Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Digitalisasi Perekaman Data Alat Uji Tensil Berbasis Pengukur Regangan dan Mikrokontroler Manan Ginting; Ulfani Ikhwana Purba; Ratih Paramitha; Herry Darmadi; Darry Christine Silowaty Purba; Maulidna Maulidna; Naqasya Asyrori Sidabutar; Sindi Wahyuni; Iqbal Huseini; Muhammad Vandi
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v4i1.151

Abstract

Pengukuran kekuatan tarik material merupakan bagian penting dalam rekayasa teknik untuk mengetahui sifat mekanik bahan, namun banyak mesin uji tarik skala laboratorium masih menggunakan pembacaan analog yang rawan kesalahan pembacaan (human error) dan tidak menyediakan rekam data digital secara otomatis. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji coba kinerja sistem perekaman data digital pada alat uji tarik menggunakan sensor strain gauge sebagai transduser gaya dan mikrokontroler sebagai unit akuisisi data. Metode penelitian meliputi perancangan sistem akuisisi data berbasis jembatan Wheatstone, modul penguat sinyal HX711, dan mikrokontroler, yang kemudian diuji coba pada lima kondisi spesimen baja karbon (satu spesimen per kondisi), yaitu tanpa perlakuan panas (original), quenching, normalizing, annealing, dan tempering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu merekam seluruh proses pembebanan secara otomatis dan real time, mulai dari awal pembebanan hingga spesimen patah, serta menghasilkan pola respons sinyal yang berbeda dan konsisten antar kondisi spesimen, dengan nilai puncak bacaan sensor tertinggi pada spesimen quenching (5.122 ADC count), diikuti normalizing (3.211), tempering (2.855), original (2.794), dan terendah pada annealing (2.236). Urutan nilai puncak tersebut secara kualitatif sejalan dengan teori metalurgi mengenai pengaruh perlakuan panas terhadap kekuatan baja karbon. Kalibrasi sensor yang dilakukan pada tahap ini masih berupa kalibrasi dua titik (zero dan satu beban acuan) tanpa kurva regresi multi-titik, dan pengujian belum direplikasi dengan beberapa spesimen per kondisi, sehingga hasil penelitian ini bersifat kualitatif-komparatif sebagai pembuktian konsep (proof of concept), sedangkan validasi kuantitatif sistem sebagai instrumen pengukuran memerlukan kalibrasi multi-titik dan pembandingan terhadap instrumen acuan pada penelitian lanjutan.
Aktivitas Inhibisi Biokorosi dari Ekstrak Etanol-Air Daun Sembung Rambat Dimas Frananta Simatupang; Darni Paranita; Ratna Kristina Tarigan; Darry CS Purba; Donda Donda; Anna Angela Sitinjak
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v4i1.121

Abstract

Biokorosi pada baja karbon yang disebabkan oleh aktivitas bakteri Thiobacillus ferrooxidans menjadi permasalahan serius dalam berbagai sektor industri karena dapat mempercepat degradasi logam dan menurunkan umur pakai material. Penggunaan inhibitor alami berbasis tumbuhan menjadi alternatif ramah lingkungan untuk menggantikan inhibitor sintetis yang bersifat toksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas inhibisi biokorosi ekstrak etanol-air daun sembung rambat terhadap baja karbon dalam media yang mengandung T. ferrooxidans. Ekstrak diperoleh menggunakan metode Folch termodifikasi dengan pelarut etanol dan bufer fosfat, kemudian diaplikasikan pada berbagai konsentrasi, yaitu 50–300 ppm. Pengujian dilakukan menggunakan metode imersi selama 24 jam dengan parameter kehilangan massa (weight loss), laju korosi, dan efisiensi inhibisi. Selain itu, efektivitas inhibitor ekstrak etanol-air daun sembung rambat dibandingkan dengan biosida komersial selama waktu imersi 24–120 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak mampu menurunkan kehilangan massa dan laju korosi baja karbon secara signifikan. Konsentrasi optimum diperoleh pada 200 ppm dengan nilai kehilangan massa sebesar 39,69 mg, laju korosi 0,0548 mg/cm²·jam, dan efisiensi inhibisi sebesar 68,21%. Namun, pada konsentrasi di atas 200 ppm terjadi penurunan efektivitas inhibisi akibat ketidakstabilan lapisan adsorpsi inhibitor. Dibandingkan biosida komersial, ekstrak daun sembung rambat menunjukkan efisiensi inhibisi yang lebih rendah, tetapi tetap memiliki kemampuan proteksi yang baik hingga 55,09% pada 120 jam. Dengan demikian, ekstrak etanol-air daun sembung rambat berpotensi dikembangkan sebagai green biocorrosion inhibitor yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Digital-Platform Use Intensity and Motivation to Learn English among Indonesian University EFL Students: Evidence from Four-Week Self-Recorded Logs Darry Christine Silowaty Purba; Agustin Nurya Savitri
Language, Technology, and Social Media Vol. 4 No. 3 (2026): July–September 2026
Publisher : WISE Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70211/ltsm.3026-7196.642

Abstract

Digital platforms are now embedded in university English learning, yet evidence from Indonesian higher education remains limited on how repeated use intensity relates to learner motivation. This study examined associations between two self-recorded indicators of digital-platform use intensity - weekly frequency and average session duration - and overall motivation to learn English among 210 second-year undergraduate EFL students from an eligible population of 450 established platform users at one Indonesian institution. A single-site observational correlational design combined a four-week self-recorded usage-log component with a 28-item five-point motivation questionnaire adapted from the Intrinsic Motivation Inventory and Keller's Instructional Materials Motivation Survey. A pilot test with 30 students outside the analytic sample yielded an overall Cronbach's alpha of 0.87. Because the retained study documentation did not support construct-level reliability or factor analysis, inferential interpretation was restricted to the overall motivation score. Weekly frequency was positively associated with overall motivation (r = 0.58, 95% CI [0.48, 0.66], p < 0.01), as was session duration (r = 0.51, 95% CI [0.40, 0.60], p < 0.01). These sizeable associations do not establish direction or causation. The study contributes context-specific evidence based on repeated short-window self-recording rather than a single use-perception measure. Interpretation is bounded by the single site, voluntary established-user sample, cross-platform aggregation, self-recording, absent demographic and proficiency controls, and unavailable item- and session-level data for independent reanalysis.