Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

MODEL PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM TRANSAKSI BERBENTUK KLAUSULA BAKU Gilalo, Jacobus Jopie; Nurwati, Nurwati
Jurnal Sosial Humaniora Vol 8, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.203 KB) | DOI: 10.30997/jsh.v8i1.700

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui bentuk-bentuk perlindungan konsumen dalam transaksi perniagaan atas barang dan/atau jasa di Kota Bogor, dan untuk mengembangkan model klausula baku dalam bukti transaksi yang memberi perlindungan kepada konsumen. Adapun tujuan jangka panjang yang akan dicapai dari hasil penelitian ini adalah untuk mengetahui suatu model klausula baku dalam transaksi barang dan/atau jasa yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan jenis penelitian deskriptif, maka dalam menganalisis data penelitian ini, digunakan deskriptif kualitatif, yaitu suatu analisis yang sifatnya menjelaskan atau menggambarkan mengenai penemuan-penemuan yang berlaku dengan yuridis empiris/sosiologis, kemudian dikaitkan dengan kenyataan yang terjadi di masyarakat  dan akhirnya diambil kesimpulan, yaitu terumusnya model perlindungan konsumen dalam transaksi berbentuk Klausula Baku sebagaimana menurut Undang-Undang Perlindungan Konsumen dengan mengambil contoh di kota Bogor. Hasil yang ditargetkan dari penelitian ini adalah publikasi jurnal ilmiah terakreditasi dan terciptanya suatu hasil analisis mengenai model perlindungan konsumen dalam transaksi berbentuk klausula baku di kota Bogor. Dengan rumusan tersebut dapat menjadi dasar pertimbangan dalam memberi suatu perlindungan bagi konsumen. Dan yang menjadi luaran tambahan dari hasil penelitian ini dapat menjadi bahan ajar terutama pengayaan materi, khususnya tambahan bahan ajar pada disiplin ilmu hukum dan dapat pula dipergunakan oleh insan akademika guna pengembangan hukum perlindungan konsumen.KATA KUNCI: klausula baku, model perlindungan konsumen, transaksi. a model of consumer protection, transactions, standard clause. IN TRANSACTIONS WITH RAIN CLAUSULA IN TRANSACTIONS OF STANDARD CLAUSESABSTRACTThis research is to know the shape of consumer protection in commercial transactions for goods and/or services in the city of Bogor, and to develop models of standard clauses in a voucher that gives protection to the consumer. As for the long-term goals to be achieved from this research is to find out a model standard clause in the transaction of goods and/or services in accordance with Act No. 8 The year 1999 on Consumer Protection. The method used in this research is descriptive research, then in analyzing the data this study used descriptive qualitative, which an analysis of that nature to explain or describe the findings apply to the empirical juridical/sociological, then associated with the reality of the matter in society and ultimately be concluded, that formulated a model of consumer protection in the form of transaction in standard clause as according to the consumer protection Act by taking an example in the city of Bogor. Targeted results from this study are accredited scientific journal publications and the creation of an analysis result of the transaction model of consumer protection in the form of standard clauses in the city of Bogor. With such formulation may be a basic consideration in giving a protection for the consumer. And that became the additional output from this research can be instructional materials, especially the enrichment of material, in particular, additional teaching materials on the disciplines of law and may also be used by the personnel to the academic development of consumer protection law.
ANALISIS HUKUM TERHADAP HAK EKONOMI PENCIPTA KARYA MUSIK DAN LAGU YANG DI COVER VERSION PADA PLATFORM DIGITAL Adi Juardi; Martin Roestamy; Nurwati
JURNAL ILMIAH LIVING LAW Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Living Law
Publisher : Magister Hukum Sekolah Pascasarjana Unida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jill.v15i02.9551

