Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Willingness To Pay Petani Lada Di Provinsi Lampung Nuni Anggraini; Dayang Berliana; Bambang Utoyo
Journal of Food System & Agribusiness Volume 3 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v3i2.1532

Abstract

Plantation commodities that play an important role in export and import activities were pepper. Based on Badan Pusat Statistik (2017), Indonesia the main supplier of black pepper to the United States market with a delivery rate of 20,423 metric tons (47%). Means that Indonesia's opportunities enormous in pepper trade and business. One of the obstacles encountered by pepper farmers difficulty in getting quality pepper seeds. The expensive price of pepper seeds was one of the factors in the difficulty of getting high-quality and high-quality plant material (Sutarman 2015). After selling the quality pepper seeds, an analysis of market response was needed, both in terms of market acceptance of these quality pepper seeds, as well as price responses from the pepper farmers themselves. This study aims to analyze the willingness of pepper farmers to pay for certified pepper seeds. This research was conducted in Way Kanan and North Lampung, which the centers of pepper production in Lampung. The number of respondents which was taken as a sample of 30 respondents. The used approached was a qualitative approach. Data collection techniques were direct observation (observation), in-depth interviews, questionnaires, and literature and documentation studies. The results showed that the value of the Willingness to Pay of consumer farmers was generally higher than the actual price, which was Rp 18,977.78. Keywords: pepper, seeds, VCM , Willingness to pay
Analisis Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Kopi di Sumber Jaya Lampung Barat Anisa Pratiwi; Fitriani Fitriani; Dayang Berliana
Sigmagri Vol 3 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/sigmagri.v3i01.963

Abstract

Kopi sebagai penyumbang komoditas pertanian di Kabupaten Lampung Barat merupakan produk unggulan daerah dan sumber pendapatan petani. Komoditas kopi memiliki peranan untuk membangun perekonomian rakyat. Menurut Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian tahun 2020, Kabupaten Lampung Barat termasuk ke dalam peringkat indeks ketahanan pangan yang rendah yaitu urutan ke 10 untuk Provinsi Lampung. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis bagaimana tingkat pendapatan, tingkat pengeluaran dan tingkat ketahanan pangan rumah tangga petani kopi di Kecamatan Sumber Jaya Kabupaten Lampung Barat. Penelitian ini menggunakan teknik proportional random sampling. Sebanyak 46 petani kopi yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Proporsi sampel dari masing-masing desa yaitu sebanyak 26 sampel berasal dari Desa Sindang Pagar dan 20 sampel berasal dari Desa Way Petai. Penelitian ini menggunakan metode analisis pendapatan dan ketahanan pangan rumah tangga yang mengukur ketahanan pangan menggunakan rumus pangsa pengeluaran rumah tangga. Hasil penelitian ini adalah sejumlah rumah tangga responden dengan kategori pangsa pengeluaran pangan < 60% atau tahan pangan sebanyak 13 (28%) responden.
ANALISIS KERAGAAN PASAR BERAS DI DESA MARGO DADI KECAMATAN TUMIJAJAR KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT Natalia, Devi; Berliana, Dayang; Fitri, Annisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 3 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i3.11164

Abstract

Desa Margo Dadi merupakan salah satu sentra produksi padi tertinggi di Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Kegiatan pemasaran padi dihadapkan pada persoalan harga yang fluktuatif sehingga perlu dilakukan analisis sistem pemasaran padi di Desa Margo Dadi. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis saluran pemasaran beras, pemasaran marjin dan share petani , menganalisis transmisi harga beras. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Data pada penelitian ini dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Saluran pemasaran yang terbentuk di Desa Margo Dadi terdapat 3 saluran yang masing-masing memperoleh margin sebesar Rp 8.300, Rp 7.500, dan Rp 7.000. Nilaibagian petani dari saluran pemasarn I, saluran pemasaran II, dan saluran pemasaran III masing-masing sebesar 30,83%, 37,50% dan 39,13%. Berdasarkan beberapa indikator efisiensi pemasaran maka saluran pemasaran III merupakan saluran yang efisien dibandingkan saluran I dan II. Nilai elastisitas harga transmisi yaitu sebesar 0,038 (Et<1). Sehingga laju perubahan harga ditingkat petani lebih kecil dari pada ditingkat pedagang. Petani yang bertindak sebagai penerima harga hanya dapat menerima harga yang sudah diberikan pedagang. 
PENGUATAN KAPASITAS PRODUKSI KOPI ROBUSTA PREMIUM GAPOKTAN TRIGUNA 4.5 Analianasari, Analianasari; Kenali Win, Eko; Berliana, Dayang; Yulia, Meinilwita
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2021): AGUSTUS
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1035.581 KB) | DOI: 10.30997/qh.v7i2.3369

