Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Pola Asuh dan Pengetahuan Ibu Tentang Pola Makan Seimbang dengan Stunting pada Anak Usia 2-5 Tahun di Desa Loli Pesua Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala : Penelitian Imelda; Sringati; Siti Yartin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7487

Abstract

Stunting atau balita pendek merupakan masalah gizi yang dialami oleh balita di dunia. Tingkat pendidikan ibu yang rendah cenderung lebih besar berisiko memiliki balita stunting sedangkan pola asuh ibu merujuk pada berbagai tindakan yang dilakukan oleh seorang ibu dalam merawat dan membesarkan anaknya. Tujuan penelitian adalah dianalisisnya hubungan pola asuh dan pengetahuan ibu tentang pola makan seimbang dengan stunting pada anak usia 2-5 tahun di Desa Loli Pesua Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan Crossectional. Populasi dalam penelitian adalah orang tua yang memiliki anak usia 2-5 tahun di Desa Loli Pesua Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala yang berjumlah 92 orang Ibu. Sampel ditentukan dengan total sampling yaitu 92 responden. Analisis menggunakan univariat dan bivariat dengan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menggunakan pola asuh baik, pengetahuan ibu tentang pola makan seimbang sebagian besar adalah kategori baik dan kejadian stunting pada anak usia 2-5 tahun sebagian besar adalah tidak stunting. Hasil uji statistik Chi square antara pola asuh dengan kejadian stunting diperoleh p value 0,001 (p <0,05) dan pengetahuan dengan kejadian stunting diperoleh p value 0,000 (p<0,05).Terdapat hubungan pola asuh dan pengetahuan ibu tentang pola makan seimbang dengan stunting pada anak usia 2-5 tahun di Desa Loli Pesua Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala.
Hubungan Pengetahuan dan Self-Efficacy dengan Kepatuhan Diet pada Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa RSUD Undata Prov. Sulawesi Tengah Ismunandar Wahyu Kindang; Sisilia Rammang; Siti Yartin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61677

Abstract

Gagal ginjal kronik (GGK) merupakan masalah kesehatan global yang mengharuskan pasien menjalani hemodialisis seumur hidup dan mematuhi pembatasan diet yang ketat. Kepatuhan diet dipengaruhi oleh faktor psikologis internal, terutama pengetahuan dan self-efficacy yang berlandaskan teori perilaku kesehatan dan teori self-efficacy. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan dan self-efficacy dengan kepatuhan diet pada pasien GGK di Ruang Hemodialisa RSUD Undata Prov. Sulawesi Tengah. Desain cross-sectional analitik digunakan dengan 55 responden dipilih melalui purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: pengetahuan Baik (60,0%), self-efficacy Yakin (60,0%), patuh diet (70,9%). Terdapat hubungan bermakna pengetahuan–kepatuhan (χ²=34,117; p=0,000) dan self-efficacy–kepatuhan (χ²=33,846; p=0,000; Fisher Exact p=0,000). Intervensi keperawatan berbasis self-efficacy direkomendasikan sebagai strategi utama meningkatkan kepatuhan diet pasien hemodialisis.