Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

CORRELATION BETWEEN NUTRITIONAL STATUS AND THE OCCURRENCE OF PULMONARY TUBERCULOSIS IN CHILDREN rahmadani, elsi; Fahriani, Metha; Sari, Gita Maya
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 6, No 2 (2023): November 2023
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v6i2.2013

Abstract

Pulmonary tuberculosis (TB) is still a public health problem in the world. This study aims to determine the correlation between nutritional status and the occurrence of pulmonary tuberculosis in children in the pulmonary polyclinic at Bengkulu Hospital. The method used is an analytical research design with a cross sectional approach. The sample in this study amounted to 31 children using a total sampling technique. This study uses SPSS with a chi-square bivariate statistical test with a value of = <0.05. The results of the univariate analysis showed that more than half of the 54.8% respondents or 17 respondents had good nutritional status, and more than half of the 71.0% respondents or 22 respondents did not have tuberculosis in children. There is a correltion between nutritional status and the occurrence of pulmonary tuberculosis in children. Researchers suggest the hospital to be more active in providing counseling or education about tuberculosis in children. Keywords: Nutritional Status, Pulmonary Tuberculosis, Children
EFEKTIVITAS MIRROR THERAPY DALAM MENDUKUNG PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PASIEN STROKE -, gita maya sari; Gita Maya Sari; Laili Nur Azizah; Tri Wahyuni
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/94x9ay11

Abstract

Stroke merupakan gangguan neurologis akibat terhentinya aliran darah ke otak yang menyebabkanpenurunan fungsi motorik dan sensorik. Salah satu dampak utama yang dialami pasien stroke adalahkelemahan otot, yang menghambat kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. Mirror therapymerupakan teknik rehabilitasi sederhana dan berbiaya rendah yang dapat merangsang pemulihan motorikmelalui umpan balik visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas mirror therapy terhadappeningkatan kekuatan otot pada pasien stroke. Metode penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimendengan pendekatan one-group pretest–posttest. Sebanyak 17 responden dipilih menggunakan teknikaccidental sampling dengan kriteria inklusi; Penderita stroke yang mengalami hemiparesis sinistra/dextra,memiliki kekuatan otot 0-5, dengan usia 18-70th. Kriteria eksklusi hemodinamik pasien tidak stabil,mengalami gangguan pengelihatan. Intervensi diberikan dua kali sehari selama tiga hari berturut-turut.Pengukuran kekuatan otot menggunakan skala Manual Muscle Testing (MMT) dan dianalisismenggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil Analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikanantara nilai sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,001). Dapatdisimpulkan bahwa Mirror therapy terbuktiefektif meningkatkan kekuatan otot dan direkomendasikan sebagai intervensi rehabilitatif yang mudah,murah, serta dapat diterapkan di rumah, keterbatasan penelitian ini yaitu jumlah responden yang masihsedikit disarankan untuk penelitian selanjutnya dengan jumlah responden yang lebih besar.
EFEKTIVITAS MIRROR THERAPY DALAM MENDUKUNG PENINGKATAN KEKUATAN OTOT PASIEN STROKE -, gita maya sari; Gita Maya Sari; Laili Nur Azizah; Tri Wahyuni
JURNAL KESEHATAN MERCUSUAR Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Mercusuar
Publisher : Universitas Mercubaktijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/94x9ay11

Abstract

Stroke merupakan gangguan neurologis akibat terhentinya aliran darah ke otak yang menyebabkanpenurunan fungsi motorik dan sensorik. Salah satu dampak utama yang dialami pasien stroke adalahkelemahan otot, yang menghambat kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari. Mirror therapymerupakan teknik rehabilitasi sederhana dan berbiaya rendah yang dapat merangsang pemulihan motorikmelalui umpan balik visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas mirror therapy terhadappeningkatan kekuatan otot pada pasien stroke. Metode penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimendengan pendekatan one-group pretest–posttest. Sebanyak 17 responden dipilih menggunakan teknikaccidental sampling dengan kriteria inklusi; Penderita stroke yang mengalami hemiparesis sinistra/dextra,memiliki kekuatan otot 0-5, dengan usia 18-70th. Kriteria eksklusi hemodinamik pasien tidak stabil,mengalami gangguan pengelihatan. Intervensi diberikan dua kali sehari selama tiga hari berturut-turut.Pengukuran kekuatan otot menggunakan skala Manual Muscle Testing (MMT) dan dianalisismenggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil Analisis menunjukkan adanya perbedaan signifikanantara nilai sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,001). Dapatdisimpulkan bahwa Mirror therapy terbuktiefektif meningkatkan kekuatan otot dan direkomendasikan sebagai intervensi rehabilitatif yang mudah,murah, serta dapat diterapkan di rumah, keterbatasan penelitian ini yaitu jumlah responden yang masihsedikit disarankan untuk penelitian selanjutnya dengan jumlah responden yang lebih besar.
EFEKTIVITAS AROMATERAPI LAVENDER UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS TIDUR PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE YANG MENJALANI HEMODIALISA Tri Wahyuni; Mashuri; Gita Maya Sari
Community of Publishing in Nursing Vol. 13 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2025.v13.i05.p06

