Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KONSUMSI ALKOHOL DENGAN WAKTU PULIH SADAR PADA PASIEN PASCA GENERAL ANESTESI DI INSTALASI BEDAH MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL MEDAN Asril Jonbriko Tanjung; Muhammad Taufik Daniel Hasibuan
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 3 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : STIKes Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anesthesia cannot be separated from surgery and other painful medical procedures. Postanesthesia is a critical period, which begins immediately after surgery and anesthesia is ended until recovering from the effects of anesthesia. One of the factors that can interfere with the patient's conscious recovery time is because the patient consumes alcohol. Alcohol as a psychoactive substance is a group of substances that act selectively, especially on the brain, which can cause changes in a person's behavior, emotions, cognition, perception, and awareness. This study aims to determine the relationship between alcohol consumption and recovery time in post-general anesthesia patients at Murni Teguh Memorial Hospital Medan. This research method uses a correlative descriptive method with a cross sectional approach at the surgical unit of Murni Teguh Memorial Hospital Medan. The population is 150 people and the sample is 80 people. This analysis used the Spearman test. The result of this research is that there is a significant relationship between alcohol consumption and recovery time, where there is a significant value <0.01 level (2-tailed). It was concluded that there was a significant correlation between alcohol consumption and recovery time. Patient education before performing General Anesthesia to determine the patient's history of alcohol consumption. It is recommended for health workers, especially anesthesiologists and anesthesiologists at Murni Teguh Memorial Hospital, to be more detailed in educating patients in the Pre-Op room, for the sake of patient safety on the operating table. Abstrak Anestesi tidak dapat dipisahkan dari pembedahan dan berbagai prosedur medis lain yang menimbulkan rasa sakit. Pasca anestesi merupakan periode kritis, yang segera dimulai setelah pembedahan dan anestesi diakhiri sampai pulih dari pengaruh anestesi. Salah satu faktor yang dapat mengganggu waktu pulih sadar pada pasien karena pasien mengonsumsi alkohol. Alkohol sebagai zat psikoatif merupakan golongan zat yang bekerja secara selektif, terutama pada otak, yang dapat menimbulkan perubahan pada perilaku, emosi, kognitif, persepsi, dan kesadaran seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi alkohol dengan waktu pulih sadar pada pasien pasca general anestesi. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang dilakukan Anestesi General di instalasi bedah Murni Teguh Memorial Hospital Medan yaitu sebanyak 150 orang dan teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 80 orang. Instumen yang digunakan adalah lembar kuesioner dan lembar observasi dengan metodek analisa uji rank Spearman Spearman Rho. Hasil penelitian adalah terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi alkohol dengan waktu pulih sadar, dimana terdapat nilai significant < 0.01 level (2-tailed). Maka disimpulkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara konsumsi alkohol dengan waktu pulih sadar. Edukasi pasien sebelum dilakukan tindakan Anestesi General untuk mengetahui riwayat konsumsi alkohol pasien. Disarankan bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat anestesi maupun penata anestesi Murni Teguh Memorial Hospital lebih detail lagi dalam edukasi pasien di ruangan Pre-Op, demi keselamatan pasien di meja operasi.
GAMBARAN KECEMASAN PADA PASIEN GAGAL JANTUNG KONGESTIF YANG MENJALANI RAWAT INAP DI MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL Muhammad Taufik Daniel Hasibuan
Indonesian Trust Health Journal Vol 1 No 1 (2018): Penelitian
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v1i1.8