Abstract

The most basic problem is that there is no regulation regarding royalty rates for performance rights on digital platforms, while the royalty rates used so far depend on each platform to the CMO. Many cover version musicians commercialize their work without the permission of the original creator, resulting in copyright infringement. The research used is empirical juridical using legislation and interview approaches. The conclusion is that due to the large potential for copyright infringement on the cover version, it must first obtain permission from the creator, Article 9 (2). Departing from the theory of development, the Copyright Law and Government Regulation Number 56 of 2021 must be able to follow existing developments. There needs to be clear rules regarding royalty rates on digital platforms, as of this writing, there are no statutory regulations or their derivatives that regulate it. About sharing royalties for copyright creators for music and songs included in digital platforms. If you look at the Utilitarianism theory carried out by WAMI's CMO for music royalties and songwriters on digital platforms, then the distribution of royalties is part of the legal goal of this theory, which is to provide benefits and happiness to as many people as possible.
RELEVANSI FILOSOFIS ASAS KEKELUARGAAN DALAM PASAL 33 UUD 1945 DI TENGAH KAPITALISME PLATFORM: SEBUAH REINTERPRETASI NORMATIF Indra Indra; Adi Sulistyono; Nurwati
Jurnal ADIL Vol 17 No 1 (2026): JULI 2026
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas YARSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33476/ajl.v17i1.6085

Abstract

Transformasi ekonomi global yang ditandai oleh digitalisasi, globalisasi, dan dominasi kapitalisme platform menimbulkan tantangan normatif terhadap relevansi asas kekeluargaan sebagai fondasi konstitusi ekonomi Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi filosofis asas kekeluargaan dalam Pasal 33 UUD 1945 di tengah struktur ekonomi digital yang berbasis data, algoritma, dan relasi kekuasaan platform global. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan filsafat hukum, hermeneutika konstitusi, dan analisis kritis terhadap dinamika kapitalisme platform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asas kekeluargaan dalam pemaknaan tradisional yang berakar pada komunitarianisme lokal mengalami kegagalan normatif dalam menghadapi realitas ekonomi digital yang individualistik, eksploitatif, dan transnasional. Kegagalan tersebut tampak dalam kesenjangan antara norma konstitusional dan praktik ekonomi platform yang menciptakan ketidakadilan distributif, ketimpangan relasi kuasa, serta anomali yurisdiksi hukum nasional. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan reinterpretasi normatif asas kekeluargaan melalui konsep “Solidaritas Konstitusional Digital” sebagai paradigma baru hukum ekonomi Indonesia. Konsep ini menekankan kolektivitas digital, keadilan algoritmik, dan tanggung jawab transnasional sebagai manifestasi mutakhir dari prinsip usaha bersama dan keadilan sosial dalam Pasal 33 UUD 1945. Reinterpretasi ini diharapkan mampu mengembalikan daya laku normatif konstitusi ekonomi Indonesia agar tetap relevan dalam mengatur kapitalisme platform di era globalisasi digital
Azas Keterbukaan Bagi Pelayanan Internet Berbayar di Lingkungan Kota dan Kabupaten Bogor Terhadap Provider Riki Nova Nugraha -; Endeh Suhartini; Nurwati
JURNAL ILMIAH LIVING LAW Vol. 17 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Living Law
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jill.v17i1.10052

Abstract

This research is an empirical legal research. Empirical legal research, namely legal research conducted by collecting data from primary data or data obtained directly from research subjects, which is carried out either through observation or direct interviews. Based on the research results, it is known that the form of responsibility given by the Provider (ISP) for internet network quality disturbances experienced by customers (consumers) varies. The legal protection given to consumers due to disruption to the quality of the internet network according to Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection is that consumers have the right to claim compensation from the ISP, unless the ISP can prove that the loss was not caused by their mistakes and/or negligence Completion of compensation losses can be implemented through court proceedings or out of court, such as through conciliation, mediation, or arbitration as well as through an institution tasked with resolving disputes between consumers and business actors, namely the Consumer Dispute Settlement Agency (BPSK).
Legal Protection for Women as Victims of Online Gender-Based Violence Through Deepfake Pornography Using Artificial Intelligence (AI) Annisa Rachmasari; Nurwati; J. Jopie Gilalo
DE'RECHTSSTAAT Vol. 12 No. 1 (2026): JURNAL HUKUM DE' RECHTSSTAAT
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jhd.v12i1.17614

