Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : KarismaPro

EVALUASI PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DAN KOMITMEN ORGANISASI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PADA ORGANISASI PUBLIK Taufiq Rahmat Rahmat; Iwan Ardiansyah Ardiansyah
KarismaPro Vol 12, No 2 (2021): KarismaPro
Publisher : Program Studi Manajemen, Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/karismapro.v12i2.506

Abstract

Masalah pokok dalam penelitian ini adalah rendahnya kualitas pelayanan pada organisasi publik, yang menurut pengamatan peneliti dipengaruhi oleh manajemen mutu terpadu dan komitmen organisasi. Maka, atas dasar permasalahan tersebut, peneliti berkeinginan untuk meneliti lebih lanjut untuk mengevaluasi Penerapan Total Quality Management (TQM) dalam meningkatkan Kualitas Pelayanan Pada Organisasi Publik. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Bandung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan verifikatif. Data dikumpulkan melalui teknik survey melalui kuesioner kepada seluruh pegawai sebanyak 121 orang responden. Analisis dalam pengolahan data menggunakan analisis jalur (Path Analisys). Berdasarkan pada hasil analisis verifikatif bahwa Total pengaruh Total Quality Management terhadap Kualitas Pelayanan adalah sebesar 6.2% dengan taraf kepercayaan 95%. Total pengaruh Komitmen Organisasi terhadap Kualitas Pelayanan adalah sebesar 63.4% dengan taraf kepercayaan 95%. Besarnya pengaruh total dari Total Quality Management dan komitmen organisasi tepat digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan di KPPBC Tipe Madya Pabean A Bandung dibuktikan oleh besarnya koefisien determinasi r2 = 0.696 atau sebesar 69.6%, sedangkan pengaruh luar atau kekeliruannya sebesar 30.4%. Maka dapat disimpulkan bahwa TQM dan Komitmen organisasi secara empirik telah memberikan pengaruh terhadap Kualitas pelayanan pada KPPBC TMP A Bandung, baik secara parsial maupun simultan. Hasil penelitian menemukan bahwa kualitas pelayanan dipengaruhi oleh faktor lain yang secara akademik diakui keberadaannya.  Kata kunci : Manajemen Mutu Terpadu, Komitmen Organisasi, Kualitas Pelayanan.
Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Citra Merek Lembaga Terhadap Kepuasan Pelanggan (Mahasiswa) di Perguruan Tinggi Bandung Intan Restiani; Iwan Ardiansyah
KarismaPro Vol 14, No 1 (2023): KarismaPro
Publisher : Program Studi Manajemen, Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/karismapro.v14i1.1072

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan citra merek lembaga perguruan tinggi terhadap kepuasan pelanggan (mahasiswa).Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa aktif dari tahun angkatan 2016-2019 di perguruan tinggi. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang diberikan kepada 93 responden. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis jalur (path analysis) dan uji t, F, dan determinasi.Hasil: Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan citra merek lembaga perguruan tinggi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan (mahasiswa). Koefisien jalur kualitas pelayanan terhadap kepuasan pelanggan sebesar 0,548 dan koefisien jalur citra merek terhadap kepuasan pelanggan sebesar 0,349. Pengujian secara parsial juga menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan citra merek masing-masing memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan.Keterbatasan: Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, antara lain jumlah sampel yang terbatas, pengumpulan data hanya dilakukan di satu perguruan tinggi, dan fokus penelitian yang terbatas pada variabel kualitas pelayanan dan citra merek saja. Oleh karena itu, hasil penelitian ini tidak dapat secara langsung mewakili situasi di seluruh perguruan tinggi dan dapat menjadi acuan untuk penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih representatif dan variabel yang lebih luas.Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Citra Merek dan Kepuasan Pelanggan
PENGARUH KOMPETENSI PEGAWAI TERHADAP KUALITAS PELAYANAN (STUDI KASUS DI KANTOR KECAMATAN KIARACONDONG KOTA BANDUNG) Iwan Ardiansyah Ardiansyah
KarismaPro Vol 12, No 2 (2021): KarismaPro
Publisher : Program Studi Manajemen, Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/karismapro.v12i2.504

