Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Determinan Perilaku Imunisasi Measles Rubella dengan Pendekatan Health Belief Model Febriany, Feby; Putri, Ade Suzana Eka; Siswati, Sri
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v13i02.3048

Abstract

Pandemi COVID-19 berdampak besar pada sektor kesehatan di Indonesia, khususnya imunisasi MR, dengan fluktuasi cakupan yang dipengaruhi oleh faktor-faktor yang dapat dikaji dengan pendekatan Health Belief Model. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku imunisasi MR. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain crossectional, untuk mencari determinan dari perilaku imunisasi mr dengan menggunakan pendekatan health belief model. Populasi penelitian ini sebanyak 5.107 orang, pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling, dan berlokasi di tiga puskesmas Kota Bukittinggi dengan 102 ibu sebagai responden. Analisis data menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji chi-square, dan multivariat dengan uji regresi logistik. Variabel yang berhubungan meliputi pengetahuan (nilai p = 0,003), efikasi diri (nilai p = 0,004), persepsi kerentanan (nilai p = 0,047), keparahan (nilai p = 0,002), manfaat (nilai p = 0,023), hambatan (nilai p = 0,036), dan dukungan keluarga (nilai p = 0,000). Variabel yang paling dominan berhubungan dengan perilaku imunisasi MR adalah dukungan keluarga (nilai p = 0,000; PR = 15,374).
Determinan Kematian Bayi Ditinjau dari Perilaku Kesehatan Ibu: Tinjauan Literatur Aliska, Imelda; Putri, Ade Suzana Eka; Su’udi, Amir
Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia Vol. 7, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih belum mencapai target SDGS tahun 2030 dan RPJMN tahun 2020-2024 pada bidang kesehatan. AKB perlu diperhatikan karena merupakan indikator sensitif untuk mengukur keberhasilan pencapaian pembangunan kesehatan dan juga mengukur pencapaian indeks modal manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mereview determinan perilaku kesehatan ibu terhadap kejadian kematian bayi dengan metode literature review. Penelusuran literature dilakukan di database PubMed, Portal Garuda, Semantic Scholar, dan Google Scholar. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah artikel penelitian yang terbit pada 2016-2022, menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, serta menggunakan desain studi observasional.Hasil akhir dari proses pencarian studi di database, didapatkan sebanyak 13 artikel yang masuk ke analisis. Segara garis besar, hasil penelitian dari 13 studi menunjukkan bahwa perilaku kesehatan ibu yang negatif seperti tidak melakukan kunjungan ANC, tidak memberikan IMD, ASI dan imunisasi dapat meningkatkan risiko kematian bayi. Oleh karena itu upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam menurunkan angka kematian bayi adalah berfokus kepada peningkatan perilaku kesehatan ibu seperi kunjungan ANC, pemberian IMD, ASI, serta imunisasi.
RISK FACTORS OF PHYSICAL ENVIRONMENT AND SOCIOECONOMIC INCIDENCE OF DHF IN RIAU Rani, Avisya Mutia; Masrizal, Masrizal; Putri, Ade Suzana Eka
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 3 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i3.51489

