Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN STATUS OBESITAS PADA ANAK SEKOLAH DASAR Putu Austin Widyasari Wijaya; I Gusti Lanang Sidiartha
E-Jurnal Medika Udayana vol 3 no 12(2014):e-jurnal medika udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.727 KB)

Abstract

Obesitas merupakan kondisi berlebihnya lemak dalam tubuh dan dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Penelitian di beberapa negara pada tahun 2010, didapatkan 43 juta anak mengalami overweight dan obesitas. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan faktor risiko obesitas yaitu berat badan lahir dengan status obesitas pada anak sekolah dasar. Metode penelitian berupa deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional dan jumlah sampel sebanyak 128 siswa anak sekolah dasar (SD). Obesitas pada anak ditentukan menggunakan indikator Body Mass Index (BMI) dengan kriteria obesitas persentil BMI ?95. Data dianalisis menggunakan Fisher’s Exact Test, Risk Estimated, regresi logistik. Sebanyak 43 siswa mengalami obesitas dan hanya 1 diantaranya memiliki berat lahir yang rendah. Hasil uji bivariat didapatkan nilai p=0,585 (p>0,05) dan odd ratio (OR)=0,651 (IK 95% 0,066 ; 6,499). Hasil uji multivariat dilakukan terhadap variabel berat badan lahir rendah (BBLR), usia, dan jenis kelamin dan didapatkan nilai p=0,015 (p<0,05) untuk variabel jenis kelamin terhadap status obesitas anak. Nilai OR anak laki-laki obesitas dibandingkan anak perempuan obesitas yaitu OR= 2,558 (IK 95% 1,2 ; 5,4). Berat badan lahir tidak memiliki hubungan terhadap kejadian obesitas pada anak-anak.  
The physiological aspect of thyroid-induced breast cancer: a case report Putu Austin Widyasari Wijaya
Intisari Sains Medis Vol. 11 No. 1 (2020): (Available online: 1 April 2020)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.521 KB) | DOI: 10.15562/ism.v11i1.621

Abstract

Background: Breast cancer has the second-highest prevalence of cancer in Indonesia. The aetiology of breast cancer involves endogenous sex hormone activity, estrogen. Besides, thyroid hormones have estrogen-like effects on breast tissue which are thought to play a role in the development of breast cancer. This case report aims to evaluate the physiological aspect of thyroid-induced breast cancer.Case Report: A 49-year-old Balinese woman came to the Primary Health Care with a history of uncontrolled hyperthyroidism for 5 years (2014-2019), complaining of a lump in her left breast. Open biopsy and immunohistochemistry were done (Grade III Invasive Carcinoma ER + 50%, Her + 2-3). Patients were diagnosed with stage 3B breast cancer and conservative treatment has been taken. The examination of TSH thyroid hormone was 0.204 µIU/mL (normal = 0.5 - 6 µIU/mL) and FT4 3.1 ng/dL (normal = 0.7-1.9 ng/dL).The primary management of patients was chemotherapy following by Modified Radical Mastectomy (MRM), hormone suppressant injection, as well as Herceptin. Those medications were effective in reducing the development of breast cancer through thyroid hormone pathway.Conclusion: Some studies showed hyperthyroidism increase the risk of breast cancer and that high thyroid levels can cause estrogen-like effects, trigger proliferation and angiogenesis by activating the same pathway as estrogen those are mitogen-activated protein kinase (MAPK) and extracellular signal-regulated kinase ½ (ERK ½).
TINGKAT KECEMASAN DAN KERAGUAN ORANGTUA DALAM PEMBERIAN VAKSIN COVID-19 PADA ANAK USIA 6-11 TAHUN Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra; Putu Austin Widyasari Wijaya
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 3 (2023): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i3.19510

