Claim Missing Document
Check
Articles

MENURUNKAN PERSENTASE NUT PECAH STASIUN PRESS 18% DI PT. TUNGGAL PERKASA PLANTATION Manurung, Vuko A T; Sofyan, Ahmad
Technologic Vol 2 No 2 (2011): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya persentase nut pecah yang menjadi hasil keluaran dari mesin press telah menjadi masalah yang cukup lama di PT. Tunggal Perkasa Plantation. Persentase nut pecah per hari dapat mencapai 30% lebih, sedangkan standar hanya 18%. Nut pecah akan meningkatkan potensi terjadinya kehilangan kernel di fiber cyclone terutama unknown losses. Dengan dilakukannya perbaikan-perbaikan berupa modifikasi drain digester outlet box, penggantian dan relokasi temperature gauge digester, pengujian pengaturan ampere motor screw press yang optimal, dan pembuatan papan feedback yang mencakup kontrol terhadap persentase nut pecah, serta pemberian materi mengenai bahaya tingginya persentase nut pecah dan prosedur operasional stasiun press yang baik maka didapati persentase nut pecah hasil proses pengempaan bulan juni telah membaik menjadi 14,02% dengan persentase kehilangan minyak pada fiber 6,91%.
ANALISA KORELASI LEVEL OIL CCT (CONTINOUS CLARIFIER TANK) DAN LEVEL OIL WOT (WET OIL TANK) TERHADAP MOISTURE OUTLET PURIFIER DI PT. SARI ADITYA LOKA 2 Manurung, Vuko A T; Mahdiyah, Siti
Technologic Vol 2 No 2 (2011): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Astra Agro Lestari adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang agrobisnis, salah satunya sebagai perusahaan penghasil minyak sawit. Sebagai anak perusahaan PT. Astra Agro Lestari, PT. Sari Aditya Loka 2 yang berlokasi di Provinsi Jambi mempunyai produk ekstraksi minyak kelapa sawit berupa CPO (Crude Palm Oil) dan inti sawit (kernel). Di PT. Sari Aditya Loka 2 terdapat satu stasiun yang berperan penting untuk mengolah minyak kelapa sawit yaitu stasiun pemurnian minyak (stasiun klarifikasi). Selain kotoran (dirt), kadar air (moisture) merupakan parameter aspek kualitas dari minyak kelapa sawit. Selama periode Januari 2011 - April 2011, moisture CPO produksi di PT. Sari Aditya Loka 2 mengalami 38 kali defect, defect tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah dari segi metode (operasional). Kadar air (moisture) seharusnya dapat ditangani lebih awal di unit CCT. Melihat potensi optimalisasi penghilangan kadar air di CCT tersebut, maka penulis melakukan analisa terhadap metode operasional antara level oil CCT (Continous Clarifier Tank) dan level oil WOT (Wet Oil Tank) untuk mendapatkan moisture outlet purifier yang lebih kecil dengan metode-metode sebagai berikut : 1. Kondisi level oil CCT 20 cm, level oil WOT ¾ 2. Kondisi level oil CCT 40 cm, level oil WOT ¾ 3. Kondisi level oil CCT 60 cm, level oil WOT ¾ 4. Kondisi level oil WOT ¼, level oil CCT 60 cm 5. Kondisi level oil WOT ½, level oil CCT 60 cm 6. Kondisi level oil WOT ¾, level oil CCT 60 cm
MENCEGAH AKSELERASI TIBA – TIBA DISAAT ENGINE MULAI DIHIDUPKAN DENGAN PENGGUNAAN PREVENTIVE SUDDEN ACCELERATION DEVICE PADA UNIT HD785-7 DAN 465-7R DI PT UNITED TRACTORS Manurung, Vuko A T; Hamzani, Peby
Technologic Vol 5 No 2 (2014): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesalahan pengoperasian berupa akselerasi tiba – tiba disaat mesin pertama kali dihidupkan (start) dapat mengakibatkan kerusakan pada turbocharger. Pada OMM (Operation Maintenance Manual) sudah dinyatakan bahwa operator diharuskan melakukan pemanasan mesin (warm up) dan tidak menekan pedal akselerator ke posisi putaran tinggi (high rpm) diawal engine running selama minimal 15 detik dan minimal 20 detik setelah penggantian oli mesin dilakukan. Bila kebiasaan ini terus menerus terjadi maka akan menyebabkan kerusakan komponen turbocharger berupa shaft, journal bearing dan thrust bearing sehingga unit tidak dapat beroperasi (unschedule breakdown). Untuk itu di buatlah preventive sudden acceleration device yang prinsip kerjanya meskipun dilakukan penekanan pedal akselerator saat awal engine dihidupkan maka engine tetap pada kondisi idle. Dengan demikian maka kerusakan pada turbocharger dapat dicegah. .
