young people’s needs for privacy, comfort, a sense of belonging, and healthy social relationships. Such conditions can affect young people’s psychosocial development in their daily lives. This study advances a behavior-responsive spatial framework for adolescent institutional care through a qualitative case study at the Darul Aitam Orphanage, Medan, Indonesia. Data were collected through behavioral mapping, structured observation, semi-structured interviews, and questionnaires involving sixteen adolescents aged 12–18, and analyzed using four environmental psychology constructs: personal space, territoriality, crowding, and privacy. Thermal discomfort is a major factor contributing to spatial stress. In bedrooms, a personal space of 60–100 cm is always maintained. Spatial clarity is reduced due to overlapping room functions. Comparative analysis was used to identify spatial designs based on criteria such as interpersonal distance, territorial hierarchy, density reduction, privacy, thermal ventilation, and sensory-stimulating materials. These parameters form a transferable framework for improving spatial quality in orphanage environments. By converting behavioral constructs into measurable spatial thresholds, the study positions behavior-responsive architecture as an evidence-based methodology for adolescent institutional design in comparable tropical institutional contexts.