Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Kombinasi Metode Pembelajaran Berbasis Audiovisual dan Simulasi Terhadap Keterampilan Mahasiswa Keperawatan dalam Penanganan Fraktur dengan Pembidaian Mira Mira; Izma Daud; Julianto Julianto; Yuhansyah Yuhansyah
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 7 (2025): Volume 7 Nomor 7 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i7.20955

Abstract

ABSTRACT The development of effective learning models is a critical focus in creating educational environments that foster active student engagement and enhance enjoyment throughout the learning process. One approach considered effective in improving the competencies of nursing students is the integration of audiovisual media with simulation-based learning. This study aimed to evaluate the effectiveness of this combined method in enhancing students’ skills in fracture management. A pre-experimental study was conducted using a one-group pre-test and post-test design, with measurements taken before and after the intervention in a single group that received instruction through audiovisual media and simulation. The study population consisted of all first-semester students enrolled in the RPL Program, Bachelor of Nursing Study Program, during the 2023–2024 academic year, totaling 134 participants. The sampling method employed was total sampling. The findings indicated that, prior to the intervention, most students were categorized as unskilled. However, following the intervention, all participants demonstrated notable improvements in fracture management skills, specifically in the application of splinting techniques. Statistical analysis using the Wilcoxon signed-rank test revealed a significant effect of the combined learning method on students’ skill levels, with a p-value of 0.000 ( 0.05). This study contributes to the advancement of nursing education models and offers a theoretical foundation for enhancing curriculum development related to pre-hospital fracture management Keywords: Audiovisual, Simulation, Fracture, Splinting  ABSTRAK Pengembangan model pembelajaran yang inovatif menjadi aspek penting dalam meningkatkan mutu pendidikan keperawatan. Model pembelajaran yang mampu mendorong keterlibatan aktif mahasiswa dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna sangat dibutuhkan, terutama dalam penguasaan keterampilan klinis. Salah satu metode yang dinilai efektif adalah kombinasi media audiovisual dan pembelajaran berbasis simulasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan media audiovisual dan simulasi terhadap peningkatan keterampilan mahasiswa dalam penanganan fraktur, khususnya teknik pembidaian. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pre-test and post-test. Subjek penelitian adalah seluruh mahasiswa semester 1 Program RPL, Program Studi S1 Keperawatan Tahun Akademik 2023–2024, sebanyak 134 orang, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Intervensi berupa pembelajaran kombinasi media audiovisual dan simulasi diberikan dalam satu sesi praktik. Keterampilan mahasiswa dalam melakukan pembidaian diukur menggunakan lembar observasi keterampilan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi sebagian besar mahasiswa berada dalam kategori tidak terampil. Setelah intervensi, seluruh mahasiswa mengalami peningkatan keterampilan yang signifikan dalam penanganan fraktur. Uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan dari metode pembelajaran tersebut terhadap peningkatan keterampilan mahasiswa. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model pembelajaran keperawatan dan menjadi dasar teoritis untuk penguatan kurikulum keterampilan klinis, khususnya penanganan fraktur di fase pra-rumah sakit. Kata Kunci: Audiovisual, Simulasi, Fraktur, Pembidaian
Pengetahuan Perawat Tentang Kesiapsiagaan Pada Saat Bencana Kebakaran Di RS TK. III Dr. R. Soeharosono Banjarmasin Yuhansyah Yuhansyah; Sri Purwanti Ariani; Mira Mira; Rasdiana R; Helda Sapitri; Andini Ika Safitri; Melliana Melliana; Puspita Wulandari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.549

Abstract

Kebakaran rumah sakit merupakan ancaman serius terhadap keselamatan pasien dan keberlangsungan pelayanan kesehatan. Peran perawat dalam respons dan evakuasi kebakaran sangat penting, tetapi pengetahuan kesiapsiagaan belum diketahui secara jelas. Penelitian mengenai pengetahuan kesiapsiagaan dalam bencana kebakaran pada perawat, khususnya di rumah sakit wilayah Kalimantan Selatan, masih terbatas. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan pengetahuan perawat mengenai kesiapsiagaan pada saat bencana kebakaran di RS TK. III Dr. R. Soeharasono Banjarmasin. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan kesiapsiagaan bencana kebakaran, terdiri dari 9 pertanyaan. Populasi penelitian adalah perawat di RS TK. III Dr. R. Soeharasono Banjarmasin dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang. Data dianalisis secara univariat untuk melihat distribusi pengetahuan perawat mengenai kesiapsiagaan kebakaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perawat memiliki tingkat pengetahuan yang baik hingga sangat baik mengenai kesiapsiagaan kebakaran di rumah sakit, khususnya terkait penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), prosedur pengaktifan sistem alarm kebakaran, pengetahuan tentang lokasi titik kumpul (assembly point) dan keberadaan peta jalur evakuasi di unit kerja. Kesiapsiagaan perawat belum sepenuhnya merata, terutama pada aspek keterampilan praktis penggunaan selang kebakaran (fire hose reel) serta keterlibatan dalam pelatihan dan simulasi kebakaran. Diperlukan upaya peningkatan kesiapsiagaan melalui pelatihan dan simulasi kebakaran yang dilakukan secara rutin, terstruktur, dan berkelanjutan bagi seluruh perawat.