Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa SD Arrum Meirisa; Ronal Rifandi; Masniladevi Masniladevi
Jurnal Gantang Vol 3 No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.228 KB) | DOI: 10.31629/jg.v3i2.508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pendekatan PMRI terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dan bagaimana proses belajar menggunakan pendekatan PMRI terhadap kemampuan berpikir kritis siswa di kelas V SD Negeri 44 Kalumbuk Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah Eksperimen. Desain yang digunakan adalah Quasi Experimental dan rancangannya Posttest Only Control Design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 44 Kalumbuk Kota Padang, yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas VA sebagai kelas kontrol dan kelas VB sebagai kelas eksperimen. Data yang diperoleh dengan tes akhir dianalisis dengan menggunakan uji- t. Hasil penelitian dengan menggunakan uji normalitas dan homogenitas terhadap kedua data berdistribusi normal dan homogen. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis dengan uji-t menunjukkan thitung= 3,04 dan ttabel= 1,673 dengan df= 55 dan taraf signifikan 5%. Berdasarkan pengujian thitung > ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima dengan kesimpulan penggunaan PMRI memberikan pengaruh terhadap keterampilan berpikir kritis siswa di kelas V SD Negeri 44 Kalumbuk Kota Padang tahun ajaran 2017/2018. Kata kunci: PMRI; berpikir kritis This study aimed to determine whether there is an influence of the PMRI approach on students’ critical thinking skills and how the learning process using PMRI approach in grade V of SDN 44 Kalumbuk Padang is. This study was a quasi-experimental research with Post-test Only Control Design. The subject in this study were students of VA and VB of SDN 44 Kalumbuk Padang in the academic year of 2017/2018. The data collected through post-test was analyzed with t-test. The t-test result shows that tcount = 3,04 and ttable= 1,673 with df= 55 and alpha 5 %. Based on the result, it is concluded that the PMRI approach gives a positive influence to the students’ critical thinking skills in grade V of SDN 44 Kalumbuk padang in academic year 2017/2018. Keywords: PMRI; critical thinking
Saringgong: An Alternative Media for Slow Learner Students in Learning Mathematics Anny Sovia; Yulyanti Harisman; Ronal Rifandi
Rangkiang Mathematics Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Rangkiang Mathematics Journal
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Padang (UNP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.906 KB) | DOI: 10.24036/rmj.v1i1.6

Abstract

The purpose of this study is to describe the traditional Indonesian game (namely Saringgong) as a medium for slow learner students in learning mathematics. Saringgong is a game that utilizes gravels as a medium. This research is a descriptive study with a qualitative approach, the method that used is ethnography. Data were collected by using ethnographic principles, such as interviews, observations, documentation, and field notes. The results of this study illustrate that the traditional game Saringgong can be used as an alternative learning medium for Slow Learner students to practice numeracy skills, increase focus and motivation of students in learning mathematics.
Description of Grade VII Students'Concept Understanding on Set Topic Miftahul Rezki; Ronal Rifandi; Fridgo Tasman; Veggi Yokri; Yerizon
Rangkiang Mathematics Journal Vol. 1 No. 2 (2022): Rangkiang Mathematics Journal
Publisher : Department of Mathematics, Universitas Negeri Padang (UNP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.442 KB) | DOI: 10.24036/rmj.v1i2.9

Abstract

This research has the aims to explain about the understanding of students mathematical concepts on set topic. This research is a descriptive research whose population is 7th grade students with a sample of 94 students. The instrument used in this research is a test question regarding the set material which contains indicators of mathematics conceptual understanding. The result of the test analysis show that as many as of students with exellent concept understanding, of students with good concept category, of students with sufficient category, of students with low concept criteria, and of students with most low concept understanding criteria.
Deskripsi Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas XI IPS pada Topik Program Linier Ronal Rifandi; Hosma Refwatul Hasana; Fridgo Tasman; Elita Zusti Jamaan
Jurnal Equation: Teori dan Penelitian Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : IAIN BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/equation.v5i2.7910

