Claim Missing Document
Check
Articles

Bibliometric Analysis of Behavioral Finance KMT Lasmiatun; Rival Pahrijal; Ilham Akbar Bunyamin
West Science Social and Humanities Studies Vol. 4 No. 05 (2026): West Science Social and Humanities Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsshs.v4i05.2905

Abstract

Behavioral finance has emerged as a prominent research field that challenges the traditional assumption of investor rationality by incorporating psychological, cognitive, and emotional factors into financial decision-making. This study aims to map the intellectual structure, research trends, and collaborative patterns within behavioral finance literature through a bibliometric analysis. Data were collected from the Scopus database and analyzed using VOSviewer to examine keyword co-occurrence, overlay visualization, density visualization, co-authorship networks, institutional collaboration, country collaboration, and citation performance. The results reveal that behavioral finance, finance, and decision making constitute the core themes of the field, with strong associations to investor sentiment, behavioral biases, financial literacy, risk perception, and investment behavior. Overlay visualization indicates a recent shift toward technology-oriented topics such as artificial intelligence, machine learning, blockchain, and data mining, reflecting the increasing integration of digital technologies into financial research. The co-authorship and collaboration analyses demonstrate that research activities are concentrated among a limited number of influential authors, institutions, and countries, particularly the United States, China, the United Kingdom, India, and Australia. Citation analysis highlights the enduring influence of seminal works on investor behavior, financial literacy, market efficiency, and social media sentiment. The findings suggest that behavioral finance has evolved into a multidisciplinary and globally connected research domain with expanding opportunities in fintech, digital finance, sustainable investing, and artificial intelligence applications. This study contributes to a comprehensive understanding of the development and future directions of behavioral finance research.
Model Multicultural Education, Social Interaction, dan Cultural Awareness dalam Membangun Toleransi Siswa SMA di Jawa Barat Muhamad Ammar Muhtadi; Muhammad Rusdi; Rival Pahrijal
Jurnal Pendidikan West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Pendidikan West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpdws.v4i02.3468

Abstract

Penelitian ini menyelidiki peran pendidikan multikultural, interaksi sosial, dan kesadaran budaya dalam menumbuhkan toleransi di kalangan siswa SMA di Jawa Barat. Meningkatnya kompleksitas keragaman sosial dan interaksi antarbudaya di kalangan remaja menyoroti pentingnya mengidentifikasi faktor pendidikan dan sosial yang mendukung pengembangan sikap toleran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional. Data dikumpulkan dari 250 siswa SMA melalui kuesioner terstruktur yang diukur menggunakan skala Likert lima poin. Variabel yang diteliti meliputi pendidikan multikultural, interaksi sosial, kesadaran budaya, dan toleransi. Analisis data dilakukan menggunakan Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) versi 25, termasuk statistik deskriptif, pengujian validitas dan reliabilitas, pengujian asumsi klasik, regresi linier berganda, koefisien determinasi, dan pengujian hipotesis menggunakan uji-t dan uji-F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan multikultural, interaksi sosial, dan kesadaran budaya masing-masing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap toleransi di kalangan siswa. Pendidikan multikultural secara signifikan memengaruhi toleransi, menunjukkan bahwa pengalaman pendidikan inklusif berkontribusi pada sikap yang lebih menerima terhadap keragaman. Interaksi sosial juga menunjukkan efek positif, menunjukkan bahwa keterlibatan konstruktif di antara siswa memperkuat saling pengertian dan mengurangi hambatan sosial. Kesadaran budaya muncul sebagai prediktor terkuat, menekankan pentingnya mengenali dan menghargai keragaman budaya dalam membentuk perilaku toleran. Secara bersamaan, ketiga variabel tersebut secara signifikan memengaruhi toleransi dan menjelaskan 46,8% varians dalam tingkat toleransi siswa (R² = 0,468). Temuan ini menunjukkan bahwa sekolah harus memperkuat praktik pembelajaran multikultural, memfasilitasi interaksi sosial yang inklusif, dan mempromosikan kesadaran budaya sebagai strategi pendidikan terintegrasi untuk mengembangkan toleransi dan mendukung kohesi sosial di kalangan remaja.
Partisipasi Politik Perempuan dalam Pemilu Legislatif Ditinjau dari Prinsip Kesetaraan Gender Hayu Lusianawati; Rival Pahrijal; Rani Eka Arini
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 5 No 02 (2026): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v5i02.3691

