Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Eksplorasi Penerimaan Diri pada Ibu dengan 2 Anak Berkebutuhan Khusus Muhammad La Rayba Fie; Fitrania Maghfiroh
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 12 No. 03 (2025): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v12n03.p1031-1046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika penerimaan diri pada ibu yang memiliki dua anak berkebutuhan khusus. Penerimaan diri menjadi aspek penting yang memengaruhi kesiapan ibu dalam menjalani peran pengasuhan, terutama ketika menghadapi tekanan emosional dan sosial yang menyertai kondisi anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, melibatkan empat orang ibu di Kota Surabaya yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penerimaan diri berlangsung secara bertahap dan tidak linier, dimulai dari emosi negatif seperti sedih, marah, dan bingung, hingga berkembang menjadi sikap ikhlas, reflektif, dan penuh syukur. Nilai spiritualitas, dukungan sosial, serta strategi adaptif dalam pengasuhan turut membentuk ketahanan psikologis para ibu. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan pemahaman psikologis dalam konteks keluarga dengan anak berkebutuhan khusus, serta menjadi acuan dalam merancang dukungan dan intervensi yang lebih empatik dan kontekstual. Abstract This study aims to explore the dynamics of self-acceptance in mothers who have two children with special needs. Self-acceptance is a crucial psychological aspect that influences a mother’s readiness to fulfill her caregiving role, especially when faced with emotional and social pressures related to her child’s condition. This research uses a qualitative approach with a phenomenological method, involving four mothers in Surabaya who have children diagnosed with Special Needs. Data were collected through in-depth semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis. The findings reveal that the process of self-acceptance is gradual and non-linear, beginning with negative emotions such as sadness, anger, and confusion, which later develop into acceptance, reflection, and gratitude. Spiritual values, social support, and adaptive parenting strategies contribute significantly to the mothers' psychological resilience. This research contributes to the psychological understanding of families with children with special needs and serves as a reference for designing more empathetic and contextual psychosocial support and interventions.
Gambaran Psikologis Penyintas Kekerasan Seksual dengan Skizofrenia Paranoid: Studi Kasus Psikoanalisis Adilah Cahya Putri; Fitrania Maghfiroh
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p237-245

Abstract

Pengalaman traumatis seperti pelecehan seksual dapat memberikan dampak jangka panjang yang kompleks bagi korban, terutama jika tidak dikelola secara adaptif. Pada sebagian individu, pengalaman tersebut dapat berperan terhadap munculnya gangguan psikologis berat di kemudian hari. Tujuan penelitian ini untuk memahami dinamika psikologis individu dewasa yang memiliki pengalaman pelecehan seksual dengan gangguan skizofrenia paranoid ditinjau dari perspektif psikoanalisis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam, serta telaah dokumen rekam medis. Analisis data dilakukan secara deskriptif-interpretatif dengan mengacu pada konsep-konsep psikoanalisis. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman pola asuh permisif pada masa kanak-kanak dapat berpengaruh terhadap dominasi struktur id dan lemahnya fungsi ego. Gejala psikotik yang muncul di kemudian hari merupakan manifestasi represi trauma pelecehan seksual yang tidak terselesaikan. Dinamika psikologis partisipan menunjukkan bahwa trauma masa lalu dan konflik bawah sadar memiliki peran dalam perkembangan gangguan psikologis berat, sehingga konsep psikoanalisis relevan untuk memahami dan merumuskan intervensi yang lebih komperhensif. Abstract Traumatic experiences such as sexual abuse can have complex, long-term impacts on victims, especially if not managed adaptively. For some individuals, these experiences can contribute to the development of serious psychological disorders later in life. The aim of this study is to understand the psychological dynamics of adult individuals who have experienced sexual abuse with paranoid schizophrenia disorders from a psychoanalytic perspective. The research used a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and a review of medical records. Data analysis was conducted descriptively and interpretively, drawing on psychoanalytic concepts. This research shows that permissive parenting experiences during childhood can influence the dominance of id structures and weaken ego function. Psychotic symptoms that emerge later in life are a manifestation of the repression of unresolved sexual abuse trauma. The psychological dynamics of the subject indicate that past trauma and unconscious conflicts play a role in the development of severe psychological disorders, so that psychoanalytic concepts are relevant for understanding and formulating more comprehensive interventions.