Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

ANALISIS PELAKSANAAN SURVEILANS DIFTERI OLEH PUSKESMAS DI KOTA PADANG TAHUN 2024 Kamil, Istianah; Putri, Ade Suzana Eka; Siswati, Sri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55420

Abstract

Difteri merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara dengan cakupan imunisasi rendah, termasuk Indonesia. Meskipun Indonesia sempat dinyatakan bebas difteri pada tahun 1990, kasus kembali meningkat sejak 2013 hingga saat ini. Di Provinsi Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, peningkatan kasus dan kematian akibat difteri pada tahun 2024 menunjukkan perlunya sistem surveilans yang efektif sebagai upaya deteksi dini dan pengendalian penyakit. Permasalahan yang muncul mengindikasikan bahwa pelaksanaan sistem surveilans difteri di tingkat pelayanan kesehatan primer belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan komponen proses dalam sistem surveilans difteri oleh Puskesmas di Kota Padang tahun 2024 berdasarkan atribut surveilans serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan lokasi penelitian di lima Puskesmas yang memiliki kasus difteri dan Dinas Kesehatan Kota Padang. Informan dipilih secara purposive, meliputi pemegang program surveilans dan difteri, kepala Puskesmas, serta penderita difteri. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan surveilans difteri belum sepenuhnya optimal pada seluruh atribut surveilans. Atribut kesederhanaan dan stabilitas telah tercapai, sedangkan fleksibilitas, akseptabilitas, kerepresentatifan, dan nilai prediktif positif masih kurang. Sensitivitas, ketepatan waktu, dan kualitas data juga belum optimal akibat keterlambatan penemuan kasus. Simpulan penelitian ini adalah bahwa penguatan proses surveilans difteri, terutama pada aspek sensitivitas, ketepatan waktu, dan kualitas data, sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas sistem surveilans dalam mendukung kewaspadaan dini dan pengendalian difteri di Kota Padang.
Peran Dinamika Monsun terhadap Konsentrasi PM2.5 selama Peristiwa El Niño 2023–2024 di Asia Tenggara: Sebuah Isu Kesehatan Masyarakat Sari, Putri Nilam; Putri, Ade Suzana Eka; Yudison, Adyati Pradini; Nursal, Dien Gusta Anggraini; Firdani, Fea
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.3252

Abstract

Background: El Niño and positive Indian Ocean Dipole (IOD) events can disrupt monsoon circulation and increase air pollution exposure in Southeast Asia, particularly PM2.5, which poses significant public health risks. Objective: This study aimed to analyze PM2.5 exposure during the 2023–2024 El Niño period and assess its potential public health risks in Southeast Asia. Methods: Daily PM2.5 concentrations in major Southeast Asian capitals during the 2023–2024 El Niño period were analyzed to evaluate temporal variability, exceedances of WHO and national standards, and potential transboundary pollution using Spearman correlation analysis. Results: Jakarta and Hanoi showed the highest daily median PM2.5 concentrations, exceeding 100 µg/m3. However, exceedances of WHO and national air quality standards occurred in almost all ASEAN capitals. Strong positive correlations were observed between Yangon and Vientiane (r = 0.753, p < 0.01), Vientiane and Bangkok (r = 0.695, p < 0.01), and Yangon and Bangkok (r = 0.670, p < 0.01), likely due to shared continental and monsoonal influences. In contrast, weaker correlations were found among maritime cities such as Jakarta, Singapore, and Kuala Lumpur because of variable sea–land circulation and tropical convection. Elevated PM2.5 concentrations during El Niño may increase respiratory and cardiovascular health risks. Conclusion: PM2.5 concentrations during the 2023–2024 El Niño period exceeded WHO and national standards in most Southeast Asian capitals, highlighting the need for cross-border mitigation strategies and integrated early warning systems to protect public health.
Factors Associated with Health Seeking Behaviour of Pneumonia Children Under Five in Lubuk Begalung Health Center 2024 Silvia Amanda Lodi; Ade Suzana Eka Putri; Yeffi Masnarivan; Dien Gusta Anggraini Nursal
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/5nb92c16

