Claim Missing Document
Check
Articles

MENAIKKAN PERFORMA UNIT BULLDOZER D155-6R DENGAN PERBAIKAN SISTEM MAINTENANCE DI DISTRIK SANGATA KALIMANTAN TIMUR Vuko A T Manurung; Yohanes Trijoko; Laurentius Nandi K
Technologic Vol 12, No 1 (2021): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.31 KB) | DOI: 10.52453/t.v12i1.322

Abstract

Plant Bintang adalah salah satu departemen di bawah PT PPN yang bertanggung jawab melaksanakan perawatan alat berat, diantaranya Bulldozer, Small Excavator, dan unit Articulated. KOMATSU Bulldozer D155-6 adalah salah satu unit yang dituntut harus dalam performa terbaik untuk mendukung pencapaian produksi batubara. Dalam melaksanakan tugasnya terdapat KPI (Key Performance Indicator) yang dibebankan kepada department tersebut yaitu angka kerusakan yang tidak terjadwal (unschedule breakdown) maksimal sebesar 10%. Dari data yang diperoleh, target kerusakan yang tidak terjadwal di Section Track Dozer, khususnya pada unit D155-6R masih melebihi target maksimal. Salah satu penyebabnya adalah kerusakan yang sering muncul pada sistem lampu sehingga unit tidak dapat beroperasi karena menyangkut faktor keamanan kerja. Berdasarkan analisis tulang ikan (fish bone) perlu dilakukan modifikasi pada sistem perkabelan (wiring system) dan juga perbaikan pada sistem pengecekan elektrik saat dilakukan proses maintenance. Dengan melakukan modifikasi tersebut maka kerusakan yang tidak terjadwal (unschedule breakdown) turun menjadi 3.2%
MENCEGAH AKSELERASI TIBA – TIBA DISAAT ENGINE MULAI DIHIDUPKAN DENGAN PENGGUNAAN PREVENTIVE SUDDEN ACCELERATION DEVICE PADA UNIT HD785-7 DAN 465-7R DI PT UNITED TRACTORS Vuko A T Manurung; Peby Hamzani
Technologic Vol 5, No 2 (2014): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v5i2.149

Abstract

Kesalahan pengoperasian berupa akselerasi tiba – tiba disaat mesin pertama kali dihidupkan (start) dapat mengakibatkan kerusakan pada turbocharger. Pada OMM (Operation Maintenance Manual) sudah dinyatakan bahwa operator diharuskan melakukan pemanasan mesin (warm up) dan tidak menekan pedal akselerator ke posisi putaran tinggi (high rpm) diawal engine running selama minimal 15 detik dan minimal 20 detik setelah penggantian oli mesin dilakukan. Bila kebiasaan ini terus menerus terjadi maka akan menyebabkan kerusakan komponen turbocharger berupa shaft, journal bearing dan thrust bearing sehingga unit tidak dapat beroperasi (unschedule breakdown). Untuk itu di buatlah preventive sudden acceleration device yang prinsip kerjanya meskipun dilakukan penekanan pedal akselerator saat awal engine dihidupkan maka engine tetap pada kondisi idle. Dengan demikian maka kerusakan pada turbocharger dapat dicegah. .
PEMBUATAN ALAT UKUR UNTUK PENGUKURAN TEMPERATUR SILINDER ATTACHMENT DENGAN LEBIH TEPAT PADA UNIT EXCAVATOR PC 3000-6 DI PT UT KALIMANTAN TIMUR Vuko A.T Manurung; Yohanes C Sutama; Nur Charya Cardasa
Technologic Vol 10, No 2 (2019): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v10i2.262

Abstract

Abstrak--Guna mencegah kerusakan pada komponen pada sistem hidrolik unit PC3000-6 akibat temperatur yang terlalu tinggi (overheat) maka perlu dilakukan kontrol terhadap temperatur silinder. Alat yang ada saat ini tidak dapat mengukur kondisi hidrolik setiap saat karena menunggu unit berada di tempat yang aman dan tepat untuk melakukan pengukuran. Untuk mengatasi keadaan tersebut maka dibuat alat yang dapat mengirimkan kondisi temperatur sistem hidrolik melalui pesat singkat di mobile phone. Data yang diperoleh lebih akurat serta dapat dilakukan setiap saat sehingga dapat diantisipasi dan dilakukan tindakan pencegahan apabila ada kenaikan temperatur. Dengan menggunakan alat ini maka kerusakan yang lebih besar pada sistem hidrolik unit PC3000-6 dapat dicegah sehingga kerugian yang lebih besar dapat dihindari. Kata Kunci : Sistem hidrolik, oil overheat, warning message.
ANALISA KORELASI LEVEL OIL CCT (CONTINOUS CLARIFIER TANK) DAN LEVEL OIL WOT (WET OIL TANK) TERHADAP MOISTURE OUTLET PURIFIER DI PT. SARI ADITYA LOKA 2 Vuko A T Manurung; Siti Mahdiyah
Technologic Vol 2, No 2 (2011): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v2i2.101