Abstract

Angka vaksinasi yang tinggi menjadi sangat penting dalam menciptakan herd immunity dalam pencegahan COVID-19. Faktor psikologis, kecemasan orangtua berkontribusi terhadap pemberian vaksinasi pada anak. Penelitian ini mengukur tingkat kecemasan dan keraguan pemberian vaksin COVID-19 pada anak usia 6-11 tahun. Metode penelitian yaitu Studi observasional potong lintang pada orangtua anak sekolah dasar (SD) usia 6-11 tahun di Kuta. Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data demografis, usia, jenis kelamin orangtua, status vaksinasi kedua orangtua, status sosial ekonomi keluarga, kontak dengan pasien COVID-19, keraguan orangtua dalam memberikan vaksin, serta faktor yang memengaruhi keraguan orangtua memberikan vaksinasi COVID-19 untuk anak. Kecemasan orangtua diukur dengan kuesioner PHQ-4. Data yang terkumpul disajikan dalam bentuk narasi, tabel, dan grafik untuk menganalisis kecemasan dan keraguan orangtua terhadap pemberian vaksinasi COVID-19 pada anak usia 6-11 tahun. Hasil Tingkat kecemasan umum pada orangtua bervariasi dari normal hingga berat, persentase normal 78,1%, ringan 19,4%, sedang 2,2% dan berat 0,3%. Skala kecemasan pemberian vaksin, yaitu tidak cemas 43,3%, ringan 39,4%, sedang 18,1% dan berat 8,3%. Skala keraguan pemberian vaksin, yaitu tidak ragu 36,7%, ringan 39,5%, sedang 16,7% dan berat 17,1%. Alasan mayoritas adalah mengenai efek samping yang mungkin terjadi pada anak (68,1%). Simpulan Tingkat keraguan dan kecemasan orangtua dalam memberikan vaksin COVID-19 pada anak bervariasi dari tidak cemas dan tidak ragu sampai dengan berat. Alasan yang mendasari adalah efek samping yang mungkin terjadi pada anak jika diberikan vaksin. 
Uncovering the Enolase Gene (eno) and Its Role in Biofilm Formation in Clinical Isolates of Staphylococcus aureus Setiabudy, Marta; Widhidewi, Ni Wayan; Wijaya, Putu Austin Widyasari; Santoso, Putu Nia Calista; Suryawan, Kadek
Muhammadiyah Medical Journal Vol 5, No 2 (2024): Muhammadiyah Medical Journal (MMJ)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mmj.5.2.97-106

Abstract

Background: Enolase is an enzyme potentially possessed by Staphylococcus aureus (S.aureus) bacteria, which holds essential virulence factors in human infections. The eno gene that encodes enolase is important in attachment to host cells, leading to biofilm formation, evasion of host immune response, and bacterial central metabolism. This biofilm formation might complicate the therapy. Purposes: This study aimed to assess the prevalence of the enolase gene, namely eno, in clinical isolates of S.aureus and its association with biofilm production. Methods: The research was conducted from December 1, 2023, to February 29, 2024, at the Faculty of Medicine and Health Science Research Laboratory, Warmadewa University. This study employed an analytical approach with a cross-sectional design. Result: The collected samples comprised 18 isolates of S.aureus, 66.6% of which produced biofilm. Most of the S.aureus clinical isolates 17 (94.4%) were detected to have the eno gene. Six samples (33.3%) formed weak biofilm followed by strong and moderate, with the same number of 3 isolates each (16.7%). No correlation between the enolase gene and biofilm production in this study suggested phenotypic heterogeneity, environment and time forming biofilm in vivo differences, and various other genes that influence biofilm formation. Conclusion: The high prevalence of the enolase gene in these clinical isolates indicates the potential for more severe infections in patients related to its adherence, which leads to biofilm and resistance problems and metabolic function.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIRADIASI KRIM EKSTRAK ETHANOL SELADA LAUT (ULVA LACTUCA) Austin Widyasari Wijaya Putu; Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 5, No 3 (2023): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v5i3.19857

Abstract

Peningkatan pemanasan global mengakibatkan radiasi matahari semakin panas dan dapat berdampak negatif pada kulit yaitu kulit kering dan kemerahan (sunburn). Penggunaan pelindung seperti sunscreen sangat diperlukan bagi wisatawan maupun penduduk Bali untuk mengurangi risiko penyakit kulit akibat radiasi ultraviolet. Ditengah banyaknya produk sunscreen yang beredar, selada laut (Ulva lactuca) sebagai sumber daya lokal diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antihiperlipidemik, antimikroba, dan antivirus, serta memiliki karakteristik yang dapat menjaga kelembapan kulit dan fotoprotektif. Kebaruan dalam penelitian ini adalah aktivitas antioksidan dan antiradiasi krim ekstrak ethanol selada laut (Ulva lacuta). Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas antioksidan dan antiradiasi krim ekstrak selada laut. Metode yang digunakan yaitu eksperimental dengan rancangan acak kelompok perlakuan ekstrak (0%, 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%), diuji aktivitas antioksidan dan antiradiasi krim ekstrak selada laut. Hasil dari penelitian didapatkan aktivitas antioksidan tertinggi yaitu IC50 109,67 (2%) dan nilai SPF tertinggi yaitu SPF 15,44 (sedang). Uji analisis ANOVA menunjukkan aktivitas antioksidan dan SPF krim ekstrak selada laut berbeda secara signifikan. Dapat disimpulkan bahwa krim ekstrak selada laut memiliki aktivitas antioksidan dan antiradiasi (SPF)
KARAKTERISTIK SOSIODEMOGRAFI, KARAKTERISTIK KLINIS, DAN TATALAKSANA PASIEN ABLASIO RETINA DI BALI Atmaja, Ni Putu Velentina Putri Surya; Wijaya, Putu Austin Widyasari; Cahyawati, Putu Nita
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.38353

