Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Management Policy for Standardization of Physical Education Learning Infrastructure at the Elementary School Level in Langsa City, Indonesia Andi Nova; Muhajjir Syahputra; Julio Roberto; Muhamad Anas Surimeirian; Dedi Nofrizal
Indonesian Journal of Sport Management Vol. 3 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Sport Management
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/ijsm.v3i2.6982

Abstract

This study analyzes the management policy of standardizing elementary school physical education learning infrastructure in 66 schools in 5 sub-districts of Se-Kota Langsa. This study aims to explore, find, and provide policy recommendations for standardizing infrastructure facilities to support effective learning. The implication is that if every elementary school has adequate infrastructure, it will impact the quality of learning. This approach uses qualitative policy research design. The study subjects were 66 elementary school principals, two from the education office, and local government. Data collection by observation, documentation, interviews, and literature studies. Data analysis uses data collection, data reduction, data display, conclusion drawing, and data validity by triangulation to find the validity of research data. The results of research from 66 elementary schools in Langsa City showed that only five schools met the standards, 61 schools did not meet the requirements, and the category was not feasible for infrastructure in terms of at least four aspects, namely the width of the infrastructure sector, building area, classrooms, and installations according to Permendiknas No. 24 of 2007 concerning learning infrastructure standards at the elementary level. From these four aspects, at least 61 schools located in narrow areas are not feasible to build standardized classrooms and sports infrastructure, at least multipurpose courts that can play badminton, volleyball, and mini soccer courts to support the learning activities of elementary school students. In contrast, five schools meet minimum standards and are fair. The impact of inadequate physical education infrastructure in 61 primary schools has been modified so that students are ineffective in learning.
Pelatihan Pelatih Fisik Tingkat Dasar untuk Meningkatkan Kompetensi Melatih Mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani FKIP Universitas Samudra Andi Nova; Rizkei Kurniawan; Muhajjir Syahputra; Fitria Fitria; M Anas Surimeirian; Julio Roberto; Boby Helmi; Rinaldi Aditya; Agung Nugroho; Dedi Nofrizal
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v5i4.9938

Abstract

Pelatih fisik (Strength Conditioning) menjadi peluang yang besar bagi Mahasiswa Pendidikan Jasmani FKIP UNSAM dalam mengembangkan bakat dan potensi. Peluang ini tentunya harus didukung dengan kualifikasi yang sesuai melalui pelatihan berlisensi sehingga mempunyai legalitas. Mendukung program ini Mahasiswa melakukan Pelatihan pelatih fisik yang dilaksanakan selama tiga hari dimulai dari tanggal 6 sampai 8 Februari 2023. Peserta pelatihan adalah mahasiswa Pendidikan Jasmani semester VI yang berjumlah 30 orang mahasiswa. Tujuan pelatihan sebagai upaya Peningkatan kompetensi mahasiswa dengan memberikan pengalaman, pengetahuan dan pelatihan untuk capaian IKU Perguruan Tinggi. Peningkatan IKU perguruan tinggi sangat mendukung kompetensi lulusan, khususnya pada Prodi Pendidikan Jasmani FKIP Universitas Samudra dengan pelatihan profesional pelatih fisik. Waktu pelaksanaan kegiatan ini mencakup lima tahapan dimulai dari pretes teori dan praktik, pemaparan materi secara kolaboratif dengan metode teori, praktik, diskusi dan tanya jawab. Penyampaian materi yaitu melakukan implementasi dengan praktik menyusun program latihan dan tahapan terakhir melakukan evaluasi pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan pelatihan ini mempunyai manfaat yang besar dalam menunjang kompetensi SDM mahasiswa. Dengan adanya pelatihan pelatih fisik tingkat dasar dapat memberikan daya saing mahasiswa setelah lulus sehingga mahasiswa Pendidikan Jasmani FKP Universitas Samudra memiliki skill melatih dengan dibekali sertifikat kompetensi pelatih fisik.Physical training (Strength Conditioning) is a great opportunity for FKIP UNSAM Physical Education Students to develop talents and potential. This opportunity must certainly be supported by appropriate qualifications through reviewed training so that it has legality. Supporting this program, students conduct physical trainer training, which will be held for three days from February 6 to 8, 2023. The training participants were Physical Education students in semester VI, totaling 30 students. The training aims to increase student competence by providing experience, knowledge, and training for the achievements of IKU Universitas. The improvement of higher education at IKU greatly supports the competence of graduates, especially in the Physical Education Study at FKIP Universitas Samudra, with professional training of physical trainers. The method of implementing this activity includes five stages, starting from theoretical and practical pretests, collaborative presentation of material with theory, practice, discussion, and question and answer methods. The material delivery is implemented by compiling training programs and the last stage of evaluating training. The evaluation results show that this training greatly benefits student HR competencies. The basic level of physical trainer training can provide student competitiveness after graduation so that Physical Education students of FKP Universitas Samudra have training skills by being equipped with a physical trainer competency certificate.
Motivasi belajar peserta didik tingkat sekolah menengah atas pada mata pelajaran PJOK: sebuah analisis pada konteks Kurikulum Merdeka Belajar Guntur Firmansyah; Adi S; Andi Nova
Jurnal Olahraga Pendidikan Indonesia (JOPI) Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Olahraga Pendidikan Indonesia (JOPI)
Publisher : Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54284/jopi.v4i1.465

Abstract

Motivasi belajar merupakan seluruh upaya penggerak psikis yang berasal dri dalam diri seseorang yang menimbulkan aktivitas belajar, dan memberikan jaminan untuk kelangsungan pembelajaran agar mencapai suatu tujuan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat motivasi belajar peserta didik tingkat sekolah menengah atas pada Kurikulum Merdeka secara umum lebih detail pada aspek instrinsik dan ekstrinsik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian non eksperimen yaitu menggunakan pendekatan deskripritif kuantitatif. Tempat penelitian yaitu 13 sekolah menengah atas negeri yang ada di wilayah cabang Dinas Pendidikan Kabupaten malang. Sampel yang digunakan yaitu setiap sekolah mengirimkan nama perwakilan sejumlah 35-40 peserta didik. Selanjutnya sampel dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel secara acak (random Sampling) sehingga diperoleh sampel sebanyak 249 peserta didik. Sampel tidak ada kriteria khusus seperti jenis kelamin, usia dan berat badan. Instrumen pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik pengisian angket online  melalui Google Form. Angket penelitian berisi tentang pernyataan-pernyatan tentang motivasi belajar pada aspek instrinsik dan ekstrinsik berjumlah 30 butir peryataan dengan menggunakan skala likert 5 kategori yang memiliki nilai validitas 0,893 dan nilai reliabelitas 0,920. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan mengenai motivasi belajar peserta didik sekolah menengah atas mengikuti pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada aspek motivasi instrinsik, ekstrinsik dan motivasi secara keseluruhan berada pada kategori baik maka dapat ditarik kesimpulan motivasi belajar yang dimiliki peserta didik sekolah menengah atas dalam mengikuti pembelajaran PJOK pada kurikulum merdeka belajar berkategori baik.saran yang diberikan bagi guru-guru PJOK lebih memperhatikan berbagai macam aspek pembelajaran yang ada pada kurikulum merdeka sebagai langkah penunjang untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran PJOK.