Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pencegahan Stunting Pada Kelompok Posyandu Desa Bayung Gede, Kintamani Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; I Gde Suranaya Pandit; Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 2 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i2.219

Abstract

Stunting merupakan kondisi anak mengalami gangguan pertumbuhan, sehingga tinggi badan tidak sesuai dengan rata-rata anak seusianya akibat kekurangan asupan gizi dalam waktu yang lama. Desa Bayung Gede merupakan salah satu desa di Kecamatan Kintamani Bangli dengan angka stunting yang cukup tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan pada kader posyandu Desa Bayung Gede untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam rangka pencegahan stunting. Materi diberikan berupa penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan mengenai stunting, dampak stunting pada tumbuh kembang anak, cara mendeteksi stunting, dan memberi keputusan. Kegiatan ini diikuti oleh 15 kader posyandu di Desa Bayung Gede yang didominasi pria. Evaluasi pretest-posttest didapatkan terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 62,66 dan bermakna signifikan setelah diuji dengan statistik. Sehingga dapat disimpulkan kegiatan ini dapat memberi pengetahuan dan keterampilan kader posyandu Desa Bayung Gede dalam mendeteksi stunting sebagai langkah awal pencegahan stunting.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIRADIASI KRIM EKSTRAK ETHANOL SELADA LAUT (ULVA LACTUCA) Austin Widyasari Wijaya Putu; Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 3 (2023): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i3.19857

Abstract

Peningkatan pemanasan global mengakibatkan radiasi matahari semakin panas dan dapat berdampak negatif pada kulit yaitu kulit kering dan kemerahan (sunburn). Penggunaan pelindung seperti sunscreen sangat diperlukan bagi wisatawan maupun penduduk Bali untuk mengurangi risiko penyakit kulit akibat radiasi ultraviolet. Ditengah banyaknya produk sunscreen yang beredar, selada laut (Ulva lactuca) sebagai sumber daya lokal diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antihiperlipidemik, antimikroba, dan antivirus, serta memiliki karakteristik yang dapat menjaga kelembapan kulit dan fotoprotektif. Kebaruan dalam penelitian ini adalah aktivitas antioksidan dan antiradiasi krim ekstrak ethanol selada laut (Ulva lacuta). Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas antioksidan dan antiradiasi krim ekstrak selada laut. Metode yang digunakan yaitu eksperimental dengan rancangan acak kelompok perlakuan ekstrak (0%, 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%), diuji aktivitas antioksidan dan antiradiasi krim ekstrak selada laut. Hasil dari penelitian didapatkan aktivitas antioksidan tertinggi yaitu IC50 109,67 (2%) dan nilai SPF tertinggi yaitu SPF 15,44 (sedang). Uji analisis ANOVA menunjukkan aktivitas antioksidan dan SPF krim ekstrak selada laut berbeda secara signifikan. Dapat disimpulkan bahwa krim ekstrak selada laut memiliki aktivitas antioksidan dan antiradiasi (SPF)
Hubungan Lama Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Sosial pada Anak Prasekolah di TK Tunas Mekar Sari, Denpasar Gusti Ayu Made Landhevi Paramasanthi; Ni Putu Diah Witari; Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra
Aesculapius Medical Journal Vol 4 No 2 (2024): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.4.2.2024.239-243

Abstract

[The Relationship Between Duration of Gadget Use and Social Development in Preschool Children at Tunas Mekar Sari Kindergarten, Denpasar] The term "children's social development" describes how children change their behaviors as they grow to conform to the norms of their society. The social development of preschool children becomes complicated due to the effects of gadget use. In general, technology has the potential to enhance children's communication, social circles, and educational opportunities. However, children's social development may be negatively impacted by excessive gadget use. The objective of this study is to investigate the relationship between the duration of gadget use and the social development of preschool children. This research employs an analytical correlation with a cross-sectional approach, involving 82 parent respondents selected through consecutive sampling. Information was gathered by asking parents to complete a survey about their children's social development and the duration of their gadget use. The relationship between the length of gadget use and the social development of the children was analyzed using the chi-square test (p < 0.05). The majority of children were 6 years old (57.3%), and most parents held a bachelor's degree (33.8%) and worked in the private sector (53.7%). Most children's social development was categorized as poor (65.9%), and they used gadgets for a long time (64.6%). The results of this study also indicate a statistically significant relationship between the length of gadget use and the social development of preschool children at Tunas Mekar Sari Kindergarten in Denpasar (p < 0.001). The longer the children used gadgets, the poorer their social development.
Perbedaan Tingkat Kecemasan Ibu Bersalin di RSD Mangusada setelah Pemberian Teknik Distraksi Musik Klasik Dewa Gede Adrian Harta Wiguna; I Gusti Ngurah Made Bayuningrat; Putu Indah Budi Apsari; I Made Pariartha; Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra
Aesculapius Medical Journal Vol 5 No 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.5.2.2025.150-158

