Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Determinan Perilaku Imunisasi Measles Rubella dengan Pendekatan Health Belief Model Febriany, Feby; Putri, Ade Suzana Eka; Siswati, Sri
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i02.3048

Abstract

Pandemi COVID-19 berdampak besar pada sektor kesehatan di Indonesia, khususnya imunisasi MR, dengan fluktuasi cakupan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor yang dapat dikaji dengan pendekatan Health Belief Model. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku imunisasi MR. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain crossectional, untuk mencari determinan dari perilaku imunisasi mr dengan menggunakan pendekatan health belief model. Populasi penelitian ini sebanyak 5.107 orang, pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling, dan berlokasi di tiga puskesmas Kota Bukittinggi dengan 102 ibu sebagai responden. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik. Variabel yang berhubungan meliputi pengetahuan (nilai p = 0,003), efikasi diri (nilai p = 0,004), persepsi kerentanan (nilai p = 0,047), keparahan (nilai p = 0,002), manfaat (nilai p = 0,023), hambatan (nilai p = 0,036), dan dukungan keluarga (nilai p = 0,000). Variabel yang paling dominan berhubungan dengan perilaku imunisasi MR adalah dukungan keluarga (nilai p = 0,000; PR = 15,374).
Determinan Perilaku Imunisasi Measles Rubella dengan Pendekatan Health Belief Model Febriany, Feby; Putri, Ade Suzana Eka; Siswati, Sri
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i02.3048

Abstract

Pandemi COVID-19 berdampak besar pada sektor kesehatan di Indonesia, khususnya imunisasi MR, dengan fluktuasi cakupan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor yang dapat dikaji dengan pendekatan Health Belief Model. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku imunisasi MR. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain crossectional, untuk mencari determinan dari perilaku imunisasi mr dengan menggunakan pendekatan health belief model. Populasi penelitian ini sebanyak 5.107 orang, pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling, dan berlokasi di tiga puskesmas Kota Bukittinggi dengan 102 ibu sebagai responden. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik. Variabel yang berhubungan meliputi pengetahuan (nilai p = 0,003), efikasi diri (nilai p = 0,004), persepsi kerentanan (nilai p = 0,047), keparahan (nilai p = 0,002), manfaat (nilai p = 0,023), hambatan (nilai p = 0,036), dan dukungan keluarga (nilai p = 0,000). Variabel yang paling dominan berhubungan dengan perilaku imunisasi MR adalah dukungan keluarga (nilai p = 0,000; PR = 15,374).
Determinan Kematian Bayi Ditinjau dari Perilaku Kesehatan Ibu: Tinjauan Literatur Aliska, Imelda; Putri, Ade Suzana Eka; Su’udi, Amir
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih belum mencapai target SDGS tahun 2030 dan RPJMN tahun 2020-2024 pada bidang kesehatan. AKB perlu diperhatikan karena merupakan indikator sensitif untuk mengukur keberhasilan pencapaian pembangunan kesehatan dan juga mengukur pencapaian indeks modal manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mereview determinan perilaku kesehatan ibu terhadap kejadian kematian bayi dengan metode literature review. Penelusuran literature dilakukan di database PubMed, Portal Garuda, Semantic Scholar, dan Google Scholar. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah artikel penelitian yang terbit pada 2016-2022, menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, serta menggunakan desain studi observasional.Hasil akhir dari proses pencarian studi di database, didapatkan sebanyak 13 artikel yang masuk ke analisis. Segara garis besar, hasil penelitian dari 13 studi menunjukkan bahwa perilaku kesehatan ibu yang negatif seperti tidak melakukan kunjungan ANC, tidak memberikan IMD, ASI dan imunisasi dapat meningkatkan risiko kematian bayi. Oleh karena itu upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam menurunkan angka kematian bayi adalah berfokus kepada peningkatan perilaku kesehatan ibu seperi kunjungan ANC, pemberian IMD, ASI, serta imunisasi.
RISK FACTORS OF PHYSICAL ENVIRONMENT AND SOCIOECONOMIC INCIDENCE OF DHF IN RIAU Rani, Avisya Mutia; Masrizal, Masrizal; Putri, Ade Suzana Eka
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51489