Abstract

The rapid development of technology in the era of the Industrial Revolution 4.0 has led to the emergence of Artificial Intelligence (AI), which offers various benefits in facilitating human activities. However, the misuse of AI technology has also created new legal challenges, particularly in the form of cybercrime. One emerging form of cybercrime is the use of deepfake technology to manipulate voices, faces, and personal data for pornographic purposes. This phenomenon has significantly contributed to the rise of online gender-based violence (GBV), in which women constitute the majority of victims. Such crimes pose serious challenges for governments and law enforcement agencies in providing adequate legal protection for victims. Considering that law must be dynamic and responsive to technological developments, it is necessary to strengthen legal frameworks addressing these issues. This study employs a normative juridical method using a statutory approach by examining relevant laws and regulations related to the legal issues under study. The findings indicate that the government is obliged to provide preventive legal protection through public education and the formulation of specific regulations governing Artificial Intelligence more comprehensively. In addition, repressive legal protection must be ensured through effective law enforcement, victim-oriented judicial processes, and strict punishment for perpetrators. Furthermore, victims should receive adequate rehabilitation and restitution due to the psychological, emotional, and social harms caused by such crimes.
Ancaman Cyberpornografi pada Anak-Anak: Identifikasi dalam Hambatan Penanganan Cyberpornografi Uapaya Penyelesaian Renata Farha Bilqis; Nurwati; Teguh Rama Prasja; M. Rendi Aridhayandi
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.18634

Abstract

Cyberpornografi merupakan penyebaran atau konsumsi konten pornografi melalui media digital, seperti internet dan aplikasi media sosial. Kejahatan siber ini menjadi salah satu kejahatan siber yang banyak memakan korban, mulai dari wanita, pria, lansia, bahkan anak-anak yang menjadi sasaran empuk bagi para pelaku cyberporn. Selain itu, cyberpornografi juga menjadi kejahatan siber yang sulit untuk dicegah, hal ini dikarenakan perkembangan teknologi yang semakin cepat sehingga sulit untuk hukum mengikuti perkembangan tersebut dengan sama cepatnya. Oleh karena itu penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengkaji dan menganalisa faktor-faktor penghambat dalam pencegahan  cyberporn serta menelusuri upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia memberikan pencegahan dan penanggulangan terhadap cyberpornografi. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekatan yuridis empiris, dengan data primer dan sekunder, dan analisa secara kualitatif dan disajikan secara deskriptif. Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana anak anak dapat menjadi sasaran empuk untuk terkena cyber crime, khususnya cyberpornografi. Banyak dari anak-anak yang belum cukup usia menjadi korban kejahatan cyberpornografi, kurangnya pengawasan dari orang dewasa serta minimnya pemahaman mereka terkait hal tersebut menjadi salah satu alasan banyak anak-anak terkena cyberpornografi. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi serta gambaran mengenai maraknya kejahatan siber pornografi, sehingga masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan jejaring media sosial.
Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Atas Tindakan Wanprestasi yang Dilakukan Oleh Pengendara Go-Jek dalam Transaksi Menggunakan Sistem Go-Pay Annisa Pertiwi; Nurwati; Jacobus Jopie Gilalo
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.18668

Abstract

Permasalahan utama dalam skripsi ini adalah tindakan wanprestasi yang dilakukan oleh pengendara ojek berbasis online (GO-JEK) dalam suatu transaksi menggunakan sistem pembayaran non-tunai (GO-PAY). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akibat hukum atas tindakan wanprestasi yang dilakukan oleh pelaku usaha yang berkaitan dengan sistem berbasis aplikasi online. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan bersifat yuridis-empiris. Yuridis- empiris adalah suatu pendekatan yang dilakukan untuk menganalisis tentang sejauh manakah suatu peraturan perundang-undangan berlaku secara efektif. Kesimpulan dari analisis yang dilakukan adalah kerugian yang dialami konsumen karena tindakan wanprestasi yang dilakukan melalui sistem berbasis aplikasi online dapat dimintakan ganti ruginya sesuai dengan Pasal 19 Ayat (1) Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yang menyatakan bahwa, “pelaku usaha bertanggungjawab memberikan ganti rugi atas kerusakan, pencemaran, dan atau kerugian konsumen akibat mengkonsumsi barang dan atau jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan.” meskipun belum ada peraturan yang secara khusus mengatur mengenai transportasi online di Indonesia.
Analisis Hukum Terhadap Kinerja Pelayanan Kendaraan Taktis Korps Brimob Polri dalam Menghadapi Kejahatan Berintensitas Tinggi Bagiyo Tri Surya; Nurwati; R. Yuniar Anisa Ilyanawati
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 8 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i8.19163