Abstract

Partisipasi politik perempuan dalam pemilihan legislatif merupakan komponen fundamental dari tata pemerintahan demokratis dan manifestasi praktis dari prinsip kesetaraan gender. Meskipun hak-hak politik yang setara telah diakui secara luas dalam kerangka hukum konstitusional dan internasional, perempuan terus menghadapi berbagai hambatan struktural, budaya, ekonomi, dan kelembagaan yang membatasi representasi mereka dalam badan legislatif. Studi ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi politik perempuan dalam pemilihan legislatif dari perspektif prinsip kesetaraan gender melalui pendekatan hukum normatif. Penelitian ini mengkaji ketentuan konstitusional, hukum pemilu, instrumen hak asasi manusia internasional, doktrin hukum, dan literatur ilmiah mengenai hak-hak politik dan kesetaraan gender. Temuan menunjukkan bahwa prinsip kesetaraan gender mencakup dimensi formal dan substantif. Sementara kesetaraan formal menjamin hak-hak politik yang sama bagi perempuan dan laki-laki, kesetaraan substantif membutuhkan penerapan langkah-langkah yang mampu mengatasi kerugian historis dan ketidaksetaraan struktural. Studi ini lebih lanjut menemukan bahwa kebijakan tindakan afirmatif, termasuk kuota gender, merupakan mekanisme hukum yang sah untuk mempromosikan representasi perempuan dan konsisten dengan standar hak asasi manusia internasional, khususnya Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW). Namun, efektivitas langkah-langkah tersebut masih dipengaruhi oleh komitmen partai politik, mekanisme penegakan hukum, dan sikap sosial budaya yang berlaku terhadap kepemimpinan perempuan. Studi ini menyimpulkan bahwa pencapaian partisipasi politik perempuan yang bermakna tidak hanya membutuhkan jaminan hukum formal, tetapi juga langkah-langkah hukum dan kelembagaan komprehensif yang mendukung kesetaraan gender substantif dalam pemilihan legislatif. Penguatan langkah-langkah ini sangat penting untuk meningkatkan legitimasi demokrasi, tata kelola perwakilan, dan keadilan sosial.
The Influence of Culinary Experience Quality and Local Food Authenticity on Word of Mouth with Memorable Tourism Experience on culinary tourism in Bandung City Anggrany Chaniago; Rival Pahrijal; Rani Eka Arini
West Science Social and Humanities Studies Vol. 4 No. 04 (2026): West Science Social and Humanities Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsshs.v4i04.2781

Abstract

This study aims to examine the influence of culinary experience quality and the authenticity of local food on word of mouth (WOM) and memorable tourism experiences (MTE) in the context of culinary tourism in Bandung. A quantitative approach was employed using data collected from 250 respondents who had participated in culinary tourism activities in Bandung. Data were gathered through a structured questionnaire using a five-point Likert scale and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS-3). The results indicate that culinary experience quality and food authenticity both have significant positive effects on memorable tourism experiences and word of mouth. Additionally, memorable tourism experiences significantly influence word of mouth and act as a mediating variable in the relationship between culinary experience quality, food authenticity, and WOM. The model demonstrates strong explanatory power, with R² values of 0.682 for MTE and 0.741 for WOM. These findings highlight that high-quality and authentic culinary experiences not only enhance tourists’ memories but also encourage them to share positive experiences with others. This study contributes to the literature by integrating experiential and authenticity perspectives in culinary tourism research. Practically, the findings provide insights for tourism stakeholders in Bandung to enhance service quality, preserve culinary authenticity, and create memorable experiences to strengthen destination competitiveness and stimulate positive word of mouth.
The Legality and Challenges of Carbon Trading Implementation in Indonesia within the Framework of Presidential Regulation Number 98 of 2021 Rival Pahrijal; Arief Fahmi Lubis; Muhamad Ammar Muhtadi
West Science Social and Humanities Studies Vol. 4 No. 04 (2026): West Science Social and Humanities Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsshs.v4i04.2827

Abstract

This study analyzes the legality and challenges of implementing carbon trading in Indonesia under Presidential Regulation No. 98 of 2021 using a normative legal approach. The regulation establishes the legal foundation for Carbon Economic Value (Nilai Ekonomi Karbon/NEK) instruments, including carbon trading, as part of Indonesia’s commitment to achieving its emission reduction targets under the Paris Agreement. Through a statutory and conceptual analysis, this research evaluates the coherence, clarity, and enforceability of the regulatory framework governing carbon trading mechanisms. The findings indicate that, normatively, carbon trading in Indonesia has a valid legal basis and reflects a progressive shift toward market-based environmental governance. However, several challenges hinder its effective implementation. These include regulatory fragmentation across sectors, overlapping institutional authorities, limited clarity in implementing regulations, and the underdevelopment of monitoring, reporting, and verification (MRV) systems. In addition, issues related to market readiness, stakeholder capacity, and alignment with international carbon trading standards further complicate the operationalization of the system. This study concludes that while the legal framework for carbon trading has been formally established, its practical effectiveness depends on further regulatory refinement, institutional strengthening, and improved coordination mechanisms. Strengthening legal certainty and enhancing implementation capacity are essential to ensure that carbon trading can function as an effective instrument for climate change mitigation in Indonesia.
Analysis of QRIS Payment Accessibility and Perceived Benefits as Determinants of Financial Performance for Culinary SMEs in Tangerang Muhammad Faisal; Rival Pahrijal; Muhamad Ammar Muhtadi
West Science Social and Humanities Studies Vol. 4 No. 04 (2026): West Science Social and Humanities Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsshs.v4i04.2846