Abstract

PT. Astra Agro Lestari adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang agrobisnis, salah satunya sebagai perusahaan penghasil minyak sawit. Sebagai anak perusahaan PT. Astra Agro Lestari, PT. Sari Aditya Loka 2 yang berlokasi di Provinsi Jambi mempunyai produk ekstraksi minyak kelapa sawit berupa CPO (Crude Palm Oil) dan inti sawit (kernel). Di PT. Sari Aditya Loka 2 terdapat satu stasiun yang berperan penting untuk mengolah minyak kelapa sawit yaitu stasiun pemurnian minyak (stasiun klarifikasi). Selain kotoran (dirt), kadar air (moisture) merupakan parameter aspek kualitas dari minyak kelapa sawit. Selama periode Januari 2011 - April 2011, moisture CPO produksi di PT. Sari Aditya Loka 2 mengalami 38 kali defect, defect tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah dari segi metode (operasional). Kadar air (moisture) seharusnya dapat ditangani lebih awal di unit CCT. Melihat potensi optimalisasi penghilangan kadar air di CCT tersebut, maka penulis melakukan analisa terhadap metode operasional antara level oil CCT (Continous Clarifier Tank) dan level oil WOT (Wet Oil Tank) untuk mendapatkan moisture outlet purifier yang lebih kecil dengan metode-metode sebagai berikut : 1. Kondisi level oil CCT 20 cm, level oil WOT ¾ 2. Kondisi level oil CCT 40 cm, level oil WOT ¾ 3. Kondisi level oil CCT 60 cm, level oil WOT ¾ 4. Kondisi level oil WOT ¼, level oil CCT 60 cm 5. Kondisi level oil WOT ½, level oil CCT 60 cm 6. Kondisi level oil WOT ¾, level oil CCT 60 cm
MODIFIKASI SISTEM ELEKTRIK SOLENOID BRAKE COOLING VALVE KOMATSU DUMP TRUCK HD 785-5 Vuko A. T. Manurung; Rizqi Fatulloh
Technologic Vol 3, No 2 (2012): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v3i2.24

Abstract

Pengoperasian alat yang salah (miss operation) dapat mengakibatkan terjadinya kehilangan daya (power loss) pada unit dumptruck, berupa terbuangnya energi secara sia-sia. Miss operation tersebut tersebut terjadi karena operator lebih memilih menggunakan retarder dibandingkan menggunakan parking brake saat proses pengangkatan bak truk (dumping), yang seharusnya menggunakan parking brake. Untuk menghilangkan terjadinya power loss pada saat dumping, maka dilakukan memodifikasi pada sistem elektrik yaitu pada Brake Cooling Sytem.
MENURUNKAN KERUSAKAN YANG TIDAK TERJADWAL PADA KOMATSU PC1250SP–8 DENGAN MELAKUKAN REPOSISI LINE HOSE AUTOLUBE DI PT PPN, DISTRICT KIDECO Vuko A T Manurung; Yohanes C Sutama; Elio Sabatania Manalu
Technologic Vol 11, No 1 (2020): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v11i1.280

Abstract

Abstrak-- Dalam proses produksi pertambangan PT.PPN district KIDECO memiliki target pencapaian yang harus diraih untuk mendukung tercapainya produksi yang maksimal. Untuk itu maka salah satu departemen yang membawahi Track Small Digger yang bertugas merawat dan memperbaiki alat berat type excavator PC1250SP-8 ke bawah memiliki target agar tidak terjadi kerusakan yang tidak terjadwal (breakdown unschedule). Dengan kata lain targetnya adalah 0%. Dari data yang ada ternyata target tersebut masih tidak tercapai. Salah satu penyebabnya adalah kerusakan pada attachment noise unit PC 1250 - 8 yang menyebabkan unit stop operasi karena kegagalan pelumasan pada bagian attachment noise tersebut. Setelah dilakukan desain ulang oleh departemen engeneering kemudian dilakukan implementasi reposisi line hose autolube, maka diperoleh data tidak terjadi lagi kerusakan yang tidak terjadwal (unschaduled breakdown) pada attachment noise unit PC 1250SP - 8 pada bulan Mei – Juni 2019. Kata Kunci : unscheduled breakdown, attachment noise, autolube line hose.
MENURUNKAN KERUSAKAN YANG TIDAK TERJADWAL (UNSCHEDULE BREAKDOWN) SISTEM TRANSMISI MOTOR GRADER KOMATSU TIPE GD 825A-2 DI PT. PAMAPERSADA DISTRIC ADARO Vuko A T manurung; Khoerul Anam
Technologic Vol 9, No 1 (2018): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v9i1.229

