Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENILAIAN POSTUR KERJA DENGAN METODE REBA PADA NELAYAN PUKAT DI PESISIR SELATAN Fitria, Friska Eka; Hikmi, Nailul
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 1 (2024): Vol. 7 No. 1 Edisi 3 Oktober 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i1.2697

Abstract

Kegiatan nelayan pukat dapat berhubungan dengan Muskuloskeletal Disorders (MSDs) dikarenakan pada pekerjaan ini sering melakukan gerakan repetitif dan tidak alami. Hal ini bisa menyebabkan cedera pada otot, sendi, dan tulang. Berdasarkan hasil wawancara terhadap enam nelayan, didapatkan keluhan yang dirasakan oleh nelayan saat melakukan aktivitas memukat, seperti nyeri pada bahu, jari-jari tangan, betis, dan pinggang.Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk melakukan penilaian postur kerja pada nelayan pukat menggunakan metode REBA (Rapid Entire Body Assessment). Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah total sampling pada 40 nelayan pukat di Nagari Taluk Kecamatan Batang Kapas. Teknik pengumpulan data penelitian dengan cara observasi menggunakan aplikasi Angulus. Analisa data dilakukan secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan penilaian postur kerja terhadap 40 nelayan pukat dengan menggunakan metode REBA pada nelayan pukat memiliki risiko tinggi dengan skor 8-10 sebanyak 26 nelayan (65%). Dapat disimpulkan bahwa postur kerja nelayan pukat memiliki risiko tinggi yang dilakukan setiap hari. Disarankan kepada nelayan agar memastikan posisi punggung tetap lurus saat bekerja dan gunakan kaki untuk menambah kekuatan serta kepada Wali Nagari Taluk agar memfasilitasi pengembangan alat penarik mekanik (winch) untuk mengurangi beban kerja fisik pada nelayan pukat. Keywords: MSDs, Nelayan, Postur kerja, REBA, Risiko
Genetic and Epigenetic Changes Caused by Pesticide Exposure are Associated with the Development of Chronic Diseases in Humans: A Systematic Literature Review Fitriia, Friska Eka
RADINKA JOURNAL OF HEALTH SCIENCE Vol. 2 No. 2 (2024): Radinka Journal of Health Science (RJHS)
Publisher : RADINKA JAYA UTAMA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56778/rjhs.v2i2.441

Abstract

Inadvertently, pesticides can poison humans or livestock through the mouth, skin and inhalation. Often without realizing it, these toxic chemicals enter a person's body without causing sudden pain and resulting in chronic poisoning. Some people are less efficient at metabolizing environmental chemicals, placing them at higher risk of disease. from parents to children, or occur randomly due to exposure to certain factors. The aim of this research is to examine the genetic and epigenetic changes caused by pesticide exposure that are associated with the development of chronic diseases in humans. This research uses a systematic literature review using Preferred Reporting Items for Systematic Reviews (PRISMA). The research results show that changes in the body can certainly affect health which are related to changes in the way genes work and the Three Basic Classes of Epigenetic Mechanisms Methylation is the process of adding chemical chains to the DNA structure. This cannot be separated from several mechanisms of action of pesticides in attacking humans, which results in the development of several chronic diseases in humans due to exposure to pesticides.
Edukasi Partisipatif Bahaya Pestisida di Nagari Sungai Nanam Kabupaten Solok Sumatera Barat Fitria, Friskaeka; Putri, Ade Suzana Eka; Yosalli, Yosalli; maulana, Zacky; Waldani, Dina; Jasmi, Jasmi
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.486

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi petani di Nagari Sungai Nanam berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja yang disebabkan oleh rendahnya pengetahuan tentang bahaya pestisida, tidak adanya kebiasaan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), keterbatasan akses terhadap APD, serta belum adanya pelatihan penggunaan APD yang benar. Metode kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan yaitu edukasi partisipatif yang menggabungkan penyampaian informasi bahaya paparan pestisida dan dampaknya terhadap kesehatan, penyediaan APD, serta praktik langsung penggunaan APD oleh petani. Kegiatan dilaksanakan di Edotel Cemara SMKN 1 Lembah Gumanti Kabupaten Solok Sumatera Barat terhadap 36 orang petani yang teridiri dari 20 anggota kelompok tani Gantiang Saiyo dan 16 orang petani mandiri. kegiatan dilaksanakan sebanyak 4 sesi, yaitu pre-test, penyampaian materi, pelatihan APD, dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa metode edukasi partisipatif yang diterapkan mampu meningkatkan pengetahuan petani mengenai bahaya pestisida serta pentingnya penggunaan APD. Rata- rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 97,17 sebelum diberikan edukasi menjadi 143,64 setelah kegiatan. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p=0,000 (p<0,05), yang menunjukkan bahwa adanya perbedaan bermakna antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi
Efektifivitas Intervensi Perubahan Perilaku Petani dalam Penggunaan Pestisida Berbasis Pendekatan Transtheoretical Model Friska Eka Fitria; Nur Afrainin Syah; Jamsari Jamsari; Yuniar Lestari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.52921

Abstract

Penggunaan pestisida yang tidak aman dan sehat masih menjadi persoalan serius di sektor pertanian dan meningkatkan risiko kesehatan petani. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas intervensi berbasis Transtheoretical Model (TTM) dalam mendorong perubahan perilaku penggunaan pestisida yang aman dan sehat pada petani hortikultura di Kabupaten Solok. Penelitian menggunakan desain one group pretest–posttest dengan 36 responden yang dipilih menggunakan quota sampling. Instrumen berupa kuesioner TTM yang memetakan lima tahap perilaku: pra-kontemplasi, kontemplasi, persiapan, tindakan, dan pemeliharaan. Intervensi diberikan satu kali melalui penyuluhan menggunakan media berupa video edukasi, diskusi kelompok dan konseling individu, dan pelatihan penggunaan APD dan praktik dosis serta pencampuran pestisida yang tepat. Hasil menunjukkan pergeseran signifikan tahap perilaku, dengan mayoritas petani bergerak dari kontemplasi ke persiapan dan tindakan. Uji Wilcoxon menghasilkan p=0,000 (p≤0,05), menandakan adanya perbedaan bermakna antara pretest dan posttest. Sebanyak 72,2% petani mengalami perubahan perilaku ke arah positif. Temuan ini menegaskan bahwa intervensi yang disesuaikan dengan tahapan kesiapan individu lebih efektif dalam mendorong perubahan perilaku, serta berpotensi menjadi dasar penyusunan strategi peningkatan kesehatan kerja petani yang berkelanjutan.