Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENERAPAN KONSEP HEALING ENVIRONMENT PADA PERANCANGAN PUSAT REHABILITASI KORBAN KEKERASAN ANAK DAN PEREMPUAN DI SAMARINDA Jumikha Kamban; Mafazah Noviana; Zakiah Hidayati
Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur Vol. 8 No. 1 (2020): Volume 8, No. 1, Oktober 2020
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v8i1.76

Abstract

ABSTRAK Kekerasan merupakan tindakan yang sangat agresif dan pelanggaran seperti contohnya penyiksaan, pemukulan, pemerkosaan dan kekerasan dalam rumah tangga yang menyebabkan atau di maksudkan untuk menyebabkan penderitaan atau menyakiti orang lain. Dalam hal ini dibutuhkan sebuah penanganan yang lebih kepada korban kekerasan terlebih kepada anak-anak juga kepada perempuan, hal ini disebabkan karena mental terhadap korban cenderung dapat menyebabkan trauma akibat tindakan kekerasan yang bersifat secara fisik maupun psikis yang mereka alami. Maka dari itu dibutuhkan sebuah pusat rehabilitasi dengan konsep healing environment untuk korban kekerasan pada anak dan perempuan, yang dapat membantu proses penyembuhan baik secara fisik maupun psikis. Tujuan dari penelitian ini adalah menerapkan konsep healing environment pada perancangan pusat rehabilitasi korban kekerasan anak dan peempuan di Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian terapan (applied research) yang menggunakan metode perancangan arsitektur. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam perencanaan dan perancangan fasilitas kesehatan dengan menggunakan pendekatan healing environment. Untuk memberikan rasa aman sebaiknya tempat rehabilitasi juga mendukung dari aspek-aspek lingkungan seperti media taman atau healing garden dan konsep bangunan yang berkaitan dengan alam sehingga dapat menjadi terciptanya sebuah healing environment, agar dapat membantu proses penyembuhan bagi pasien melalui indra manusia yang secara langsung dapat juga mempengaruhi psikologis pasien. ABSTRACT Violence is a very aggressive act and violations such as torture, beatings, rape and domestic violence that cause or are intended to cause suffering or hurt others. In this case, more handling is needed for victims of violence, especially for children as well as for women, this is because mentally towards victims tends to cause trauma due to physical and psychological violence that they experience. Therefore, we need a rehabilitation center with the concept of healing environment for victims of violence against children and women, who can help the healing process both physically and psychologically. The purpose of this study is to apply the concept of healing environment in the design of rehabilitation centers for victims of violence against children and women in Samarinda. This research is an applied research (applied research) that uses architectural design methods. The results of this study are expected to be a reference in planning and designing health facilities using a healing environment approach. To provide a sense of security, a rehabilitation place should also support aspects of the environment such as garden media or healing gardens and building concepts related to nature so that a healing environment can be created, so that it can help the healing process for patients through the human senses which can directly also affect the psychological of the patient.
KONSERVASI STRUKTUR DAN KONSTRUKSI RUMAH VERNAKULAR TERHADAP LINGKUNGAN RAWAN BANJIR DI TENGGARONG Zakiah Hidayati; Cisyulia Octavia HS
Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur Vol. 4 No. 1 (2016): Volume 4, No.1, Oktober 2016
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v4i1.82

Abstract

Kutai vernacular houses are proven to perform better than most modern houses in Tenggarong with respect to climatic change. Its adaptation is a continuing process including necessary changes as a response to social and environmental constraints. Unfortunately, Kutai vernacular houses are not far from becoming extinct due to maintenance issue, flood prone area, lack of awareness among the owner and less local government regulations. The research project aims to make conservation guideline of the Kutai vernacular house. The structure and construction of Kutai vernacular house is most frequently observed. We envisage that the research project will contribute the guidelines of conservation to any stakeholders. In conclusion, conservation guideline is based on available resources
EVALUASI KENYAMANAN TERMAL RUANG PERKULIAHAN GEDUNG ARSITEKTUR POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA Mafazah Noviana; Zakiah Hidayati
Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur Vol. 3 No. 1 (2015): Volume 3, No.1, Oktober 2015
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v3i1.93