Abstract

Ablasio retina adalah kondisi medis serius pada mata yang dapat menyebabkan kehilangan pengelihatan secara permanen bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Insiden penyakit ini bervariasi antara satu negara dengan negara lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien ablasio retina, khususnya di Bali. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan menggunakan desain potong lintang (cross-sectional). Total sampel penelitian ini adalah 59 pasien. Metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasien ablasio retina paling banyak terjadi pada rentang usia 51-60 tahun yaitu sebanyak 25 pasien (42,4%), terjadi pada laki-laki yaitu sebanyak 32 pasien (54,2%), dan umumnya merupakan pegawai swasta yaitu sebanyak 31 pasien (52,5%). Mayoritas bertempat tinggal di Bali yaitu 43 pasien (72,9%). Terdapat 53 pasien (89,8%) dengan riwayat miopia pada diri sendiri dan terdapat 54 pasien (91,5%) memiliki riwayat miopia pada keluarga. Penelitian ini juga menemukan bahwa 50 pasien (84,7%) mengalami ablasio retina regmatogen dan mayoritas mengalami kombinasi gejala klinis berupa penurunan tajam penglihatan (visus) dan melihat tirai yaitu sebanyak 53 pasien (89,8%). Gejala tersebut mayoritas dialami pada mata kiri pasien (54,2%) dan seluruhnya (100%) menjalani prosedur operasi sebagai tatalaksana medisnya. Studi ini menyimpulkan bahwa jenis ablasio retina yang umumnya dialami pasien adalah ablasio retina regmatogen. Ablasio umumnya terjadi pada mata kiri dan seluruhnya memerlukan tindakan operasi karena mayoritas mengalami gejala penurunan visus. Pasien yang umumnya mengalami ini adalah laki-laki, berusia 51-60 tahun, bekerja sebagai pegawai swasta, dan memiliki riwayat miopia pada diri sendiri dan keluarga.
The Relationship Between Body Mass Index And Hand Grip Strength In Adolescents Aged 13-16 Years Sumadewi, Komang Trisna; Adri, Nyoman Ayu Paramita; Wijaya, Putu Austin Widyasari
Qanun Medika - Jurnal Kedokteran FK UMSurabaya Vol 9 No 02 (2025): Qanun Medika Vol 09 No 02 July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jqm.v9i02.23530

Abstract

Nutritional status is of particular concern in both developed and developing countries. The prevalence of overnutrition and obesity, especially in adolescents, continues to increase. Various parameters can be used to assess a person's physical fitness. Hand grip strength is one of the parameters used to evaluate nutritional status and physical fitness and predict various metabolic diseases. This study aims to determine the relationship between Body Mass Index (BMI) and hand grip strength in adolescents aged 13-16. The research design was analytic observation with a cross-sectional approach at SMP Negeri 7 Denpasar—sampling technique with simple random sampling of as many as 100 respondents based on inclusion and exclusion criteria. The nutritional status criteria are guided by the Indonesian Ministry of Health, namely underweight (-3SD to -2SD), normal (-2SD to +1SD), overweight (+1SD to +2SD), and obesity >+2SD. The classification of hand grip strength that we use includes Weak (< 26.6 kg), normal (26.6 kg), and strong (> 26.6 kg) for men, while for women, they are weak (< 27.1 kg), normal (27.1 kg), strong (> 27.1 kg). Data were analyzed using the Chi-Square Test. The results obtained in this study include the majority of 13-year-olds (55%), male gender (56%), weak hand grip strength (54%), and normal BMI (43%). The mean BMI was 20.49±4.24, and the mean hand grip strength was 26.74±9.33. Based on the Chi-Square test, there was a significant relationship (p<0.001) between BMI and hand grip strength. Thus, this study can conclude that a substantial relationship exists between BMI and hand grip strength in adolescents aged 13-16.
PKM PEMBINAAN KARYAWAN KLINIK UTAMA BUNGA EMAS DALAM PENERAPAN UNIT KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA SERTA PENYULUHAN UU KETENAGAKERJAAN Wijaya, Putu Austin Widyasari; Riandra, Ni Putu Indah Kusumadewi
Jurnal Widya Laksmi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal WIDYA LAKSMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Publisher : Yayasan Lavandaia Dharma Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59458/jwl.v3i2.57

