Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengabdian KKN-Tematik di Desa Sirnabakti Kecamatan Pameungpeuk Kabupaten Garut Mulyaningsih Mulyaningsih; Opid Opid; Putri Eliyani; Dea Rahma Wulan; Maya Sulistia Masrifa; Novi Silvia Nurroniah; Astrid Rahmayanti; Silmi Halimatussya; diah Ahmad; Regtria Cahaya Maulida; Siti Salma; Irma Nurul Fauziah; Nazilah Hidayah Mubarokah; Adinda Dwi Haniza; Arika Hafizhah Annabila
JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2, No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpm.v2i3.3174

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pengabdian Masyarakat di Desa Sirnabakti, Kecamatan Pamempek, Garut, adalah sebuah program pengabdian masyarakat yang melibatkan mahasiswa dalam berbagai inisiatif untuk meningkatkan kualitas hidup dan pengembangan desa. Penelitian ini merinci berbagai program KKN yang dilaksanakan di Desa Sirnabakti dalam bidang kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam bidang kesehatan, program PMT (Pemberian Makanan Tambahan) telah membantu mencegah dan mengatasi stunting pada balita melalui pemberian makanan tambahan berbasis bahan lokal seperti Nugget Daun Kelor, Puding Daun Kelor, dan Pisang. Program ini juga mencakup edukasi gizi dan kesehatan untuk perubahan perilaku yang lebih baik. Di bidang ekonomi, program pengelolaan ikan lele siap santap dan branding desa telah meningkatkan perekonomian desa melalui pemasaran produk lokal dan memberdayakan wanita nelayan. Bidang pendidikan terfokus pada pengajaran di sekolah-sekolah daerah, menciptakan ruang belajar tambahan, dan memberikan pelatihan bagi anak-anak dan remaja. Pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui kegiatan pembersihan sampah, karnaval, serta peningkatan kesadaran kesehatan ibu dan anak. Kesimpulannya, program KKN ini telah memberikan dampak positif terhadap Desa Sirnabakti dan masyarakatnya. Saran untuk program ini meliputi terus memantau, mengevaluasi, dan memperluas program-program yang ada
Literature Review : Pengetahuan Calon Pengantin terhadap Pelaksanaan Imunisasi Tetanus Toxoid (TT) Siti Hardi Yanti Cahyati; Hapsari Windayati; Hapita; Chicin Jesika Ardiyanti; Siti Salma; Eny Luthfiyah Fitrotin; Agustina; Ita Purnamasari; Misnawati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Giving Tetanus Toxoid (TT) vaccination to women before marriage aims to prevent and protect against tetanus. One of the factors influencing the low coverage of TT vaccine is due to the lack of knowledge of women of childbearing age, especially prospective brides. The aim of this literature review is to determine the relationship between prospective brides and grooms and the implementation of tetanus toxoid (TT) immunization. This research uses a systematic review method, namely a search for both international and national literature. A total of 6 articles sourced from Google Scholar, Garuda and Sinta were reviewed for inclusion criteria, namely articles that could be accessed in full text in PDF format, in Indonesian or English, articles published in 2018-2023. The results of the article review show that the majority of women of childbearing age or catin who have high knowledge carry out TT immunization. Respondents who did not want or were afraid to get TT immunization were related to the dangerous ingredients contained in the immunization because of the respondents' ignorance of TT immunization. The conclusion of the analysis of the six articles shows that 5 articles say there is a relationship between the prospective bride and groom's knowledge (catin) and Tetanus Toxoid (TT) immunization and 1 article says there is no relationship between the prospective bride and groom's knowledge (catin) and Tetanus Toxoid (TT) immunization. It is hoped that health workers (midwives, nurses) will conduct outreach about the importance of immunization for women of childbearing age and provide motivation to get TT immunization to prevent tetanus. Abstrak Pemberian vaksinasi Tetanus Toxoid (TT) pada wanita sebelum menikah bertujuan untuk pencegahan dan perlindungan terhadap penyakit tetanus. Salah satu factor yang mempengaruhi masih rendahnya cakupan pemberian vaksin TT dikarenakan kurangnya pengetahuan wanita usia subur terutama calon pengantin. Tujuan dari literature review ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara calon pngantin dengan pelaksaanan imunisasi Tetanus Toxoid (TT). Penelitian ini menggunakan metode sistematika review yaitu sebuah pencarian literatur