Abstract

Di Provinsi Riau, kasus meningkat 1,5 kali lipat pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko lingkungan fisik dan sosial ekonomi terhadap kejadian DBD di Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi. Sampel penelitian ini seluruh kasus DBD di Provinsi Riau tahun 2022-2024, data iklim dari Website NASA Power Prediction of Worldwide Energy Resources, data sosial ekonomi dari BPS Provinsi Riau. Analisis menggunakan analisis univariat, bivariat (korelasi), multivariat (regresi linear berganda), dan spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kelembaban udara, curah hujan, kecepatan angin, dan tingkat kemiskinan dengan kejadian DBD di Provinsi Riau. Berdasarkan hasil pemetaan, Kota Dumai dan Kota Pekanbaru secara konsisten mencatat jumlah kasus DBD tinggi selama tiga tahun berturut-turut (2022–2024). Kota Pekanbaru dan Kota Dumai merupakan daerah endemis DBD di Provinsi Riau, dengan beban kasus tinggi dalam tiga tahun terakhir. Persebaran spasial kasus DBD mencerminkan adanya keragaman karakteristik lingkungan fisik dan sosial ekonomi antarwilayah. Kecepatan angin berperan penting dalam dinamika penularan karena dapat memengaruhi jangkauan terbang nyamuk Aedes aegypti, memperluas area potensial penularan, serta menciptakan kondisi lingkungan yang mendukung aktivitas vektor. Oleh karena itu, strategi pengendalian DBD perlu difokuskan pada wilayah dengan risiko tinggi dan mengintegrasikan informasi iklim, termasuk kecepatan angin, ke dalam sistem kewaspadaan dini serta perencanaan intervensi berbasis risiko.
Edukasi Partisipatif Bahaya Pestisida di Nagari Sungai Nanam Kabupaten Solok Sumatera Barat Fitria, Friskaeka; Putri, Ade Suzana Eka; Yosalli, Yosalli; maulana, Zacky; Waldani, Dina; Jasmi, Jasmi
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.486

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi petani di Nagari Sungai Nanam berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja yang disebabkan oleh rendahnya pengetahuan tentang bahaya pestisida, tidak adanya kebiasaan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), keterbatasan akses terhadap APD, serta belum adanya pelatihan penggunaan APD yang benar. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan yaitu edukasi partisipatif yang menggabungkan penyampaian informasi bahaya paparan pestisida dan dampaknya terhadap kesehatan, penyediaan APD, serta praktik langsung penggunaan APD oleh petani. Kegiatan dilaksanakan di Edotel Cemara SMKN 1 Lembah Gumanti Kabupaten Solok Sumatera Barat terhadap 36 orang petani yang teridiri dari 20 anggota kelompok tani Gantiang Saiyo dan 16 orang petani mandiri. kegiatan dilaksanakan sebanyak 4 sesi, yaitu pre-test, penyampaian materi, pelatihan APD, dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode edukasi partisipatif yang diterapkan mampu meningkatkan pengetahuan petani mengenai bahaya pestisida serta pentingnya penggunaan APD. Rata- rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 97,17 sebelum diberikan edukasi menjadi 143,64 setelah kegiatan. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p=0,000 (p<0,05), yang menunjukkan bahwa adanya perbedaan bermakna antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi
Faktor Perilaku Mengikuti Skrining Tuberkulosis pada Kontak Serumah Habibah, Annisa Nurul; Putri, Ade Suzana Eka; Widoyo, Ratno; Syafrawati, Syafrawati
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/16fkc456

Abstract

Pencapaian angka penemuan kasus tuberkulosis di Kota Padang masih rendah, yaitu pada tahun 2022 sebesar 66,4% dari target 90%. Dalam pelaksanaan penemuan kasus secara aktif, ditemukan kontak serumah yang belum mengikuti skrining tuberkulosis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku mengikuti skrining tuberkulosis pada kontak serumah di Kota Padang. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain studi cross sectional, dilakukan di Kota Padang pada bulan Mei-Juni 2024. Populasi adalah kontak serumah dari penderita tuberkulosis paru tahun 2024 dengan sampel sebanyak 82 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik multistage random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioenr sebagai instrumen penelitian. Analisis data menggunakan uji Chi-square untuk analisis bivariat dan uji regresi logistik untuk analisis multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang memiliki hubungan dengan perilaku mengikuti skrining tuberkulosis pada kontak serumah dengan p-value<0,05, yaitu perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, jarak ke Fasyankes, dan mendapatkan informasi. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor yang paling dominan dengan perilaku mengikuti skrining tuberkulosis pada kontak serumah adalah perceived benefits (p-value<0,0001, POR = 132, CI 95%= 11-1582). Diharapkan Dinas Kesehatan Kota Padang dan Puskesmas untuk melakukan upaya penyebaran informasi, edukasi, dan pembentukan persepsi akan pentingnya skrining tuberkulosis bagi kontak serumah penderita tuberkulosis untuk mendeteksi dini dan memutus mata rantai penularan.
Kesiapsiagaan Rumah Tangga dalam Menghadapi Erupsi Gunung Marapi Salsabila, Ayu; Putri, Ade Suzana Eka; Pradipta, Yudi
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/y2j1v691