Abstract

Gangguan tidur merupakan gejala yang paling banyak dikeluhkan oleh penderita Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisa. Pemberian terapi yang tepat perlu dilakukan untuk mengatasi masalah gangguan tidur pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender terhadap kualitas tidur pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimental dengan pendekatan pretest and post test with control group design. Responden diberikan pretest untuk menilai kualitas tidurnya kemudian responden dibagi menjadi kelompok perlakuan diberikan intervensi dan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Kelompok perlakuan diberikan intervensi sebanyak dua kali dalam seminggu selama empat minggu. Tahap berikutnya peneliti menilai posttest kualitas tidur pasien CKD, baik pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Analisa data menggunakan Uji komparasi dari 2 hasil pengukuran pada kelompok yang sama, data berdistribusi normal sehingga digunakan uji Paired T-Test. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa pemberian aromaterapi lavender signifikan terhadap penurunan gangguan tidur pasien CKD yang menjalani hemodialisa dengan p = 0,000 (p<0,05) sedangkan kelompok kontrol didapatkan p = 0,08 (>0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian aromaterapi dengan teknologi atomisasi berupa diffuser efektif mengatasi gangguan tidur pada pasien yang menjalani hemodialisa. Temuan ini dapat dijadikan salah satu alternatif intervensi pada pasien CKD yang menjalani hemodialisa dengan gangguan tidur. 
Pendidikan Kesehatan Tentang Pencegahan Diare di Daerah Rawan Banjir Kota Bengkulu Gita Maya Sari; Marlin Sutrisna; Daniz Fikhri
Karya Kesehatan Siwalima Vol. 1 No. 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v1i2.825

Abstract

Diare merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada saat bencana banjir, dan tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama. Sehingga perlunya dilakukan penyuluhan kesehatan tentang pencegahan diare pada daerah rawan banjir di kota Bengkulu. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatan pengetahuan masyarakat di daerah rawan banjir tentang pencegahan diare. Metode yang digunakan yaitu pendidikan kesehatan kepada 20 kepala keluarga sebagai peserta pendidikan kesehatan yang memang terkena dampak dari banjir. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran menggunakan kuesioner pre-test dan post test. Hasil skor maksimal pada pre-test 50 dan minimal 25 sedangkan skor maksimal pada post-test 85 dan minimal 70, artinya terjadi peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Sehingga, disarankan pemerintah daerah dan puskesmas untuk melakukan pendidikan kesehatan secara rutin kepada masyarakat dalam mencegah diare, penyakit menular lainnya dan meningkatkan pola hidup sehat.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN PERAWATAN DIRI ANAK RETARDASI MENTAL elsi rahmadani; Gita Maya Sari; Ariyus Popsi Gito
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2835

Abstract

Children with mental retardation are children with below average IQ with the inability to carry out daily activities and maintain self-care and need family support. The purpose of this study was to analyze the relationship between family support and self-care independence in children with mental retardation at SLB Negeri in Bengkulu. This study is a type of quantitative correlation research with a cross-sectional analysis design. The sample in this study was 43 respondents from parents of children with mental retardation at SLB Negeri Bengkulu with a purposive sampling technique. Data collection using a questionnaire on family support and self-care independence and data analysis using the Chi-Square test. The results showed that 51.2% of respondents had less family support and (51.2%) had good self-care independence in children with mental retardation at SLB Negeri Bengkulu. The results of the Chi-Square statistical test showed p = 0.022 <0.05. The conclusion is that there is a relationship between family support and self-care independence in children with mental retardation at SLB Negeri Bengkulu. It is hoped that families can provide and improve good support for children with mental retardation by providing informational, emotional, assessment and instrumental support.Key Word : Family Support, Self-Care Independence, Mental Retardation
PENDEKATAN KEPERAWATAN PADA PASIEN CEDERA KEPALA: SCOPING REVIEW Gita Maya Sari; Tri Wahyuni; Indriana Noor Istiqomah; Mashuri Mashuri; Laili Nur Azizah
Community of Publishing in Nursing Vol. 14 No. 3 (2026): Juni 2026
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/coping.2026.v14.i03.p01