Abstract

Based on the results of the assessment conducted by researchers at the District Office Kiaracondong Bandung, researchers found the problem was the poor quality of public services. The method used in this research is quantitative research methods through a descriptive approach. The number of samples of the community as listed is a sample of the number of members of a population of 150 members. The survey results revealed that the correlation between employee competence with the quality of public services. The large correlation coefficient is 0.928 (R). R in the correlation, or correlation between two or more independent variables on the dependent variable showed modest correlations. Effect of competency to service quality Kiaracondong subdistrict is high enough influential category of 86.1% this proves that the competence of the employees has a positive and significant impact on the quality of public services, while the remaining 23, 9% is the influence of other variables not examined in this study. Kata kunci: Kompetensi, Kualitas Pelayanan, Pegawai Negeri Sipil
PENGARUH KECERDASAN INTELEKTUAL, DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KINERJA PELAKU USAHA KECIL DI KOTA BANDUNG Harun Heri Trismiyanto; Iwan Ardiansyah
KarismaPro Vol 12, No 1 (2021): KarismaPro
Publisher : Program Studi Manajemen, Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/karismapro.v2i1.76

Abstract

Future uncertainty that can occur in financial services companies is a risk that Small industries in the city of Bandung play a very important role and contribute to the economy in the city of Bandung and nationally. For this reason, it is necessary to have high performance so that it can compete both in the national market and in the global market.This study aims to identify external and internal factors that determine the influence of intellectual, intelligence and emotional intelligence on the performance of small business actors on handicraft products in Bandung City. Small industries are still constrained by various internal and external factors. Internal factors include aspects of human resources and capital, marketing and design, while external factors include market conditions, availability of raw materials and government policies.Types of data are secondary data obtained from various related literatures. The sample in this study amounted to 50 business actors.Small entrepreneurs must maintain the implementation of the important factors that determine the performance of their business, while still making improvements to the factors that are still not being implemented, in order to get better performance.Keywords: Intellectual and Emotional Intelligence on the Performance of Small Business Owners in Bandung
PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PT. KERETA API INDONESIA (PERSERO) DAOPS II BANDUNG Iwan Ardiansyah
KarismaPro Vol 11, No 1 (2020): KarismaPro
Publisher : Program Studi Manajemen, Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/karismapro.v1i22.231

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis  mengetahui dan menganalisis kepemimpinan, motivasi kerja dan kepuasan kerja karyawan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops II Bandung serta pengaruh kepemimpinan dan motivasi terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops II Bandung baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian yang digunakan ialah metode deskriptif dan verifikatif pada 96 karyawan pada PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops II Bandung dengan menggunakan analisis jalur (Path Analysis).Hasil penelitian melalui analisis deskriptif menunjukkan bahwa secara umum kepemimpinan di PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops II Bandung berada pada kategori tinggi. Kepemimpinan orientasi tugas dan orientasi karyawan berada pada kategori tinggi. Jika dilihat dari motivasi maka secara umum berada dalam kategori tinggi. Kebutuhan akan prestasi, kebutuhan aktulisasi diri berada dalam kategori tinggi. Ditinjau dari kepuasan kerja karyawan maka secara umum berada dalam kategori tinggi. Hal tersebut dapat dilihat dari faktor pekerjaan itu sendiri, promosi, pengawasan dan rekan kerja. Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan dan motivasi memiliki pengaruh positif dan signifikan baik secara parsial maupun simultan terhadap kepuasan kerja karyawan.Kata Kunci : Kepemimpinan, Motivasi, Kepuasan Kerja Karyawan
Urgensi Kompetensi dan Motivasi dalam Mendorong Produktivitas Kerja: Analisis di Sektor Manufaktur Sepatu Fatimah, Gevira Siti; Ardiansyah, Iwan
KarismaPro Vol 15, No 1 (2024): KarismaPro
Publisher : Program Studi Manajemen, Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/karismapro.v15i1.1431

