Asep Afaradi
Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Kepemimpinan Kristen yang Alkitabiah: Peran Roh Kudus dalam Membentuk Pemimpin Muda Gereja di Era Digital Menurut Kisah Para Rasul 1:8 Prasetyo, Edhi; Afaradi, Asep
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan Kristen yang berlandaskan Alkitab menegaskan bahwa pemimpin muda dipanggil serta diperlengkapi Roh Kudus untuk menggenapi misi Allah. Dalam konteks era digital, Kisah Para Rasul 1:8 menyoroti kuasa Roh Kudus yang memampukan orang percaya menjadi saksi Kristus, termasuk melalui media digital. Oleh karena itu, kepemimpinan Kristen harus berpijak pada fondasi rohani yang kuat, tetap kontekstual dengan perkembangan zaman, dan berorientasi pada perubahan yang membangun. Pola kepemimpinan seperti ini tidak hanya melahirkan generasi muda yang berintegritas, tetapi juga menghadirkan kesaksian iman yang autentik dan berdampak di tengah masyarakat digital.
Kepemimpinan Musa dan Relevansinya bagi Kepemimpinan Kristiani: Refleksi atas Kepemimpinan Hidup Membiara Ongirwalu, Epifana; Afaradi, Asep
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merefleksikan kepemimpinan Musa dalam Kitab Suci dan menelaah relevansinya bagi kepemimpinan Kristiani, khususnya dalam konteks hidup membiara. Kepemimpinan dalam tradisi Kristiani tidak dipandang semata sebagai jabatan formal, melainkan sebagai panggilan ilahi yang menuntut kerendahan hati, ketaatan, dan pelayanan. Musa dipanggil Allah melalui peristiwa semak yang menyala untuk membebaskan Israel dari Mesir, suatu misi yang menegaskan bahwa kepemimpinan lahir dari respons terhadap panggilan Allah, bukan ambisi pribadi. Nilai-nilai kepemimpinan Musa—kerendahan hati, doa syafaat, integritas moral, serta keberanian menghadapi tantangan—memberi inspirasi bagi para pemimpin komunitas religius untuk membangun persaudaraan, menjaga kesetiaan Injil, dan menegakkan keadilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian pustaka terhadap Kitab Suci, literatur teologi, dan dokumen Gereja mengenai hidup membiara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Musa relevan sebagai model kepemimpinan Kristiani yang berpusat pada pelayanan, doa, dan tanggung jawab moral. Dengan meneladani Musa, kepemimpinan hidup membiara dapat dihidupi secara autentik dalam menghadapi dinamika komunitas dan tantangan zaman modern.
Kepemimpinan Kristen Sebagai Kesaksian Iman Dalam Masyarakat Modern Tampubolon, Maruli Tua; Afaradi, Asep
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2025): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v3i2.404

Abstract

Kepemimpinan Kristen bukan sekadar pengelolaan organisasi, tetapi merupakan kesaksian iman yang transformatif, membentuk karakter, moral, dan spiritual pengikutnya sekaligus menghadirkan nilai Kerajaan Allah dalam masyarakat modern. Tulisan ini mengkaji dasar alkitabiah kepemimpinan Kristen, karakteristik pemimpin yang bersaksi, kesaksian pemimpin di tengah masyarakat modern, perbedaan dengan kepemimpinan sekuler, serta implikasinya bagi gereja dan komunitas luas. Analisis dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi literatur Alkitab dan karya akademik tentang kepemimpinan Kristiani (Banks & Ledbetter, 2004; Blackaby & Blackaby, 2001; Greenleaf, 1977; Stott, 2006; Wright, 2000). Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan Kristen menekankan integritas, kerendahan hati, pelayanan, keteladanan, dan spiritualitas yang hidup, yang membedakannya dari kepemimpinan sekuler yang berfokus pada kekuasaan, keuntungan, atau efektivitas semata. Kesaksian pemimpin Kristen diwujudkan dalam pengambilan keputusan etis, pelayanan sosial, pendidikan karakter, dan advokasi keadilan, sehingga menjadi instrumen transformasi holistik bagi gereja dan masyarakat. Tulisan ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan Kristen yang bersaksi berperan sebagai agent of change, meneguhkan gereja, membentuk generasi pemimpin baru, dan membawa dampak positif bagi masyarakat yang bermoral, inklusif, dan manusiawi.
Kepemimpinan Kaum Awam: Analisis Yohanes 21 tentang Kepemimpinan Otentik Asep Afaradi
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 7 No. 2: Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/sv0pwk49

