Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KUALITAS TIDUR DENGAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HEMODIALISA DI RUANG HEMODIALISA RUMAH SAKIT AMINAH TANGERANG A, Mahdalena; Daniel Hasibuan, Muhammad Taufik
Indonesian Trust Health Journal Vol 6 No 2 (2023): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v6i2.190

Abstract

Hemodialysis is a process of cleaning blood from accumulated metabolic waste intended for Chronic Kidney Disease patients. Hemodialysis therapy can cause disturbances in the quality of sleep and rest resulting in increased blood pressure. The aim of the study was to identify the relationship between sleep quality and blood pressure in hemodialysis patients. This research used the chi square test with a sample size of 42 people and a random sampling technique. The chi squqre test results obtained p = 0.037, because the p value < 0.05 it can be concluded that there is a relationship between sleep quality and blood pressure in hemodialysis patients. The results of this research can be used to improve the quality of health care services in providing education to patients and families about the importance of good quality sleep on blood pressure in patients undergoing hemodialysis therapy. Abstrak Hemodialisa merupakan proses pembersihan darah dari akumulasi sisa metabolisme yang diperuntukkan bagi pasien Chronic Kidney Disease. Terapi hemodialisa dapat menyebabkan gangguan kualitas tidur dan istirahat yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi hubungan kualitas tidur dengan tekanan darah pada pasien hemodialisa. Penelitian ini menggunakan uji chi squqre dengan jumlah sampel 42 orang dan tekhnik pengambilan sampel random sampling. Hasil uji chi squqre di dapatkan p = 0,037, karena nilai p < 0,05 maka dapat di simpulkan ada hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada pasien hemodialisa. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga tentang pentingnya kualitas tidur yang baik terhadap tekanan darah pada pasien yang menjalani terapi hemodialisa.
PENGARUH TERAPI KOMPLEMENTER (FISH OIL) TERHADAP INTENSITAS NYERI AKIBAT INFLAMASI PADA PASIEN RHEUMATOID ARTHRITIS DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT LARAS KABUPATEN SIMALUNGUN Batubara, Zulpadli; Daniel Hasibuan, Muhammad Taufik
Indonesian Trust Health Journal Vol 7 No 1 (2024): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v7i1.194

Abstract

Rheumatoid atritis (RA) is an autoimmune disease characterized by chronic and progressive systemic inflammation, where the joints are the main target. The prevalence of rheumatoid arthritis is found more in women than men with a ratio of 31 and can occur in all age groups. The purpose of this study was to determine the effect of complementary therapy (fish oil) on pain intensity caused by inflammation in rheumatoid arthritis patients at inpatient department of laras hospital simalungun regency. This type of research is quantitative with a design using quasy experiments and design using a one group pre and post test design approach. The population of this study was 52 people using purposive sampling technique, namely sampling based on certain considerations. In determining the sample, the researcher used the Slovin formula and obtained the results of 34 respondents as an experimental group conducted on June 25, 2023 to July 2, 2023. The results of this study include the characteristics of respondents, namely: age, gender, ethnicity, religion, education, occupation, marital status and length of suffering from rheumatoid arthritis which is carried out a significant test using the Wilcoxon test on the comparison of pain intensity before and after being given complementary therapy (fish oil). The results of the Wilcoxon test showed an effect, namely a p-value of 0.01 (p0.05). Thus it can be recommended as an alternative treatment to reduce the intensity of pain due to inflammation in patients with rheumotid arthritis using complementary therapy (fish oil).l Abstrak Rheumatoid Atritis (RA) adalah suatu penyakit autoimun yang di tandai oleh inflamasi sistemik kronik dan progresif, dimana sendi merupakan target utama. Pravelensi rheumatoid arthritis lebih banyak ditemukan pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki dengan rasio 31 dan dapat terjadi pada semua kelompok umur. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi komplementer (fish oil) terhadap intensitas nyeri akibat inflamasi pada pasien rheumatoid arthritis di ruang rawat inap rumah sakit laras kabupaten simalungun. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain menggunakan quasy eksperimen dan rancangan menggunakan pendekatan one group pre dan post test design. Populasi penelitian ini 52 orang dengan menggunakan tehnik purposive sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu. Penentuan sampel menggunakan rumus slovin dan didapatkan hasil 34 responden sebagai kelompok eksperimen yang dilakukan pada tanggal 25 juni 2023 sampai dengan 2 juli 2023. Hasil penelitian ini meliputi karakteristik responden yaitu : usia, jenis kelamin, suku, agama, pendidikan, pekerjaan, status perkawinan dan lama menderita rheumatoid arthritis yang dilakukan uji signifikan menggunakan uji Wilcoxon terhadap perbandingan intensitas nyeri sebelum dan sesudah diberikan terapi komplementer (fish oil). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh yaitu nilai p-value 0.01 (p0.05). Dengan demikian dapat direkomendasikan sebagai pengobatan alternative untuk penurunan intensitas nyeri akibat inflamasi pada pasien reumaotid arthritis dengan menggunakan terapi komplementer (fish Oil).
PENGARUH PERUBAHAN POSISI DALAM MENCEGAH DEKUBITUS PADA PASIEN YANG MENJALANI PERAWATAN DI RUMAH SAKIT AMINAH CILEDUG TANGERANG Kusumah, Adie Mulyadi Prawira; Daniel Hasibuan, Muhammad Taufik
Indonesian Trust Health Journal Vol 4 No 1 (2021): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v4i1.75