Abstract

Menciptakan lingkungan termal yang nyaman bagi manusia yang berada di dalamnya merupakan hal yang penting, karena dapat mempengaruhi sikap dan kinerja dari individu bahkan keselaman individu tersebut. Oleh karena itu studi terhadap kenyamanan termal dengan objek ruang perkuliahan dan penggunanya ini sangat penting dilakukan, untuk mengetahui tingkat kenyamanan sebagian besar pengguna dalam hal ini mahasiswa yang berada dalam ruangan, sehingga dapat diperoleh rekomendasi perbaikan ruang perkuliahan yang nyaman dalam mendukung proses belajar yang lebih baik. Program Studi Arsitektur merupakan salah satu program studi yang ada di Jurusan Desain Politeknik Negeri Samarinda. Sejak tahun 2014 Program Studi Arsitektur telah melaksanakan kegiatan belajarmengajar di gedung sendiri, yang terdiri dari 3 lantai. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode penelitian deskriptif baik kualitatif maupun kuantitatif. Metode kualitatif yaitu metode penelitian yang berusaha menggambarkan objek sesuai dengan kenyataan melalui pengamatan (observasi). Metode kuantitatif yang digunakan berupa pendekatan dengan menggunakan alatukur dan mengolah hasil pengukuran tersebut ke dalam grafik untuk mengetahui kenyamanan termal ruang. Lokasi penelitian yaitu 6 ruang perkuliahan di Gedung Arsitektur POLNES. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kondisi termal di beberapa ruang kuliah belum memenuhi standar kenyamanan sehingga perlu dilakukan upaya pengkondisian udara.
KORELASI AKSES PERUMAHAN DAN KRIMINALITAS DI PERUMAHAN KOTA SAMARINDA Zakiah Hidayati; Mafazah Noviana
Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur Vol. 1 No. 1 (2013): Volume 1, No.1, Oktober 2013
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v1i1.113

Abstract

This research proposes to examine the correlation between access of housing and crime in Samarinda. The findings of this research: the most associated with access of housing to crime was form of access (direct and indirect access from main entrance of housing to a house) and the depths of space (topological distance). Direct access and shorter distance increased crime. While form of access(direct/indirect access) from main street to a house didn’t influenced crime significantly. Less correlated factors were open access (mostly found on housing and zones access). Keywords: access, crime, housingPenelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara faktor akses dengan kriminalitas di perumahan di kota Samarinda. Hasil penelitian adalah faktor akses yang paling berhubungan dengan kriminalitas adalah bentuk hubungan akses dan kedalaman ruang. Hubungan akses langsung dari rumah menuju entrance keluar masuk perumnas akan meningkatkan kerawanan kriminalitas dibandingkan dengan akses tidak langsung. Semakin dangkal kedalaman ruang dari akses keluar masuk perumnas menuju rumah maka semakin meningkatkan angka kriminalitas.Sedangkanbentuk pencapaian (langsung/tidak langsung) antara rumah dengan jalan utama (bukan akses utama) adalah faktor yang sedikit berhubungan dengan kriminalitas (pencurian). Artinya bahwa rumah berpagar tertutup atau tidak berpagar memiliki sedikit hubungan dengan faktor kriminalitas. Hal yang tidak berhubungan mengenai variabel akses adalah bentuk akses yang terbuka ke Perumnas Air Putih dan zona 1-4. Tidak ditemukan kaitan antara keseragaman bentuk akses ini dengan pola sebaran kriminalitas.
PERENCANAAN PUSAT BATIK KHAS KALTIM DI KAWASAN PULAU KUMALA KUKAR - PENEKANAN PADA UTILITAS Zakiah Hidayati; Mafazah Noviana; A’am Gunawan
Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur Vol. 9 No. 2 (2021): Vol. 9, No. 2, Oktober 2021
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v9i2.187

Abstract

Perencanaan Pusat Batik ini bertujuan mendorong pertumbuhan di bidang ekonomi, baik perdagangan atau pariwisata. Perencanaan Pusat Batik Kaltim ini selain sebagai tempat produksi batik dan penjualan batik, juga berperan dalam kegiatan edukasi membatik bagi para pengunjung dan masyarakat umum. Kendala utama yang dapat muncul dalam perencanaan ini adalah terkait sistem utilitas bangunan dan lingkungan. Sistem utilitas meliputi sistem pengolahan limbah, pembuangan sampah, pemanfaatan air hujan dan pengolahan tapak agar ramah lingkungan. Selain utilitas, faktor organisasi ruang juga menjadi permasalahan karena jika tak diolah berpotensi membuat kegiatan di dalamnya menjadi tidak efektif. Metode penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara dan studi pustaka untuk mendapatkan perencanaan yang baik ditinjau dari ilmu arsitektur. Hal yang dihasilkan dari penelitian ini adalah sistem utilitas dirancang di area tapak bangunan dengan menggunakan empat bak-bak penampung limbah yang diletakkan di area tapak. Bak penampung berupa bak penampung awal, lilin malam, bak pengendapan, dan koagulasi, selanjutnya aman dibuang ke sungai Mahakam yang mengelilingi area pulau Kumala. Organisasi ruang diatur dalam tiga cluster workshop, display dan edukasi untuk menciptakan zona-zona yang lebih privasi karena perbedaan kegiatan di dalamnya. Diharapkan perencanaan pusat batik ini dapat memberikan kontribusi pada perencanaan fungsi bangunan sejenis terutama di permasalahan utilitas.
PERENCANAAN PUSAT KEBUDAYAAN DAN KESENIAN KALTIM DI TENGGARONG DENGAN PENEKANAN PADA AKUSTIK Hatta Musthafa Adham Putra; Zakiah Hidayati; M. Sutan Djaya Bunayya
Jurnal Kreatif : Desain Produk Industri dan Arsitektur Vol. 9 No. 2 (2021): Vol. 9, No. 2, Oktober 2021
Publisher : Indonesian Society of Applied Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46964/jkdpia.v9i2.190