Abstract

Berdasarkan survei pendahuluan di Kecamatan Canduang dan  Kecamatan Sungai Pua, kesiapsiagaan rumah tangga dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Marapi masih rendah (65%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kesiapsiagaan rumah tangga dalam menghadapi bencana erupsi Gunung Marapi di Kecamatan Canduang dan Kecamatan Sungai Pua. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional study, dilakukan pada Maret 2024-Juni 2024. Sampel pada penelitian ini sebanyak 112 kepala keluarga dengan menggunakan teknik multistage random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji Chi-Square dan Regresi Logistik (95% Confidence Interval). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa pekerjaan (p=0,039), pendapatan keluarga (p=0,004), dan kesadaran (p=0,050) memiliki hubungan dengan kesiapsiagaan. Sedangkan usia, pendidikan, kepemilikan rumah, dan persepsi risiko tidak memiliki hubungan dengan kesiapsiagaan. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kesiapsiagaan adalah pendapatan keluarga (p=0,006, POR=4,508 (CI 95% 1.547-13.136)). Disarankan kepada pemerintah setempat untuk melakukan upaya dalam pengembangan program penguatan ekonomi lokal dan edukasi akan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
Intervensi Gizi Spesifik terhadap Kejadian Stunting pada Balita Yuza, 'Aziizah; Putri, Ade Suzana Eka; Kasra, Kamal
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/40rtrh89

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Analisis intervensi gizi spesifik menjadi salah satu upaya dalam percepatan penurunan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intervensi gizi spesifik terhadap kejadian stunting di Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian menggunakan desain studi ekologi untuk melihat hubungan intervensi gizi spesifik dan prevalensi stunting dengan unit penelitian seluruh Kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat tahun 2021-2023. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji korelasi spearman dan pearson. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara Tablet Tambah Darah (TTD) ibu hamil dengan kejadian stunting (p-value 0,039 r -0,361). Puskesmas diharapkan dapat memperluas cakupan intervensi gizi spesifik di wilayah kerjanya dengan dukungan aktif dari seluruh lintas sektor guna memperkuat upaya percepatan penurunan stunting.
THE FACTORS ASSOCIATE WITH THE INCIDENCE OF TYPE 2 DIABETES MELLITUS IN WOMEN IN THE WORKING AREA OF THE BIARO COMMUNITY HEALTH CENTER : TYPE 2 DIABETES MELLITUS Azeny, Claudya Putri; Putri, Ade Suzana Eka; Widoyo, Ratno; Masrizal, Masrizal
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 7 No. 2 (2025): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol7.Iss2/331

Abstract

Background: The global prevalence of type 2 diabetes mellitus is steadily increasing, with a particularly notable rise among women. This study aims to identify factors associated with type 2 diabetes mellitus among women in the working area of Biaro Public Health Center. Methods: A case-control study design was employed, involving 50 women diagnosed with type 2 diabetes mellitus (cases) and 50 women without type 2 diabetes mellitus (controls), selected randomly from the same population. Data were analyzed using both bivariate and multivariate statistical methods to determine significant predictors of type 2 diabetes mellitus. Results: Bivariate analysis revealed significant associations between type 2 diabetes mellitus with age, family history of diabetes, level of education, physical activity, and stress (p < 0.05). Multivariate analysis identified that low physical activity as the most influential risk factor. Conclusion: These findings highlight the urgent need for targeted health promotion strategies—particularly in the Biaro Public Health Center area— behavioral interventions such as physical activity on high-risk groups to effectively reduce the incidence of type 2 diabetes mellitus among women.