Abstract

Change of position is a position setting given to reduce friction on the skin so that it will reduce the chance of decubitus ulcers. This study aims to determine the effect of position changes in preventing pressure sores in patients undergoing treatment at Aminah Hospital Ciledug Tangerang. The population in this study were patients who were treated at Aminah Hospital Ciledug Tangerang and the sample studied was 44 people who were taken by using purposive sampling technique. The research method used is quasi-experimental, with a pre-test post-test with control group non randomization and data analysis using the Mann Whitney test. From the results of statistical tests using Mann Whitney, p value = 0.001, this indicates that there is an effect of changing position in preventing decubitus. The results of this study are expected to be input and can be applied by health workers (nurses) in providing nursing care to patients who experience prolonged bed rest, and it is recommended at least every 2 hours. Abstrak Perubahan posisi merupakan pengaturan posisi yang diberikan untuk mengurangi gaya gesek pada kulit sehingga akan menurunkan peluang terjadinya luka dekubitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan posisi dalam mencegah dekubitus pada pasien yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Aminah Ciledug Tangerang. Populasi didalam penelitian ini adalah pasien yang di rawat di Rumah Sakit Aminah Ciledug Tangerang dan sempel yang diteliti sebanyak 44 orang yang diambil dengan cara menggunakan teknik Purposive sampling. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi experiment, dengan desain pre-test post-test with control group non randomization dan analisa data menggunakan uji Mann Whitney. Dari hasil uji statistik dengan menggunakan Mann Whitney di dapatkan p value = 0.001, hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari perubahan posisi dalam mencegah decubitus. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan dan dapat diterapkan oleh petugas kesehatan (perawat) didalam pemberian asuhan keperawatan kepada pasien yang mengalami perawatan tirah baring yang lama, dan direkomendasikan minimal setiap 2 jam sekali.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI AUDIO MUROTTAL AL-QUR’AN TERHADAP PERUBAHAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN YANG DI RAWAT DI RUANGAN ICU RUMAH SAKIT AMINAH Sulistyowati, Yeni; Daniel Hasibuan, Muhammad Taufik
Indonesian Trust Health Journal Vol 4 No 2 (2021): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v4i2.82