Abstract

Kendaraan taksis adalah fasilitas yang diberikan kepada Korp Brimob untuk mendukung tugas operasional, namun masih terbatas. penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengetahui analisis hukum terhadap kinerja pelayanan kendaraan taktis korps brimob polri dalam menghadapi kejahatan berintensitas tinggi. Penelitian ini merupakan peneltian yuridis normatif yaitu suatu penelitian yang menganalisis persoalan hukum dari ketentuan peraturan perundang-undangan dengan melihat persoalan tersebut sebagai gejala masyarakat. hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa aspek yang perlu dilakukan dalam melaksanakan fungsi pelayanan kinerja kendaraan taksis bagi Korp Brimob, yaitu: 1) efektivitas operasional, 2) profesionalisme, 3) pertanggungjawaban hukum, 4) proporsionalitas, 5) legalitas dan kejelasan prosedur, 6) pengawasan dan transparansi. Terdapat beberapa hambatan, yaitu: Masih minimnya anggota yang melakukan pelayanan kendaraan taksis; Masih terbatasnya kendaraan taksis yang disediakan untuk operasionalnya Korp Brimob; Standar Operasional Prosesdur yang belum komprehensif; Belum adanya analisis kebutuhan terhadap kebutuhan kendaraan taksis; Anggaran operasional yang masih terbatas.
Upaya Peningkatan Keamanan dan Ketertiban Wilayah Papua oleh Korps Brimob Polri Menurut Perkap Nomor 8 Tahun 2013 Tentang Teknis Penanganan Konflik Sosial Anang Setiawan; Nurwati; Dadang Suprijatna
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 9 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i9.19240

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya peningkatan keamanan dan ketertiban di wilayah Papua oleh Korps Brimob Polri menurut Perkap Nomor 8 Tahun 2013 Tentang Teknis Penanganan Konflik Sosial. Papua merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang sering terjadi Konflik sosial. Dalam menangani konflik sosial diperlukan upaya peningkatan keamanan dan ketertiban masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum yuridis normative, yaitu hukum yang dikonsepsikan sebagai norma, kaidah, asas atau dogma-dogma yang dilakukan melaui studi kepustakaan dan didukung dengan interview terhadap pihak-pihak terkait. Hasil penelitian ini mendapatkan bahwa implementasi Perkap Nomor 8 Tahun 2013 oleh Korps Brimob Polri di Papua telah berjalan melalui tahapan pencegahan, penghentian, dan pemulihan konflik sosial, namun dihadapkan pada berbagai kendala internal dan eksternal. Kendala utama meliputi disparitas kompetensi personel di lapangan, keterbatasan sarana dan prasarana operasional, lemahnya koordinasi antarinstansi serta tersendatnya harmonisasi regulasi adat dan nasional. Selain itu, kondisi geografis yang ekstrem dan infrastruktur telekomunikasi yang belum merata menghambat deteksi dini serta respons cepat aparat. Meskipun demikian, strategi community policing, mediasi berbasis kearifan lokal, dan forum Kamtibmas telah memberikan kontribusi signifikan dalam menurunkan eskalasi kekerasan dan membangun kepercayaan masyarakat.
Analisis Yuridis Terhadap Pelindungan Privasi Pasien dalam Penggunaan Rekam Medis Elektronik di Klinik Pratama di Indonesia Ilham Ramadhan; Nurwati; Asep Thobibudin Qolyubi
Karimah Tauhid Vol. 4 No. 11 (2025): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v4i11.21166

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi dalam penyelenggaraan layanan kesehatan, salah satunya melalui penggunaan rekam medis elektronik (RME). Inovasi ini mempermudah penyimpanan dan akses data pasien, namun juga menimbulkan tantangan serius dalam aspek perlindungan privasi. Penelitian ini mengkaji secara yuridis bagaimana perlindungan hak privasi pasien diterapkan di klinik pratama di Indonesia dalam konteks pemanfaatan RME. Pendekatan yang digunakan adalah normatif dengan menelaah peraturan perundang-undangan yang relevan, serta didukung dengan studi pustaka dan analisis terhadap praktik di lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa perlindungan privasi pasien belum sepenuhnya terlindungi secara efektif, baik dari sisi regulasi yang belum terintegrasi secara menyeluruh, maupun dari penerapan teknis di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Ditemukan pula adanya kesenjangan antara norma hukum dengan pelaksanaannya, khususnya dalam hal persetujuan penggunaan data dan mekanisme pengamanan informasi medis. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan regulasi pelindungan data pribadi di sektor kesehatan dan peningkatan kesadaran serta kapasitas SDM klinik dalam menerapkan prinsip privasi pasien secara optimal.