MENINGKATKAN PHYSICAL AVAILABILITY (PA) SCANIA P380 DENGAN PROGRAM CUSTOMER SOLUTION MANAGEMENT DI PT TSP CUSTOMER PT UNITED TRACTORS SITE SATUI – SUNGAI DANAU Manurung, Vuko A.T; Praja, Aidhanis Kusuma; Sutama, Yohanes C
Technologic Vol 7 No 2 (2016): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas perawatan (maintenance) yang buruk dan kurangnya kelengkapan data monitoring unit 14 Unit Scania P380 PT TSP menjadikan proses pemantauan kinerja dan performa unit menjadi tidak maksimal. Akibatnya Key Performance Indicator (KPI) keberhasilan dari fleet tersebut menjadi rendah. Setelah dilakukan transformasi melalui data monitoring unit, didapatkan rata-rata data Physical Avaibility (PA) 14 unit Scania P380 sebesar 71% sehingga tidak tercapainya target produksi yang sudah ditetapkan. Sedangkan standar PA untuk suatu fleet adalah 80%. Setelah dilakukan pengamatan, dan implementasi program Customer Solution Management (CSM) terhadap 14 unit Scania P380 tersebut, dengan tujuan untuk meningkatkan presentase Physical Avaibility 14 unit Scania P380 menjadi 80%. Program Customer Solution Management ini dilakukan dengan menerapan 13 program kerja yang sudah disesuaikan dengan masalah-masalah di lapangan. Penerapan ke 13 program kerja tersebut telah menaikkan PA dari 14 unit Scania P380 meningkat dari 71% menjadi 80% sesuai dengan target.
MENINGKATKAN EFISIENSI ANGGARAN MAINTENANCE DI PT UNITED TRACTORS AREA FMC SIMS SITE BATUKAJANG–KALTIM STUDI KASUS SARINGAN UDARA (AIR FILTER) Manurung, Vuko A T; Setiawan, Erwin
Technologic Vol 8 No 2 (2017): Technologic
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-- PT United Tractors Tbk sebagai salah satu perusahaan alat berat di terus mencoba mengembangkan dirinya melalui inovasi dan pembaruan diberbagai bidang agar dapat bertahan ditengah fluktuasi ekonomi karena harga batu bara yang masih belum stabil. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu melakukan pembaruan melalui inovasi dengan tujuan efisiensi dan efektifitas penunjang perusahaan. Setelah dilakukan pengamatan, didapatkan data bahwa ada peningkatan pembelian suku cadang (sparepart) pada bulan Februari–April 2016 khususnya komponen air filter/cleaner pasca temuan safety officer pemilik pertambangan sebesar 26%. Terlebih resiko terjangkit Penyakit Akibat Kerja Pneumokoniosis karena debu air filter dimana menurut survey ILO 2010 di India dari 23.812 kasus kematian akibat kerja 17% karena Pneumokoniosis. Sesuai data dilapangan setelah dilakukan proses perbaikan (improvement), didapatkan data bahwa terjadi penurunan pembelian air filter serta penghematan biaya maintenance khususnya untuk unit grader sebesar 66%. Dengan data tersebut dapat disimpulkan bahwa proses perbaikan yang dilakukan berhasil dan sesuai dengan target awal pengurangan biaya oerasional di Workshop seluruh area pertambangan United Tractor.
