Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengaruh Guru Terhadap Peningkatan Motivasi Membaca Al – Qur’an Peserta Didik (Studi Survey di SMKN 14 Jakarta) Fathiyyah Idris; Yuyu Wahyudin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 1 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i1.415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh guru terhadap motivasi membaca Al – Qur'an peserta didik di SMKN 14 Jakarta. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survei terhadap 47 peserta didik kelas XI sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui angket dan tes baca Al – Qur'an, kemudian dianalisis menggunakan teknik korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif antara peran guru dan motivasi membaca Al – Qur'an peserta didik dengan koefisien korelasi sebesar 0,501, yang termasuk dalam kategori cukup/sedang. Hal ini membuktikan bahwa guru memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan motivasi peserta didik melalui strategi seperti pemberian motivasi, fasilitas pembelajaran yang memadai, dan keteladanan. Selain itu, ditemukan bahwa 25% variasi motivasi membaca Al – Qur'an dipengaruhi oleh peran guru, sedangkan 75% lainnya dipengaruhi oleh faktor eksternal di luar penelitian. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya guru dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif, serta memberikan penghargaan kepada peserta didik untuk meningkatkan motivasi intrinsik mereka. Penelitian ini juga merekomendasikan perlunya kolaborasi antara guru dan keluarga untuk memperkuat motivasi membaca Al – Qur'an peserta didik.
Penerapan Student Centered Learning (SCL) pada Mata Pelajaran Kajian Kitab Kuning Di Pondok Pesantren Yuyu Wahyudin; Azmy Ali Muchtar; Muhammadiah
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 2 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i2.537

Abstract

Student Centered Learning (SCL) saat ini diyakini oleh para peneliti dan para tenaga pengajar sebagai pendekatan pembelajaran yang tepat dalam mencapai tujuan pendidikan. Namun demikian, apakah SCL cocok untuk semua mata pelajaran. Apakah SCL cocok untuk mata pelajaran Kajian Kitab Kuning? Apa tantangan yang dihadapi oleh para asatidz dan santri? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas SCL pada mata pelajaran Kajian Kitab Kuning. Untuk mengetahui apa saja tantangan yang dihadapi ketika menjalankan SCL pada mata pelajaran Kajian Kitab Kuning. Untuk mengetahui solusi yang tepat dalam mengatasi tantangan dimaksud. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, ada dua jenis data yang akan digunakan yakni data observasional, dan data dokumen dan artefak. Teknik pengumpulan data yang akan dilakukan adalah kajian leterasi, observasi, dan studi dokumentasi. Peneliti menggunakan analisis naratif, dan analisis konten. Berikut langkah-langkahnya: pengumpulan data, transkripsi data, reduksi data (pengkodean), identifikasi tema, penarikan kesimpulan, dan pelaporan. SCL bisa digunakan pada mata pelajaran Kajian Kitab Kuning, walaupun masih terdapat beberapa tantangan dan hambatan dalam pelaksanaannya. Pada saat ini penerapan SCL merupakan keniscayaan walaupun masih terdapat beberapa kendala. Dalam pelaksanaanya masih terdapat dua karakteristik SCL yang belum terpenuhi; Pertama. Kebebasan siswa untuk memilih dan menentukan tema yang akan dipelajari, termasuk cara penyampaiannya. Pada kenyataannya siswa masih belum bisa menentukan tema secara mandiri. Kedua. Tema bersifat optional, bukan keharusan, sehingga guru dan siswa tidak hanya terpaku pada materi yang ada, tapi dapat mengembangkannya secara kreatif. Pada kenyataannya tema masih ditentukan oleh guru (sekolah). Kedua masalah ini merupakan pekerjaan rumah (PR) bagi pihak guru dan sekolah.
PENGGUNAAN FITUR GAME SHOPEE CAPIT DALAM PERSPEKTIF FIKIH ISLAM Ramdani, Dimas; Wahyudin, Yuyu; Aziz Nawawi, Abdul; Syifa Putra, Miftahul; Fadil Nurdiansyah, Ahmad
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 Nomor 03, September 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.64906

Abstract

The development of gamification on e-commerce platforms has introduced various prize-based games that are used not only for entertainment but also carry economic value. One such feature is Shopee Capit. In this game, users can obtain prizes using free tokens or additional tokens exchanged for Shopee Coins. The uncertainty of outcomes, the use of coins that hold economic benefit, and the significant element of luck raise issues in fiqh muamalah. This study aims to determine the mechanism of using Shopee Capit, the form of contract (akad) used, and the legal ruling on its use according to Islamic fiqh. This study used the library research method by examining fiqh muamalah literature, fatwas, previous research, and the rules governing the use of Shopee Capit. Data were analyzed by comparing the game mechanism with the concepts of akad, ju'alah, gharar, maisir, dharar, israf, and maslahah. The results show that users can play using free tokens or additional tokens exchanged for 350 Shopee Coins. The use of free tokens can be regarded as a promotional gift or a ju'alah contract and is permissible, as long as the game rules are clearly explained, the prizes given are halal, and there is no payment or wagering from the user. However, the use of tokens obtained by exchanging Shopee Coins is not permissible. This is because Shopee Coins have economic benefit, while the prize obtained is uncertain and depends largely on luck. Therefore, this mechanism contains elements of maisir and gharar and may lead to loss (dharar) and excessive behavior (israf). Thus, the ruling on the use of Shopee Capit differs according to the type of token used.