Abstract

Produktivitas kerja karyawan merupakan elemen krusial dalam menentukan daya saing perusahaan, terutama di sektor manufaktur sepatu yang menuntut efisiensi dan kualitas tinggi. Namun, rendahnya produktivitas sering kali dikaitkan dengan lemahnya kompetensi dan menurunnya motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh kompetensi dan motivasi terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Primarindo Asia Infrastructure Tbk di Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis jalur (path analysis) terhadap 87 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh langsung sebesar 36,8% dan motivasi sebesar 30,4% terhadap produktivitas kerja. Secara simultan, kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 67,1%, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model. Secara praktis, hasil ini mengindikasikan bahwa pengembangan kompetensi dan peningkatan motivasi karyawan merupakan strategi penting untuk meningkatkan produktivitas kerja. Keterbatasan penelitian ini terletak pada lingkup kasus yang hanya mencakup satu perusahaan, sehingga disarankan untuk penelitian selanjutnya memperluas objek kajian agar hasilnya lebih general.
Strategic Green HRM for Policy Development Toward Zero Emission Zones (ZEZ) in Higher Education Institutions Resmiati, Eny Nuryani; Rahmat, Taufiq; Ardiansyah, Iwan
KarismaPro Vol 14, No 2 (2023): KarismaPro
Publisher : Program Studi Manajemen, Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/karismapro.v14i2.1455

Abstract

The transition toward Zero Emission Zones (ZEZ) in higher education institutions (HEIs) faces systemic challenges, particularly the underutilization of HRM as a strategic driver of sustainability. In many universities, HRM remains focused on administrative functions rather than catalyzing behavioral and institutional transformation aligned with climate goals. This study aims to develop a strategic Green HRM model to support policy development and operational change toward ZEZ implementation in HEIs.Using a Design Thinking approach comprising five stages—empathize, define, ideate, prototype, and test—the research explores current practices, identifies institutional barriers, and co-creates solutions across selected Indonesian universities. The findings reveal that integrating green job design, environmental training, eco-based performance indicators, and prophetic leadership significantly enhances staff engagement, reduces energy use, and promotes low-carbon innovation. Pilot testing demonstrates that digital platforms supporting HR-led emission monitoring and incentive structures can accelerate sustainability culture within academic settings.
Prophetic Educational Leadership for Equity and Sustainability: Reconstructing College Governance in The ESG Framework Taufiq, Taufiq Rahmat; Nuhrodin, Nuhrodin; Ardiansyah, Iwan
KarismaPro Vol 15, No 02 (2024): Karismapro
Publisher : Program Studi Manajemen, Universitas Al Ghifari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53675/karismapro.v15i02.1456

Abstract

The global challenges of ethical crises, social inequality, and environmental degradation have significantly impacted higher education institutions. Amid growing demands for the implementation of the Environmental, Social, and Governance (ESG) framework, leadership in universities remains largely technocratic and managerial, often neglecting moral and spiritual values. This article aims to formulate a prophetic leadership model within the context of ESG-based sustainable governance. The study employs a qualitative-conceptual approach through library research and interdisciplinary theoretical synthesis, drawing from literature in educational management, business ethics, ESG, and prophetic leadership studies.The proposed model integrates three core elements: (1) prophetic values encompassing justice, trustworthiness, transformation, and humanity; (2) ESG principles, including energy efficiency, social equity, and transparent governance; and (3) implementation domains in higher education, particularly curriculum development, organisational structure, and institutional policy. The findings suggest that incorporating prophetic values into the ESG framework offers significant potential to address the ethical void in contemporary higher education governance.The practical implications of this model open up avenues for leadership reform grounded in spirituality, while promoting the integration of humanistic and sustainability values into academic policy. Future research is recommended to empirically validate the model through both qualitative and quantitative approaches across diverse institutional contexts.