Abstract

Authentic leadership among laypeople is a crucial aspect of church ministry that often receives inadequate attention. In John 21, there is a profound example of leadership through Jesus' restoration of Peter, emphasizing that true leadership is rooted in love, responsibility, and service. This study aims to analyze the concept of authentic leadership in John 21 and identify its characteristics and implications for laypeople in the church. The methodology used is qualitative analysis with a theological approach, through literature review and biblical text analysis, focusing on John 21 to explore the meaning and application of authentic leadership. The results indicate that authentic leadership is marked by sincere love for God and others, love-based service, and responsibility in shepherding, which are essential for building a healthy and effective church community. Kepemimpinan otentik di kalangan kaum awam merupakan aspek krusial dalam pelayanan gereja yang sering kali kurang mendapat perhatian. Dalam Yohanes 21, terdapat contoh mendalam tentang kepemimpinan melalui pemulihan Petrus oleh Yesus, yang menekankan bahwa kepemimpinan sejati berakar pada kasih, tanggung jawab, dan pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kepemimpinan otentik dalam Yohanes 21 serta mengidentifikasi karakteristik dan implikasinya bagi kaum awam di gereja. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif dengan pendekatan teologis, melalui kajian literatur dan analisis teks Alkitab, dengan fokus pada Yohanes 21 untuk menggali makna dan penerapan kepemimpinan otentik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan otentik ditandai oleh kasih yang tulus kepada Tuhan dan sesama, pelayanan berbasis kasih, serta tanggung jawab dalam penggembalaan, yang penting untuk membangun komunitas gereja yang sehat dan efektif.
Martyrdom Syndrome: Reading Acts 7:54-8:1 As A Critique of Christian Leaders Afaradi, Asep; Pantaow, Milton
Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Vol 10 No 1 (2026): March
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/ejti.v10i1.1002

Abstract

This study analyzes the Martyrdom Syndrome in Christian leadership by interpreting Acts 7:54-8:1 as a critique of leaders who use the suffering narrative to gain legitimacy and authority. This syndrome refers to the tendency of individuals to portray themselves as victims to gain sympathy, support, and justification for their leadership. The study employs a qualitative, exegetical approach to the martyrdom of Stephen, which is often contrasted with authentic leadership in the Christian tradition. The findings reveal that true martyrdom in Acts is not used as a tool for manipulation but as a testimony of faith rooted in the truth of the Gospel. In contrast, leaders trapped in the martyrdom syndrome tend to foster unhealthy relationships with their followers, relying on personal suffering as spiritual legitimacy. This study affirms that authentic Christian leadership is not based on exploiting the suffering narrative but on exemplary conduct, service, and moral integrity. Thus, this research contributes to a deeper understanding of responsible Christian leadership and critiques deviant leadership practices in ecclesial and social contexts.
Kajian Teologi Keluarga bagi Pemimpin Kristen dalam Kisah Abraham: Menelusuri Pola Inti Menuju Periferi Asep Afaradi
Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi Vol. 8 No. 1 (2025): Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47457/phr.v8i1.592

Abstract

The concept of Christian leadership often emphasises the character and competence of prominent biblical figures, while overlooking the foundational structures of sacred institutions from a Christian theological perspective. Furthermore, it frequently neglects essential supporting elements beyond these central individuals. This study explores the theology of the family as a lens through which to understand God's purposes for believers, while acknowledging that God's authority is manifested in every individual whom He appoints as a leader. Although leadership remains a central theme, this research focuses on the family narrative of Abraham which, when viewed from a New Testament Christian perspective, may not represent the ideal family model. Nevertheless, within Abraham’s story, the family emerges as the primary context through which God blesses His people and shapes leaders. The findings of this study suggest that Abraham’s family plays a pivotal role in forming his leadership and continues to offer valuable insights for the contemporary Church.
Spiritualitas Kerja Dan Prinsip Keadilan Sosial: Pendampingan Teologis Bagi Orang Beriman Di Koperasi Asep Afaradi
Jurnal PKM Setiadharma Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal PkM Setiadharma
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47457/jps.v7i1.765

Abstract

Artikel ini mengkaji spiritualitas kerja dan prinsip keadilan sosial melalui kegiatan pendampingan teologis bagi pegawai Kristen Koperasi di Bandung sebagai bentuk integrasi iman dan praktik sosial-ekonomi. Permasalahan utama yang diangkat adalah adanya ketegangan antara tuntutan profesionalisme kerja modern dengan integritas iman Kristen yang sering mereduksi kerja hanya sebagai aktivitas ekonomi. Tujuan kegiatan ini adalah membangun kerangka teologis mengenai kerja sebagai panggilan ilahi (vocatio), menumbuhkan kesadaran etis tentang keadilan sosial dalam budaya kerja, serta mengembangkan model pendampingan teologis yang kontekstual dan aplikatif dalam lingkungan koperasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-partisipatoris melalui seminar interaktif dan diskusi reflektif yang memungkinkan dialog antara refleksi teologi biblika-Reformed dan pengalaman kerja peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman kerja sebagai panggilan Allah mendorong transformasi sikap profesional menuju integritas, tanggung jawab sosial, dan solidaritas komunal. Koperasi dipahami bukan sekadar institusi ekonomi, tetapi ruang praksis iman yang mencerminkan nilai koinonia, keadilan, dan kesejahteraan bersama. Pendampingan teologis terbukti membantu peserta mengintegrasikan spiritualitas kerja dengan praktik profesional secara inklusif, sehingga pekerjaan menjadi sarana menghadirkan shalom Allah dalam kehidupan ekonomi kerakyatan dan kesaksian iman di ruang publik.