Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Potensi Pemanfaatan Asap Cair (Liquid Smoke) Menjadi Bio-Disinfectant dari Limbah Kayu Karet dan Kayu Akasia Afrah, Bazlina; Ihsan Riyadi, Muhammad; Cundari, Lia; Rizki, Fadhilah; Ramadhanty, Rizky Vasya; Oktarinasari, Eva
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 13 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v13i1.66832

Abstract

Bio-disinfectant dari asap cair adalah alternatif untuk menggantikan maraknya penggunaan disinfektan kimia yang menyebabkan efek terhadap kesehatan karena meninggalkan residu berbahaya. Asap cair dengan dua variasi bahan baku biomassa, yaitu limbah kayu karet dan kayu akasia merupakan subjek penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi asap cair dari variasi jenis biomassa sebagai bio-disinfectant secara eksperimental melalui pendekatan analisis karakteristik serta komposisi dari bio-disinfectant yang dihasilkan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Pengumpulan data dilakukan pada setiap alur tahapan penelitian, meliputi proses pirolisis, distilasi, dan adsorpsi dengan variasi bahan baku dan grade asap cair sebagai variabel penelitian. Analisis karakteristik yang dilakukan meliputi pH, viskositas, densitas, kadar asam, dan fenol. Hasil analisis karakteristik menunjukkan asap cair kayu karet grade 1 memenuhi standar asap cair Jepang dengan pH terendah 2,41 dan nilai asam tertinggi 0,19. Berdasarkan hasil uji karakteristik dan komposisi secara keseluruhan diketahui bahwa sampel asap cair berbahan baku kayu akasia grade 1 merupakan asap cair dengan kualitas terbaik yang berpotensi menjadi bio-disinfectant. Kayu akasia grade 1 memiliki pH 3,26, nilai asam 0,11, serta nilai viskositas kinematik sebesar 4,3248 cSt. Uji fenol dengan metode spektrofotometri menunjukkan bahwa asap cair kayu akasia merupakan sampel dengan nilai fenol tertinggi yaitu 2527,6 ppm. Komposisi komponen kimia pada asap cair kayu akasia grade 1 berdasarkan hasil uji GC-MS meliputi senyawa fenol, phosponic acid, dan carbamic acid yang berguna dalam proses disinfeksi mikroorganisme patogen.
Analysis of Liquid Smoke Grade Characteristics from Coconut Shells and Palm Kernel Shell Waste Through a Slow Pyrolysis Process Afrah, Bazlina Dawami; Riady, M. Ihsan; Payomthip, Panida; Ramadhanty, Rizky Vasya; Rizki, Fadhilah; Alfayyadh, Muhammad Luthfi
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol. 56 No. 4 (2024)
Publisher : Directorate for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2024.56.4.10

Abstract

This research was motivated by the abundance of biomass plantations in Indonesia. Accumulated biomass waste will cause environmental problems. Biomass processing can resolve this issue, by producing functionally and economically valuable products. The purpose of this research was to increase the value of biomass by processing it as liquid smoke through pyrolysis and then proceeding to the purification stage. The purification method applied in this research was a combination of distillation and adsorption processes using natural zeolite. The variables of this research were: two types of biomass, namely coconut shells and palm kernel shells, and liquid smoke grade variations. The analysis parameters were: pH, viscosity, density, acid content, and phenol analysis as well as GC-MS. The characteristics analysis results showed that all liquid smoke samples met the Japanese liquid smoke standard. Based on pH, acid, and phenol analysis, the liquid smoke from the coconut shells sample had better quality compared to the liquid smoke from palm kernel shells, namely with pH 2.36, acid content 0.26 mg/mL, and phenol 2,368.75 ppm. The GC-MS test results indicated that grade-1 liquid smoke from both samples contained antibacterial compounds, such as phosphonic acid, formic acid, and carbamic acid, which have the potential to inhibit bacterial growth.
MICROSTRUCTURAL EVOLUTION AND MECHANICAL PERFORMANCE OF SMAW DISSIMILAR WELDS BETWEEN ASTM A36 AND AISI 316 WITH E316-16 ELECTRODE AT DIFFERENT WELDING CURRENTS Nurhabibah Paramitha Eka Utami; Chandra, Hendri; Pratiwi, Diah Kusuma; Ellyanie, Ellyanie; Astuti, Astuti; Prastyanto, Wisnu Hafiz; Riady, Muhammad Ihsan; Santoso, Dyos; Saputra, M. A. Ade
Indonesian Journal of Engineering and Science Vol. 6 No. 3 (2025): Table of Contents: In progress
Publisher : Asosiasi Peneliti Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51630/ijes.v6i3.201

