Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Covid-19 Untuk Meningkatkan Kewaspadaan Ibu Yang Mempunyai Anak Stunting Mulyana, Hilman; Mutiudin, Ade Iwan; Hidayatulloh, Ana Ikhsan; Lutfi, Baharudin; Mulyana, Asep; Dewi, Heni Aguspita; Rahmawati, Ai
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Vol 2 No 02 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju Volume 02 Nomer 02 Tahun 2021
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.58 KB) | DOI: 10.33221/jpmim.v2i02.1341

Abstract

Pandemi Covid-19 dapat berdampak pada peningkatan jumlah kasus Stunting dan kurangnya kepedulian ibu terhadap protokol kesehatan. Perlu di waspadai bahwa virus covid-19 dapat menyerang siapa saja dan kapan saja dengan mudah. Oleh karena itu salah satu upaya yang bisa dilakukan dengan mudah untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus Covid-19 pada anak Stunting yaitu dengan pemerian edukasi covid-19. Tujuan penelitian untuk meningkatkan kewaspadaan ibu mengenai covid-19. Metode: Edukasi diberikan kepada 20 orang ibu, selama 3 minggu melalui dua metode, yaitu: secara langsung (ceramah, demonstrasi dan diskusi) dan berbasis online (whatsapp group, pesan secara berkala baik dalam bentuk teks, gambar, ataupun video). Hasil edukasi menunjukan bahwa kewaspadaan ibu mengalami peningkatan dari sebelum dan setelah dilakukan edukasi, Z hitung sebesar -4,146 dan p-value sebesar 0,000. Ibu diharapkan mampu menerapkan hasil upaya edukasi dalam aktivitasnya sehari-hari, sehingga dampak terinfeksi Covid-19 tehadap anak Stunting tidak terjadi.
EFEKTIVITAS CUCI HIDUNG DENGAN CAIRAN NACL 0,9 % TERHADAP GEJALA RINITIS ALERGI Ana Ikhsan Hidayatulloh; Yani Sriyani; Fani Rachmini
Jurnal Keperawatan BSI Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rinitis alergi (RA) merupakan suatu gejala hipersensitivitas di hidung yang diinduksi oleh inflamasi yang diperantarai oleh Imunoglobulin E (IgE) setelah membran mukosa hidung terpapar dengan allergen inhalan. Gejala klinis rinitis alergi diantaranya pada, mata, kepala dan pada saluran pernafasan. Salah satu upaya dalam mengurangi gejala tersebut diantaranya dengan mencuci hidung menggunakan NaCl 0,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Cuci hidung dengan menggunakan cairan NaCl 0,9% terhadap penurunan gejala rinitis alergi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini analitik dengan desain penelitian ini menggunakan Pre-Experimental Designs yaitu dengan One-Group Pretest- Posttest Design. Sampel sebanyak 37 orang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh menggunakan format observasi kemudian dianalisis menggunakan uji paired test. Hasil penelitian didapatkan rata-rata gejala rinitis alergi sebelum melakukan Cuci hidung dengan menggunakan cairan NaCl 0,9% pada masyarakat sebanyak 8 gejala, dan mengalami penurunan setelah melakukan Cuci hidung dengan menggunakan cairan NaCl 0,9 menjadi 4 gejala. hasil analisis uji paired test didapatkan p value 0,000, artinya cuci hidung dengan menggunakan cairan NaCl 0,9% efektif terhadap gejala rinitis alergi pada masyarakat di lingkungan Kelurahan Sukahurip Kecamatan Tamansari RT 003 RW 008 Kota Tasikmalaya.
The Relationship Between Sitting Position and Chronic Back Pain in Tailors at Elraffip Fashion Ikhsan Hidayatulloh, Ana; Mardiana Hidayat, Fitriani; Putri Rayesi, Indira
HealthCare Nursing Journal Vol. 7 No. 1 (2025): HealthCare Nursing Journal
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/healthcare.v7i1.6180

