Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PELATIHAN PENGAJARAN KOSAKATA BAGI GURU MGMP BAHASA INGGRIS UNTUK PENINGKATAN MUTU ASESMEN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA SMA RIAU Resy Oktadela; Yusti Elida; Dea Mustika; Putri Octa Hadiyanti; Herman Herman; Shafira Gusti; Sri Yuliani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.59568

Abstract

Kemampuan berbicara (speaking skill) dalam Bahasa Inggris sangat dipengaruhi oleh penguasaan kosakata (vocabulary) peserta didik, sebab keterbatasan kosakata sering menjadi penyebab utama siswa kesulitan mengungkapkan gagasan secara lisan. Persoalan yang ditemukan pada sejumlah guru Bahasa Inggris jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) di Provinsi Riau adalah belum beragamnya teknik pengajaran kosakata yang digunakan di kelas, ditambah lemahnya kemampuan guru dalam menyusun instrumen penilaian (asesmen) keterampilan berbicara yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Menyikapi kondisi tersebut, tim pelaksana merancang program pengabdian masyarakat berupa pendampingan dan pelatihan pengajaran kosakata bagi guru-guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris jenjang SMA, dengan harapan dapat memperkuat kualitas asesmen keterampilan berbicara siswa. Program ini diselenggarakan pada Sabtu, 6 Juni 2026, berlokasi di SMA Negeri 8 Pekanbaru, dan dihadiri oleh para guru Bahasa Inggris SMA dari wilayah Kota Pekanbaru. Pelaksanaannya mengikuti empat rangkaian kegiatan, yaitu penjajakan kebutuhan peserta, pemaparan konsep melalui ceramah dan tanya jawab, praktik langsung (workshop) merancang teknik pengajaran kosakata sekaligus rubrik penilaian berbicara, serta pengukuran hasil belajar melalui pre-test dan post-test. Setelah kegiatan berlangsung, terlihat peningkatan capaian peserta baik dalam memahami cara mengajarkan kosakata secara kontekstual maupun dalam menyusun instrumen penilaian keterampilan berbicara, sebagaimana tergambar dari skor post-test yang lebih tinggi dibandingkan skor pre-test, dan didukung pula oleh tanggapan positif para peserta. Program semacam ini diharapkan dapat dijadikan model pendampingan berkelanjutan bagi forum MGMP Bahasa Inggris guna mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan penilaian keterampilan berbicara siswa SMA di wilayah Riau.
ANALISIS STRATEGI GURU DALAM MENERAPKAN PEMBELAJARAN MENDALAM BERBASIS VIDEO ANIMASI DI SD NEGERI 05 PERAWANG Nurhazizah Ramla Susanti; Putri Octa Hadiyanti
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 3 (2026): Volume 12 No. 3, September 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i3.18170

Abstract

This research is motivated by the importance of implementing deep learning in the Merdeka Curriculum as a learning approach that can create an active, meaningful, and student-centered learning process. This study aims to analyze teachers' strategies in implementing deep learning based on animated videos in the IPAS subject for fourth-grade students at SD Negeri 05 Perawang. This research employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research informants consisted of one fourth-grade teacher as the main informant and four students as supporting informants selected using purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis used the Miles, Huberman, and Saldaña model, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. Data validity was examined through source triangulation and technique triangulation. The results showed that the teacher had implemented deep learning strategies systematically through the stages of planning, implementation, and evaluation. In the learning process, the teacher utilized animated videos as learning media integrated with activities of understanding, applying, and reflecting. The use of animated videos helped students understand IPAS materials more concretely and interestingly while encouraging active participation throughout the learning process. The challenges encountered included limited facilities and infrastructure, differences in students' learning abilities, and limited learning time. These challenges were addressed through careful preparation of learning tools, the provision of alternative media, student assistance, and effective time management. Therefore, the teacher's strategy in implementing deep learning based on animated videos can create an active, interactive, meaningful, and student-centered IPAS learning process.
The Impact of experimental methods on Science learning outcomes at SDIP YLPI Pekanbaru Fitri Nabila; Putri Octa Hadiyanti
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.83

Abstract

This study aims to examine the effect of experimental methods on the learning outcomes of fourth-grade students at SDIP YLPI Pekanbaru regarding the topic of “Perubahan Wujud Benda”. The research employed a quantitative, nonequivalent control group design, involving two non-randomly selected groups: an experimental group and a control group. The experimental group was taught using hands-on experiments, while the control group received traditional instruction. A multiple-choice test was used to assess students’ learning outcomes before and after instruction. The data analysis revealed a significant difference in the posttest scores between the two groups. Students who experienced the experimental method showed higher learning gains compared to those taught conventionally. This finding suggests that experimental methods can be more effective in enhancing students’ understanding of material changes. The study highlights the importance of active learning strategies in science education and recommends the broader implementation of experimental approaches in elementary classrooms to promote student engagement and conceptual mastery.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode eksperimen terhadap hasil belajar murid kelas IV SDIP YLPI Pekanbaru pada materi “Perubahan Wujud Benda”. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain Nonequivalent Control Group Design, di mana dua kelompok murid, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dipilih tanpa pengacakan. Kelompok eksperimen menggunakan metode pembelajaran eksperimen, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode konvensional. Instrumen yang digunakan berupa tes pilihan ganda untuk mengukur hasil belajar, yang diberikan sebelum dan sesudah pembelajaran. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara nilai rata-rata posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Murid yang mengikuti pembelajaran dengan metode eksperimen menunjukkan peningkatan hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa metode eksperimen lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman murid terhadap konsep perubahan wujud benda. Temuan ini merekomendasikan penerapan metode eksperimen sebagai strategi pembelajaran aktif yang dapat mendorong keterlibatan murid dan memperkuat konsep dalam pelajaran IPA di sekolah dasar. Kata kunci: capaian belajar murid; metode experimental; pembelajaran IPAS
Development of a science literacy-based e-module for elementary school students Rani Ardianti; Putri Octa Hadiyanti
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 4 (2025): Inovasi Kurikulum, November 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i4.182