Abstract

This study investigates the effect of welding current on the microstructural evolution and mechanical performance of Shielded Metal Arc Welded (SMAW) dissimilar lap joints between ASTM A36 carbon steel and AISI 316 stainless steel using an E316-16 electrode. Welding was performed at three different currents, namely 60 A, 70 A, and 80 A, to evaluate their influence on microstructure, hardness distribution, and impact toughness. Microstructural characterization was conducted using optical microscopy to examine phase formation and grain morphology in the weld metal and heat-affected zone (HAZ). Mechanical properties were evaluated through Vickers hardness testing and Charpy impact testing. The results show that increasing welding current leads to higher heat input, promoting the formation of finer pearlite and acicular ferrite in the weld metal, along with an expansion of the HAZ. These microstructural changes resulted in increased hardness, with the highest average hardness value of 343.32 HV observed in the weld metal at 80 A. Impact test results indicated that higher welding currents enhanced impact toughness due to the interlocking morphology of acicular ferrite, which effectively retards crack propagation. However, localized grain coarsening was observed near the fusion boundary, particularly within the HAZ. Overall, a welding current of 80 A provided the most favorable combination of hardness and impact toughness, indicating its suitability for optimizing the mechanical performance of SMAW dissimilar welded joints between ASTM A36 and AISI 316.
Analisa Kinerja Stripper Dalam Penurunan Kandungan Ammonia Dalam Limbah Cair Pada Pengolahan Air Limbah Industri Petrokimia Dengan Simulasi ASPEN HYSYS Muhammad Ihsan Riady; Bazlina Dawami Afrah; Andyka Raihan Rahmanda; Intan Puspita Akhlaqul Qorimah; Muhammad Risky Anugrah; Rizqi Akbar Shean
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol. 11 No. 2 (2026): APRIL | INTEKA - Jurnal Inovasi Teknik Kimia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v11i2.15221

Abstract

Air limbah yang dihasilkan dari industri petrokimia berupa pupuk tersebut masih mengandung banyak kadar ammonia sehingga perlu dihilangkan terlebih dahulu sebelum di buang ke lingkungan. Baku mutu kadar ammonia dalam air limbah adalah 300 ppm. Ammonia Stripper pada IPAL berperan untuk melucuti ammonia dalam air limbah perlu di evaluasi untuk mengetahui kelayakan alat tersebut dan mengetahui pengaruh flowrate terhadap kinerja stripper. Hasil evaluasi menggunakan software ASPEN HYSYS menunjukkan bahwa kadar ammonia yang berhasil dilucuti dari air limbah sedikit lebih tinggi untuk data desain sekitar 296 ppm dibandingkan dengan data desain yaitu 2,7 ppm. Bila ditinjau dari kadar pH air limbah yang telah di proses ammonia stripper menunjukkan masih diatas baku mutu (7-8,5) yaitu 8,9-9,0. Efisiensi alat ammonia stripper berbanding lurus dengan flowrate steam per flowrate air limbah, Perbandingan antara flowrate steam dengan air limbah agar tetap berada di standar baku mutu adalah 0,385 m3 /ton. Data aktual yang lebih tinggi dibandingkan data desain menunjukkan bahwa Ammonia Stripper pada IPAL perlu dilakukan perawatan atau perbaikan agar kinerjanya data lebih mendekati data desain, namun alat tersebut masih dapat dikatakan layak untuk digunakan karena masih berada di dalam baku mutu, yaitu 296 ppm.