Abstract

Murottal therapy is one type of music therapy that has a positive influence on listeners, where when someone listens to murottal therapy it will provide stimulation to the eardrum which will then be transmitted through the auditory nerve to the auditory cortex in the brain so that there will be a decrease in cortisol which can cause a relaxed feeling. and comfortable. This study aims to determine the effect of audio murottal al-qur'an relaxation therapy on the anxiety level of patients treated in the ICU. The research method used is quantitative research with quasi-experimental design and one group pretest posttest design and statistical test using Wicolxon test. The population studied were patients who were treated in the ICU room of Aminah Hospital and the sample studied was 38 people who were taken by using purposive sampling technique. The results of the study using the Wicolxon statistical test, obtained p value = 0.000 (p < = 0.05), it can be concluded that there is an effect of anxiety levels before and after giving murottal Al-Qu'an therapy to decrease anxiety levels. From the results of this study, it is hoped that all health workers in the ICU will continue to improve their performance and routinely provide Ar-Rahman letter therapy to patients who experience anxiety while being treated in the ICU. Abstrak Terapi murottal merupakan salah satu jenis terapi musik yang memiliki pengaruh positif pada pendengar, dimana saat seseorang mendengarkan terapi murottal maka akan memberikan rangsangan pada gendang telinga yang kemudian akan diteruskan melalui saraf pendengaran ke korteks pendengaran di otak sehingga akan terjadi penurunan kortisol yang dapat menimbulkan perasaan santai dan nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi audio murottal al-qur’an terhadap tingkat kecemaasan pasien yang di rawat di ruangan ICU. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu dan rancangan one group pretest posttest serta uji statistik menggunakan Uji Wicolxon. Populasi yang diteliti adalah pasien yang di rawat di ruangan ICU Rumah Sakit Aminah dan sampel yang diteliti sebanyak 38 orang yang diambil dengan cara menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian dengan menggunakan uji statistik wicolxon di dapatkan p value = 0.000 (p<α=0.05), maka dapat disimpulkan ada pengaruh tingkat kecemasan sebelum dan sesudah pemberikan terapi murottal Al-Qu'an terhadap penurunan tingkat kecemasan. Dari hasil penelitian ini diharapkan kepada semua petugas kesehatan yang ada di ruang ICU agar tetap meningkatkan kinerja dan rutin memberikan terapi surat Ar-Rahman kepada pasien yang mengalami kecemasan saat di rawat di ruang ICU.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KONTROL GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 YANG MENJALANI PERAWATAN DI RUMAH SAKIT AMINAH Anita, Eka; Daniel Hasibuan, Muhammad Taufik
Indonesian Trust Health Journal Vol 4 No 2 (2021): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v4i2.86

Abstract

Indonesia is the 7th country with the highest incidence of diabetes mellitus (DM) with 8.5 million. Data obtained at Aminah Hospital in 2020 from January to December there were 192 Type 2 DM patients being treated and 3659 patients receiving outpatient treatment. The family has a very important role in the health status of family members who suffer from chronic diseases such as diabetes mellitus. Family support can have a positive impact on compliance with care management in DM patients. The purpose of this study was to determine whether there was a relationship between family support and blood sugar control in type 2 DM patients undergoing treatment at Aminah Hospital. This research method uses descriptive correlation and the sample involved is 48 and to analyze the data using the chi square test. The results of this study showed that there was a significant relationship between family support and blood sugar control in type 2 DM patients with p = 0.000 or p <0.005. Family support is very important to influence blood sugar control and it is hoped that families always provide support to sick family members. Abstrak Indonesia merupakan negara dengan urutan ke 7 dengan kejadian diabetes melitus (DM) tertinggi yaitu dengan jumlah 8,5 juta. Data yang didapat di RS Aminah pada tahun 2020 dari bulan Januari sampai Desember terdapat 192 pasien DM Tipe 2 yang dirawat dan 3659 pasien yang berobat jalan. Keluarga memiliki peran yang sangat penting terhadap status kesehatan pada anggota keluarga yang mengidap penyakit kronis seperti diabetes mellitus. Dukungan keluarga dapat memberikan dampak positif terhadap kepatuhan manajemen perawatan pada pasien DM. Tujuan penelitian ini untuk melihat ada tidaknya hubungan dukungan keluarga dan kontrol gula darah pada pasien DM tipe 2 yang menjalani perawatan di rumah sakit aminah. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif korelasi dan sampel yang terlibat sebanyak 48 serta untuk menganalisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian ini menunjukan ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kontrol gula darah pasien DM tipe 2 dengan nilai p = 0,000 atau p<0,005. Dukungan keluarga sangat penting untuk mempengaruhi kontrol gula darah dan diharapkan keluarga selalu memberikan dukungan kepada anggota keluarga yang sakit.
HUBUNGAN KEPATUHAN PEMBATASAN CAIRAN TERHADAP TERJADINYA EDEMA POST HEMODIALISA PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUMAH SAKIT AMINAH KOTA TANGERANG Suparmo, Slamet; Daniel Hasibuan, Muhammad Taufik
Indonesian Trust Health Journal Vol 4 No 2 (2021): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v4i2.88