Abstract

One of the most common reasons patients seek emergency care is back pain. Mechanical back pain occurs in 90% of cases due to occupational factors where this injury can cause damage or degeneration to the spine or the discs that form it and this results in chronic back pain. The aim of this research is to determine the relationship between sitting position and chronic pain in the back of Elraffip Busana Kawalu convection tailors, Tasikmalaya City. The type of research that will be used is quantitative with a cross-sectional approach. The samples taken in this research were all tailors at the Elraffip Busana Kawalu Convection in Tasikmalaya City using total sampling techniques. The statistical test used is chi-square. The results of statistical tests show that there is a relationship between sitting position and chronic pain in the back of Elraffip Busana Kawalu convection tailors, Tasikmalaya City with a value of p = 0.013 (p > 0.05). In conclusion, there is a relationship between sitting position and chronic back pain in tailors at the Elraffip Busana Kawalu Convection, Tasikmalaya City
Analisis Pengetahuan Remaja Putri tentang Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Anyar Novianti Rizki Amalia; Maria Ulfah Jamil; Heni Aguspita Dewi; Ana Ikhsan Hidayatulloh
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 1 (2024): Vol.9 No. 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia, yang berdampak pada kesehatan dan perkembangan mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas program suplementasi tablet tambah darah (TTD) dalam mengatasi anemia pada remaja putri di MTs Al-Ma’arif. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup 175 remaja putri yang telah mendapatkan TTD selama 3 bulan. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan kadar hemoglobin, wawancara untuk mengukur kepatuhan mengonsumsi TTD, serta pencatatan efek samping yang dialami pada bulan Januari 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri mengalami peningkatan kadar hemoglobin setelah mengonsumsi TTD selama 3 bulan. Meskipun demikian, kepatuhan dalam mengonsumsi TTD masih menjadi tantangan, dengan sebagian remaja mengalami efek samping ringan seperti mual dan muntah. Evaluasi program menunjukkan bahwa ada peningkatan signifikan dalam kepatuhan terhadap program TTD ketika dilakukan secara berkala dan terintegrasi dalam lingkungan sekolah. Namun, ada perlunya peningkatan pendekatan edukasi dan monitoring yang lebih intensif untuk meminimalkan efek samping dan meningkatkan kepatuhan. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa program suplementasi TTD efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada remaja putri, meskipun masih dibutuhkan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kepatuhan dan meminimalkan efek samping. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah melakukan studi komprehensif tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan program TTD serta strategi yang lebih efektif dalam meningkatkan kepatuhan remaja putri terhadap konsumsi TTD.
PENGARUH DIGITAL REMINDER TERHADAP PERILAKU PERAWATAN KAKI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 Ade Iwan Mutiudin; Baharudin Lutfi S; Ana Ikhsan Hidayatulloh; Arista Putri Agustin
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i2.1970

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai oleh kadar glukosa darah melebihi batas normal dan memiliki komplikasi neuropati. Neuropati diabetik dapat berdampak serius terhadap infeksi dan kematian jaringan di kaki, sehingga kaki perlu diamputasi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi neuopatik tersebut adalah perawatan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh digital reminder terhadap perilaku perawatan kaki pada penderita diabetes tipe 2. Jenis penelitian ini yang digunakan adalah kuantitatif pre eksperimental dengan metode model one group pretest postest. Sampel sebanyak 16 orang yang diperoleh dengan didasarkan pada rumus Federer. Hasil penelitian didapatkan perilaku perawatan kaki sebelum diberikan intervensi digital reminder dengan hasil nilai rata rata mean pre 33.12 dan mengalami peningkatan setelah dilakukan intervensi digital reminder dengan hasil nilai rata-rata mean post 64.12. Hasil analisis didapatkan terdapat pengaruh yang signifikan intervensi digital reminder terhadap perilaku perawatan kaki dengan nilai p value 0,000. Digital reminder menjadi salah satu solusi untuk memberikan pesan pengingat kepada penderita DM sehingga perilaku perawatan kaki diabetes dapat meningkat lebih baik.  
PENGALAMAN DAN MANAJEMEN NYERI PASIEN PASCA OPERASI DI RUANG KEMUNING V RSUP Dr. HASAN SADIKIN BANDUNG : STUDI KASUS ANA IKHSAN HIDAYATULLOH; Earlyana Octavia limbong; kusman ibrahim ibrahim
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v11i2.795

Abstract

ABSTRAKNyeri adalah gejala subjektif; hanya klien yang dapat mendeskripsikannya.  Salah satu penyebab nyeri adalah tindakan pembedahan atau operasi. Jika nyeri tidak dikendalikan, hal tersebut memperpanjang proses penyembuhan dengan menyebabkan komplikasi pernapasan, ekskresi, peredaran darah, dan sistemik lainnya. Sebagai akibatnya, beberapa pasien meninggal, kualitas hidup dan pasien kepuasan menurun, lamanya tinggal di rumah sakit meningkat, dan biaya perawatan meningkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pengalaman nyeri, menganalisis manajemen nyeri dan mengevaluasi efektivitas manajement nyeri pasca operasi. Metode penelitian: studi fenomena dengan studi kasus menelaah pengalaman nyeri dan pengelolaan nyeri paska operasi pada 4 pasien di ruang rawat inap Kemuning V RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Hasil penelitian dari pengalaman nyeri pasca operasi bervariasi dan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu usia, jenis kelamin, jenis pembedahan dan budaya. Pengkajian skala nyeri juga tidak bisa hanya melibatkan satu skala tapi dapat dilihat dari karakteristik pasien, contohnya pasien diatas 65 tahun lebih efektif menggunakan Verbal Rating Scale (VRS). Pemberian analgesik masih kurang efektif karena pasien belum bebas nyeri. Tehnik non farmakologi relaksasi efektif mengurangi nyeri pasca bedah abdomen. Kesimpulan: Format pengkajian berisikan elemen COLDSPA dapat digunakan dalam mengkaji nyeri secara komprehensif. Bagi pasien lansia, skala VRS lebih mudah dimengerti. Pemberian obat analgesic opioid adalah pada skala nyeri sedang-berat, perlu dipertimbangkan mengenai pemberian obat secara prn (pro re nata), dimana perawat dan pasien terlibat dalam pengambilan keputusan untuk mengelola perawatan nyeri akut dan pasien merasa dilibatkan dan memiliki kendali atas nyeri yang dirasakan. Metoda non-farmakologi lain, selain relaksasi dapat dikombinasikan untuk mengurangi nyeri pasca operasi.
Dukungan Keluarga Pada Anggota Keluarga Anak Stunting dan TB-MDR Mulyana, Hilman; Mutiudin, Ade Iwan; Hidayatulloh, Ana Ikhsan; Mulyana, Asep; S, Baharudin Lutfi; Darusman, Septiandi Eka; Rahmadiana, Asep; Wahyudi, Deni; Hilmawan, Rikky Gita; Rahmawati, Ai; Dewi, Heni Aguspita; Yani, Yani Sri; Sugiharti, Mamay; Hidayat, Fitriani Mardiana; Nurdianti, Reni; Nugraha, Budy
Karya Kesehatan Siwalima Vol 1, No 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v1i2.828