Abstract

This study analyzes the influence of QRIS payment accessibility and perceived benefits on the financial performance of culinary SMEs in Tangerang. The increasing adoption of digital payment systems, particularly QRIS introduced by Bank Indonesia, has transformed transaction processes and business operations among SMEs. However, the extent to which accessibility and perceived benefits contribute to financial performance remains an empirical question. This research employs a quantitative approach using primary data collected from 185 culinary SME owners through structured questionnaires measured on a Likert scale. Data analysis was conducted using IBM SPSS Statistics 25, including descriptive statistics, validity and reliability tests, classical assumption tests, and multiple linear regression analysis. The results indicate that QRIS payment accessibility has a positive and significant effect on financial performance, suggesting that ease of use and availability of digital payment systems enhance transaction efficiency and business operations. Perceived benefits also show a positive and significant effect, with a stronger influence compared to accessibility, indicating that SMEs that recognize the advantages of QRIS tend to achieve better financial outcomes. Simultaneously, both variables significantly affect financial performance, with a coefficient of determination (R²) of 0.460, meaning that 46% of financial performance variation is explained by the model. This study contributes to the literature on digital financial inclusion and SME performance by providing empirical evidence from the culinary sector. The findings highlight the importance of improving both accessibility and awareness of QRIS benefits to support sustainable SME growth and competitiveness in the digital economy.
The Effect of Social Commerce Features and Electronic Word of Mouth on Consumer Purchase Intentions for Local Skincare Products in Central Java Erwin Erwin; Dila Padila Nurhasanah; Rival Pahrijal
West Science Social and Humanities Studies Vol. 4 No. 07 (2026): West Science Social and Humanities Studies
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsshs.v4i07.2998

Abstract

The rapid growth of social media-based commerce has significantly influenced consumer behavior, particularly in the skincare industry, where digital interaction and consumer-generated information play important roles in purchasing decisions. This study aims to examine the effect of social commerce features and electronic word of mouth (e-WOM) on consumers’ purchase intentions for local skincare products in Central Java. This research employed a quantitative approach using a survey method involving 150 respondents who had experience purchasing or using local skincare products. Data were collected through a structured questionnaire measured using a five-point Likert scale and analyzed using Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) version 25. The analytical techniques included validity testing, reliability testing, classical assumption testing, multiple linear regression analysis, t-test, F-test, and coefficient of determination analysis. The results indicate that social commerce features have a positive and significant effect on purchase intention. Furthermore, electronic word of mouth also has a positive and significant effect on purchase intention. The simultaneous test confirms that social commerce features and e-WOM significantly influence purchase intention, with an Adjusted R² value of 0.510, indicating that both variables explain 51.0% of consumer purchase intention variation. These findings demonstrate that interactive digital features and positive consumer recommendations are essential factors in strengthening consumer confidence toward local skincare products. This study provides practical implications for local skincare businesses to optimize social commerce strategies and encourage positive electronic word-of-mouth to improve competitiveness in the digital marketplace.
Analisis Hukum Empiris terhadap Pemutusan Hubungan Kerja Sepihak di Era Digitalisasi Industri Rival Pahrijal; Nuryati Solapar; Rully Fildansyah
Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains Vol 4 No 03 (2025): Jurnal Hukum dan HAM Wara Sains
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jhhws.v4i03.2983