Abstract

Di Provinsi Riau, kasus meningkat 1,5 kali lipat pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko lingkungan fisik dan sosial ekonomi terhadap kejadian DBD di Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi. Sampel penelitian ini seluruh kasus DBD di Provinsi Riau tahun 2022-2024, data iklim dari Website NASA Power Prediction of Worldwide Energy Resources, data sosial ekonomi dari BPS Provinsi Riau. Analisis menggunakan analisis univariat, bivariat (korelasi), multivariat (regresi linear berganda), dan spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kelembaban udara, curah hujan, kecepatan angin, dan tingkat kemiskinan dengan kejadian DBD di Provinsi Riau. Berdasarkan hasil pemetaan, Kota Dumai dan Kota Pekanbaru secara konsisten mencatat jumlah kasus DBD tinggi selama tiga tahun berturut-turut (2022–2024). Kota Pekanbaru dan Kota Dumai merupakan daerah endemis DBD di Provinsi Riau, dengan beban kasus tinggi dalam tiga tahun terakhir. Persebaran spasial kasus DBD mencerminkan adanya keragaman karakteristik lingkungan fisik dan sosial ekonomi antarwilayah. Kecepatan angin berperan penting dalam dinamika penularan karena dapat memengaruhi jangkauan terbang nyamuk Aedes aegypti, memperluas area potensial penularan, serta menciptakan kondisi lingkungan yang mendukung aktivitas vektor. Oleh karena itu, strategi pengendalian DBD perlu difokuskan pada wilayah dengan risiko tinggi dan mengintegrasikan informasi iklim, termasuk kecepatan angin, ke dalam sistem kewaspadaan dini serta perencanaan intervensi berbasis risiko.
THE FACTORS ASSOCIATE WITH THE INCIDENCE OF TYPE 2 DIABETES MELLITUS IN WOMEN IN THE WORKING AREA OF THE BIARO COMMUNITY HEALTH CENTER : TYPE 2 DIABETES MELLITUS Azeny, Claudya Putri; Putri, Ade Suzana Eka; Widoyo, Ratno; Masrizal, Masrizal
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 7 No. 2 (2025): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol7.Iss2/331

Abstract

Background: The global prevalence of type 2 diabetes mellitus is steadily increasing, with a particularly notable rise among women. This study aims to identify factors associated with type 2 diabetes mellitus among women in the working area of Biaro Public Health Center. Methods: A case-control study design was employed, involving 50 women diagnosed with type 2 diabetes mellitus (cases) and 50 women without type 2 diabetes mellitus (controls), selected randomly from the same population. Data were analyzed using both bivariate and multivariate statistical methods to determine significant predictors of type 2 diabetes mellitus. Results: Bivariate analysis revealed significant associations between type 2 diabetes mellitus with age, family history of diabetes, level of education, physical activity, and stress (p < 0.05). Multivariate analysis identified that low physical activity as the most influential risk factor. Conclusion: These findings highlight the urgent need for targeted health promotion strategies—particularly in the Biaro Public Health Center area— behavioral interventions such as physical activity on high-risk groups to effectively reduce the incidence of type 2 diabetes mellitus among women.
ANALISIS PELAKSANAAN SURVEILANS DIFTERI OLEH PUSKESMAS DI KOTA PADANG TAHUN 2024 Kamil, Istianah; Putri, Ade Suzana Eka; Siswati, Sri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.55420

Abstract

Difteri merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di negara dengan cakupan imunisasi rendah, termasuk Indonesia. Meskipun Indonesia sempat dinyatakan bebas difteri pada tahun 1990, kasus kembali meningkat sejak 2013 hingga saat ini. Di Provinsi Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, peningkatan kasus dan kematian akibat difteri pada tahun 2024 menunjukkan perlunya sistem surveilans yang efektif sebagai upaya deteksi dini dan pengendalian penyakit. Permasalahan yang muncul mengindikasikan bahwa pelaksanaan sistem surveilans difteri di tingkat pelayanan kesehatan primer belum berjalan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelaksanaan komponen proses dalam sistem surveilans difteri oleh Puskesmas di Kota Padang tahun 2024 berdasarkan atribut surveilans serta mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan lokasi penelitian di lima Puskesmas yang memiliki kasus difteri dan Dinas Kesehatan Kota Padang. Informan dipilih secara purposive, meliputi pemegang program surveilans dan difteri, kepala Puskesmas, serta penderita difteri. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan surveilans difteri belum sepenuhnya optimal pada seluruh atribut surveilans. Atribut kesederhanaan dan stabilitas telah tercapai, sedangkan fleksibilitas, akseptabilitas, kerepresentatifan, dan nilai prediktif positif masih kurang. Sensitivitas, ketepatan waktu, dan kualitas data juga belum optimal akibat keterlambatan penemuan kasus. Simpulan penelitian ini adalah bahwa penguatan proses surveilans difteri, terutama pada aspek sensitivitas, ketepatan waktu, dan kualitas data, sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivitas sistem surveilans dalam mendukung kewaspadaan dini dan pengendalian difteri di Kota Padang.
Peran Dinamika Monsun terhadap Konsentrasi PM2.5 selama Peristiwa El Niño 2023–2024 di Asia Tenggara: Sebuah Isu Kesehatan Masyarakat Sari, Putri Nilam; Putri, Ade Suzana Eka; Yudison, Adyati Pradini; Nursal, Dien Gusta Anggraini; Firdani, Fea
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v18i1.3252

