Claim Missing Document
Check
Articles

Pengelolaan Pelayanan Posyandu Lansia dan Pembinaan Kader Kesehatan Sebagai Upaya Meningkatan Pengetahuan Kader Kesehatan dan Status Kesehatan Serta Kualitas Hidup Lansia Taufik Daniel Hasibuan, Muhammad; Yunita, Sukma; Lusia Simatupang, Lenny; Putri Nuradi, Eka; Hadisti Rosidi, Shakira
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v4i1.872

Abstract

Masalah kesehatan merupakan hal yang penting untuk diperhatikan, karena semua orang memiliki hak untuk dapat hidup sehat. Lanjut usia akan menyebabkan masalah degeneratif dan ini akan bersifat kronis dan multipatologis. Meskispun lansia bukan suatu penyakit, proses penuaan pada lansia akan memicu insiden penyakit kronik dan ketidakmampuan akan semakin meningkat. Pada lansia sering ditemukan masalah kesehatan berupa hipertensi, kelainan jantung, diabetes mellitus, rematik dan lainnya. Posyandu lansia merupakan Pos Pelayanan Terpadu yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan lansia dan didalam pelaksanaannya diperlukan kader kesehatan yang berasal dari masyarakat untuk dapat membantu Petugas Kesehatan didalam melaksanakan kegiatan posyandu. Tujuan kegiatan ini diharapkan untuk peningkatan pelayanan posyandu lansia, peningkatan pengetahuan kader kesehatan, peningkatan pengetahuan masyarakat lansia tentang pencegahan dan penatalaksanaan penyakit degeneratif, peningkatan status kesehatan dan kualitas hidup lansia. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu : 1)Persiapan, 2)Pelaksanaan, dan 3)Evaluasi.  Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan kader tentang pengelolaan posyandu lansia, peningkatan pengetahuan lansia tentang pencegahan dan penatalaksanaan penyakit degeneratif, peningkatan status kesehatan dan kualitas hidup lansia. Kunjungan lansia keposyandu lansia diharapkan dapat menjaga status kesehatan dan kualitas hidup dalam kondisi yang normal dan sebagai cara untuk mendeteksi masalah kesehatan sehingga dapat segera atasi atau dicegah keberlanjutannya.
Penerapan Program Terapi Komplementer Secara Holistik Dengan Pemberdayaan Lanjut Usia (Lansia) dan Keluarga Dalam Self-Management Kualitas Hidup Lusia Simatupang, Lenny; Taufik Daniel Hasibuan, Muhammad; Manta Tambunan, Dior
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v4i1.874

Abstract

Lanjut usia (Lansia) merupakan seseorang yang telah mencapai usia diatas 60 tahun. Menurut WHO, di wilayah Asia Tenggara terdapat populasi lansia sebesar 8 % atau sekitar 142 juta jiwa. Masalah yang sering dialami lansia adalah kelelahan, gangguan pola tidur. Masalah Psikososial disebakan oleh kehilangan (finansial,status,teman). Proporsi disabilitas lansia berdasarkan penyakit yang diderita yaitu jantung, kencing manis, stroke, rematik dan cedera.Untuk mengatasi permasalahan pada lansia sangat dibutuhkan program yaitu dengan menerapkan terapi komplementer. Target yang akan dicapai pada pengabdian masyarakat ini adalah kemandirian lansia dalam melakukan terapi komplementer, terbentuknya beberapa kelompok lansia yang dipimpin oleh ketua kelompok dalam pengembangan terapi komplementer. Terlatihnya ketua kelompok lansia untuk melakukan terapi komplementer Yoga dan Guided Meditation. Terapi komplementer terinformasi bukan hanya kepada lansia saja tetapi kepada keluarga sehingga keluarga ikut berperan untuk meningkatkan kemandirian lansia pada saat di rumah. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari : (1) Persiapan;(2) Pelaksanaan kegiatan terapi komplementer (Yoga dan Guided Meditation) kepada lansia dan keluarganya (3) Melatih ketua Kelompok lansia tentang terapi yoga dan Guided Meditation (4) Monitoring dan Evaluasi.  Hasil Pengabdian Masyarakat adanya peningkatan kualitas hidup lansa . Kesimpulan ; Terapi Komplementer (Yoga dan Guided Meditation ) dapat meningkatkan kualitas hidup lansia di desa Laut Dendang hal ini dilihat dari hasil post tes kualitas hidup dimana ada peningkatan kualitas hidup sebelum dan sesudah dilakukan terapi komplementer.
Empowering Health Cadres Regarding the Smart Community Movement Using Medicine (Gema Cermat) As an Effort To Optimize Health Services in the Community: Pemberdayaan Kader Kesehatan Tentang Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) Sebagai Upaya Optimalisasi Pelayanan Kesehatan di Masyarakat Taufik Daniel Hasibuan, Muhammad; Rambe, Robiatun; Lusia Simatupang, Lenny; Virnoldi, Ukti; Yahya Gulo, Trifani; Hura, Arlitus
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Edisi Januari 2025
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v5i1.1188