Abstract

Cedera kepala merupakan masalah kesehatan serius yang memerlukan pendekatan asuhan keperawatan yang komprehensif. Perawat memiliki peran mandiri dalam menentukan intervensi yang tepat untuk meminimalkan komplikasi dan mengoptimalkan kondisi klinis pasien pasca-trauma. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan berbagai intervensi keperawatan dan pengaruhnya terhadap clinical outcome pada pasien cedera kepala melalui metode scoping review. Desain yang digunakan adalah scoping review dengan mencari literatur pada database elektronik pada Sciencedirect, PubMed, Google Scholar dalam rentang waktu lima tahun terakhir (2020-2025) dengan kata kunci Cedera Kepala; Clinical Outcome; Intervensi Keperawatan. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang berfokus pada intervensi mandiri keperawatan. Analisis artikel yang termasuk dalam tinjauan ini menggunakan Diagram Alur PRISMA 2020 dan kerangka kerja ‘PICOST’ (Population, Intervention, Comparison, Outcome, Study Design, Timeframe). Hasil tinjauan terhadap 10 artikel terpilih menunjukkan bahwa intervensi keperawatan non-farmakologis memberikan dampak signifikan terhadap clinical outcome pasien. Pemberian aromaterapi lavender secara mandiri oleh perawat terbukti menurunkan intensitas nyeri secara signifikan. Clinical outcome lainnya yang ditemukan adalah perbaikan tingkat kesadaran melalui terapi Murottal Al-Qur'an dan terapi musik, penurunan kecemasan, serta percepatan waktu ekstubasi pada pasien pasca-bedah. Selain itu, terdapat kebutuhan terhadap integrasi teknologi untuk mendukung kemandirian pasien dalam manajemen gejala kognitif. Pendekatan intervensi keperawatan mandiri berbasis komplementer efektif dalam memperbaiki clinical outcome pasien cedera kepala, terutama dalam manajemen nyeri dan stabilitas neurologis.
Strategi Pemberdayaan Masyarakat Petani Kopi Berbasis Coffee Grounds sebagai Natural Body Soap untuk Menjaga Kelembapan Kulit pada Pasien Hemodialisa Gita Maya Sari; Mashuri Mashuri; Esti Utarti; Indri Noor Istiqomah; Laili Nur Azizah; Tri Wahyuni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.27632

Abstract

ABSTRAK Pasien hemodialisa sering mengalami masalah kulit kering dan penurunan kelembapan kulit yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman serta memengaruhi kualitas hidup. Di sisi lain, limbah ampas kopi (coffee grounds) yang dihasilkan oleh masyarakat petani kopi memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan alami dalam produk perawatan kulit. Kegiatan ini bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat petani kopi melalui pemanfaatan coffee grounds sebagai bahan dasar natural body soap serta mengembangkan produk yang berpotensi membantu menjaga kelembapan kulit pada pasien hemodialisa. Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi mengenai pemanfaatan limbah ampas kopi, pelatihan pengolahan coffee grounds menjadi natural body soap, pendampingan proses produksi dan pemasaran. Pelaksanaan edukasi dan pelatihan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat dalam membuat sabun sebagai hasil olahan limbah ampas kopi menjadi produk perawatan kulit yang bernilai tambah. Pemanfaatan coffee grounds sebagai bahan dasar natural body soap merupakan inovasi yang dapat mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi masyarakat petani kopi dengan pemanfaatan limbah secara berkelanjutan. Produk ini juga berpotensi menjadi alternatif perawatan kulit alami untuk membantu menjaga kelembapan kulit pasien hemodialisa. Kata Kunci: Coffee Grounds, Kelembapan Kulit, Natural Body Soap, Pasien Hemodialisis, Pemberdayaan Masyarakat.  ABSTRACT Hemodialysis patients frequently experience dry skin and decreased skin moisture, which may cause discomfort and affect their quality of life. Meanwhile, coffee grounds generated by coffee-farming communities have the potential to be utilized as a natural ingredient in skin-care products. This activity aimed to empower coffee-farming communities through the utilization of coffee grounds as a raw material for natural body soap and to develop a product with the potential to help maintain skin moisture in hemodialysis patients. The activity was conducted through education on the utilization of coffee-ground waste, training in processing coffee grounds into natural body soap, and assistance in the production and marketing processes. The implementation of education and training improved the community's knowledge and skills in producing soap from coffee-ground waste and transforming it into a value-added skin-care product. The utilization of coffee grounds as a raw material for natural body soap represents an innovative approach that integrates the economic empowerment of coffee-farming communities with sustainable waste utilization. This product also has the potential to serve as a natural skin-care alternative to help maintain skin moisture in hemodialysis patients. Keywords: Coffee Grounds, Skin Moisture, Natural Body Soap, Hemodialysis Patients, Community Empowerment.