Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Rancang Bangun Alat Monitoring Pendeteksi Kualitas Udara Berbasis Internet Of Things Ilhamzah, Dendi; Syamsudin, Mariana; Satriyo; Riyanto, Agus; Ilyas Hadikusuma, Mohd
Electrical Network Systems and Sources Vol 4 No 2 (2025): Electrical Network Systems and Sources
Publisher : entries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58466/entries.v4i2.1953

Abstract

Beberapa tahun belakangan kualitas udara di Indonesia sudah cukup memprihatinkan akibat tingkat polusi yang tinggi. Faktor utama yang menjadi penyebab tingginya tingkat polusi udara seperti asap kendaraan bermotor dan juga asap buangan pabrik-pabrik di daerah industri. Namun terkadang untuk memonitoring secara langsung tidak mudah. Karena itu, sangat dibutuhkan sebuah sistem yang dapat digunakan untuk memantau kualitas udara dari lokasi yang berjauhan dengan menggunakan sistem komunikasi wireless. Oleh karena itu pada penulisan kali ini akan membahas tentang alat pemantauan kualitas udara yang bertujuan untuk mempermudah mahasiswa untuk memantau tingkat kualitas udara di sekitar kampus ini di proses dengan mikrokontroler NodeMCU ESP32 sebagai komponen pengendali sekaligus sebagai perangkat penghubung ke internet (WiFi) dan bahasa yang digunakan adalah bahasa pemrograman Arduino. Beberapa komponen yang digunakan adalah sensor MQ-135 yang dapat mendeteksi perubahan kadar zat di udara sekitar, sebagai komponen input. Kemudian Dht-22 sebagai sensor pendeteksi suhu dan kelembaban, Buzzer dan modul p10 digunakan sebagai komponen output. Alat pemantau kualitas udara berbasis IoT dengan NodeMCU ini memiliki hasil keluaran bunyi yang dikeluarkan oleh buzzer, nilai output ditampilkan pada layar modul p10 dan juga aplikasi adafruitio agar dapat dilihat dimana saja dan kapan saja.
Prototype Kontrol Dan Monitoring Air Tandon Berbasis Mikrokontroler Wati, Hera; Riyanto, Agus; Mardianto, Eko; Syamsudin, Mariana; Rahayu, Wiwit Indah
Electrical Network Systems and Sources Vol 4 No 1 (2025): Electrical Network Systems and Sources
Publisher : entries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58466/entries.v4i1.1732

Abstract

The availability of clean water is important for health, but not all areas have adequate access. Some communities rely on rainwater, wells, or unsuitable ditches for their daily needs. To overcome this problem, a microcontroller-based water tank control and monitoring system was developed near water sources such as ponds or ditches. This system uses simple filtration with silica sand, zeolite stone, activated carbon, coral shell sand, and coconut fiber to filter dirty water into clean water. The filtration results showed an increase in water quality: the pH of clean water increased from 6.39 to 8.18 and the TDS decreased from 0.63 to 0.03. Pond water increased in pH from 7.22 to 8.19, with TDS decreasing from 0.61 to 0.43. Ditch water showed an increase in pH from 6.97 to 7.77, but a slight increase in TDS from 0.80 to 0.85. Overall, this filtration improves water quality by adjusting pH and reducing TDS.
MONITORING DAN KONTROL ALAT PENGERING SEPATU OTOMATIS BERBASIS IoT Angga; Riyanto, Agus; Syamsudin, Mariana
Electrical Network Systems and Sources Vol 4 No 2 (2025): Electrical Network Systems and Sources
Publisher : entries

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58466/entries.v4i2.1846

Abstract

Conventional shoe drying methods generally utilise sunlight and aeration, but are often constrained by unpredictable weather and low light intensity. This causes the drying process to take a long time, even up to a week, and risks damaging the shoes, such as peeling sole glue and fading colours. In addition, the level of dryness of the shoes becomes uneven. To overcome these problems, an automatic shoe dryer system was designed using ESP32 as a monitoring and control tool. This system is equipped with an AC heater as an artificial heater, a DHT22 sensor to detect the temperature and humidity in the drying room, a 1-phase AC motor as a centrifugal force driver to reduce the moisture content in the shoes, and a 16x2 LCD to display real-time temperature and humidity data. The system is also connected to the Internet of Things (IoT) based Blynk application so that the drying process can be monitored and controlled online via smartphone. Based on 10 trials of reducing moisture content for 5 minutes, the average humidity was 93.8% RH. Meanwhile, the drying process using a heater took an average of 208.5 minutes at temperatures below 56°C with a final humidity of 79% RH. This system proved to be more efficient and practical than the manual method.
OPTIMASI KIPAS EXHAUST BERBASIS FUZZY MAMDANI UNTUK EFISIENSI ENERGI PADA RUANG SOLDERING Hery Wibowo; Satriyo; Mariana Syamsudin; Medi Yuwono Tharam; Hasan
Jurnal Informatika dan Rekayasa Elektronik Vol. 9 No. 1 (2026): JIRE April 2026
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36595/jire.v9i1.2000

Abstract

Kipas exhaust konvensional yang beroperasi konstan pada daya maksimal menyebabkan pemborosan energi listrik, terutama pada ruang praktikum dengan pola penggunaan intermiten. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem kontrol otomatis berbasis fuzzy Mamdani untuk mengoptimalkan kecepatan kipas exhaust berdasarkan kualitas udara real-time pada ruang soldering. Kontribusi utama penelitian ini meliputi, Implementasi tiga sensor terintegrasi (MQ-9, GP2Y1010AU0F, DHT22) dengan 27 aturan fuzzy berbasis fungsi keanggotaan trapesium untuk kontrol kecepatan adaptif menggunakan Mikrokontroler Arduino Mega 2560 R3 serta kontrol beban menggunakan Dimmer AC. Validasi metode defuzzifikasi centroid yang menghasilkan akurasi tinggi dengan error rata-rata 0,9% antara output program dan perhitungan manual. Bukti kuantitatif efisiensi energi melalui perbandingan konsumsi daya standby (0,037 Watt) dengan operasional penuh (82,9 Watt), menghasilkan penghematan energi 60-65% dibandingkan sistem konvensional yang beroperasi konstan pada 86,1 Watt tanpa mempertimbangkan lingkungan sekitar. Pengujian dilakukan berulang pada dua box sensor pada 2 meja praktikum di ruang soldering aktif Laboratorium Elektronika Politeknik Negeri Pontianak. Hasil menunjukkan sistem mampu merespons perubahan kualitas udara dalam rentang asap 9-16 PPM, debu 115-138 µg/m³, dan suhu 28-29°C sesuai standar Menkes RI No. 1077/2011. Inti  penelitian terletak pada implementasi kontrol kipas dengan sistem fuzzy Mamdani skala nyata di lingkungan kampus, sehingga penerapan ini bermanfaat bagi pengguna ruangan dalam mengatasi masalah kesehatan. Temuan ini memberikan contoh untuk adopsi sistem kontrol cerdas di laboratorium pendidikan sebagai upaya efisiensi energi dan pemenuhan standar K3.