Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN SELF EFFICACY MELALUI SPIRITUAL CARE PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 S, Baharudin Lutfi; Rayasari, Fitrian; Irawati, Diana
Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijnsp.v1i2.83-91

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang disandang seumur hidup dan jika gula darah tidak terkontrol akan menimbulkan berbagai komplikasi fisik hingga psikologi seperti depresi. Penyandang DM tipe 2 mempunyai resiko mengalami depresi 15% dibandingkan orang tanpa DM,  Katon, WJ (2008). Penerimaan terhadap kondisi yang dialami akan meningkatkan keyakinan seseorang dalam melakukan perawatan dirinya atau dikenal self efficacy. Pencapaian pada Spiritual Well Being  untuk meningkatkan kesehatan biologis, psikologis dan kesehatan sosial dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan spiritual atau spiritual care. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh spiritual care terhadap self efficacy pada pasien dengan Diabetes Melitus tipe 2. Metode penelitian menggunakan quasi eksperimen pre post test dengan kelompok kontrol. Jumlah sample dalam penelitian ini 16 responden pada setiap kelompok yang diambil menggunakan consecutive sampling. Hasil penelitian menunjukan peningkatan skore self efficacy setelah diberikan spiritual care sebanyak 6,875 point dan 3,625 point lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol dengan p value 0,03 (p >0,05). Pemberian spiritual care pada pasien DM tipe 2 meningkatkan keyakinan dalam merawat dirinya yang berdampak pada kesehatan fisik, psikologis, sosial dan diharapkan kualitas hidup penyandang DM semakin baik. Perawatan holistik dengan menyentuh aspek spiritual menjadi bagian penting pada pemberian asuhan keperawatan pada pasien DM tipe 2 khususnya dan untuk gangguan kronik lainnya. Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Self Efficacy, Spiritual Care ABSTRACTDiabetes mellitus is a chronic disease which occurred to patient for a lifetime and if blood sugar uncontrolled, it will cause various physical complications till psychology such as depression. People with DM type 2 have a 15% risk of depression than people without DM, Katon, WJ (2008). An Awareness to the occurred condition will increase person’s confidence for carrying out their self-care or known as self-efficacy. The achievement of Spiritual Well Being for improving biological, psychological and social health is done through fulfilling spiritual needs or spiritual care. This study aims to identify the effect of spiritual care on self-efficacy to the patients with diabetes mellitus type 2. The research method used quasi-experimental pre-post test with the control group. The number of samples in this study were 16 respondents, which in each group taken using consecutive sampling. The results showed an increase in self-efficacy scores after being given a spiritual care of 6.875 points and 3.625 points higher than the control group with p value 0.03 (p> 0.05). Giving spiritual care to the patients DM type 2 increases their confidence in caring for themselves which has an impact on physical, psychological, social health and expected to improve the quality of life of people with DM. Holistic care by touching spiritual aspects is being an important part for the provision of nursing care to the patients DM type 2 especially and for other chronic disorders.Keywords: Diabetes Melitus Type 2, Self Efficacy, Spiritual Care
Dukungan Keluarga Pada Anggota Keluarga Anak Stunting dan TB-MDR Mulyana, Hilman; Mutiudin, Ade Iwan; Hidayatulloh, Ana Ikhsan; Mulyana, Asep; S, Baharudin Lutfi; Darusman, Septiandi Eka; Rahmadiana, Asep; Wahyudi, Deni; Hilmawan, Rikky Gita; Rahmawati, Ai; Dewi, Heni Aguspita; Yani, Yani Sri; Sugiharti, Mamay; Hidayat, Fitriani Mardiana; Nurdianti, Reni; Nugraha, Budy
Karya Kesehatan Siwalima Vol 1, No 2 (2022): September
Publisher : Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54639/kks.v1i2.828

Abstract

Global Report melaporkan bahwa Indonesia termasuk 27 high burden TB-MDR countries, salah satunya terdapat di provinsi Jawa Barat sebanyak 28 pasien TBC kebal rifampisin pada tahun 2017. Terdapat 30 pasien TBC di kota Tasikmalaya yang tersebar di beberapa wilayah kerja Puskesmas di tahun 2018. Menariknya terdapat 16 orang dari 30 pasien tersebut memiliki anggota keluarga dengan kondisi anak stunting, serta di kota tasikmalaya terdapat 32% anak stunting yang cukup tinggi diatas standard yang ditetapkan WHO yaitu 20%. Kondisi demikian tentunya berpengaruh terhadap dukungan yang diberikan oleh keluarga kepada klien. Langkah pertama kegiatan dengan melibatkan mitra yaitu keluarga atau anggota keluarga yang memiliki anak dengan kondisi stunting dan anggota keluarga yang memiliki klien TBC, tahapannya meliputi  pra kegiatan, kedua survei lokasi, dan ketiga persiapan sarana dan prasarana. Langkah kedua pelaksanaan kegiatan, meliputi pre-test, pelaksanaan edukasi, dan diakhiri dengan post-test. Langkah ketiga evaluasi,  pengukuran pengetahuan mitra dengan cara membandingkan dan menganalisis hasil dari pre-test dan post-test. Terdapat peningkatan dukungan keluarga mitra setelah mendapatkan edukasi sebelum dan sesudah, meliputi emosional dari 68.7% menjadi 87.5%, informasi dari 62.5% menjadi 93.7%, instrumental dari 50% menjadi 81.2%, dan penilaian dari 56.2% menjadi 68.7%.  Terdapat peningkatan dukungan keluarga terutama pada dimensi emosional 18.8% dan dimensi informasional 31.2%, serta secara keseluruhan mitra sudah memberikan dukungan bersifat Favorable sebanyak 68.7%. Perlu adanya pengabdian kepada masyarakat lanjutan berupa peningkatan sikap ataupun perilaku yang berkelanjutan dari mitra sampai benar-benar menjadi kebiasaan yang positif.