Abstract

Adherence is defined as the degree to which the patient carries out the treatment and behavior recommended by the doctor or others, in achieving the goals. IDWG is an increase in fluid volume with an increase in body weight as a basis for knowing the amount of fluid that enters during the interdialytic period, Edema is an excessive accumulation of fluid between body cells or in various body cavities. This study aims to identify the relationship between adherence to fluid restriction and the occurrence of post HD edema in CKD patients at Aminah Hospital Tangerang City in 2021, there were 68 people and post HD patients participated in this study using the Random Sampling technique. Researchers collected data using instruments. The post HD fluid restriction compliance instrument used in this study was a standardized questionnaire based on the Morisky compliance questionnaire (MMAS), while for the edema instrument in patients with chronic kidney failure the researcher used observational techniques, namely body weight measurement using a weight scale measuring instrument and using data patient medical record. Statistical test using Spearman Rank statistical test. Based on the results of the study obtained with a p value = 0.000 or <0.05, it can be concluded that there is a significant relationship between fluid restriction adherence to the occurrence of Post Hemodialysis Edema with a value of r = 935. Abstrak Kepatuhan didefinisikan sebagai tingkat penderita melaksanakan cara pengobatan dan perilaku yang disarankan oleh dokter atau yang lain, dalam mencapai tujuan. IDWG adalah peningkatan volume cairan dengan peningkatan berat badan sebagai dasar mengetahui jumlah cairan yang masuk selama periode interdialitik, Edema adalah penimbunan cairan secara berlebihan di antara sel-sel tubuh atau di dalam berbagai rongga tubuh. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi Hubungan Kepatuhan Pembatasan Cairan Terhadap Terjadinya Edema Post HD Pasien GGK di Rumah Sakit Aminah Kota Tangerang Tahun 2021, terdapat 68 orang dan pasien post HD berpartisipasi dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik Random Sampling. Peneliti melakukan pengumpulan data menggunakan Instrumen. Untuk Instrumen kepatuhan pembatasan cairan post HD yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner baku berdasarkan kuisioner kepatuhan morisky (MMAS), sedangkan untuk instrument edema pada pasien gagal ginjal kronik peneliti menggunakan tehnik observasi, yaitu pengukuran berat badan menggunakan alat ukur timbangan berat badan serta menggunakan data rekam medis pasien. Uji statistik menggunakan uji statistik Spearman Rank. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan dengan nilai p= 0,000 atau <0,05 maka dapat disimpulkan terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan pembatasan cairan terhadap terjadinya Edema Post Hemodialisa dengan nilai r = 935.
PENGARUH TERAPI BERMAIN JENGA TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (4-6 TAHUN) AKIBAT HOSPITALISASI DI MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL Tamara, Livia; Daniel Hasibuan, Muhammad Taufik
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 1 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v1i1.127

Abstract

Hospitalization is a process that plans or emergency requires the child to stay in the hospital, to undergo therapy and treatment until his return home. Hospitalization has a psychological impact in several ways, such as depression, stress, fear and experiencing anxiety. One of the recommended interventions is the provision of jenga play therapy. The purpose of this study aims to find out the effect of jenga play therapy on decreasing anxiety in preschool-aged children (4-6 years) due to hospitalization at Murni Teguh Memorial Hospital. This type of research is quasy experimental with the design "One group pre test – Post test". The total sample in the study was 30 preschool-age children using the total sampling technique. Data collection is done before and after play therapy using Spance Children Anxiety Scale (SCAS) instrument and analyzed with the Wilcoxon signed rank test. The results of this study showed that there is an effect of jenga play therapy on decreased anxiety in preschool-aged children as seen from the results of wilcoxon's analysis signed rank test with a value of Z = -4,381 showed the significance of p value = 0.001 (p<0.05). There is an effect of jenga play therapy on decreased anxiety in preschool-aged children (4-6 years) due to hospitalization at Murni Teguh Memorial Hospital. Abstrak Hospitalisasi adalah suatu proses yang berencana atau darurat mengharuskan anak tinggal di rumah sakit, untuk menjalani terapi dan perawatan hingga pemulangannya kerumah. Hospitalisasi secara psikologis berdampak dalam beberapa hal yaitu depresi, stres, takut dan mengalami kecemasan. Salah satu intervensi yang dianjurkan adalah pemberian terapi bermain jenga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi bermain jenga terhadap penurunan kecemasan pada anak usia prasekolah (4-6 tahun) akibat hospitalisasi di Murni Teguh Memorial Hospital. Jenis penelitian adalah quasy eksperimen dengan rancangan “One group pre test – Post test”. Total sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 anak usia prasekolah dengan menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan sebelum dan sesudah terapi bermain menggunakan instrumen Spance Children Anxiety Scale (SCAS) dan dianalisis dengan uji Wilcoxon signed rank test. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya pengaruh terapi bermain jenga terhadap penurunan kecemasan pada anak usia prasekolah yang dilihat dari hasil analisa Wilcoxon signed rank test dengan nilai Z = -4,381 menunjukkan signifikansi p value =0.001 (p<0,05). Terdapat pengaruh pemberian terapi bermain jenga terhadap penurunan kecemasan pada anak usia prasekolah (4-6 tahun) akibat hospitalisasi di Murni Teguh Memorial Hospital.
HUBUNGAN KONSUMSI ALKOHOL DENGAN WAKTU PULIH SADAR PADA PASIEN PASCA GENERAL ANESTESI DI INSTALASI BEDAH MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL MEDAN Tanjung, Asril Jonbriko; Daniel Hasibuan, Muhammad Taufik
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 3 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v1i3.167