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan berpikir siswa pada materi program linier. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif untuk mendeskripsikan keterampilan atau kemampuan siswa pada topik program linier. Data penelitian ini berasal dari siswa kelas XI IPS pada sebuah sekolah di kota Padang tahun pelajaran 2021/2022. Instrumen penelitian yang digunakan berupa observasi pembelajaran di kelas tentang soal ulangan harian materi program linier yang memuat empat indikator kemampuan berpikir kritis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa kemampuan berpikir kritis siswa pada topik program linier masih tergolong rendah
Pendidikan Matematika Realistik Sebagai Pendekatan Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP Maulani Meutia Rani; Yarman Yarman; Ronal Rifandi; Yulyanti Harisman
Euclid Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.605 KB) | DOI: 10.33603/e.v9i2.8481

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan suatu aspek yang penting dikembangkan agar peserta didik dapat berhasil dalam pembelajaran matematika.    Akan tetapi fakta dilapangan tidak sesuai dengan yang di harapkan, peserta didik mengalami kesulitan menyelesaikan permasalahan pemecahan masalah matematis sehingga menyebabkan hasil belajar peserta didik masih rendah. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis ialah dengan menerapkan pendekatan pendidikan matematika realistik (PMR). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbandingan kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang menerapkan pembelajaran pendekatan PMR dengan peserta didik yang menerapkan pembelajaran konvensional. Metode kuasi eksperimen dengan rancangan randomized control group only design yang digunakan pada penelitian ini. Populasi penelitian yaitu peserta didik kelas VII SMP yang dipilih menjadi dua kelas sampel penelitian melalui cara simple random sampling. Test kemampuan pemecahan masalah dengan bentuk essay menjadi instrument pada penelitian ini , dimana tes diberikan di akhir pertemuan untuk kedua kelas sampel penelitian. Hasil analisis uji hipotesis dengan menggunakan uji t diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan pemecahan masalah peserta didik yang belajar dengan pendekatan PMR lebih baik dari siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SQUARE TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS XI MIPA Ronal Rifandi; Zizi Fauziah; Fridgo Tasman
Euclid Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.026 KB) | DOI: 10.33603/e.v9i1.8460

Abstract

Pemahaman konsep merupakan landasan penting dalam pembelajaran matematika. Realitas di lapangan ditemukan bahwa pemahaman konsep siswa kelas XI MIPA masih rendah. Solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif think pair square. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep siswa yang belajar dengan menggunakan model kooperatif tipe think pair square lebih baik daripada siswa yang belajar dengan menggunakan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain Nonequivalent Posttest Only Control Group Design.Kata Kunci: Pemahaman Konsep Matematika, Think Pair Square
Profesionalisme Guru dalam Membuat Soal Higher Order Thinking Skills Armiati Armiati; Muhammad Subhan; Minora Longgom Nasution; Saddam Al Aziz; Maulani Meutia Rani; Ronal Rifandi; Yulyanti Harisman
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 4, No 1 (2020): EDISI MARET
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.378 KB) | DOI: 10.33603/jnpm.v4i1.2587

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kemampuan Higher Order Thinking  Skills (HOTS) siswa  Sekolah Menengah Pertama (SMP). Profesionalisme guru sangat erat kaitannya  dengan  HOTS siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profesionalisme guru dalam membuat soal HOTS sebelum dan sesudah dilakukan pelatihan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Tujuh belas guru dari 11 SMP se-Kecamatan Padang Utara, Sumatera Barat dijadikan sebagai subjek penelitian. Awalnya guru diminta membuat soal HOTS sebelum diberikan pelatihan. Selanjutnya, para pakar memberikan pelatihan dalam perancangan soal HOTS. Soal HOTS yang disusun oleh guru dianalisis sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. Hasil penelitian menunjukan bahwa 41% guru yang mampu membuat soal HOTS sebelum diberikan pelatihan. Soal HOTS yang dibuat oleh guru masih belum benar, karena kata kerja operasional pada soal masih berada pada level C1–C2. Semua guru dapat membuat soal HOTS setelah diberikan pelatihan. Dari semua guru, 30 % guru mampu memahami sebagian materi pelatihan dan mampu membuat soal HOTS namun masih belum benar dan 70 % guru mampu memahami materi pelatihan dan  mampu membuat soal HOTS dengan benar.Kata Kunci: Higher Order Thinking Skills, Guru, Sekolah Menengah Pertama.