Abstract

Pneumonia remains a major contributor to mortality due to infectious diseases among children under five worldwide. Inappropriate health-seeking behavior when a child develops pneumonia may potentially result in delays in obtaining adequate medical care, thereby increasing the risk of complications and mortality. This study aimed to analyze the factors associated with health-seeking behavior for pneumonia among children under five in the working area of Lubuk Begalung Community Health Center. This study employed a cross-sectional design and was conducted at the Lubuk Begalung Community Health Center from February to June 2024. The study involved 87 mothers of children under five diagnosed with pneumonia who were selected using a simple random sampling technique. The findings revealed that 62.1% of respondents exhibited poor health-seeking behavior. There were significant associations between health-seeking behavior for pneumonia among children under five and maternal age (p = 0.004), maternal knowledge (p < 0.0001), and perceived severity of illness (p = 0.014). Family income (p = 0.017; PR = 16.406; 95% CI: 1.642–163.900) was the most dominant factor associated with treatment-seeking behavior for pneumonia among under-five children at Lubuk Begalung Primary Health Center, Padang. It is recommended that the Padang City Health Office and Lubuk Begalung Primary Health Center implement educational interventions on the signs, symptoms, and danger signs of pneumonia in under-five children and the importance of timely healthcare-seeking at health facilities, in order to reduce the risk of mortality and disease severity among children under five.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN KEMATIAN IBU DI KOTA PADANG Fathiya Aulia Ramadhan; Yeffi Masnarivan; Ade Suzana Eka Putri
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.6991

Abstract

Pendahuluan: Kematian ibu ialah kondisi dimana terjadinya kematian pada ibu dalam periode kehamilan hingga 42 hari setelah persalinan yang diakibatkan atau diperberat oleh kondisi kehamilan dan penanganannya serta bukan disebabkan oleh kecelakaan ataupun cidera. Terjadinya peningkatan jumlah kematian ibu di Kota Padang dari tahun 2022 hingga 2023 dapat disebabkan oleh beragam faktor risiko yang mungkin berhubungan diantaranya status gizi, riwayat penyakit, riwayat abortus, usia, paritas, riwayat ANC, preeklamsia dan pendarahan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko apa saja yang berhubungan dengan kejadian kematian ibu di Kota Padang tahun 2023. Metode: Penelitian menggunakan metode kasus-kontrol, populasi kasus yaitu kematian ibu yang tercatat dalam profil kesehatan Kota Padang tahun 2023 sebanyak 23 kasus. Teknik pengambilan sampel kasus dengan total sampling dan sampel kontrol dengan random sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan pada faktor riwayat penyakit, usia, dan pendarahan terhadap kematian ibu di Kota Padang tahun 2023. Kesimpulan: Petugas kesehatan dapat memberikan pengarahan terkait usia kehamilan pada catin, pemahaman mengenai tanda bahaya kehamilan dan awareness ibu hamil agar dapat ditingkatkan.
Faktor Perilaku Mengikuti Skrining Tuberkulosis pada Kontak Serumah Annisa Nurul Habibah; Ade Suzana Eka Putri; Ratno Widoyo; Syafrawati Syafrawati
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/16fkc456

Abstract

Pencapaian angka penemuan kasus tuberkulosis di Kota Padang masih rendah, yaitu pada tahun 2022 sebesar 66,4% dari target 90%. Dalam pelaksanaan penemuan kasus secara aktif, ditemukan kontak serumah yang belum mengikuti skrining tuberkulosis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku mengikuti skrining tuberkulosis pada kontak serumah di Kota Padang. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain studi cross sectional, dilakukan di Kota Padang pada bulan Mei-Juni 2024. Populasi adalah kontak serumah dari penderita tuberkulosis paru tahun 2024 dengan sampel sebanyak 82 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik multistage random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioenr sebagai instrumen penelitian. Analisis data menggunakan uji Chi-square untuk analisis bivariat dan uji regresi logistik untuk analisis multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang memiliki hubungan dengan perilaku mengikuti skrining tuberkulosis pada kontak serumah dengan p-value<0,05, yaitu perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, jarak ke Fasyankes, dan mendapatkan informasi. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan dengan perilaku mengikuti skrining tuberkulosis pada kontak serumah adalah perceived benefits (p-value<0,0001, POR = 132, CI 95%= 11-1582). Diharapkan Dinas Kesehatan Kota Padang dan Puskesmas untuk melakukan upaya penyebaran informasi, edukasi, dan pembentukan persepsi akan pentingnya skrining tuberkulosis bagi kontak serumah penderita tuberkulosis untuk mendeteksi dini dan memutus mata rantai penularan.
Kesiapsiagaan Rumah Tangga dalam Menghadapi Erupsi Gunung Marapi Ayu Salsabila; Ade Suzana Eka Putri; Yudi Pradipta
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/y2j1v691