MENGURANGI KERUSAKAN YANG TIDAK TERJADWAL (UNSCHEDULE BREAKDOWN) KOMATSU PC4000-6D DENGAN PROGRAM KERJA SUPER TOUCH REINFORCE AIM MAINTENANCE DI PT UT AREA KALIMANTAN SELATAN Manurung, Vuko A.T; Wibowo, Yohanes Tri Joko; Muhazir, Agung Gema
Technologic Vol 9 No 2 (2018): TECHNOLOGIC
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya frekuensi kerusakan yang tidak terjadwal (unschadule breakdown), pada unit dengan katagori Full Maintenance Contract secara khusus pada unit Komtasu PC4000-6D pada periode November - Desember 2017 memerlukan suatu usaha tertentu dan spesifik agar dapat diturunkan ke level yang dipersyaratkan dalam kontrak. Setelah dilakukan pengamatan, maka ada 15 program dari berjumlah 18 program yang sudah ditetapkan untuk di implementasikann guna menurunkan kerusakan yang tidak terjadwal tersebut antara lain pengukuran amplifier, pengukuran ramp time, pengukuran Solenoid, washing oil cooler open, pengukuran under carrieage, pengukuran slew bearing dan slew teeth, pengukuran endplay engine trust bearing, pengecekan baut pengikat antara mesin dengan pompa distribution gear, pengukuran tekanan oli mesin, pengukuran rubber mounting engine dengan pompa distribution gear, pengukuran mesin cup spring, pengukuran starting motor, pengukuran prelube motor dan pengukuran alternator. Setelah dilakukan implementasi di lapangan maka terjadi penurunan kerusakan yang tidak terjadwal dari yang semula rata-rata 14.995 jam (H) menjadi rata-rata 11.605 jam (H) per bulan.
PEMBUATAN ALAT UKUR UNTUK PENGUKURAN TEMPERATUR SILINDER ATTACHMENT DENGAN LEBIH TEPAT PADA UNIT EXCAVATOR PC 3000-6 DI PT UT KALIMANTAN TIMUR Aditya Tio; Vuko A T Manurung; Yohanes C Sutama
Technologic Vol 10 No 2 (2019): Tenth Volume of Technologic Series
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guna mencegah kerusakan pada komponen pada sistem hidrolik unit PC3000-6 akibat temperatur yang terlalu tinggi (overheat) maka perlu dilakukan kontrol terhadap temperatur silinder. Alat yang ada saat ini tidak dapat mengukur kondisi hidrolik setiap saat karena menunggu unit berada di tempat yang aman dan tepat untuk melakukan pengukuran. Untuk mengatasi keadaan tersebut maka dibuat alat yang dapat mengirimkan kondisi temperatur sistem hidrolik melalui pesat singkat di mobile phone. Data yang diperoleh lebih akurat serta dapat dilakukan setiap saat sehingga dapat diantisipasi dan dilakukan tindakan pencegahan apabila ada kenaikan temperatur. Dengan menggunakan alat ini maka kerusakan yang lebih besar pada sistem hidrolik unit PC3000-6 dapat dicegah sehingga kerugian yang lebih besar dapat dihindari.
MENURUNKAN KERUSAKAN YANG TIDAK TERJADWAL PADA KOMATSU PC1250SP–8 DENGAN MELAKUKAN REPOSISI LINE HOSE AUTOLUBE DI PT PPN, DISTRICT KIDECO Vuko A T Manurung; Yohanes C Sutama; Elio Sabatania Manalu
Technologic Vol 11 No 1 (2020): Eleventh Volume of Technologic Series
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

- Dalam proses produksi pertambangan PT.PPN district KIDECO memiliki target pencapaianyang harus diraih untuk mendukung tercapainya produksi yang maksimal. Untuk itu maka salah satudepartemen yang membawahi Track Small Digger yang bertugas merawat dan memperbaiki alat berat typeexcavator PC1250SP-8 ke bawah memiliki target agar tidak terjadi kerusakan yang tidak terjadwal(breakdown unschedule). Dengan kata lain targetnya adalah 0%. Dari data yang ada ternyata target tersebutmasih tidak tercapai. Salah satu penyebabnya adalah kerusakan pada attachment noise unit PC 1250 - 8 yangmenyebabkan unit stop operasi karena kegagalan pelumasan pada bagian attachment noise tersebut. Setelahdilakukan desain ulang oleh departemen engeneering kemudian dilakukan implementasi reposisi line hoseautolube, maka diperoleh data tidak terjadi lagi kerusakan yang tidak terjadwal (unschaduled breakdown)pada attachment noise unit PC 1250SP - 8 pada bulan Mei – Juni 2019.