Abstract

Anesthesia cannot be separated from surgery and other painful medical procedures. Postanesthesia is a critical period, which begins immediately after surgery and anesthesia is ended until recovering from the effects of anesthesia. One of the factors that can interfere with the patient's conscious recovery time is because the patient consumes alcohol. Alcohol as a psychoactive substance is a group of substances that act selectively, especially on the brain, which can cause changes in a person's behavior, emotions, cognition, perception, and awareness. This study aims to determine the relationship between alcohol consumption and recovery time in post-general anesthesia patients at Murni Teguh Memorial Hospital Medan. This research method uses a correlative descriptive method with a cross sectional approach at the surgical unit of Murni Teguh Memorial Hospital Medan. The population is 150 people and the sample is 80 people. This analysis used the Spearman test. The result of this research is that there is a significant relationship between alcohol consumption and recovery time, where there is a significant value <0.01 level (2-tailed). It was concluded that there was a significant correlation between alcohol consumption and recovery time. Patient education before performing General Anesthesia to determine the patient's history of alcohol consumption. It is recommended for health workers, especially anesthesiologists and anesthesiologists at Murni Teguh Memorial Hospital, to be more detailed in educating patients in the Pre-Op room, for the sake of patient safety on the operating table. Abstrak Anestesi tidak dapat dipisahkan dari pembedahan dan berbagai prosedur medis lain yang menimbulkan rasa sakit. Pasca anestesi merupakan periode kritis, yang segera dimulai setelah pembedahan dan anestesi diakhiri sampai pulih dari pengaruh anestesi. Salah satu faktor yang dapat mengganggu waktu pulih sadar pada pasien karena pasien mengonsumsi alkohol. Alkohol sebagai zat psikoatif merupakan golongan zat yang bekerja secara selektif, terutama pada otak, yang dapat menimbulkan perubahan pada perilaku, emosi, kognitif, persepsi, dan kesadaran seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi alkohol dengan waktu pulih sadar pada pasien pasca general anestesi. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang dilakukan Anestesi General di instalasi bedah Murni Teguh Memorial Hospital Medan yaitu sebanyak 150 orang dan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 80 orang. Instumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dan lembar observasi dengan metodek analisa uji rank Spearman Spearman Rho. Hasil penelitian adalah terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi alkohol dengan waktu pulih sadar, dimana terdapat nilai significant < 0.01 level (2-tailed). Maka disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara konsumsi alkohol dengan waktu pulih sadar. Edukasi pasien sebelum dilakukan tindakan Anestesi General untuk mengetahui riwayat konsumsi alkohol pasien. Disarankan bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat anestesi maupun penata anestesi Murni Teguh Memorial Hospital lebih detail lagi dalam edukasi pasien di ruangan Pre-Op, demi keselamatan pasien di meja operasi.
HUBUNGAN RESPONSE TIME DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI INSTALASI GAWAT DARURAT MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL MEDAN Lumban Gaol, Ramot Reynaldi; Hasibuan, Muhammad Taufik Daniel
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 2 No 1 (2024): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v2i1.221