Abstract

Berdasarkan survei pendahuluan di Kecamatan Canduang dan  Kecamatan Sungai Pua, kesiapsiagaan rumah tangga dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Marapi masih rendah (65%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan rumah tangga dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Marapi di Kecamatan Canduang dan Kecamatan Sungai Pua. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study, dilakukan pada Maret 2024-Juni 2024. Sampel pada penelitian ini sebanyak 112 kepala keluarga dengan menggunakan teknik multistage random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji Chi-Square dan Regresi Logistik (95% Confidence Interval). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pekerjaan (p=0,039), pendapatan keluarga (p=0,004), dan kesadaran (p=0,050) memiliki hubungan dengan kesiapsiagaan. Sedangkan usia, pendidikan, kepemilikan rumah, dan persepsi risiko tidak memiliki hubungan dengan kesiapsiagaan. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kesiapsiagaan adalah pendapatan keluarga (p=0,006, POR=4,508 (CI 95% 1.547-13.136)). Disarankan kepada pemerintah setempat untuk melakukan upaya dalam pengembangan program penguatan ekonomi lokal dan edukasi akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
Intervensi Gizi Spesifik terhadap Kejadian Stunting pada Balita &#039;Aziizah Yuza; Ade Suzana Eka Putri; Kamal Kasra
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/40rtrh89

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Analisis intervensi gizi spesifik menjadi salah satu upaya dalam percepatan penurunan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intervensi gizi spesifik terhadap kejadian stunting di Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian menggunakan desain studi ekologi untuk melihat hubungan intervensi gizi spesifik dan prevalensi stunting dengan unit penelitian seluruh Kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat tahun 2021-2023. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji korelasi spearman dan pearson. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara Tablet Tambah Darah (TTD) ibu hamil dengan kejadian stunting (p-value 0,039 r -0,361). Puskesmas diharapkan dapat memperluas cakupan intervensi gizi spesifik di wilayah kerjanya dengan dukungan aktif dari seluruh lintas sektor guna memperkuat upaya percepatan penurunan stunting.
Edukasi Partisipatif Bahaya Pestisida di Nagari Sungai Nanam Kabupaten Solok Sumatera Barat Friskaeka Fitria; Ade Suzana Eka Putri; Yosalli Yosalli; Zacky maulana; Dina Waldani; Jasmi Jasmi
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.486

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi petani di Nagari Sungai Nanam berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja yang disebabkan oleh rendahnya pengetahuan tentang bahaya pestisida, tidak adanya kebiasaan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), keterbatasan akses terhadap APD, serta belum adanya pelatihan penggunaan APD yang benar. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan yaitu edukasi partisipatif yang menggabungkan penyampaian informasi bahaya paparan pestisida dan dampaknya terhadap kesehatan, penyediaan APD, serta praktik langsung penggunaan APD oleh petani. Kegiatan dilaksanakan di Edotel Cemara SMKN 1 Lembah Gumanti Kabupaten Solok Sumatera Barat terhadap 36 orang petani yang teridiri dari 20 anggota kelompok tani Gantiang Saiyo dan 16 orang petani mandiri. kegiatan dilaksanakan sebanyak 4 sesi, yaitu pre-test, penyampaian materi, pelatihan APD, dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode edukasi partisipatif yang diterapkan mampu meningkatkan pengetahuan petani mengenai bahaya pestisida serta pentingnya penggunaan APD. Rata- rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 97,17 sebelum diberikan edukasi menjadi 143,64 setelah kegiatan. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p=0,000 (p<0,05), yang menunjukkan bahwa adanya perbedaan bermakna antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi
Analysis of Risk Factors Affecting Survival in Tuberculosis Patients: Systematic Review Salma Winda Aufa; Ade Suzana Eka Putri; Kamal Kasra
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 3 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 3, Agustus 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i3.678

