Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PROSES PERGANTIAAN XADAN PADA UMA LULIK DI DESA LOROTOLUS KABUPATEN MALAKA Pura Tanya; Arya Bagus Mahadwijati Wijaatmaja, S.T., M.T.
Jurnal Anala Vol. 7 No. 1 (2019): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.7.1.1001.38-43

Abstract

Rumah adat merupakan bangunan yang di rancang dan memiliki ciri khas tersendiri dan memiliki gaya arsitektur yang menyusuaikan dengan kebudayaan dan adat istiadat daerah setempat. Apa itu Xadan, Apa makna Xadan bagi masyarakat suku suhi, Bagaimanakah proses pergantiaan Xadan pada uma lulik. Xadan merupakan tempat sacral bagi masyarakat Suku Suhi karea mengandung unsur nilai-nilai spiritual yang sangat tinggi.Masyarakat suku Suhi sangat menghormati para leluhurnya sehingga selalu melaksanakan ritual-ritual sebagai bukti perwujutan sikap menghormati bagi para leluhurnya. Xadan merupakan tempat sesajian bagi para leluhur yang di pakai sewaktu-waktu pada saat upacara untuk mendapatkan ilmu kekebalan tubuh.
SMA Dwijendra Di Denpasar I Ketut Cenik Adiartana; Arya Bagus Mahadwijati Wijaatmaja, S.T., M.T.
Jurnal Anala Vol. 7 No. 2 (2019): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.7.2.1043.16-26

Abstract

Denpasar merupakan kota berwawasan budaya dimana pendidikan merupakan sektor penting dalam mewujudkan perkembangan dan kemajuan kota yang berwawasan budaya. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu didukung oleh pembentukan sumber daya manusia yang cerdas, unggul dan berbudaya mulai dari usia sekolah, terutama jenjang sekolah menengah atas. Banyak sekolah yang mampu membentuk manusia yang cerdas, tetapi kurang memperhatikan pendidikan budaya yang menjadi ciri dan karakter orang Bali. Jika hal tersebut terus dibiarkan maka nilai luhur budaya yang kita miliki akan semakin luntur. Untuk mengatasi hal tersebut perlu diciptakan lembaga pendidikan yang mampu memberikan pendidikan secara utuh yang tetap berbasiskan budaya yang adi luhur. Tanggung jawab tersebut tidak hanya ada pada tangan pemerintah, peran serta penyelenggara pendidikan swasta juga sangat besar. Yayasan Dwijendra Denpasar merupakan salah satu penyelenggara pendidikan yang berbasiskan budaya dan agama Hindu. Sekolah menengah atas yang diselenggarakan oleh Yayasan Dwijendra sudah terkenal dan mampu menghasilkan anak didik yang berkualitas, dan berbudaya sehingga mempunyai karakter yang unggul. Keunggulan tersebut mejadikan sekolah yang dimiliki Yayasan Dwijendra sebagai sekolah favorit, sehingga daya tampung sekolah sudah melebihi batas maksimal yang ditentukan sesuai dengan peraturan yang ada. Berdasarkan permasalahan yang ada, dengan mengumpulkan data, baik data primer maupun data sekunder serta analisis data yang ada dengan metode induktif yaitu penarikan kesimpulan umum dari data atau fakta-fakta yang diberikan atau yang ada, maka perlu dirancang Sekolah Menengah Atas (SMA) Dwijendra di Denpasar. Perancangan SMA Dwijendra di Denpasar dilakukan dengan konsep yang modern yag dipadukan dengan konsep budaya lokal sehingga memiliki ciri dan karakter tersendiri sebagai sebuah sekolah yang mampu membentuk karakter anak didik yang unggul dan berkualitas serta tetap mamu mempertahankan karakter budaya dan Agama Hindu yang adi luhur.
PENGEMBANGAN LEAN HERITAGE MANAGEMENT FRAMEWORK UNTUK TRANSFORMASI BERKELANJUTAN PERMUKIMAN TRADISIONAL BALI: STUDI KASUS DESA ADAT KESIMAN frysawiriantari; Frysa Wiriantari; Arya Bagus Mahadwijati Wijaatmaja
Jurnal Ilmiah Vastuwidya Vol. 9 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Vastuwidya
Publisher : Universitas Mahendradatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47532/9rk8bw56

Abstract

Permukiman tradisional Bali sebagai living heritage menghadapi tekanan transformasi akibat urbanisasi, perkembangan pariwisata, dan modernisasi yang mempengaruhi aspek fisik, sosial, dan budaya kawasan. Transformasi tersebut berpotensi menimbulkan berbagai bentuk pemborosan (waste) yang mengurangi nilai-nilai heritage apabila tidak dikelola secara sistematis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Lean Heritage Management Framework (LHMF) sebagai model pengelolaan transformasi permukiman tradisional Bali melalui integrasi prinsip Lean Management dan Heritage Management. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif dengan strategi studi kasus pada Desa Adat Kesiman, Kota Denpasar. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan Thematic Analysis dan Framework Synthesis. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga kategori pemborosan utama, yaitu Spatial Waste, Social Waste, dan Cultural Waste, yang memengaruhi keberlanjutan nilai heritage kawasan. Berdasarkan temuan tersebut dikembangkan LHMF yang terdiri atas komponen input, process, dan output, dengan strategi pengelolaan meliputi preserve, optimize, integrate, dan participate. Kebaruan penelitian terletak pada pengintegrasian konsep Lean Management ke dalam pengelolaan kawasan heritage melalui identifikasi waste sebagai dasar penyusunan strategi pelestarian dan transformasi berkelanjutan. Framework ini diharapkan menjadi model konseptual yang mendukung pengelolaan permukiman tradisional Bali secara adaptif tanpa menghilangkan nilai budaya, sosial, dan spasial yang menjadi identitas kawasan.