Abstract

Penelitian ini menyajikan analisis hukum empiris dan normatif yang komprehensif mengenai pemutusan hubungan kerja secara sepihak di Indonesia pada era digitalisasi industri. Kemajuan teknologi yang pesat—seperti otomatisasi, kecerdasan buatan, dan model bisnis berbasis platform—telah mengubah struktur ketenagakerjaan dan menimbulkan tantangan baru terhadap keamanan kerja dan perlindungan tenaga kerja. Dengan menggunakan pendekatan hukum normatif yang didukung oleh analisis empiris terhadap putusan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), peraturan perundang-undangan, dan kasus pemutusan hubungan kerja di dunia nyata, penelitian ini mengevaluasi kecukupan kerangka hukum Indonesia dalam menangani praktik pemutusan hubungan kerja yang didorong oleh teknologi. Temuan menunjukkan bahwa meskipun Undang-Undang Ketenagakerjaan, Undang-Undang Penciptaan Lapangan Kerja, dan Peraturan Pemerintah No. 35/2021 menyediakan jaminan prosedural dasar, mereka tidak cukup mengatur pemicu pemutusan hubungan kerja yang muncul seperti penilaian algoritmik, restrukturisasi digital, dan pemutusan hubungan kerja berbasis otomatisasi. Tren empiris menunjukkan peningkatan sengketa terkait klaim efisiensi, status pekerjaan yang tidak jelas dalam pekerjaan berbasis platform, dan interpretasi yudisial yang tidak konsisten terhadap pemutusan hubungan kerja yang disebabkan oleh digitalisasi. Studi ini menyimpulkan bahwa peraturan ketenagakerjaan Indonesia harus diperbarui untuk mengakomodasi realitas era digital, meningkatkan kepastian hukum, dan memperkuat perlindungan pekerja. Adaptasi norma hukum, peningkatan transparansi dalam sistem kinerja digital, dan harmonisasi yudisial sangat penting untuk memastikan keadilan dan menyeimbangkan fleksibilitas bisnis dengan hak pekerja dalam lingkungan industri yang terus berkembang.
Analisis Kredibilitas ESG dan Pengungkapan Sustainability Report terhadap Nilai Perusahaan Sektor Energi di Indonesia Dina Amalya Putri; Rival Pahrijal; Rani Eka Arini
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 02 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i02.3253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kredibilitas ESG dan pengungkapan laporan keberlanjutan terhadap nilai perusahaan sektor energi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 85 responden yang dipilih melalui sampling purposif, yang berfokus pada pemangku kepentingan yang familiar dengan praktik ESG dan pelaporan keberlanjutan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan SPSS versi 25 melalui statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kredibilitas ESG memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap nilai perusahaan, mencerminkan pentingnya praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola yang autentik dalam memperkuat kepercayaan pemangku kepentingan dan mengurangi risiko yang dirasakan. Pengungkapan laporan keberlanjutan juga menunjukkan pengaruh positif yang signifikan, menyoroti peran transparansi dan pelaporan komprehensif dalam meningkatkan persepsi pasar dan reputasi korporat. Secara bersamaan, kedua variabel tersebut menjelaskan proporsi yang substansial dari variasi nilai perusahaan, menyarankan bahwa implementasi ESG yang kredibel dikombinasikan dengan strategi pengungkapan yang efektif berkontribusi pada kinerja korporat yang berkelanjutan. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi manajer dan pembuat kebijakan dalam meningkatkan komunikasi ESG dan praktik keberlanjutan untuk meningkatkan nilai perusahaan di sektor energi Indonesia.
Pengaruh Intensitas Penyiraman dan Media Tanam terhadap Pertumbuhan Tanaman Selada Hidroponik di kota Malang Farida Arinie Soelistianto; Rival Pahrijal; Salwa Aulia Novitasari
Jurnal Multidisiplin West Science Vol 5 No 07 (2026): Jurnal Multidisiplin West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jmws.v5i07.3779

Abstract

Budidaya hidroponik telah muncul sebagai teknologi pertanian alternatif untuk mengatasi keterbatasan lahan, masalah efisiensi sumber daya, serta meningkatnya permintaan akan sayuran berkualitas tinggi. Namun, keberhasilan produksi selada hidroponik sangat bergantung pada praktik manajemen budidaya, khususnya intensitas penyiraman dan pemilihan media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh intensitas penyiraman dan media tanam terhadap pertumbuhan selada hidroponik di Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 65 petani selada hidroponik sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan SPSS versi 25 melalui analisis deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji-t, uji-F, serta analisis koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas penyiraman berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan selada hidroponik. Selain itu, media tanam juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan selada. Hasil pengujian secara simultan mengonfirmasi bahwa intensitas penyiraman dan media tanam berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan selada hidroponik. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,554 menunjukkan bahwa kedua variabel independen tersebut menjelaskan 55,4% variasi dalam pertumbuhan selada hidroponik. Temuan ini menunjukkan bahwa manajemen irigasi yang efektif dan pemilihan media tanam yang tepat merupakan faktor penting untuk meningkatkan produktivitas selada hidroponik. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi petani hidroponik di Malang dengan menekankan pentingnya manajemen budidaya terpadu untuk mencapai produksi sayuran yang berkelanjutan dan efisien.