Asep Afaradi
Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

5 Karakteristik Kepemimpinan Kristen yang Berkenan Menurut Markus 10 : 42 - 45 Wahyu, Tan Markus Setiadi; Afaradi, Asep
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini dirancang untuk mengeksplorasi lima karakteristik esensial kepemimpinan Kristen yang berkenan kepada Allah berdasarkan eksposisi teks Markus 10:42-45. Jenis Penelitia yang dipilih adalah menggunakan kualitatif dengan menerapkan pendekatan hermeneutika sebagai pisau analisis untuk menggali makna teks secara mendalam. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kelima karakteristik tersebut merupakan antitesis dari kepemimpinan duniawi dan berpusat pada konsep kepemimpinan melayani (servant leadership). Karakteristik itu adalah Memiliki karakter kuat untuk Menolak kepemimpinan yang otoriter, Memiliki karakter kerendahan hati, Memiliki karakter yang berorientasi pemimpin adalah untuk Menjadi Hamba, Memiliki karakter kesediaan berkorban bagi orang Lain dan meneladani Kristus sebagai paradigma utama. Implikasi dari penelitian ini adalah menawarkan sebuah model kepemimpinan transformatif yang bersifat etis dan alkitabiah, yang dapat diterapkan dalam konteks gereja, organisasi Kristen, maupun masyarakat luas.
Kepemimpinan Kristen yang Alkitabiah: Peran Roh Kudus dalam Membentuk Pemimpin Muda Gereja di Era Digital Menurut Kisah Para Rasul 1:8 Prasetyo, Edhi; Afaradi, Asep
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan Kristen yang berlandaskan Alkitab menegaskan bahwa pemimpin muda dipanggil serta diperlengkapi Roh Kudus untuk menggenapi misi Allah. Dalam konteks era digital, Kisah Para Rasul 1:8 menyoroti kuasa Roh Kudus yang memampukan orang percaya menjadi saksi Kristus, termasuk melalui media digital. Oleh karena itu, kepemimpinan Kristen harus berpijak pada fondasi rohani yang kuat, tetap kontekstual dengan perkembangan zaman, dan berorientasi pada perubahan yang membangun. Pola kepemimpinan seperti ini tidak hanya melahirkan generasi muda yang berintegritas, tetapi juga menghadirkan kesaksian iman yang autentik dan berdampak di tengah masyarakat digital.
Kepemimpinan Musa dan Relevansinya bagi Kepemimpinan Kristiani: Refleksi atas Kepemimpinan Hidup Membiara Ongirwalu, Epifana; Afaradi, Asep
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merefleksikan kepemimpinan Musa dalam Kitab Suci dan menelaah relevansinya bagi kepemimpinan Kristiani, khususnya dalam konteks hidup membiara. Kepemimpinan dalam tradisi Kristiani tidak dipandang semata sebagai jabatan formal, melainkan sebagai panggilan ilahi yang menuntut kerendahan hati, ketaatan, dan pelayanan. Musa dipanggil Allah melalui peristiwa semak yang menyala untuk membebaskan Israel dari Mesir, suatu misi yang menegaskan bahwa kepemimpinan lahir dari respons terhadap panggilan Allah, bukan ambisi pribadi. Nilai-nilai kepemimpinan Musa—kerendahan hati, doa syafaat, integritas moral, serta keberanian menghadapi tantangan—memberi inspirasi bagi para pemimpin komunitas religius untuk membangun persaudaraan, menjaga kesetiaan Injil, dan menegakkan keadilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui kajian pustaka terhadap Kitab Suci, literatur teologi, dan dokumen Gereja mengenai hidup membiara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Musa relevan sebagai model kepemimpinan Kristiani yang berpusat pada pelayanan, doa, dan tanggung jawab moral. Dengan meneladani Musa, kepemimpinan hidup membiara dapat dihidupi secara autentik dalam menghadapi dinamika komunitas dan tantangan zaman modern.
Kepemimpinan Kristen Sebagai Kesaksian Iman Dalam Masyarakat Modern Tampubolon, Maruli Tua; Afaradi, Asep
REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 3 No. 2 (2025): REI MAI: Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Kristen
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jrm.v3i2.404

Abstract

Kepemimpinan Kristen bukan sekadar pengelolaan organisasi, tetapi merupakan kesaksian iman yang transformatif, membentuk karakter, moral, dan spiritual pengikutnya sekaligus menghadirkan nilai Kerajaan Allah dalam masyarakat modern. Tulisan ini mengkaji dasar alkitabiah kepemimpinan Kristen, karakteristik pemimpin yang bersaksi, kesaksian pemimpin di tengah masyarakat modern, perbedaan dengan kepemimpinan sekuler, serta implikasinya bagi gereja dan komunitas luas. Analisis dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi literatur Alkitab dan karya akademik tentang kepemimpinan Kristiani (Banks & Ledbetter, 2004; Blackaby & Blackaby, 2001; Greenleaf, 1977; Stott, 2006; Wright, 2000). Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan Kristen menekankan integritas, kerendahan hati, pelayanan, keteladanan, dan spiritualitas yang hidup, yang membedakannya dari kepemimpinan sekuler yang berfokus pada kekuasaan, keuntungan, atau efektivitas semata. Kesaksian pemimpin Kristen diwujudkan dalam pengambilan keputusan etis, pelayanan sosial, pendidikan karakter, dan advokasi keadilan, sehingga menjadi instrumen transformasi holistik bagi gereja dan masyarakat. Tulisan ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan Kristen yang bersaksi berperan sebagai agent of change, meneguhkan gereja, membentuk generasi pemimpin baru, dan membawa dampak positif bagi masyarakat yang bermoral, inklusif, dan manusiawi.