Abstract

Klinik Utama Bunga Emas merupakan klinik kesehatan yang sudah beroperasi sejak tahun 2018 dan memiliki pelayanan rawat jalan diantaranya poliklinik umum, gigi, dan spesialis; pelayanan laboratorium (darah, urine, dan swab); pelayanan radiologi (rontgen dan CT-scan), dan fisioterapi. Pada hakikatnya, setiap perusahaan terutama dengan risiko pekerjaan yang cukup tinggi di bidang Kesehatan, memerlukan diterapkannya sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Beberapa risiko diantaranya risiko lingkungan yaitu radiasi dari alat-alat pemeriksaan radiologi (rontgen konvensional, CT-scan), aerosol/ droplet infeksius dari sarana pengambilan dahak atau swab, sebagian besar ruangan ber-Ac dengan sirkulasi tertutup. Terdapat juga risiko tenaga kerja yang diakibatkan oleh berlebihnya tugas dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja, penyelesaian tugas yang dituntut secara cepat. Berdasarkan informasi dan data yang didapatkan, selama 4 tahun belum pernah dilakukan penyuluhan mengenai K3. Oleh karena kondisi tersebut dilakukan penyuluhan K3 dan Undang-Undang Ketenagakerjaan terhadap karyawan dan manajemen Klinik Bunga Emas; pendampingan dalam pembentukan unit K3 di lingkungan klinik; dan pemberian pedoman K3 yang dapat digunakan sebagai acuan. Diharapkan dengan penyuluhan dan pendampingan diatas dapat meningkatkan wawasan mengenai K3 dan terbentuknya unit K3 di lingkungan klinik. Penyuluhan diikuti oleh karyawan klinik dan perwakilan manajemen klinik, sedangkan pendampingan unit K3 diberikan kepada manajemen dan koordinator unit tersebut, Setelah dilakukan kegiatan PKM ini, pengetahuan peserta mengenai K3 dan UU Ketenagakerjaan mengalami peningkatan dari sebelum penyuluhan 55% menjadi 95% setelah penyuluhan. Serta sudah terbentuknya unit K3 di lingkungan klinik.
PELATIHAN KADER REMAJA DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN MENTAL Ekayani, Ni Wayan Diana; Indiani, Ni Luh Putu; Ekayanti, Ni Wayan Sri; Wijaya, Putu Austin Widyasari; Evayanti, Luh Gde; Putra, Adi Pratama
JURNAL SEWAKA BHAKTI Vol 11 No 2 (2025): Sewaka Bhakti
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32795/7922em07

Abstract

Adolescents are vulnerable to stress that can cause behavioral disorders, mental health problems, and self-harm. They undergo many changes physically, psychologically, and socially. The Community Partnership Development Team of the Faculty of Medicine and Health Sciences of Universitas Warmadewa trained adolescent cadres at one of the high schools as part of student empowerment in improving mental health. The training began with material on mental health disorders and self-management, discussion, and a post-test. Thirty participants attended the activity, but only 22 people completed it. The participants comprised 14 women (63.6%) and eight men (36.4%). There were six people (27.3%) who had experienced mental health problems. The mean of the post-test questions was 85.45. This evaluation showed that the participants' understanding of the topic was quite good. The trained youth cadres are expected to help conduct early detection of mental disorders and provide simple counseling to other students. Cooperation between schools and students needs to continue to increase awareness of the importance of adolescent mental health.
AKTIVITAS ANTIRADIASI KRIM EKSTRAK METANOL BUNGA GUMITIR (TAGETES ERECTA) Ekayanti, Ni Wayan Sri; Wijaya, Putu Austin Widyasari
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 6, No 3 (2024): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v6i3.24829

Abstract

Radiasi sinar matahari yang tinggi dapat mengaktifkan Reactive Oxygen Species yang berdampak buruk pada kesehatan tubuh dan dapat mempercepat terjadinya proses photoaging. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan penggunaan tabir surya berbahan dasar alami. Bunga gumitir sebagai produk lokal diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang memiliki kandungan flavonoid, fenolik dan karotenoid.  Kebaruan dalam penelitian ini adalah aktivitas antiradiasi krim ekstrak bunga gumitir dengan konsentrasi yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis aktivitas antiradiasi krim ekstrak metanol bunga gumitir. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan rancangan acak kelompok yang terdiri dari 5 kelompok perlakuan dengan konsentrasi ekstrak yang berbeda (0, 10%, 20%, 30%, 40%). Sampel diuji dengan metode in vitro dengan spektrofotometer UV-Vis, tiap 5 nm dari panjang gelombang 292,5– 372,5 nm. Hasil menunjukkan krim ekstrak metanol bunga gumitir 40% pada konsentrasi 1000 ppm memiliki nilai SPF dengan kategori perlindungan maksimal. Krim ekstrak bunga gumitir dengan konsentrasi 30% dan 40% memiliki kategori fast tanning terhadap UVB dan total block terhadap UVA. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan krim ekstrak metanol bunga gumitir memiliki aktivitas antiradiasi.