Abstract

Indonesia has a diverse ethnic and cultural diversity that continues to grow in the lives of Indonesians. Each tribe and region have characteristic of various arts and become the pride of the region. Tenggarong is one of the district in Kutai Kartanegara regency that has a variety of arts. Kutai Kartanegara regency does not yet have the means to develop adequate creativity for its citizens to channel art expression and activities. Through Kaltim Cultural and Art Center is a container and facilities created for the artists, people and government of Kutai Kartanegara Regency in developing the potential of art and culture. This design process is created through several stages, namely the study of literature, observation and analysis of data that has been obtained so as to obtain the results of a design concept in accordance with the objectives. The east Kaltim Cultural and Art Centerwas created with Accoustic design concept and artificial lighting so that art performer and art connoisseurs can comfortably enjoy performaces and exhibitions. Kaltim Cultural and Art Center in Kutai Kartanegara Regency is expected to become an object of education, tourism, and creations that can become a new icon in Kutai Kartanegara regency especially Tenggarong district.
POST OCCUPANCY EVALUATION OF ACCESSIBLITY FOR DISABILITIES IN PLAZA MULIA SAMARINDA Mafazah Noviana; Zakiah Hidayati
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i3.806

Abstract

Abstract: Shopping center is one of the public facilities visited by various people, it should provide facilities that pay attention to accessibility, namely the facilities provided for everyone, including people with disabilities to realize equal opportunities in all aspects of life. Problems that are often encountered in shopping center facilities are that they are not yet fully easy to use by persons with disabilities, making it difficult for them to carry out their shopping activities. it in all fields. This study aims to evaluate the accessibility of persons with disabilities at shopping centers in Samarinda with a case study of Plaza Mulia,. This research is a Post-Occupational Evaluation (EPH) to determine the level of success of a building's performance in providing satisfaction to its users, using quantitative and qualitative mixed methods. The results showed that the percentage of the overall conformity of the building to the standards of Permen PUPR No. 14/PRT/M/2017 is 71.45%, which means the building has good accessibility. However, there is still a very low percentage if you look at each aspect, in diffable toilet and urinals.Abstrak: Pusat perbelanjaan merupakan salah satu fasilitas publik yang banyak di kunjungi oleh beragam orang, seharusnya perlu menyediakan fasilitas yang memperhatikan aksesibilitas yaitu kemudahan yang disediakan bagi semua orang, termasuk penyandang disabilitas untuk mewujudkan kesamaan kesempatan dalam segala aspek kehidupan. Permasalahan yang seringkali ditemui di fasilitas pusat perbelanjaan yaitu belum sepenuhnya mudah digunakan oleh penyandang disabilitas, sehingga menyulitkan mereka dalam menjalankan aktivitas berbelanja. Pemerintah telah mengeluarkan beberapa peraturan yang berkaitan dengan aksesibilitas fasilitas publik, namun pada pelaksanaannya pemerintah daerah masih belum sepenuhnya memperhatikan penyediaan fasilitas-fasilitas aksesibilitas pada semua bidang. Penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi terhadap aksesibilitas penyandang disabilitas pada pusat perbelanjaan di Samarinda dengan studi kasus Plaza Mulia. Penelitian ini adalah Evaluasi Purna Huni (EPH) untuk mengetahui tingkat keberhasilan kinerja suatu bangunan dalam memberi kepuasan terhadap penggunanya, dengan menggunakan metode gabungan (mixed methods) kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kesesuaian bangunan secara keseluruhan terhadap standar Permen PUPR No. 14/PRT/M/2017 sebesar 71,45 %, yang berarti bangunan sudah cukup baik aksesibilitasnya. Tetapi masih terdapat persentase yang sangat rendah jika dilihat tiap aspeknya yaitu pada toilet difabel dan urinoir.
Environmental arrangement in developing a clean, beautiful and neat village Hatta Musthafa Adham Putra; Mafazah Noviana; Zakiah Hidayati; Eman Sukmana
Community Empowerment Vol 7 No 5 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.352 KB) | DOI: 10.31603/ce.7071

