Taufiqurrahman Taufiqurrahman
Universitas Muhammadiyah Bima

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Praktek Gadai Hak Atas Tanah Dibawah Tangan Dilihat dari Sudut Undang-Undang No.5 Tahun 1960 dan Hukum Islam (Studi di Desa Pandai Kecamatan Woha Kabupaten Bima) Muhammad Amin; Jufrin; Taufiqurrahman
NALAR: Journal Of Law and Sharia Vol 1 No 2 (2023): Nalar: Jurnal of Law dan Sharia
Publisher : Sarau Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini meneliti dan menganalisis tentang praktek gadai hak atas tanah dibawah tangan yang terjadi ditengah-tengah kehidupan masyarakat, yang sudah menjadi kebiasaan yang sudah terus menerus dilakukan oleh masyarakat dalam menjawab kebutuhan-kebutuhan hidup. Praktek gadai semacam ini patut dilanggengkan atau perlu dibatasi baik dari aspek Undang-undang Agraria maupun dalam hukum Islam. Pasal 53 Undang-undang No. 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria, bahwa Gadai Hak Atas Tanah sementara. Kemudian Undang-undang No. 56 Prp. Tahun 1960, Pasal 7 menetapkan: Hak Gadai tanah yang sudah berlangsung 7 (tujuh) tahun wajibmengembalikan dengan tidak ada uang tebusan. Dalam hukum Mu’amalah Islam dilarang melakukan memungut melebihi atau memberatkan pihak lain ( riba ). Tulisan ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris, yaitu dengan menguji aturan-aturan yang bersifat normatif dengan fakta-fakta yang terjadi dalam kehidpan masyarakat; dari hasil penelitian ditemukan bahwa pada umumnya masyarakat Desa Pandai Kecamatan Woha Kabupaten Bima Praktek Gadai Tanah dibawah tangan sangat dominan dengan alasan saling bantu membantu padahal bantu membantu dengan cara gadai ini sangat merugikan pihak pemberi gadai.
Strategies for Strengthening Civic Responsibility Among Students Through Pancasila and Civic Education Anjulin Yonathan Kamlasi; Taufiqurrahman Taufiqurrahman; Fredik Lambertus Kollo; Thomas Kemil Masi; Melinda Ratu Radja; Tri Utami
Jurnal Pendidikan Terapan Vol 4, No 2 May (2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jupiter.v4i2.838

Abstract

Strengthening civic responsibility is one of the important objectives of civic education in higher education, particularly in shaping students as active, participatory, and responsible citizens in democratic life. This study aims to analyse strategies for strengthening students' civic responsibility through Civic Education learning in the Pancasila and Civic Education Study Programme, Faculty of Teacher Training and Education, Nusa Cendana University. The research uses a qualitative approach. The research informants consist of lecturers teaching Civic Education courses and students of the Civic Education Study Programme, Faculty of Teacher Training and Education, Nusa Cendana University, who were selected purposively. Research data were collected through in-depth interviews, observation of the learning process, and analysis of documentation in the form of Semester Learning Plans (RPS), teaching materials, and student academic activities. Data analysis techniques used data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results of the study show that several key strategies in strengthening civic responsibility for students through Civic Education are project-based learning, integrated service learning, deliberative pedagogy (structured discussions, debates, and simulated public forums), strengthening the role of student organisations and practical leadership, as well as digital literacy and the use of media for civic participation (digital citizenship). Strengthening civic responsibility through PPKn must be integrative, contextual, and sustainable with adequate institutional support, facilities, and habits in campus and community life. This research contributes scientifically to the development of civic education studies in higher education by offering a conceptual model for strengthening student civic responsibility based on an integrative PPKn learning strategy that combines classroom learning, social experiences, and digital participation. The findings of this study also enrich the literature on relevant civic pedagogy practices to strengthen students' civic competencies in facing contemporary democratic challenges.
INTERNALISASI PROFIL PELAJAR PANCASILA MELALUI PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL DI SDN 33 LAMPE KOTA BIMA: INTERNALISASI PROFIL PELAJAR PANCASILA MELALUI PEMBELAJARAN MUATAN LOKAL DI SDN 33 LAMPE KOTA BIMA Taufiqurrahman Taufiqurrahman; Umar Umar
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 7 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v7i1.2611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses internalisasi Profil Siswa Pancasila melalui pembelajaran Muatan Lokal di SDN 33 Lampe Kota Bima. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru kelas V dan siswa kelas V. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Uji keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan uji kredibilitas, dan triangulasi baik triangulasi sumber maupun triangulasi teknik. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan internalisasi menggunakan tiga tahapan yaitu tahap transformasi nilai, transaksi nilai, dan transinternalisasi nilai-nilai Profil Siswa Pancasila melalui pembelajaran seni budaya. Penerapan ini dilakukan sebagai bentuk upaya pencegahan dampak globalisasi dan mencapai salah satu misi dan tujuan sekolah, yaitu terwujudnya siswa yang mencintai budaya Indonesia dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.