Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Manganitu KabupatenKepulauanSangihe Yonatan Tahulending; Adi Yeremia Mamahit; Syafriani; Vivi Mampuk
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2024): JIK (JURNAL ILMIAH KESEHATAN)
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Tuberkulosis merupakan salah satu penyakit yang berdampak signifikan terhadap kesehatan global, dengan sepertiga populasi dunia pernah terjangkit. Di Indonesia, tuberkulosis menjadi masalah kesehatan serius yang memerlukan perhatian khusus dari pemerintah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Manganitu, Kabupaten Kepulauan Sangihe.Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintangyang memungkinkan mengukur variabel bebas dan variabel terikatsecara simultan. Penelitian dilaksanakan dari Juni hingga Oktober 2020 dengan melibatkan 30 sampel. Hasil: Uji Fisher's exact test menunjukkan nilai psebesar 0,039, yang lebih kecil dari nilai α(0,05), mengindikasikan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis.Sebagian besar keluarga pasien yang menjalani pengobatan tuberkulosis dalam penelitian ini memberikan dukungan penuhdalam pengobatan pasien yang berdampak pada kepatuhan dalam minum obat.
Pengaruh Edukasi Terhadap Pengetahuan Keluarga Pasien Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Molompar Belang Aprilia Meymey Sumangkut; Vera Tombokan; Syafriani Syafriani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): JIK (JURNAL ILMIAH KESEHATAN)
Publisher : Yayasan Syalom Cipta Sumikolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya meningkat dan menjadi penyebab utama kematian secara global. Keterlibatan keluarga dalam mendukung pengelolaan hipertensi sangat penting, terutama dalam hal pemahaman terhadap penyakit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi terhadap peningkatan pengetahuan keluarga pasien hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Molompar Belang. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest satu kelompok. Sampel sebanyak 71 orang dipilih dengan teknik purposive sampling. Edukasi diberikan melalui penyuluhan dan media leaflet. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah intervensi edukasi (p = 0,000). Kegiatan edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan keluarga pasien hipertensi, dan sangat direkomendasikan untuk dilakukan secara rutin oleh tenaga kesehatan.
Responsive Teachers, Healthy Students: Pelatihan Guru Berbasis Website untuk Mitigasi Perilaku Bullying, Merokok dan Self-Harm Pada Siswa SDN 2 Tomohon Syafriani Syafriani; Tiara Veronika; Hary Dwi Estafianto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i1.23479

Abstract

ABSTRAK Perilaku berisiko kesehatan seperti bullying, merokok, dan self-harm di kalangan siswa sekolah dasar merupakan masalah serius yang berdampak negatif pada prestasi akademik dan perkembangan psikologis anak. Guru-guru di SDN 2 Tomohon memiliki keterbatasan dalam deteksi dini dan keterampilan konseling karena belum tersedianya pedoman teknis yang sistematis. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk menguatkan kompetensi guru dalam mitigasi kasus, khususnya keterampilan deteksi dini dan pendampingan perilaku berisiko di sekolah. Solusi yang ditawarkan adalah pelatihan (workshop) dan pendampingan selama dua hari yang melibatkan 35 responden , serta pengembangan instrumen deteksi dini terstandar berbasis website dan buku pedoman teknis mitigasi. Hasilnya, rata-rata skor pengetahuan meningkat signifikan dari 21,1 pada pre-test menjadi 24,6 pada post-test. Sebanyak 89% responden mengalami peningkatan skor , dan Tim Satgas Guru berhasil dibentuk untuk keberlanjutan program. Kesimpulannya, PKM berhasil meningkatkan kemampuan guru dalam deteksi dini dan konseling perilaku berisiko melalui implementasi modul mitigasi, instrumen deteksi dini digital, dan penguatan sistem manajemen sekolah. Kata Kunci: Bullying, Perilaku Merokok, Self-Harm.  ABSTRACT Health risk behaviors such as bullying, smoking, and self-harm among elementary school students were serious issues that negatively impacted academic achievement and children's psychological development. Teachers at SDN 2 Tomohon had limitations in early detection and counseling skills due to the absence of systematic technical guidance. This PKM activity aimed to strengthen teacher competency in case mitigation, particularly early detection skills and assistance for at-risk behaviors in schools. The proposed solution involved a two-day training (workshop) and assistance involving 35 respondents , and the development of a standardized website-based early detection instrument and a technical mitigation guidance book. As a result, the average knowledge score significantly increased from 21.1 in the pre-test to 24.6 in the post-test. A total of 89% of the respondents showed an increase in score , and a Teacher Task Force was successfully formed for program sustainability. In conclusion, the PKM successfully improved teachers' abilities in early detection and counseling for at-risk behaviors through the implementation of a mitigation module, a digital early detection instrument, and the strengthening of the school management system. Keywords:  Bullying, Smoking, Self-harm.
The Intention of Healthy Behavior during the COVID-19 Pandemic among Community Members in Indonesia: Applying the Theory of Planned Behavior Heni Trisnowati; Helfi Agustin; Syafriani Syafriani; Yayi Suryo Prabandari
Journal of Health Promotion and Behavior Vol. 7 No. 4 (2022)
Publisher : Masters Program in Public Health, Sebelas Maret University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (32.465 KB) | DOI: 10.26911/thejhpb.2022.07.04.07