Abstract

One of the RTs in Samarinda City that tries to beautify its surroundings is RT 19, Sei Keledang Village, Samarinda Seberang District. This Community Service (PkM) project takes the shape of an environmental arrangement that strives to create a clean, beautiful, and neat village by constructing physical facilities such as RT gates and signposts, as well as supplying hydroponic packages, plant pots, and garbage cans. All of the programs are well-executed and deliver the intended results. Through this Community Service, it is hoped that residents can use, maintain and care for the facilities created.
POST OCCUPANCY EVALUATION OF ACCESSIBLITY FOR DISABILITIES IN PLAZA MULIA SAMARINDA Mafazah Noviana; Zakiah Hidayati
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 5, No 3 (2021): Jurnal Arsitektur ARCADE November 2021
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v5i3.806

Abstract

Abstract: Shopping center is one of the public facilities visited by various people, it should provide facilities that pay attention to accessibility, namely the facilities provided for everyone, including people with disabilities to realize equal opportunities in all aspects of life. Problems that are often encountered in shopping center facilities are that they are not yet fully easy to use by persons with disabilities, making it difficult for them to carry out their shopping activities. it in all fields. This study aims to evaluate the accessibility of persons with disabilities at shopping centers in Samarinda with a case study of Plaza Mulia,. This research is a Post-Occupational Evaluation (EPH) to determine the level of success of a building's performance in providing satisfaction to its users, using quantitative and qualitative mixed methods. The results showed that the percentage of the overall conformity of the building to the standards of Permen PUPR No. 14/PRT/M/2017 is 71.45%, which means the building has good accessibility. However, there is still a very low percentage if you look at each aspect, in diffable toilet and urinals.Abstrak: Pusat perbelanjaan merupakan salah satu fasilitas publik yang banyak di kunjungi oleh beragam orang, seharusnya perlu menyediakan fasilitas yang memperhatikan aksesibilitas yaitu kemudahan yang disediakan bagi semua orang, termasuk penyandang disabilitas untuk mewujudkan kesamaan kesempatan dalam segala aspek kehidupan. Permasalahan yang seringkali ditemui di fasilitas pusat perbelanjaan yaitu belum sepenuhnya mudah digunakan oleh penyandang disabilitas, sehingga menyulitkan mereka dalam menjalankan aktivitas berbelanja. Pemerintah telah mengeluarkan beberapa peraturan yang berkaitan dengan aksesibilitas fasilitas publik, namun pada pelaksanaannya pemerintah daerah masih belum sepenuhnya memperhatikan penyediaan fasilitas-fasilitas aksesibilitas pada semua bidang. Penelitian ini bertujuan melakukan evaluasi terhadap aksesibilitas penyandang disabilitas pada pusat perbelanjaan di Samarinda dengan studi kasus Plaza Mulia. Penelitian ini adalah Evaluasi Purna Huni (EPH) untuk mengetahui tingkat keberhasilan kinerja suatu bangunan dalam memberi kepuasan terhadap penggunanya, dengan menggunakan metode gabungan (mixed methods) kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kesesuaian bangunan secara keseluruhan terhadap standar Permen PUPR No. 14/PRT/M/2017 sebesar 71,45 %, yang berarti bangunan sudah cukup baik aksesibilitasnya. Tetapi masih terdapat persentase yang sangat rendah jika dilihat tiap aspeknya yaitu pada toilet difabel dan urinoir.
Construction of a pergola and flower garden as a selfie spot for prospective new tourist destination bukit mahoni, Bangun Rejo, Kutai Kartanegara Hatta Musthafa Adham Putra; Zakiah Hidayati; Anna Rulia; Eman Sukmana
Community Empowerment Vol 7 No 12 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.8488

Abstract

Bukit Mahoni is located in Bangun Rejo Village, becoming a candidate for a new tourist destination in Kutai Kartanegara Regency. Capitalizing on the natural potential in the form of a hill overgrown with Mahogany trees, it is encouraging for the local Tourism Awareness Group (Pokdarwis) to be promoted as a new tourist spot. This program was carried out in collaboration with the Pokdarwis Mentari Bangun Rejo with the aim of providing support for the readiness of new tourism objects in Bangun Rejo. All activities are carried out by accommodating the needs of tourism infrastructure so as to build appropriate outputs, namely Pergola and Flower Garden. Through this Community Service it is hoped that residents can utilize, maintain and care for the facilities that have been builded.