Abstract

Background: El Niño and positive Indian Ocean Dipole (IOD) events can disrupt monsoon circulation and increase air pollution exposure in Southeast Asia, particularly PM2.5, which poses significant public health risks. Objective: This study aimed to analyze PM2.5 exposure during the 2023–2024 El Niño period and assess its potential public health risks in Southeast Asia. Methods: Daily PM2.5 concentrations in major Southeast Asian capitals during the 2023–2024 El Niño period were analyzed to evaluate temporal variability, exceedances of WHO and national standards, and potential transboundary pollution using Spearman correlation analysis. Results: Jakarta and Hanoi showed the highest daily median PM2.5 concentrations, exceeding 100 µg/m3. However, exceedances of WHO and national air quality standards occurred in almost all ASEAN capitals. Strong positive correlations were observed between Yangon and Vientiane (r = 0.753, p < 0.01), Vientiane and Bangkok (r = 0.695, p < 0.01), and Yangon and Bangkok (r = 0.670, p < 0.01), likely due to shared continental and monsoonal influences. In contrast, weaker correlations were found among maritime cities such as Jakarta, Singapore, and Kuala Lumpur because of variable sea–land circulation and tropical convection. Elevated PM2.5 concentrations during El Niño may increase respiratory and cardiovascular health risks. Conclusion: PM2.5 concentrations during the 2023–2024 El Niño period exceeded WHO and national standards in most Southeast Asian capitals, highlighting the need for cross-border mitigation strategies and integrated early warning systems to protect public health.
Factors Associated with Health Seeking Behaviour of Pneumonia Children Under Five in Lubuk Begalung Health Center 2024 Silvia Amanda Lodi; Ade Suzana Eka Putri; Yeffi Masnarivan; Dien Gusta Anggraini Nursal
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/5nb92c16

Abstract

Pneumonia remains a major contributor to mortality due to infectious diseases among children under five worldwide. Inappropriate health-seeking behavior when a child develops pneumonia may potentially result in delays in obtaining adequate medical care, thereby increasing the risk of complications and mortality. This study aimed to analyze the factors associated with health-seeking behavior for pneumonia among children under five in the working area of Lubuk Begalung Community Health Center. This study employed a cross-sectional design and was conducted at the Lubuk Begalung Community Health Center from February to June 2024. The study involved 87 mothers of children under five diagnosed with pneumonia who were selected using a simple random sampling technique. The findings revealed that 62.1% of respondents exhibited poor health-seeking behavior. There were significant associations between health-seeking behavior for pneumonia among children under five and maternal age (p = 0.004), maternal knowledge (p < 0.0001), and perceived severity of illness (p = 0.014). Family income (p = 0.017; PR = 16.406; 95% CI: 1.642–163.900) was the most dominant factor associated with treatment-seeking behavior for pneumonia among under-five children at Lubuk Begalung Primary Health Center, Padang. It is recommended that the Padang City Health Office and Lubuk Begalung Primary Health Center implement educational interventions on the signs, symptoms, and danger signs of pneumonia in under-five children and the importance of timely healthcare-seeking at health facilities, in order to reduce the risk of mortality and disease severity among children under five.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN KEMATIAN IBU DI KOTA PADANG Fathiya Aulia Ramadhan; Yeffi Masnarivan; Ade Suzana Eka Putri
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.6991