Abstract

Heart failure is still a world problem due to high rates of morbidity, mortality, hospitalization, and disability. Provision of repeated treatments and long treatment can cause psychological disorders that trigger negative emotions such as anxiety. Patients with heart disease who experience psychosocial problems will be slower healing process, heavier physical symptoms experienced and longer healing process illness. This study aims to look at anxiety features in patients with congestive heart failure in a purely unyielding memorial hospital. This research type is quantitative with descriptive design. The sample used in this study amounted to 144 people and the sampling technique using non-random sampling method with accidental sampling. Data collection using HADS-A questionnaire, and data analysis used using frequency distribution and percentage. The results of the study showed that the anxiety level in patients with congestive heart failure was severe category: 53 (36.8%), moderate category: 69 (47.9%), mild category: 22 (15.3%). Provision of nursing intervention is necessary to overcome anxiety disorders, but still need the cooperation between health workers to improve better care for patients with congestive heart failur. Abstrak Gagal jantung menjadi permasalahan dunia karena tingginya angka morbiditas, mortalitas, hospitalisasi, dan disabilitas. Pemberian rawatan berulang dan pengobatan yang lama dapat menyebabkan gangguan psikologis yang memicu adanya emosi negatif seperti kecemasan. Pasien dengan penyakit jantung yang mengalami masalah psikososial akan lebih lambat proses penyembuhannya, lebih berat gejala fisik yang dialaminya dan lebih lama proses penyembuhan penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kecemasan pada pasien gagal jantung kongestif di murni teguh memorial hospital. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan design deskriptif. Sampel yang dipakai dalam penelitian ini berjumlah 144 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan metode non random sampling dengan accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner HADS-A, serta analisa data yang digunakan memakai distribusi frekuensi dan persentase. Dari hasil penelitian didapatkan nilai kecemasan pada pasien gagal jantung kongestif adalah kategori berat : 53 (36.8%), kategori sedang : 69 (47.9%), kategori ringan : 22 (15.3%). Pemberian intervensi keperawatan sangat diperlukan untuk mengatasi gangguan kecemasan, namun tetap perlu adanya kerjasama antara petugas kesehatan untuk meningkatkan asuhan yang lebih baik terhadap pasien gagal jantung kongestif.
HUBUNGAN STRES BELAJAR DENGAN MOTIVASI BELAJAR PADA MAHASISWA YANG MENJALANI PENDIDIKAN DI SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MURNI TEGUH Muhammad Taufik Daniel Hasibuan
Indonesian Trust Health Journal Vol 2 No 1 (2019): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v2i1.24

Abstract

Education is a process of learning from a knowledge, skills, attitudes and social behavior, which in undergoing the process must go through various stages to help achieve a goal. Students are expected to be able to go through all the learning processes in the education environment and this is related to learning stress which will ultimately affect learning motivation. This study aims to look at the relationship of learning stress with learning motivation in students undergoing education at STIKes Murni Teguh. This type of research uses cross sectional design and the sample used in this study amounted to 76 people, and simple random sampling is used as a sampling technique in the population. Research data collection using the SLSI questionnaire and learning motivation instruments, and analysis of the data used using the Spearman test. From the correlation test results obtained a significant relationship of (0,000) and Correlation Coefficient of (0.713), it can be concluded that stress learning has a relationship with student learning motivation. High learning motivation will make students study diligently and eventually will be realized in academic achievement. Efforts should be made to overcome the stress of learning and student motivation in undergoing the educational process to produce optimal learning. Pendidikan merupakan sebuah proses pembelajaran dari sebuah pengetahuan, keterampilan, sikap dan perilaku sosial, dimana dalam menjalani proses tersebut harus melewati berbagai tahapan untuk membantu tercapainya sebuah tujuan. Mahasiswa diharapkan dapat menjalani semua proses pembelajaran dilingkungan pendidikan dan ini berkaitan dengan stres belajar yang pada akhirnya akan mempengaruhi motivasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan stres belajar dengan motivasi belajar pada mahasiswa yang menjalani pendidikan di STIKes Murni Teguh. Jenis penelitan ini menggunakan cross sectional design dan sampel yang dipakai dalam penelitian ini berjumlah 76 orang, serta simple random sampling dipakai sebagai teknik pengambilan sampel pada populasi. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner SLSI dan instrumen motivasi belajar, serta analisa data yang digunakan memakai uji Spearman. Dari hasil uji korelasi didapatkan hubungan yang signifikan sebesar (0.000) dan nilai Correlation Coefficient sebesar (0.713), maka dapat disimpulkan bahwa stres belajar memiliki hubungan dengan motivasi belajar mahasiswa. Motivasi belajar yang tinggi akan membuat mahasiswa belajar dengan tekun dan pada akhirnya akan terwujud dalam prestasi akademik. Perlu dilakukan upaya untuk mengatasi stres belajar dan motivasi belajar mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan untuk menghasilkan pembelajaran yang optimal.
PENGARUH RANGE OF MOTION TERHADAP KEKUATAN OTOT PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DI RUMAH SAKIT UMUM HKBP BALIGE Rika Elvriede Hutahaean; Muhammad Taufik Daniel Hasibuan
Indonesian Trust Health Journal Vol 3 No 1 (2020): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v3i1.48