Abstract

AbstractBackground: Deaths due to TB are still a public health problem today. Monitoring tuberculosis treatment outcomes and examining factors that influence these outcomes is important for evaluation and feedback on national TB control programs. So this research aims to determine the risk factors that influence the survival of TB patients. Method: This study used a Systematic review. The data sources used are Science Direct and PubMed databases published in 2019 – 2023. The research article found 1,420 articles, filtering the abstracts according to the desired research topic, and ensuring that the articles can be accessed in full-text form, resulting in 14 studies that meet the criteria. Results: The results of this study showed that the factors that had the greatest influence on TB patient survival were age and HIV status, in 7 of 14 studies. Meanwhile, a third of the studies reviewed found that TB classification, TB anatomical location, gender, race/ethnicity, and history of DM are factors associated with TB patient survival.Conclusion: The most common variables associated with the survival of TB are age and HIV status. These conditions describe the increasing age and decreased immunity that can affect the survival of TB patients.Keywords: Mortality, Risk factors, Survival, Tuberculosis AbstrakLatar belakang: Kematian akibat TB masih menjadi masalah kesehatan masyarakat hingga saat ini. Pemantauan hasil pengobatan tuberkulosis dan pemeriksaan faktor-faktor yang mempengaruhi penting untuk dilakukan evaluasi dan umpan balik pada program pengendalian TB nasional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang mempengaruhi kelangsungan hidup pasien TB. Metode: Penelitian ini menggunakan tinjauan sistematis. Sumber data yang digunakan adalah database Science Direct dan PubMed yang diterbitkan pada tahun 2019 - 2023. Artikel penelitian ditemukan sebanyak 1.420 artikel, menyaring abstrak sesuai dengan topik penelitian yang diinginkan, dan memastikan bahwa artikel dapat diakses dalam bentuk full-text, sehingga menghasilkan 14 penelitian yang memenuhi kriteria. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap ketahanan hidup pasien TB adalah usia dan status HIV, yaitu pada 7 dari 14 penelitian. Sementara itu, sepertiga dari penelitian yang direview menemukan bahwa klasifikasi TB, lokasi anatomis TB, jenis kelamin, ras/etnis, dan riwayat DM merupakan faktor yang berhubungan dengan ketahanan hidup pasien TB. Kesimpulan: Variabel yang paling umum berhubungan dengan ketahanan hidup TB adalah usia dan status HIV. Kondisi ini menggambarkan semakin bertambahnya usia dan menurunnya kekebalan tubuh dapat mempengaruhi ketahanan hidup pasien TB. Kata kunci: Faktor risiko, Ketahanan hidup, Mortalitas, Tuberkulosis
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Petani dalam Penggunaan Pestisida dan Peran Stakeholders dalam Pengelolaannya di Kabupaten Solok Sumatera Barat Friska Eka Fitria; Ade Suzana Eka Putri; Eria Azzahra Hadi
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol12.Iss2.2335

Abstract

The unsafe and unhealthy use of pesticides by farmers is still a public health problem in agricultural areas, but comprehensive studies that reveal farmer behavior factors and the role of stakeholders in pesticide management are still limited, especially in horticultural centers such as Solok Regency. This study aims to explore the factors that influence farmers' behavior in pesticide use and analyze the role of stakeholders in its management, so that strategic recommendations for pesticide use can be formulated. The study uses a qualitative design with a case study approach in Solok Regency, West Sumatra, from March to July 2025. Informants in this study were selected using purposive sampling, consisting of nine independent farmers and eleven group farmers as key informants, as well as nine stakeholders as supporting informants. Data were collected through FGDs and in-depth interviews, analyzed using content analysis, and validated using source and method triangulation. The results showed that farmers' behavior in pesticide use was influenced by their perception of pesticides as a guarantee of successful harvests, concerns about yield decline, and economic constraints. In addition, weak supervision and cross-sector coordination by the Fertilizer and Pesticide Supervisory Commission (KPPP), the limited role of extension workers and health workers, and suboptimal access to personal protective equipment weaken the cues to action for farmers. This study concludes that changing behavior towards safe and healthy pesticide use requires comprehensive interventions that integrate a behavior change approach based on the Health Belief Model with the strengthening of supervision systems, extension services, and collaboration among relevant stakeholders. Keywords : pesticide use, farmers’ behavior, stakeholders