Abstract

The maternal mortality rate in Indonesia is one of the highest in the world. According to WHO, in 2017, 830 mothers in the world died due to complications that occurred during pregnancy and childbirth. One of the main factors causing maternal death according to WHO are prolonged labor. This research determine the differences in anxiety levels of mothers in the first stage of latent phase labor at the Mangusada Hospital after administering classical music distraction. Through this research, we can also determine the level of anxiety among mothers giving birth at the Mangusada Hospital using the PRAQ-R2 instrument which is valid and reliable. This research design uses quantitative research methods with an experimental and one group pretest posttest design. The sample in this study was all women giving birth in the first stage of the latent phase at the Mangusada Hospital from July to September with a total of 40 people. Univariate analysis showed that the majority of mothers were 25 years old, primiparous, with a gestational age of 38 weeks. Then the difference anxiety level measured using a non-parametric test, namely Wilcoxon Sign Rank Test. Wilcoxon showed a significant reduction in anxiety levels in mothers in the first stage of labor after being given treatment. This is proven by the value p < 0.001. Based on the results of the analysis, there were differences in the anxiety levels of mothers in the first stage of latent phase labor at the Mangusada Hospital after giving classical music distraction techniques.
Hubungan Intensitas Penggunaan Gawai dengan Kejadian Speech Delay pada Anak Usia 2-5 Tahun di RSUD Sanjiwani Gianyar Tahun 2021-2023 Rika Wulandari; Anak Agung Ayu Lila Paramasatiari; Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra
Aesculapius Medical Journal Vol 5 No 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.5.2.2025.159-169

Abstract

Perkembangan bahasa anak merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang yang dapat dipengaruhi oleh pola asuh dan paparan teknologi. Penggunaan gawai pada usia dini cenderung meningkat dan diduga berperan terhadap terjadinya speech delay. Namun, bukti ilmiah yang membahas hubungan antara intensitas penggunaan gawai dan keterlambatan bicara masih terbatas. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain case–control yang bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gawai dengan kejadian speech delay pada anak usia 2–5 tahun di RSUD Sanjiwani Gianyar. Sampel terdiri dari 98 responden (49 anak speech delay dan 49 anak tanpa speech delay) yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data primer diperoleh melalui kuesioner mengenai karakteristik anak dan kebiasaan penggunaan gawai, sedangkan data sekunder berasal dari rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square dengan nilai signifikansi p < 0,05 serta perhitungan odds ratio (OR) dan interval kepercayaan 95%. Sebanyak 50% responden mengalami speech delay. Berdasarkan intensitas penggunaan gawai, 12,2% memiliki intensitas ringan, 49% sedang, dan 38,8% berat. Hasil analisis menunjukkan bahwa intensitas penggunaan gawai berat berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko speech delay (OR = 4,24; 95% CI: 1,77–10,18; p = 0,01). Terdapat hubungan bermakna antara intensitas penggunaan gawai dan kejadian speech delay pada anak usia 2–5 tahun. Penggunaan gawai dengan durasi dan frekuensi tinggi meningkatkan risiko keterlambatan bicara, sehingga pengawasan dan pembatasan waktu penggunaan gawai oleh orang tua sangat dianjurkan.  
Pelatihan dan Pendampingan Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita di Desa Bayung Gede, Kintamani, Bangli Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra; Putu Austin Widyasari Wijaya
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.3.2024.189-193

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berdampak buruk terhadap kesehatan, intelegensia, dan masa depan anak. Berdasarkan laporan SSGI tahun 2022, prevalensi stunting balita nasional mencapai 24,4%, dengan prevalensi stunting pada Bali sebesar 10,9%. Kecamatan Kintamani menempati peringkat teratas untuk prevalensi stunting, khususnya desa Bayung Gede yang termasuk dua besar peringkat stunting tertinggi (13,51%). Tugas pemantauan tumbuh kembang ini merupakan tugas semua lapisan pemerintah, dengan garda terdepan yaitu kader posyandu. Kader posyandu berperan dalam pemantauan tumbuh kembang balita, namun kesiapan kader ini harus diimbangi dengan partisipasi Masyarakat untuk memanfaatkan posyandu tersebut. Hal ini akan berdampak pada hasil pemantauan pertumbuhan oleh kader saat kunjungan rumah balita yang tidak datang ke posyandu menjadi kurang akurat. Melalui kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi maka diadakan sebuah kegiatan pelatihan dan pendampingan deteksi dini tumbuh kembang balita bagi pengelola posyandu desa Bayung Gede, Kintamani, Bangli. Kegiatan yang dilakukan adalah melatih kader posyandu dalam melakukan pengukuran antropometri yang benar dan tepat, kemudian membuat grafik berdasarkan hasil tersebut dan menginterpretasikannya, sehingga kader dapat mendeteksi dini ketika ditemukan adanya penyimpangan dalam pertumbuhan dan perkembangan. Pengetahuan partsipan sebelum dilakukan sosialisasi sebesar 30% sedangkan setelah sosialisasi dilakukan sebesar 90%. Kegiatan ini meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya deteksi dini tumbuh kembang pada balita dan melakukan kegiatan yang positif untuk remaja. Simpulan dari kegiatan PKM ini tingkat pengetahuan dari kader posyandu setelah dilakukan kegiatan pendampingan ini dikategorikan baik. Kata kunci: stunting, tumbuh kembang, anak, kintamani, bali