Abstract

Kerusakan yang tidak terjadwal (unschadule breakdown) unit Komatsu jenis GD825A-2 sejak bulan oktober 2017 sampai dengan desember tahun 2017 mengalami kenaikan yang cukup signifikan dari target yang telah ditetapkan. Dari data yang dikumpulkan, kerusakan yang tidak terjadwal tersebut tertinggi ada pada sistem transmisi (transmission system) dengan presentase 30% dari total kerusakanyang tidak terjadwal tersebut. Oleh karena itu dibuatlah suatu program maintenance excellent transmission, sehingga dapat menurunkan durasi kerusakan yang tidak terjadwal sampai dengan 79,1%. Untuk mendukung program tersebut dibuat juga alat pengaman (safety device) berupa peringatan bahwa ketinggiana level minyak pelumas (warning transmission oil level) telah mencapai batas minimal untuk mencegah kerusakan komponen transmisi akibat kehabisan minyak pelumas. Kata Kunci : transmission system, unschadule breakdown, safety device
MENINGKATKAN EFISIENSI WAKTU PERBAIKAN RADIATOR PADA KENDARAAN PEUGEOT DENGAN PEMBUATAN ALAT BANTU KHUSUS (SPECIAL SERVICE TOOL) Vuko A T Manurung; Jatmiko Arif Wibowo
Technologic Vol 2, No 1 (2011): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v2i1.84

Abstract

Radiator adalah alat penukar kalor yang umum ada di setap kendaraan. Perbaikan radiator yang ada di bengkel Astra International, Tbk Peugeot sales operation, dilakukan oleh pihak ke tiga karena keterbatasan alat Bantu Khusus perbaikan radiator. Sulitnya mengontrol waktu pengerjaan pihak ke tiga ini, mengakibatkan terjadi komplain dari pelanggan karena terlambatnya waktu penyerahan kendaraan. Dengan adanya alat bantu ini maka waktu proses perbaikan radiator dapat di tekan sampai 70%.
MEMPERMUDAH MONITORING TECHNICAL INFORMATION REPORT DENGAN KONSEP BUSINESS CYCLE PRIORITY Vuko A.T. Manurung; Marco Adibrata
Technologic Vol 4, No 2 (2013): Technologic
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52453/t.v4i2.47

Abstract

Pekerjaan dari bagian customer care yang berada dalam departemen technical officer di kantor pusat yang me-monitor bengkel, menerima laporan permasalahan/kerusakan kendaraan yang dibuat oleh seluruh bengkel cabang dan mengolahnya untuk dibuatkan suatu laporan serta melakukan pengawasan (monitoring) terhadap perkembangan laporan tersebut. Laporan permasalahan kendaraan ini biasa disebut lembar technical information report (TIR), berupa file pengisian dalam program ms.excel. Kebiasaan menumpuk pekerjaan dan kurangnya metode yang efektif dalam melakukan monitoring TIR menyebabkan proses pekerjaan di kantor mengalami over time dengan total waktu 5:02:24 dalam 1 harinya yang melewati batas waktu kerja normal yaitu 8 jam per hari. Dari hasil pengumpulan data yang dilakukan untuk melakukan perbaikan proses kerja, maka dirancanglah suatu siklus bisnis yang mengacu terhadap prioritas dalam melakukan pekerjaan. Siklus bisnis ini membutuhkan suatu aplikasi yang efektif dengan memperbaiki lembar TIR yang telah digunakan dan membuat program aplikasi macro. Setelah melakukan perbaikan maka kegiatan yang tidak memberi nilai tambah dapat dikurangi sehingga pekerjaan menjadi lebih cepat dengan total waktu sebesar 5:46:18 dalam 1 hari. Dengan demikian menghemat waktu sebesar 69,34% terhadap bisnis proses kerja keseluruhan, yang didasarkan dari metode perhitungan business cycle efficiency.
MENGURANGI WAKTU PENGERJAAN AUTOLUBE PC2000-8 DENGAN GREASE CLOGGING DETECTOR DI PT. UT DAERAH BENGALONSANGKULIRANG Vuko A.T Manurung; Wenang Trirahardjo; Bulan Ichwan
Technologic Vol 11, No 2 (2020): TECHNOLOGIC
Publisher : Politeknik Manufaktur Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.741 KB) | DOI: 10.52453/t.v11i2.295

Abstract

Abstrak--Tingginya angka kerusakan Autolube System pada PC2000-8, disebabkan komponen dari sistem Autolube yang sulit terdeteksi jika terjadi kerusakan. Tidak adanya alat yang bisa mendeteksi kondisi ini menyebabkan meningkatnya proses pengerjaan pada komponen tersebut. Untuk itu perlu dilakukan proses perbaikan sehingga proses perbaikannya tidak memakan waktu yang lama. Prosesnya dengan membuat alat yang mampu mendeteksi ada aliran pelumas yang menuju ke attachment dan ini langsung dapat diketahui secara realtime oleh mekanik melalui pesan instan yang dikirim langsung oleh controller alat tersebut ke Smartphone melalui aplikasi Telegram sebagai Security Alert Message. Alat tersebut berupa pemasangan micro controller di unit dan dengan memperhatikan sistem keamanan yang ada sehingga penambahan tersebut tidak mengganggu sistem yang sudah ada. Hasil dari proses perbaikan ini adalah mengurangi waktu perbaikan sebesar ± 75% dari waktu yang selama ini dilakukan serta umur pakai komponen menjadi tepat waktu dan juga meningkatkan Physical Avaibility unit tersebut. Kata Kunci : Autolube System, aliran pelumas, physical avaibility.