Abstract

Global Report melaporkan bahwa Indonesia termasuk 27 high burden TB-MDR countries, salah satunya terdapat di provinsi Jawa Barat sebanyak 28 pasien TBC kebal rifampisin pada tahun 2017. Terdapat 30 pasien TBC di kota Tasikmalaya yang tersebar di beberapa wilayah kerja Puskesmas di tahun 2018. Menariknya terdapat 16 orang dari 30 pasien tersebut memiliki anggota keluarga dengan kondisi anak stunting, serta di kota tasikmalaya terdapat 32% anak stunting yang cukup tinggi diatas standard yang ditetapkan WHO yaitu 20%. Kondisi demikian tentunya berpengaruh terhadap dukungan yang diberikan oleh keluarga kepada klien. Langkah pertama kegiatan dengan melibatkan mitra yaitu keluarga atau anggota keluarga yang memiliki anak dengan kondisi stunting dan anggota keluarga yang memiliki klien TBC, tahapannya meliputi  pra kegiatan, kedua survei lokasi, dan ketiga persiapan sarana dan prasarana. Langkah kedua pelaksanaan kegiatan, meliputi pre-test, pelaksanaan edukasi, dan diakhiri dengan post-test. Langkah ketiga evaluasi,  pengukuran pengetahuan mitra dengan cara membandingkan dan menganalisis hasil dari pre-test dan post-test. Terdapat peningkatan dukungan keluarga mitra setelah mendapatkan edukasi sebelum dan sesudah, meliputi emosional dari 68.7% menjadi 87.5%, informasi dari 62.5% menjadi 93.7%, instrumental dari 50% menjadi 81.2%, dan penilaian dari 56.2% menjadi 68.7%.  Terdapat peningkatan dukungan keluarga terutama pada dimensi emosional 18.8% dan dimensi informasional 31.2%, serta secara keseluruhan mitra sudah memberikan dukungan bersifat Favorable sebanyak 68.7%. Perlu adanya pengabdian kepada masyarakat lanjutan berupa peningkatan sikap ataupun perilaku yang berkelanjutan dari mitra sampai benar-benar menjadi kebiasaan yang positif.
Factors Affecting the Adherence of People Living with HIV/AIDS on Antiretroviral Treatment in Tasikmalaya City Iis Sopiah Suryani; Lina Marlina; Ana Ikhsan Hidayatulloh; Ai Rahmawati
Poltekita: Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 19 No. 2 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v19i2.3714

Abstract

The incidence of HIV/AIDS in Indonesia, including in West Java and Tasikmalaya City, continues to rise. In Tasikmalaya City alone, 345 cases have been recorded. Antiretroviral (ARV) therapy has revolutionized HIV treatment, but optimal adherence—ideally 100%—is essential to prevent drug resistance. However, adherence among people living with HIV/AIDS (PLWHA) in Tasikmalaya remains suboptimal, increasing the risk of treatment failure and resistance. This study employed a cross-sectional correlational design involving 62 PLWHA who actively participated in monthly meetings organized by the AIDS Countermeasures Commission (KPA) in Tasikmalaya. Participants were selected using purposive sampling. Data were collected using a validated questionnaire for treatment adherence and a researcher-developed instrument to assess additional variables. Factors found to influence ARV treatment adherence included age, gender, educational background, perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, and self-confidence. Among these, perceived barriers were identified as the most dominant factor affecting adherence (OR = 16.9). Although limited by a small sample size, this study highlights several psychosocial and demographic factors that influence ARV adherence among PLWHA. Addressing perceived barriers should be a priority in interventions aimed at improving adherence and preventing drug resistance.