Abstract

Pendahuluan: Kematian ibu ialah kondisi dimana terjadinya kematian pada ibu dalam periode kehamilan hingga 42 hari setelah persalinan yang diakibatkan atau diperberat oleh kondisi kehamilan dan penanganannya serta bukan disebabkan oleh kecelakaan ataupun cidera. Terjadinya peningkatan jumlah kematian ibu di Kota Padang dari tahun 2022 hingga 2023 dapat disebabkan oleh beragam faktor risiko yang mungkin berhubungan diantaranya status gizi, riwayat penyakit, riwayat abortus, usia, paritas, riwayat ANC, preeklamsia dan pendarahan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko apa saja yang berhubungan dengan kejadian kematian ibu di Kota Padang tahun 2023. Metode: Penelitian menggunakan metode kasus-kontrol, populasi kasus yaitu kematian ibu yang tercatat dalam profil kesehatan Kota Padang tahun 2023 sebanyak 23 kasus. Teknik pengambilan sampel kasus dengan total sampling dan sampel kontrol dengan random sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan pada faktor riwayat penyakit, usia, dan pendarahan terhadap kematian ibu di Kota Padang tahun 2023. Kesimpulan: Petugas kesehatan dapat memberikan pengarahan terkait usia kehamilan pada catin, pemahaman mengenai tanda bahaya kehamilan dan awareness ibu hamil agar dapat ditingkatkan.
Intervensi Gizi Spesifik terhadap Kejadian Stunting pada Balita &#039;Aziizah Yuza; Ade Suzana Eka Putri; Kamal Kasra
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/40rtrh89

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Analisis intervensi gizi spesifik menjadi salah satu upaya dalam percepatan penurunan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intervensi gizi spesifik terhadap kejadian stunting di Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian menggunakan desain studi ekologi untuk melihat hubungan intervensi gizi spesifik dan prevalensi stunting dengan unit penelitian seluruh Kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat tahun 2021-2023. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji korelasi spearman dan pearson. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara Tablet Tambah Darah (TTD) ibu hamil dengan kejadian stunting (p-value 0,039 r -0,361). Puskesmas diharapkan dapat memperluas cakupan intervensi gizi spesifik di wilayah kerjanya dengan dukungan aktif dari seluruh lintas sektor guna memperkuat upaya percepatan penurunan stunting.
FACTORS ASSOCIATED WITH HEALTH SEEKING BEHAVIOUR OF PNEUMONIA CHILDREN UNDER FIVE IN LUBUK BEGALUNG HEALTH CENTER 2024 : PNEUMONIA CHILDREN UNDER FIVE Silvia Amanda Lodi; Ade Suzana Eka Putri; Yeffi Masnarivan
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 8 No. 1 (2026): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol8.Iss1/354

Abstract

Background: The Lubuk Begalung Community Health Centre has the highest number of pneumonia cases among children under five from 2020 to 2023. Pneumonia is a leading cause of infection-related mortality in children under five. Poor health seeking behaviour may lead to complications and increase the risk of death. This study aimed to determine the factors associated with treatment-seeking behaviour for pneumonia among children under five at the Lubuk Begalung Community Health Centre. Methods: This study uses an analytical research type with a cross-sectional design and was conducted from February to June 2024 at the Lubuk Begalung Community Health Centre. The sample in this study consisted of 87 respondents. Data were analysed using univariate, bivariate, and multivariate analyses. Results: The statistical test results showed that 62.1% of respondents had poor health-seeking behaviour for pneumonia among children under five. Bivariate analysis indicated that mother’s age (p = 0.004; PR = 1.719; 95% CI: 1.190–2.483), mother’s knowledge (p < 0.0001; PR = 3.063; 95% CI: 2.049–4.578), and perceived disease severity (p = 0.014; PR = 1.587; 95% CI: 1.109–2.270) were associated with health-seeking behaviour for pneumonia among children under five. Binary logistic regression analysis showed that family income was associated with health-seeking behaviour (p = 0.017; PR = 16.406; 95% CI: 1.642–163.900). Conclusion: Health-seeking behavior for pneumonia among children under five is influenced by maternal age, maternal knowledge, and the perceived severity of the illness, with family income being the most dominant factor. Therefore, enhanced health education efforts are needed by the Padang City Health Office and the Lubuk Begalung Community Health Center, particularly regarding the symptoms and danger signs of pneumonia, as well as the importance of seeking early treatment at healthcare facilities.