Abstract

Ischemic stroke is a disruption of blood supply to the brain which results in stoppage of blood flow and blood clots that cause atherosclerosis. Ischemic stroke patients can be given training or therapy to help maintain or increase muscle strength with range of motion. Range of motion is usually given during the recovery period or when the patient's condition has improved with a frequency of twice a day in 10-15 minutes. This study aims to determine the effect of range of motion on muscle strength in Balige HKBP General Hospital. This type of research uses one group pretest-posttest and the sample used in this study amounted to 30 people, and the total sampling used in sampling techniques in the population. Data collection was carried out by questionnaire, observation and interview as well as data testing which was carried out using the Wilcoxon test. From the test results obtained a significant effect of 0,000. That is, there are differences in muscle strength before and after given the range of Motion. This proves that Range of Motion affects the increase in respondent's limb muscle strength. The hospital is expected to make an SPO in the handling of rehabilitation of ischemic stroke patients to maintain and increase muscle strength. Abstrak Penyakit stroke iskemik merupakan terganggunya pasokan darah ke otak yang mengakibatkan berhentinya aliran darah dan terjadi pembekuan darah sehingga menyebabkan aterosklerosis. Pasien stroke iskemik dapat diberikan latihan atau terapi untuk membantu mempertahankan atau meningkatkan kekuatan otot yaitu dengan range of motion. Range of motion biasanya diberikan pada masa pemulihan atau pada saat kondisi pasien sudah membaik dengan frekuensi dua kali sehari dalam waktu 10-15 menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh range of motion terhadap kekuatan otot di RSU HKBP Balige. Jenis penelitian ini menggunakan one group pretest-postest dan sampel yang dipakai dalam penelitian ini berjumlah 30 orang, serta total sampling dipakai dalam teknik pengambilan sampel pada populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan kusioner, observasi dan wawancara serta uji data yag dilakukan dengan uji Wilcoxon. Dari hasil uji didapatkan pengaruh yang signifikan sebesar 0.000. Artinya, terdapat perbedaan kekuatan otot sebelum dan sesudah diberikan range of Motion. Hal ini membuktikan bahwa Range of Motion berpengaruh pada peningkatan kekuatan otot ekstremitas responden. Rumah Sakit diharapkan membuat suatu SPO dalam penanganan rehabilitasi pasien stroke iskemik untuk mempertahankan dan meningkatkan kekuatan otot.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA USIA SUBUR DALAM MELAKUKAN DETEKSI DINI KANKER SERVIK Ryta Lumban Batu; Yovieta Novelarani Tarigan; Oktavia Oktavia; Nurul Aswar Fadilla Daulay; Tuti Handayani Lubis; Laurena Ginting; Harsudianto Silaen; Muhammad Taufik Daniel Hasibuan
Indonesian Trust Health Journal Vol 3 No 2 (2020): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v3i2.64