baik internasional maupun nasional. Sebanyak 6 artikel bersumber dari Google Scholar, Garuda dan Sinta ditelaah kriteria inklusi yaitu artikel yang dapat diakses secara full text dalam format pdf, berbahasa Indonesia atau Bahasa inggris, asrtikel terbitan tahun 2018-2023. Hasil tinjauan artikel menunjukkan bahwa Sebagian besar wanita usia subur atau catin yang memiliki pengetahuan tinggi melakukan imunisasi TT. Responden yang tidak mau atau takut untuk mendapatkan imunisasi TT terkait dengan bahan-bahan yang berbahaya yang terdapat di dalam imunisasi tersebut karena ketidaktahuan responden terhadap imunisasi TT. Kesimpulan hasil anaisis keenam artikel menunjukkan bahwa 5 artikel mengatakan ada hubungan antara pengetahuan Calon Pengantin (catin) dengan imunisasi Tetanus Toxoid (TT) dan 1 artikel mengatakan tidak ada hubungan antara pengetahuan calon pengantin (catin) menunjukkan bahwa dengan imunisasi Tetanus Toxoid (TT). Diharapkan kepada tenaga kesehatan (bidan, perawat) untuk mengadakan sosialisasi tentang penting imunisasi pada wanita usia subur dan memberikan motivasi agar mendapatkan imunisasi TT guna mencegah terjadinya penyakit tetanus.
Implementasi Asuhan Kebidanan Komunitas dengan Penyuluhan KB Modern, Kesehatan Remaja, Imunisasi Rutin, Edukasi Pencegahan Hipertensi, dan Peningkatan Kesehatan Lingkungan di RT 5 Kelurahan Gunung Seteleng Wilayah Kerja Puskesmas Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara Agustina; Dewi Utara Anggraini; Eny Lutfyah Fitrotin; Siti Salma; Cahyaningrum
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The role of health workers, especially midwives, is required to be able to provide MCH/KB services and women's health throughout their life cycle, both in curative/clinical hospital institutions and also in MCH/KB service efforts that are promotive, preventive and capable of mobilizing participation. community in efforts for maternal and child health and family planning in accordance with the principles Primary Health Care (PHC). In order to prepare midwives who are skilled and qualified to carry out the tasks as expected above, it is necessary to provide targeted and integrated learning opportunities and experiences to female midwife profession students not only in hospitals but also in community health centers and communities. This community activity begins with data collection, problem identification, problem prioritization, activity planning, activity implementation, and evaluation. The priority problem is that couples of childbearing age do not have family planning. All activities for implementing community midwifery practices in the RT. 5 Gunung Seteleng Subdistrict received support and support from all RT residents. 5 with the large number of residents who come to each activity, and their enthusiasm to know more about matters related to health. In its implementation, all activities ran smoothly without any obstacles. Hopefully with community midwifery practice activities in RT. 5 Gunung Seteleng Subdistricts can increase public knowledge and awareness about the importance of health.   Abstrak Peran tenaga kesehatan khususnya tenaga bidan dituntut untuk dapat memberikan pelayanan KIA/KB dan kesehatan wanita sepanjang siklus kehidupannya baik di institusi Rumah Sakit yang bersifat kuratif/ klinis maupun juga dalam upaya-upaya pelayanan KIA/KB yang bersifat promotif, preventif dan mampu menggerakkan peran serta masyarakat dalam upaya kesehatan ibu dan anak serta KB sesuai dengan prinsip Primary Health Care (PHC). Dalam rangka mempersiapkan tenaga bidan yang terampil dan bermutu dalam melaksanakan tugas seperti yang diharapkan di atas maka perlu kiranya memberikan kesempatan serta pengalaman belajar yang terarah dan terpadu kepada Mahasiswi Profesi Bidan tidak hanya di Rumah Sakit tetapi di Puskesmas maupun Masyarakat. Kegiatan komunitas ini dimulai dengan pengumpulan data, identifikasi masalah, penentuan prioritas masalah, perencanaan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Identifikasi permasalahan kesehatan masyarakat  berdasarkan dari analisis data sekunder dan data primer. Penentuan prioritas masalah didasarkan dari hasil diskusi dengan tokoh masyarakat dan kader dengan metode USG (Urgency, Seriousness, and Growth). Penentuan alternatif solusi masalah kesehatan masyarakat dilakukan dengan FGD (Focus Group Discussion). Prioritas masalah adalah Pasangan Usia Subur tidak ber KB. Semua kegiatan pelaksanaan praktek kebidanan komunitas di RT. 5 Kelurahan Gunung