Abstract

Pelayanan pasien gawat darurat merupakan pelayanan yang memerlukan tindakan segera, yaitu cepat, tepat serta cermat untuk mencegah kematian dan kecacatan. Salah satu indikator mutu di IGD adalah waktu tanggap (response time). Penanganan yang lambat akan membuat pasien merasa tidak puas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan response time dengan tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini adalah penelitian studi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di IGD Murni Teguh Memorial Hospital Medan. Jumlah populasi sebanyak 1.174 orang dan sampel diperoleh sebanyak 92 orang. Penarikan sampel dengan cara accidental sampling. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rho dengan tingkat kepercayaan 95% (a=0,05). Hasil penelitian memaparkan bahwa Response time di Instalasi Gawat Darurat Murni Teguh Memorial Hospital dalam kategori ≤5 menit (54,2%). Kepuasan pasien dalam kategori puas (46,7%). Response time berhubungan dengan kepuasan pasien di Instalasi Gawat Darurat Murni Teguh Memorial Hospital tahun 2022, p=0,000 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa Response time berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien. Disarankan pimpinan IGD Murni Teguh Memorial Hospital untuk membuat Pelatihan BTCLS yang harus diikuti oleh seluruh perawat IGD, sehingga mampu memberikan response time yang berdampak terhadap peningkatan kepuasan pasien.
Study Fenomenologi Tentang Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perawat Terhadap Keberhasilan Pemasangan Intravena Fluid Drip Di Instalasi Gawat Darurat Murni Teguh Memorial Hospital Nainggolan, Hanna Bulan; Hasibuan, Muhammad Taufik Daniel
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 2 No 2 (2024): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v2i2.245

Abstract

Infusion is often called intravenous fluid drip, which is a route for fluid entry through veins. Intravenous fluid drip therapy is an action of administering fluids into the body which functions to replace lost body fluids and correct fluid imbalances in the body. The purpose of this research to find out in depth about the factors that influence nurses on the success of intravenous fluid drip installation in the emergency department of a pure steadfast memorial hospital. This research methods is a qualitative research with a phenomenological study approach. Data collection techniques used in this study were observation, interviews, recording and documentation. The sample used in this study used a purposive sampling technique and was snowball sampling. Participants in this study were 7 nurses who worked in the emergency department at Murni Teguh Memorial Hospital. The results of this research get 3 themes, namely: (1) Knowledge of nurses about intravenous fluid drip, (2) Barriers or obstacles in the installation of intravenous fluid drip, (3) Strategies in overcoming obstacles or obstacles to the installation of intravenous fluid drip, (4) Tips or a trick so that the intravenous fluid drip installation is successful and does not experience repeated punctures. The conclusion of this research is (1) Nurses who work in the Emergency Room are able to explain about intravenous fluid drip well, (2) Nurses know the obstacles or obstacles they often experience when installing intravenous fluid drip, (3) Nurses know what strategies they must do in overcoming obstacles or obstacles that nurses often experience in intravenous fluid drip installation to be successful, (4) Nurses realize that repeated stabbing in intravenous fluid drip installation can lead to complications, so they know anything tips or tricks so that intravenous fluid drip installation is successful and does not experience repeated punctures. Abstrak Infus sering disebut juga dengan Intravena Fluid Drip (IVFD), yang merupakan jalur masuknya cairan melalui pembuluh darah vena. Terapi Intravena Fluid Drip merupakan suatu tindakan dalam pemberian cairan ke dalam tubuh yang berfungsi untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang serta memperbaiki ketidakseimbangan cairan di dalam tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui secara mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perawat terhadap keberhasilan pemasangan intravena fluid drip di Instalasi Gawat Darurat Murni Teguh Memorial Hospital. Metode penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, rekaman dan dokumentasi. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan bersifat snowball sampling. Partisipan dalam penelitian berjumlah 7 orang perawat yang bekerja di Instalasi Gawat Darurat Murni Teguh Memorial Hospital. Hasil penelitian ini mendapatkan 4 tema yaitu: (1) Pengetahuan perawat tentang intravena fluid drip, (2) Hambatan atau kendala dalam pemasangan intravena fluid drip, (3) Strategi dalam mengatasi hambatan atau kendala pemasangan intravena fluid drip, (4) Tips atau trik agar pemasangan intravena fluid drip berhasil dan tidak mengalami tusukan berulang. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah (1) Perawat yang bekerja di Instalasi Gawat Darurat mampu menjelaskan tentang intravena fluid drip dengan baik (2) Perawat mengetahui hambatan atau kendala yang sering mereka alami pada saat pemasangan intravena fluid drip, (3) Perawat mengetahui bagaimana strategi yang mereka harus lakukan dalam mengatasi hambatan atau kendala yang sering dialami perawat dalam pemasangan intravena fluid drip agar berhasil, (4) Perawat menyadari bahwa penusukan berulang dalam pemasangan intravena fluid drip itu dapat mengakibatkan komplikasi, sehingga mereka mengetahui apa-apa saja tips atau trik agar pemasangan intravena fluid drip berhasil dan tidak mengalami tusukan berulang.