Abstract

Cancer is the second leading cause of death globally and 70% of cancers occur in low- and middle-income countries. incidence rate of 17 per 100,000 women, new cases found 13.0% with a death rate of 10.3% per year of all cancer cases in women in the world. Cervical cancer is caused by Human Papillomavirus (HPV) infection. HPV is a viral infection that attacks the reproductive tract. It takes 15 to 20 years for cervical cancer to develop in women with normal immune systems. IVA is an alternative screening examination to the pap smear because it is cheap, practical, very easy to do and simple equipment and can be done by health workers other than gynecologists. The IVA test was carried out by preparing 5% acetic acid and made on a cotton swap then a cotton swap was applied to the cervix and interpreted after 1 minute under bright light. The test is said to be positive if a white area is visible on the cervix. confusion about the importance of examinations, fear of the reality of the results faced, fear of feeling sick at the examination that will be faced, feeling reluctant to be examined by a male doctor or midwife and lack of family support, especially husbands. This research was conducted with a descriptive analytic research type with a cross sectional approach. The sample in this study were women of childbearing age aged 20-65 years. = 0.032 where p value> 0.05. with good knowledge of WUS, the desire to do early detection is also there as well as the attitude, if the attitude of WUS is positive, then do an IVA test. Therefore, knowledge and positive attitudes are very important for women women so that it will increase awareness and interest in women in early detection of cervical cancer. Women of reproductive age should get a lot of information about early detection and the role of health workers and their families is very important to be able to provide information and support for women of childbearing age to carry out early detection of cervical cancer. Abstrak Kanker merupakan penyebab kematian tertinggi kedua secara global dan 70% kanker terjadi di negara-negara yang memiliki penghasilan rendah dan menegah. incidence rate 17 per 100.000 perempuan, kasus baru yang ditemukan 13,0% dengan jumlah kematian 10,3% per tahun dari seluruh kasus kanker pada perempuan di dunia. kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papilomavirus (HPV). HPV merupakan infeksi virus yang menyerang saluran reproduksi. Dibutuhkan 15 hingga 20 tahun untuk kanker serviks untuk berkembang pada wanita dengan sistem kekebalan normal. IVA merupakan pemeriksaan skrining alternatif dari pap smear karena murah, praktis, sangat mudah untuk dilakukan dan peralatan sederhana serta dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan selain dokter ginekologi. Pemeriksaan IVA tes dilakukan dengan menyiapkan Asam asetat 5% dan dibuat pada cotton swap kemudian cotton swap dioleskan pada serviks dan diinterpretasikan setelah 1 menit di bawah cahaya terang. Tes dikatakan positif jika area putih terlihat pada serviks. keraguang akan pentingnya pemeriksaan, takut terhadap kenyataan akan hasil yang dihadapi, ketakukatan merasa sakit pada pemeriksaan yang akan dihadapi, rasa segan diperiksa dokter pria atau pun bidan dan kurangnya dukungan keluarga terutama suami. Penelitian ini dilakukan dengan Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian adalah wanita usia subur yang berusia 20-65 tahun Pengetahuan wanita usia subur ada hubungan dalam melakukan deteksi dini kanker serviks dengan IVA Tes dengan nilai p = 0.000 dimana nilai p > 0.05 dan adanya hubungan Sikap dengan deteksi dini kanker serviks dengan nilai p=0.032 dimana nilai p>0.05. dengan baikya pengetahuan WUS maka keinginan untuk melakukan deteksi dini juga ada begitu juga dengan sikap, jika sikap WUS positif maka melakukan pemeriksaan IVA tes. Oleh sebab itu pengetahuan dan sikap positif sangat penting dimiliki oleh WUS sehingga akan meningkatkan kesadaran dan minat wus dalam melakukan deteksi dini kanker serviks. Wanita Usia Subur harus mendapatkan banyak informasi tentang dekteksi dini dan peran petugas kesehatan dan juga keluarga sangat penting untuk dapat memberikan informasi dan dukungan bagi wanita usia subur untuk melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker servik.
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI AKADEMIK PADA MAHASISWA YANG MENJALANI PEMBELAJARAN DARING SELAMA PANDEMI COVID-19 Muhammad Taufik Daniel Hasibuan; Hendry Kiswanto Mendrofa; Harsudianto Silaen; Yusrial Tarihoran
Indonesian Trust Health Journal Vol 3 No 2 (2020): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v3i2.65

Abstract

Education is currently experiencing challenges as a result of the Covid-19 pandemic, so the government has issued a study from home policy using online methods to reduce the spread of the virus. During the pandemic there was a change in the learning environment and this required adaptation and had an impact on students. The learning environment has an influence on learning motivation and ultimately will affect academic achievement. This study aims to look at the relationship between learning motivation and academic achievement in students who undergo online learning during the Covid-19 pandemic. This type of research is quantitative using a cross sectional design and the sample used in this study amounted to 85 people, and simple random sampling was used as a sampling technique for the population. Collecting research data using a questionnaire distributed via google form to facilitate access during a pandemic, and data analysis used using the Spearman test. From the results of the correlation test, it was found that there was no significant relationship between learning motivation and academic achievement in students who underwent online learning during the Covid-19 pandemic, p = 0.288. Academic achievement cannot be influenced by motivation alone, but from several supporting factors behind it. Efforts should be made to improve the quality of learning during the Covid-19 pandemic. Abstrak Pendidikan saat ini tengah mengalami tantangan sebagai dampak pandemi Covid-19, sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan belajar dari rumah dengan menggunakan metode daring untuk menekan laju penyebaran virus. Pada masa pandemi terjadi perubahan lingkungan belajar dan hal ini membutuhkan adaptasi serta menimbulkan dampak bagi mahasiswa. Lingkungan belajar memiliki pengaruh terhadap motivasi belajar dan akhirnya akan mempengaruhi terhadap prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan motivasi belajar terhadap prestasi akademik pada mahasiswa yang menjalani pembelajaran daring selama pandemi covid-19. Jenis penelitan ini kuantitatif dengan menggunakan cross sectional design dan sampel yang dipakai dalam penelitian ini berjumlah 85 orang, serta simple random sampling dipakai sebagai teknik pengambilan sampel pada populasi. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner yang dibagikan melalui google form untuk mempermudah akses selama pandemi, serta analisa data yang digunakan memakai uji Spearman. Dari hasil uji korelasi didapatkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar terhadap prestasi akademik pada mahasiswa yang menjalani pembelajaran daring selama pandemi covid-19, p=0.288. Prestasi akademik tidak dapat dipengaruhi oleh motivasi saja, melainkan dari beberapa faktor pendukung yang melatar belakanginya. Perlu dilakukan upaya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran selama pandemi Covid-19.
PENGARUH EDUKASI PEMBATASAN CAIRAN TERHADAP PENCAPIAN DRY WEIGHT PADA PASIEN HEMODIALISIS Ramadhani; Silaen, Harsudianto; Tarihoran, Yusrial; Hasibuan, Muhammad Taufik Daniel
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 3 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v3i2.975