Seteleng mendapat dukungan dan support dari semua warga RT. 5 dengan banyaknya warga yang datang di setiap kegiatan, serta antusias mereka untuk lebih tahu terkait dengan hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan. Dalam pelaksanaannya, semua kegiatan berjalan dengan lancar tidak ada hambatan. Semoga dengan adanya kegiatan praktek kebidanan komunitas di RT. 5 Kelurahan Gunung Seteleng dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny “R” Umur 40 Tahun di RSUD Ratu Aji Putri Botung Siti Salma; Luvi Dian Afriyani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The maternal and infant mortality rate in North Penajam Paser is still high each year, where in 2022 there will be 5 maternal deaths and 3 cases of death caused by severe preeclampsia. In 2023, the number of maternal deaths was 7 cases and 1 case of maternal death was caused by preeclampsia. Meanwhile, infant deaths in 2022 were 27 deaths and in 2023 there were 18 deaths (PPU Health Office, 2023). Efforts are being made to reduce MMR and IMR by providing quality and sustainable health services (Continuity of Care) starting from pregnancy, maternity, postpartum, neonates to choosing contraceptives. (KIA Books, 2020). The method in this research is descriptive in the form of a case study, namely examining a problem through a case consisting of a single unit. The author carried out monitoring of pregnant women 3 times in the third trimester. The monitoring results obtained were complaints in the third trimester in the form of headaches and slightly blurred vision, the mother's blood pressure was 200/128 mmHg, and urine protein (-). Delivery by caesarean section at Ratu Aji Putri Botung Hospital on August 5 2024 at 12.10 WITA. The author carried out KF 2 to KF 4 care well without any problems. The mother used MOW birth control and found no problems..   Abstrak Angka kematian ibu dan bayi di Penajam Paser Utara setiap tahunnya masih tinggi dimana pada tahun 2022 kematian ibu sebanyak 5 kematian dan sebanyak 3 kasus kematian disebabkan oleh preeklampsia berat. Pada tahun 2023 jumlah kematian ibu sebanyak 7 kasus dan 1 kasus kematian maternal penyebabnya adalah karena preeklamsia   Sedangkan untuk kematian bayi pada tahun 2022 berjumlah 27 kematian dan pada tahun 2023 berjumlah 18 kematian (Dinkes PPU, 2023). Upaya yang dilakukan untuk menekan AKI dan AKB dengan memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkesinambungan (Continuity of Care) mulai dari hamil, bersalin, nifas, neonatus hingga pemilihan alat kontrasepsi. (Buku KIA , 2020). Metode dalm penelitian ini diskriptif yang berupa studi kasus (case study) yaitu meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Pemantauan ibu hamil dilakukan penulis sebanyak 3x di trimester III. Hasil pemantauan yang didapatkan adalah keluhan pada trimester III berupa sakit kepala dan pandangan sedikit kabur, tekanan darah ibu yaitu 200/128 mmHg, dan protein urin (-). Persalinan secara sectio caesaria di RSUD Ratu Aji Putri Botung pada tanggal 5 Agustus 2024 pukul 12.10 WITA. Asuhan KF 2 sampai KF 4 penulis laksanakan dengan baik tanpa masalah. Ibu menggunakan KB MOW dan tidak ditemukan masalah.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PERSAMAAN GARIS LURUS SISWA KELAS VIII SUDIRMAN SMP NEGERI 1 SINDUE Siti Salma; Baharuddin Paloloang; Linawati
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 9 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dalam meningkatkan hasil belajar persamaan garis lurus siswa kelas VIII sudirman SMP negeri 1 sindue. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII Sudirman yang berjumlah 23 siswa. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus yang setiap siklusnya terdiri dari empat komponen yaitu: Perencanaan, Pelaksanaan tindakan, Observasi, dan Refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Talking Stick dapat meningkatkan hasil belajar persamaan garis lurus siswa kelas VIII sudirman SMP negeri 1 sindue dengan tahapannya yaitu: menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, menyajikan informasi, Mengorganisir siswa ke dalam kelompok belajar, Membantu kerja kelompok dan belajar, Mengevaluasi, Memberikan penghargaan. Hasil akhir tindakan siklus I menunjukkan bahwa ketuntasan klasikal mencapai 65% dan hasil tes akhir tindakan siklus II menjadi 82%. Skor total aktivitas guru pada siklus I sebesar 51 meningkat pada siklus II menjadi 65. Skor total aktivitas siswa pada siklus I sebesar 47 meningkat pada siklus II menjadi 65.