Abstract

In society, excessive use of drugs often occurs without a doctor's prescription and does not comply with the indications, dosage, technique, and duration of use, all of which can have a negative impact on health. Health cadres play an important role in inviting the community to come to health services, supporting medical personnel at integrated health posts, and helping the community access health information. This activity aims to improve cadres' knowledge and skills regarding drug use as well as skills in conveying information to the community. Implementation activities consist of several stages, namely: 1) Preparation, 2) Planning, and 3) Activities, Monitoring and Evaluation. The results of the activity showed that there was an increase in cadres' knowledge and skills regarding drug use as well as skills in conveying information in the community. It is hoped that health officers in the work area of the community health center can provide training and update information about health to cadres in order to create intelligent cadres, healthy communities and an advanced Indonesia.
HUBUNGAN TINGKAT STRESS DENGAN KEPATUHAN KEMOTERAPI PADA PASIEN KANKER PAYUDARA Simamora, Christina Mawar Veronika; Hasibuan, Muhammad Taufik Daniel
Indonesian Trust Health Journal Vol 8 No 2 (2025): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v8i2.441

Abstract

Breast cancer is one of the most common cancers in women and requires chemotherapy as the primary treatment. The long-term chemotherapy process and its side effects can cause psychological stress. This study aims to determine the relationship between stress levels and chemotherapy adherence in breast cancer patients. This study used a quantitative method with a cross-sectional design. The sample in this study was 73 respondents selected using a purposive sampling technique. The results of data analysis in this study using the Pearson correlation test showed a relationship between stress levels and chemotherapy adherence in breast cancer patients with a p-value <0.05. It is recommended that hospitals integrate regular mental health screening services for all patients undergoing chemotherapy. This is important so that medical personnel can provide early stress management interventions through coping education and psychosocial support to maintain patient treatment adherence. Abstrak Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker dengan angka kejadian paling tinggi pada perempuan dan memerlukan kemoterapi sebagai terapi utama. Proses kemoterapi yang berlangsung lama, serta efek samping yang ditimbulkan dapat menyebabkan stres psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kepatuhan kemoterapi pada pasien kanker payudara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 73 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres dan kepatuhan kemoterapi pada pasien kanker payudara dengan nilai p-value < 0,05. Direkomendasikan bagi pihak rumah sakit untuk mengintegrasikan layanan skrining kesehatan mental secara berkala bagi setiap pasien yang menjalani kemoterapi. Hal ini penting agar tenaga medis dapat memberikan intervensi manajemen stres dini melalui edukasi koping dan dukungan psikososial guna menjaga kepatuhan pengobatan pasien.
Hubungan Peran Orang Tua Dengan Kemandirian Personal Hygiene Pada Anak Pra Sekolah Di RA Nurulhasanah Percut Sei Tuan Gulo, Nodalima; Hasibuan, Muhammad Taufik Daniel; Tambunan, Dior Manta
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 3 No 3 (2025): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : STIKes Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v3i3.416

Abstract

Personal hygiene or personal hygiene is an effort to maintain personal cleanliness and health, both physically and mentally. Pre-school children are still in the developmental stage and need parental guidance in forming independent hygiene habits. Important in teaching and familiarizing children with personal hygiene from an early age. This study aims to determine the relationship between the role of parents and the personal hygiene of pre-school children in Ra Nurul Hasanah Percut Sei Tuan. This research used quantitative methods with a cross-sectional approach. The number of samples in this study was 92 people with total sampling techniques. Data was collected using a questionnaire and analyzed using the Spearman’s Rho statistical. The results of the bivariate analysis showed that there is a significant relationship between the role of parents and the independence of personal hygiene in pre-school children with a p-value = 0,000 (α <0.05), this shows that the better the role of parents, the higher the level of independence of children in maintaining personal hygiene. It is concluded that there is a significant relationship between the role of parents and personal hygiene independence in preschool children. Therefore, parent active role in providing education and guidance regarding personal hygiene is very necessary to from healthy living habits in children from an early age. It is recommended for further research to do experimental study in measuring the effectiveness of parents in forming personal hygiene habits in children.
Hubungan Kualitas Pelayanan Keperawatan Dengan Kepuasan Pasien Rawat Inap Di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Murni Teguh Rosiva Medan Nababan, Eris Novita Sari Br.; Hasibuan, Muhammad Taufik Daniel
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 3 No 3 (2025): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : STIKes Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v3i3.424

Abstract

One type of health service in a hospital is inpatient care. Poor quality of nursing care can lead to decreased patient satisfaction, increased patient anxiety, and decreased trust in the nursing care provided. The objective of this study is to determine the relationship between the quality of nursing care and inpatient satisfaction. This type of research is quantitative research using a correlational study design. The study was conducted at Murni Teguh Rosiva Medan Hospital. The population was 88 patients per month and all of them were sampled, with total sampling. Analysis was carried out univariately in the frequency distribution table and bivariately using the Chi-Square test. This study shows that most inpatients are aged 21-40 years (72.7%), female (90.9%), highly educated (65.9%), and employed (52.3%). The majority of inpatients stated that the quality of nursing care is in the good category (72.7%) and were satisfied with nursing care (69.3%). The quality of nursing care is significantly related to inpatient satisfaction at Murni Teguh Rosiva Women and Children's Hospital, Medan, with a p-value of 0.000 (< 0.05). It is concluded that inpatient satisfaction is driven by good quality nursing care. It is recommended that nurses are advised to undergo regular training to maintain high standards of nursing care for inpatients.