Abstract

Students’ understanding of science concepts often encounters difficulties due to their abstract nature, including the topic of the respiratory system, which impacts students’ low interest in learning and their science literacy skills. To overcome these challenges, innovative, communicative, and child-friendly learning media are needed. This study aims to develop a science literacy-based e-module on the respiratory system that can serve as an alternative medium for science learning among fifth-grade elementary school students. The research method employed was a research and development approach, utilizing the ADDIE model, with a primary focus on the development stage. The research subjects consisted of a material expert, a language expert, a media expert, one teacher, and six students in a limited trial. Data collection instruments included validation sheets and response questionnaires. The analysis technique employed a descriptive approach, utilizing both qualitative and quantitative methods. The results showed that the developed science literacy-based e-module is feasible for use in learning. Teachers and students provided positive responses, stating that the e-module helped explain the concept of the respiratory system more clearly, systematically, and understandably. Thus, the science literacy-based e-module on the respiratory system is considered effective as a learning medium that supports the strengthening of science literacy while enhancing students’ understanding of scientific concepts in elementary school.   Abstrak Pemahaman murid terhadap materi sains seringkali menghadapi kendala karena sifatnya yang abstrak, termasuk pada materi sistem pernapasan, sehingga berdampak pada rendahnya minat belajar dan keterampilan literasi sains murid. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan media pembelajaran yang inovatif, komunikatif, dan sesuai dengan karakteristik anak. Penelitian ini bertujuan mengembangkan e-modul berbasis literasi sains pada materi sistem pernapasan yang dapat digunakan sebagai media alternatif dalam pembelajaran IPA di kelas V sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE yang dibatasi sampai tahap pengembangan. Subjek penelitian terdiri atas ahli materi, ahli bahasa, ahli media, seorang guru, serta enam murid pada uji coba terbatas. Instrumen pengumpulan data berupa lembar validasi dan angket respons, sedangkan teknik analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul berbasis literasi sains yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran. Guru dan murid memberikan respons positif karena e-modul ini membantu menjelaskan konsep sistem pernapasan secara lebih jelas, sistematis, dan mudah dipahami. Dengan demikian, e-modul berbasis literasi sains pada materi sistem pernapasan dinyatakan efektif sebagai salah satu media pembelajaran yang mendukung penguatan literasi sains sekaligus meningkatkan pemahaman murid terhadap konsep-konsep sains di sekolah dasar. Kata Kunci: e-modul; literasi sains; sekolah dasar
The influence of using animated videos on elementary school students' learning motivation Desri Elvia Yani; Putri Octa Hadiyanti
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 2 (2025): Inovasi Kurikulum, May 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v22i2.82978

Abstract

The low learning motivation of students in learning science in elementary schools is a challenge that needs to be overcome through appropriate learning media to be used in the learning process. This study aims to determine the effect of using animated video media of the solar system on the learning motivation of SD Negeri 005 Kabun grade VI students. The approach used in this study is quantitative with a quasi-experimental method in the form of a nonequivalent control group design. The sample consisted of a control class of 19 students and an experimental class of 18 students. Data were collected through a questionnaire and analyzed using an independent sample t-test. The study's results showed a significant effect of the use of animated videos in learning science, especially the solar system material, on students' learning motivation. This is indicated by the increased attention, interest, and activeness of students in the experimental class compared to the control class. Based on these findings, it is recommended for teachers to be able to utilize animated video media as a learning aid to increase student motivation and involvement in the teaching and learning process.   Abstrak Rendahnya motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui media pembelajaran yang tepat untuk digunakan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video animasi sistem tata surya terhadap motivasi belajar peserta didik kelas VI SD Negeri 005 Kabun. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode desain quasi experimental berbentuk nonequivalent control group. Sampel terdiri dari kelas kontrol sebanyak 19 orang peserta didik dan kelas eksperimen sebanyak 18 orang peserta didik. Data dikumpulkan melalui angket kuesioner dan dianalisis menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan video animasi dalam pembelajaran IPAS khususnya materi sistem tata surya terhadap motivasi belajar peserta didik. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya perhatian, minat, dan keaktifan peserta didik pada kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Berdasarkan hasil temuan tersebut, disarankan bagi para guru agar dapat memanfaatkan media video animasi sebagai alat bantu pembelajaran untuk meningkatkan motivasi serta keterlibatan peserta didik dalam proses belajar mengajar. Kata Kunci: motivasi peserta didik; media pembelajaran; sekolah dasar; sistem tata surya; video animasi
Pengaruh Penggunaan Aplikasi Sketchfab 3D Dan Kahoot Terhadap Motivasi Belajar IPAS Kelas V UPT SDN 019 Pandau Jaya Shintia Ramadani; Putri Octa Hadiyanti
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v3i1.1264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi Sketchfab 3D dan Kahoot terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPAS di kelas V UPT SDN 019 Pandau Jaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V, dengan kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan kelas VB sebagai kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa angket motivasi belajar dan data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji-t independen. Hasil uji-t menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol dengan nilai signifikansi sebesar 0,009 < 0,05. Rata-rata motivasi belajar siswa di kelas eksperimen yang menggunakan aplikasi Sketchfab 3D dan Kahoot lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan metode konvensional. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi media pembelajaran berbasis teknologi interaktif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa secara signifikan. Oleh karena itu, penggunaan Sketchfab 3D dan Kahoot direkomendasikan sebagai alternatif media pembelajaran untuk meningkatkan semangat dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran IPAS.