Desain dalam Perspektif Hadis: (Studi Hadis Tematik) Siti Salma; Muhammad Alif; Reva Hudan Lissalam
Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Agustus: Karakter : Jurnal Riset Ilmu Pendidikan Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/karakter.v2i3.1137

Abstract

Design in the perspective of Hadith encompasses not only visual and physical aspects but also incorporates moral, social, and spiritual values taught in Islam. In everyday life, Islam encourages its followers to create an orderly, clean, and beneficial environment and lifestyle in accordance with the teachings of Prophet Muhammad (peace be upon him). This study employs a thematic Hadith approach by collecting and analyzing Hadiths related to the theme of design, such as cleanliness, simplicity, beauty, social balance, and sincere intention. The Hadith sources used include authentic collections such as Sahih Bukhari, Sahih Muslim, and Sunan Abu Dawood. The findings reveal that design, according to Hadith, is a comprehensive effort to shape a life aligned with Islamic values, emphasizing ethics, usefulness, and balance between worldly life and the hereafter. Thus, the concept of design in Hadith is not merely a matter of aesthetics but also a form of worship that reflects noble character and brings individuals closer to Allah SWT.
Hubungan Jarak, Durasi dan Posisi Penggunaan Smartphone dengan Kejadian Asthenopia pada Mahasiswa S1 Keperawatan Reguler Universitas Indonesia Maju Tahun 2024 Siti Salma; Arif Hidayatullah; Agus Purnama
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): APRIL - MEI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asthenopia adalah kondisi mata yang disebabkan oleh ketegangan otot mata karena sering terjadi akibat jarak dekat yang terus menerus. Gejala Asthenopia meliputi kekakuan dan nyeri dibahu, leher, punggung, serta perih, gatal, dan penglihatan kabur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Jarak, Durasi, dan Posisi Penggunaan Smartphone dengan Kejadian Asthenopia pada Mahasiswa S1 Keperawatan Reguler Universitas Indonesia Maju. Metode penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan desain Cross Sectional, populasi penelitian ini adalah 185 responden mahasiswa di Universitas Indonesia Maju. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian adalah Probability Sampling dengan metode Sistematik Random Sampling pengumpulan data menggunakan kuesioner secara langsung. Hasil penelitian menunjukan jarak penggunaan Smartphone dengan kejadian Asthenopia < 30 CM sebanyak 74 responden (58,7%), hasil uji Chi Square yaitu p-value 0,519. Durasi penggunaan Smartphone dengan kejadian Asthenopia yaitu sebanyak > 3 jam dengan total yaitu 68 responden (54,0%), hasil uji Chi Square yaitu p-value 0,009. Posisi penggunaan Smartphone dengan kejadian Asthenopia pada posisi berbaring total 60 responden (47,6%), hasil uji Chi Square yaitu p-value 0,006. Kesimpulan penelitian ini terdapat tidak terdapat hubungan yang signitifkan antara Jarak dengan kejadian Asthenopia, dan terdapat hubungan signitifkan antara durasi, posisi penggunaan Smartphone dengan kejadian Asthenopia pada mahasiswa S1 keperawatan reguler Universitas Indonesia Maju Tahun 2024. Disarankan menggunakan smartphone dengan jarak > 30 cm, durasi < 3 jam/hari, dan posisi duduk tegak yang baik untuk menjaga kesehatan mata.