Abstract

Tujuan Kegiatan adalah (1) melakukan pembinaan penanganan pasca panen untuk mendapatkan tingkatan mutu kopi beras (green bean) premium (level 1-2), (2) meningkatkan keterampilan penyangraian dengan mesin penyangraian yang dilengkapi pengaturan suhu dan blower untuk proses pendinginan, dan (3) melakukan peningkatan keterampilan kemasan dan (4) melakukan pendampingan pengajuan merk produk kopi bubuk Gapoktan Triguna 4.5 ke DJKI.  Metode Pelaksanaan kegiatan adalah metode pemecahan masalah dilakukan dengan melakukan tahapan sebagai berikut : (1) sosialisasi kegiatan program yang akan disampaikan ke anggota Gapoktan, (2) Melakukan pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dalam pengoperasian mesin penyangraian dengan pengendalian temperature dan pendingin, dan (3) melakukan pendampingan pelatihan kemasan dan (4) pendaftaran merk produk Gapoktan Triguna 4.5. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, diskusi, dan demontrasi cara baik penggunaan mesin penyangraian dan pengemasan produk. Hasil Kegiatan dapat diidentifikasikan bahwa proses penguatann kapasitas produksi harus berfokus pada penanganan pasca panen sesuai standar untuk menghasilkan kualitas biji kopi premium, penyangraian menggunakan mesin modern sehingga level penyangraian dapat disesuaikan dengan permintaan konsumen; peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelatihan kemasan meningkat 100%, dan pendampingan pengajuan hak cipta merek Raosan berjalan dengan baik dan dapat digunakan oleh Gapoktan untuk memperluas jangkauan pemasarannya.Kata Kunci. Pascapanen, kopi premium, pengemasan, merek, gapoktan 
Mekanisme Penyaluran Pupuk Bersubsidi Di PT AR II Penjualan Daerah Lampung Rahmani, Atika; Berliana, Dayang; Kusmaria, Kusmaria
Jurnal Manajemen Agribisnis Terapan Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pengelolaan Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jumaat.v2i1.3619

Abstract

PT AR II merupakan perusahaan BUMN yang bergerak di produsen dan distributor pupuk bersubsidi dan nonsubsidi bagi kelompok tani. PT AR II cabang Lampung merupakan anak cabang atau kantor perwakilan yang bergerak di distributor pupuk wilayah Provinsi Lampung. Tujuan dari penyusunan karya tulis ilmiah adalah (1) mengidentifikasi karakteristik pupuk bersubsidi dan petani menerimanya, (2) mengidentifikasi mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi di PT AR II. Analisis data dalam penyusunan karya tulis ilmiah menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Hasil dari penyusunan karya tulis ilmiah ini adalah: karakteristik pupuk bersubsidi yaitu; memiliki dua jenis pupuk urea dan NPK, pupuk ini memiliki manfaat dan unsur hara yang berbeda-beda, harga eceran tertinggi pupuk subsidi dan nonsubsidi yang berbeda dan memiliki syarat petani yang berhak mendapat subsidi pupuk. Adapun mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi yaitu mekanisme aliran penyaluran pupuk bersubsidi dan mekanisme aliran administrasi penyaluran pupuk bersubsidi.
The Potential of Black Pepper Farmer Groups: One of The Strategic Policies in Strengthening Farmer Groups Berliana, Dayang; Sutarni, Sutarni; Sudiyo, Sudiyo; Indaryati, Sri
Jambura Agribusiness Journal VOLUME 6, ISSUE 1, 2024: JULY-DECEMBER
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37046/jaj.v0i0.24318

Abstract

One spice that has many functions and benefits is pepper. Pepper is widely cultivated by farmers involved in farmer groups. The role of farmer groups as institutions is able to coordinate the marketing of black pepper so as to improve the bargaining position of farmers. The aims of this study were to the potential of black pepper farmer groups in East Lampung. To obtain the necessary data, this research uses a survey method. The data used in this research are primary and secondary data, which are then processed using qualitative methods. The main data was collected through direct observation at the research location as well as in-depth interviews with 21 administrators and members of the Sido Makmur farmer group, which were conducted using questionnaires from June to October 2022. Data analysis to answer the objectives using qualitative descriptive analysis To analyze problems and analysis potentials faced by farmer groups in increasing market expansion using qualitative descriptive analysis and Focus Discussion Groups (FGD) in order to find internal factors (strengths and weaknesses) and external factors (opportunities and challenges) faced by farmer groups Sido Makmur in increasing the expansion of the black pepper market. The characteristics of farmers include the average age of productive age, the average level of formal education of junior and senior high school graduates, the average area of land cultivated by farmers is above 1 ha, as well as internal and external factors as strategic analysis variables (internal factors: farmer's social capital consists of social networks and good trust, institutions, sufficient group capacity, group characteristics in the form of capital, profits, and limited resources, and external factors: External Factors Policy, where several stakeholders have been assisted in the transfer of science and technology).