Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Bintek Pendirian Pokdakan Petani Tambak Untuk Petani Tambak pada Kelurahan Kali Anyar RT 17 RW 02 Kecamatan Bangil Shanti Wulandari; Desy Nurkristia Tejawati; Fries Melia Salviana
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar  Belakang: Kalianyar merupakan kelurahan paling utara di Kecamatan Bangil. Data persentase luasan penggunaan lahan terhadap luasan keseluruhan Wilayah Kabupaten Pasuruan yaitu Tambak 1,696% irigasi untuk budidaya ikan di air payau. Usaha budidaya di tambak saat ini mencapai luasan 4.604,69 Ha. Mata pencaharian sebagian besar penduduk di desa Kali anyar kecamatan Bangil, Pasuruan adalah petani Tambak dan Pedagang. Namun, Kelompok Pembudidaya Ikan organisasinya belum berjalan secara maksimal dalam membantu para petani tambak dalam mengelola usaha tambaknya. Petani Tambak juga membutuhkan informasi dalam pengajuan hibah bantuan dari Dinas Perikanan. Tujuan: Memberikan pemahaman dan restrukturisasi organisasi Pokdakan Kalianyar yang disesuaikan dengan kebutuhan anggota, dan memberikan informasi, kepastian dalam proses pengajuan Hibah bantuan yang wajib dikoordinasikan sejak awal melalui Kepala Desa/Kelurahan. Kegiatan melibatkan Kepala Kelurahan, Dinas Perikanan, Tim Pengabdian Masyarakat, dan 15 Petani Tambak Kalianyar. Metode : Tahapan  kegiatan ini  yakni  perencanaan (Analisa),  pelaksanaan,  dan  evaluasi. Hasil : Petani Tambak di wajibkan mempunyai Kartu Kusuka, pendaftaran secara administrasi kepada Dinas Perikanan. Memperbaiki struktur organisasi Pokdakan Kalianyar 1 dengan menetapkan susunan kepengurusan yang lebih kompeten dan di proses menjadi badan hukum. Dinas Perikanana akan membantu menyampaikan keluhan Petani tambak berkaitan dengan kualitas air kepada dinas lingkungan, dan membantu menginformasikan jika ada rencana hibah bantuan di tahun berikutnya. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian Masyarakat ini bermanfaat untuk mendaftarkan para petani tambak mempunyai kartu Kusuka, memahami prosedur pendirian menjadi Pokdakan yang berbadan hukum,  restrukturisasi susunan kepengurusan dari Pokdakan. Petani Tambak juga memahami tata laksana untuk pengajuan Hibah kepada Dinas Perikanan dengan koordinasi melalui peran ketua Pokdakan dan Kepala Kelurahan
Perlindungan Hukum Preventif Bagi Debitor Dalam Pinjaman Online Salviana, Fries Melia; Tejawati, Desy Nurkristia; Wulandari, Shanti
KALANDRA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 5 (2025): September
Publisher : Yayasan Kajian Riset Dan Pengembangan Radisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55266/jurnalkalandra.v4i5.597

Abstract

Senopati Senior High School Sedati, located at JL Senopati No. 2 Betro, Sedati District, Sidoarjo Regency, carries out its educational activities under the vision of politeness in behavior, serenity and peace of mind, and excellence in both performance and quality. To realize this vision, the school adopts missions that emphasize effective learning, potential development, cultivation of religious values, participatory management, discipline, and dedication. In line with these missions, the school received a community service team from the Faculty of Law, Universitas Wijaya Kusuma, which conducted a preliminary survey to identify existing problems. The survey revealed several cases involving online loans (pinjaman online) that entrapped both teachers and students, resulting in material and immaterial losses. This situation occurred due to a lack of awareness regarding the dangers of online loans, which made individuals vulnerable to such offers. The issue poses a serious risk not only to the teachers and students but also to the institution. Therefore, legal counseling on preventive legal protection for debtors in online loans is urgently needed. The method employed in this activity consists of conducting a preliminary survey to identify the problems, followed by the implementation of legal counseling session
A Comparative Legal Analysis of Village Head Term Extensions within the Framework of Indonesia’s Democratic Rule of Law Agustini , Ninik; Sariono, Joko Nur; Salviana, Fries Melia
International Journal of Business, Law, and Education Vol. 6 No. 2 (2025): International Journal of Business, Law, and Education (On Progress July-Desembe
Publisher : IJBLE Scientific Publications Community Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56442/ijble.v6i2.1321

Abstract

The extension of village head terms under Law Number 3 of 2024 has generated significant debate within the context of Indonesia’s democratic rule of law. This amendment changes the previous six-year term for a maximum of three periods to an eight-year term for a maximum of two periods. This article aims to analyze the ratio legis underlying the extension and assess its compatibility with constitutional principles governing democratic governance and the limitation of executive power. Employing a normative juridical method with statutory and conceptual approaches, this study examines the legal framework and democratic implications of the revised provision. The findings reveal that the government’s justification centers on budgetary efficiency, enhanced continuity of development programs, and political stability within village communities. Nevertheless, these rationales are predominantly pragmatic and insufficient when measured against democratic safeguards. The reduced frequency of elections may weaken public oversight, limit leadership circulation, and heighten the risk of power abuse—conditions exacerbated by the high incidence of corruption in village administrations reported by Indonesia Corruption Watch (ICW). Moreover, the policy contradicts the post-1998 reform spirit, which emphasized term limits to prevent authoritarian tendencies. Therefore, the extension requires comprehensive reevaluation to ensure it aligns with democratic values, maintains accountability, and upholds the principles of the rule of law.