MENGURANGI WAKTU PENGERJAAN AUTOLUBE PC2000-8 DENGAN GREASE CLOGGING DETECTOR DI PT. UT DAERAH BENGALONSANGKULIRANG Vuko A T Manurung; Wenang Trirahardjo; Bulan Ichwan
Technologic Vol 11 No 2 (2020): Eleventh Volume of Technologic Series
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka kerusakan Autolube System pada PC2000-8, disebabkan komponen dari sistemAutolube yang sulit terdeteksi jika terjadi kerusakan. Tidak adanya alat yang bisa mendeteksi kondisi inimenyebabkan meningkatnya proses pengerjaan pada komponen tersebut. Untuk itu perlu dilakukan prosesperbaikan sehingga proses perbaikannya tidak memakan waktu yang lama. Prosesnya dengan membuat alatyang mampu mendeteksi ada aliran pelumas yang menuju ke attachment dan ini langsung dapat diketahuisecara realtime oleh mekanik melalui pesan instan yang dikirim langsung oleh controller alat tersebut keSmartphone melalui aplikasi Telegram sebagai Security Alert Message. Alat tersebut berupa pemasangan microcontroller di unit dan dengan memperhatikan sistem keamanan yang ada sehingga penambahan tersebut tidakmengganggu sistem yang sudah ada. Hasil dari proses perbaikan ini adalah mengurangi waktu perbaikansebesar ± 75% dari waktu yang selama ini dilakukan serta umur pakai komponen menjadi tepat waktu danjuga meningkatkan Physical Avaibility unit tersebut
MENAIKKAN PERFORMA UNIT BULLDOZER D155-6R DENGAN PERBAIKAN SISTEM MAINTENANCE DI DISTRIK SANGATA KALIMANTAN TIMUR Vuko A T Manurung; Yohanes Trijoko; Laurentius Nandy K
Technologic Vol 12 No 1 (2021): Twelfth Volume of Technologic Series
Publisher : LPPM Politeknik Astra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plant Bintang adalah salah satu departemen di bawah PT PPN yang bertanggung jawabmelaksanakan perawatan alat berat, diantaranya Bulldozer, Small Excavator, dan unit Articulated. KOMATSUBulldozer D155-6 adalah salah satu unit yang dituntut harus dalam performa terbaik untuk mendukungpencapaian produksi batubara. Dalam melaksanakan tugasnya terdapat KPI (Key Performance Indicator)yang dibebankan kepada department tersebut yaitu angka kerusakan yang tidak terjadwal (unschedulebreakdown) maksimal sebesar 10%. Dari data yang diperoleh, target kerusakan yang tidak terjadwal di SectionTrack Dozer, khususnya pada unit D155-6R masih melebihi target maksimal. Salah satu penyebabnya adalahkerusakan yang sering muncul pada sistem lampu sehingga unit tidak dapat beroperasi karena menyangkutfaktor keamanan kerja. Berdasarkan analisis tulang ikan (fish bone) perlu dilakukan modifikasi pada sistemperkabelan (wiring system) dan juga perbaikan pada sistem pengecekan elektrik saat dilakukan prosesmaintenance. Dengan melakukan modifikasi tersebut maka kerusakan yang tidak terjadwal (unschedulebreakdown) turun menjadi 3.2%.