Abstract

Background: The Coronavirus-2019 (COVID-19) pandemic is a health emergency that has caused a humanitarian crisis in most countries worldwide. The steps to prevent and protect Indonesian community members from COVID-19 are by implementing “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat“ or GERMAS (Healthy Living Community Movement). This study aimed to analyse the relationships between atti­tude, subjective norm, perceived control behavior, and intention to prevent COVID-19 transmission.Subjects and Method: This study used a cross-sectional design with convenient sampling. Data collection was conducted by an online survey and distributed by personal WhatsApp or WhatsApp groups between June 30-July 20, 2020. A total of 1,611 subjcts from 34 provinces in Indonesia were selected using consecutive sampling. The dependent variable was the intention to perform behavior that consist of bringing cutlery to work; smoking; exercising; consume vegetables, fruit and dring 8 glasses; cover the mouth when coughing; using a mask; using hand sanitizer; and washing hands with soap. The independent variable was perceived control, subjective norm, and attitude. The data analyzed using chi-square test.Results: Negative attitude (OR= 1.58; 95% CI= 1.16 to 2.20; p= 0.004), negative norms (OR= 2.28; 95% CI= 1.86 to 2.79; p<0.001), and perceived control is not supportive (OR= 2.08; 95% CI= 1.19 to 3.66) associated with perform healthy behavior among community members in Indonesia.Conclusion: Negative attitude, negative norms, and perceived control is not supportive were associated with perform healthy behavior and are statistically significant.Keywords: healthy behavior, intention, COVID-19, community, theory of planned behavior.Correspondence:Heni Trisnowati. Study Program of Public Health, Faculty of Health Science, Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO). JL. Raya Tajem KM 1.5 Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta, Indo­nesia 55282. Email: heni_trisnowati@respati.ac.id. Mobile: +628176362938.Journal of Health Promotion and Behavior (2022), 07(04): 341-355DOI: https://doi.org/10.26911/thejhpb.2022.07.04.07
Pemanfaatan AI untuk Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Pendidikan Perubahan Iklim dan Kesehatan Lingkungan di SMA Negeri 1 Remboken Herminus Efrando Pabur; Mochamad Arief Komarudin; Syafriani
JURNAL ABDIMAS MADUMA Vol. 4 No. 3 (2025): Oktober, 2025
Publisher : English Lecturers and Teachers Association (ELTA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jam.v4i3.527

Abstract

Perubahan iklim dan kesehatan lingkungan merupakan isu global yang perlu diintegrasikan dalam pendidikan untuk membekali siswa dengan kesadaran dan keterampilan menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan. Namun, hasil observasi di SMA Negeri 1 Remboken, Minahasa, Sulawesi Utara menunjukkan bahwa kedua isu tersebut belum sepenuhnya terakomodasi dalam materi dan media pembelajaran, sementara pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) masih terbatas. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan AI untuk mengembangkan media pembelajaran digital yang terintegrasi dengan tema perubahan iklim dan kesehatan lingkungan. Kegiatan melibatkan 30 guru melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Materi yang diberikan meliputi konsep dasar pendidikan perubahan iklim, pendidikan kesehatan lingkungan, serta penggunaan berbagai platform AI seperti ChatGPT, Gamma, Suno, InVideo, dan Canva. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan signifikan, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 56,78 meningkat menjadi 89,89 pada post-test. Guru juga berhasil menghasilkan media pembelajaran berbasis AI, antara lain poster digital, video, bahan tayang, dan lagu edukatif. Hasil kuesioner menunjukkan skor rata-rata 8,80 dari 10, yang menunjukkan respons positif dari peserta. Program ini tidak hanya memperkuat kapasitas guru, tetapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG) 3, 4, dan 13. Ke depan, pelatihan serupa direkomendasikan diperluas ke sekolah lain dan diarahkan pada pemanfaatan AI untuk evaluasi pembelajaran. Kata Kunci : posyandu; digitalisasi; pencatatan kesehatan; kader; aplikasi