Abstract

Fluid status in patients with renal failure can determine fluid adequacy and subsequent fluid therapy. Dry weight is weight without excess fluid formed after the dialysis action or the lowest weight that is safe to reach the patient after dialysis. The purpose of this study was to determine the effect education about fluid restriction on dry weight pre intra and post hemodialysis ignition at Murni Teguh Memorial Hospital. Progressive and irreversible impairment of renal function in which the body's ability to fail to maintain metabolism and fluid and electrolyte balance, causing uremia (retention of urea and other nitrogenous waste in the blood) which can cause chronic kidney failure.  The design of this research is quasi-experiment without control pre and post-test design. Sampling in this study were patients undergoing regular hemodialysis, totaling 58 people, using purposive sampling technique. The results of the study obtained the effect of education about fluid restriction on dry weight ignition in regular hemodialysis patients at Murni Teguh Memorial Hospital Medan obtained p-value 0.007<0.05. It is recommended that nurses increase the frequency of health education about the fluid needs of hemodialysis patients and problems that arise during hemodialysis, and improve their skills in determining the right dry weight. 
Pengaruh Senam Kaki Terhadap Peningkatan Perfusi Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Murni Teguh Tuban Bali Fatmosari, Sri Dwi; Hasibuan, Muhammad Taufik Daniel
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10554

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit dengan tingginya kadar glukosa di dalam darah, yang sering ditandai dengan terjadinya hiperglikemia. Kondisi hiperglikemi menyebabkan komplikasi perifer sehingga menimbulkan gangguan perfusi perifer. Meminimalkan gangguan tersebut dapat diberikan senam kaki. Tujuan untuk mengetahui Pengaruh Senam Kaki Terhadap Peningkatan Perfusi Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Murni Teguh Tuban Bali. Metode penelitian ini menggunakan desaian quasi experimental dengan rancangan pre-post test control grup design. Teknik sampling menggunakan total sampling sebanyak 24 responden, dimana kelompok tersebut terdiri dari kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan dengan pemeriksaan vaskuler dopler. Data dianalisis dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukan hasil pada kelompok intervensi dengan perfusi kaki sebelum dilakukan senam kaki mayoritas mengalami PAD ringan sebanyak 19 responden (79,2%) dan terjadi perubahan perfusi kaki setelah diberikan senam kaki menjadi normal sebanyak 22 (91,7%) responden. Kelompok kontrol dengan perfusi kaki sebelum dilakukan senam kaki mayoritas mengalami PAD ringan sebanyak 19 responden (79,2%) dan setelah diberikan perawatan sesuai rumah sakit hasil perfusi tetap yaitu PAD ringan sebanyak 17 (70,8%) responden. Analisis perbedaan perfusi kaki pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol berdasarkan uji Mann Whitney didapatkan p-value 0,000. Kesimpulan pada penelitian ini terdapat perbedaan perfusi kaki pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol di Rumah Sakit Murni Teguh Tuban Bali. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya agar menggunakan variabel pembanding dalam menilai perfusi kaki pada pasien diabetes melitus tipe 2.
PENGARUH GUIDED IMAGERY TERHADAP SKALA NYERI PADA PASIEN CANCER MAMAE DI MURNI TEGUH MEMORIAL HOSPITAL Sijabat, Tania; Hasibuan, Muhammad Taufik Daniel
Indonesian Trust Health Journal Vol 7 No 2 (2024): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v7i2.270

