Kegiatan budidaya tanaman bawang merah merupakan salah satu usaha yang banyak dilakukan oleh petani di Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk. Hal ini dikarenakan bawang merah merupakan salah satukomoditas yang secara ekonomis memberikan keuntungan. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui kelayakan usaha di tingkat petani dengan melihat nilai R/C. Penelitian dilakukan di Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk dalam waktu 2 bulan, yakni Oktober sampai dengan November 2022 dengan jumlah responden sebanyak 30 petani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan dekriptif dan pengambilan data dilakukan menggunakan purposive sampling. Alat analisis menggunakan perhitungan penerimaan, keuntungan, dan R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata biaya petani bawang merah sebesar Rp23.568.610,33; rata-rata penerimaan petani dengan produksi mencapai 2.770 Kg sebesar Rp33.240.000,00; dan keuntungan petani sebesar Rp9.671.389,33. Hasil perhitungan rata-rata R/C petani bawang merah ialah 1,4. Usaha budidaya bawang merah dinilai layak dan menguntungkan untuk dijalankan dalam usaha tani di Kabupaten Nganjuk Shallot cultivation is one of the many business carried out by Farmers in Rejoso District, Nganjuk Regency. Because shallots is one of the commodities that economical profitable. The purpose of this research was to know R/C analysis in onion farmer’s onion. It was in Rejoso Nganjuk Regency. It done among 2 month, October until November 2022. It needed 30 farmers. Method used descriptive and It used purposive sampling. Analysis that was used to counting of appropriateness was income, profit and R/C ratio. The result showed average of production Rp23.568.610,33; production onion 2.770 Kg, average total income Rp33.240.000,00; and the profit as Rp9.671.389,33. R/C of this research was 1,4. Business of onion has a good value of R/C