Abstract

Breast cancer is a malignancy that appears in breast tissue originating from the duct epithelium or lobules. Breast cancer has a major impact on the tissue in the mammary glands. Breast cancer sufferers often feel the effects of pain in the mammary area. Pain is an uncomfortable sensory condition that occurs in a part of the body that has tissue damage. One of the management measures to reduce pain in breast cancer patients is guided imagery therapy. The aim of this study was to determine the effect of guided imagery on the pain scale in breast cancer patients. This research used a pre-experimental design and used a pre-test and post-test design method without control group. Sampling used a purposive sampling method with a total sample of 38 respondents and the research instrument used was a numerical rating scale. The results of the study showed that there was an effect of guided imagery on the pain scale in breast cancer patients at the Pure Tegar Memorial Hospital with significant results <0.05. Abstrak Cancer mamae merupakan keganasan yang muncul di jaringan payudara yang berasal dari epitel duktus ataupun lobulusnya. Cancer mamae memiliki pengaruh besar terhadap jaringan yang ada di mamae. Pada penderita cancer mamae sering merasakan efek nyeri pada daerah mamae nya. Nyeri merupakan suatu keadaan sensori yang tidak nyaman yang terjadi di salah satu bagian tubuh yang mengalami kerusakan jaringan. Salah satu tindakan penatalaksanaan untuk menurunkan nyeri pada pasien cancer mamae yaitu terapi guided imagery. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh guided imagery terhadap skala nyeri pada pasien cancer mamae. Penelitian ini menggunakan rancangan pre eksperimental dan menggunakan sebuah Metode pre test dan post test design without control group. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 38 responden dan Instrument penelitian yang digunakan berupa numeric rating scale. Hasil penelitian menunjukan ada pengaruh guided imagery terhadap skala nyeri pada pasien cancer mamae di murni teguh memorial hospital dengan hasil signifikan <0.05.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERCULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BANDAR KHALIPAH KABUPATEN DELI SERDANG Anjani, Anjani; Daniel Hasibuan, Muhammad Taufik
Indonesian Trust Health Journal Vol 7 No 2 (2024): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v7i2.303

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Compliance is a behavior that shows patients in taking medication correctly according to the dose, frequency, and time. Non-compliance is not only interpreted as not taking medication, but can vomit medication or consume medication with the wrong dose which causes Multi Drug Resistance (MDR). The purpose of this study was to determine the relationship between self-efficacy and family support with medication adherence in Pulmonary Tuberculosis patients in the Bandar Khalipah Health Center Work Area, Deli Serdang Regency. This type of research is correlational using a quantitative approach method with a cross-sectional design. Sampling was carried out using the Non-probability sampling technique, namely purposive sampling where the sample was determined by the Slovin formula so that the number of samples was 69 respondents. The instruments used were self-efficacy questionnaire sheets, family support and medication adherence which were analyzed using the Spearman Correlation Test (ρ <0.05). The results of the analysis showed that there was a relationship between self-efficacy and medication adherence (ρ = 0.005) and there was a relationship between family support and medication adherence (ρ = 0.000). Self-efficacy and family support need to be done to improve medication adherence in Pulmonary Tuberculosis patients. Abstrak Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang penyebabnya kuman Mycobacterium tuberculosis. Kepatuhan adalah suatu perilaku yang menunjukkan pasien dalam menelan obat secara benar sesuai dosis, frekuensi, dan waktunya. Tidak patuh, tidak hanya diartikan sebagai tidak minum obat, namun bisa memuntahkan obat atau mengkonsumsi obat dengan dosis yang salah sehingga menimbulkan Multi Drug Resistance (MDR). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan efikasi diri dan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien Tuberculosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Bandar Khalipah Kabupaten Deli Serdang. Jenis penelitian ini adalah korelasional yang menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Non-probability sampling yaitu purposive sampling yang dimana sampel yang ditentukan dengan rumus Slovin sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 69 responden. Instrumen yang digunakan berupa lembar kuesioner efikasi diri, dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat yang dianalisis dengan Uji Korelasi Spearman (ρ < 0,05). Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara efikasi diri dengan kepatuhan minum obat (ρ = 0,005) dan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat (ρ = 0,000). Efikasi diri dan dukungan keluarga perlu dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien Tuberkulosis Paru.