Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Masyarakat melalui Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional Sundoro, Totok; Tsaqila, Nida; Nuha, Faris Ulin
APMa Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1: Januari 2023
Publisher : STIKES Bhakti Husada Mulia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47575/apma.v3i1.376

Abstract

Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan jaminan berupa perlindungan kesehatan agar masyarakat memperoleh manfaat perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan. Pemerintah telah menetapkan Program JKN dengan mewajibkan seluruh Warga Negara Indonesia untuk ikut dan sekaligus memahami pelaksanaan atau cara akses pelayanan dalam program JKN. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan menambah pengetahuan masyarakat terkait Jaminan Kesehatan Nasional pada Warga Dusun Mojosari Wololelo Pleret Bantul. Metode yang digunakan dengan dua cara meliputi ceramah, diskusi atau tanya jawab dengan materi tentang BPJS Kesehatan, Iuran Jaminan Kesehatan Nasional, manfaat Jaminan Kesehatan Nasional serta prosedur pelayanannya. Dampak positif dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dengan adanya peningkatan pengetahuan dan informasi yang benar membuat masyarakat paham, yakin dan berminat untuk mengikut program JKN dengan menjadi peserta dan mengikuti prosedur pelayanan sesuai peraturan perundang-undangan.
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG KESEHATAN USIA DINI PADA REMAJA SMK MANDALA BHAKTI SURAKARTA Totok Sundoro; Parmadi Sigit; Wahyudin M. Salam; Titi Sayekti
HIKMAYO: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AMAYO Vol. 4 No. 2 (2025): HIKMAYO : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Akademi Manajemen Administrasi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56606/hikmayo.v4i2.314

Abstract

Kesehatan reproduksi sangat penting untuk dipahami oleh semua orang, khususnya pada remaja. Pada saat ini akses informasi bagi remaja Indonesia mengenai kesehatan reproduksi masih sangat terbatas karena masih banyaknya masyarakat yang beranggapan bahwa seksualitas adalah hal yang tabu untuk dibicarakan. Keterbatasan akses informasi mengenai kesehatan reproduksi mengakibatkan kurangnya tingkat pengetahuan, sifat dan perilaku berisiko pada remaja yang berdampak pada status kesehatan reproduksi remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas generasi sadar kesehatan reproduksi bagi siswa siswi SMK Mandala Bhakti Surakarta, sebagai upaya dalam pemberian informasi dan konseling yang benar terhadap remaja mengenai kesehatan reproduksi meliputi seksualitas, HIV/AIDS, NAPZA pada remaja agar remaja dapat berperilaku hidup sehat. Metode yang digunakan pada pelaksanaan kegiatan ini adalah ceramah offline melalui penyuluhan. Kegiatan ini sebagai sarana untuk mengedukasi remaja. Remaja sebelumnya diberikan penjelasan materi kesehatan reproduksi remaja dan masalahnya. Hasil pengabdian masyarakat ini didapatkan adanya peningkatan pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi remaja dimana mayoritas remaja berpengetahuan kurang sebanyak 32% dan evaluasi sesudah dilakukan penyuluhan mayoritas remaja berpengetahuan baik sebanyak 88%. Sehingga diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mereka, diharapkan siswa siswi di SMK Mandala Bhakti Surakarta dapat secara aktif dan mandiri dalam menjaga kesehatan reproduksinya dan menjadi generasi yang sadar kesehatan reproduksi terbebas dari penyakit infeksi menular seksual, HIV/AIDS dan masalah reproduksi lainnya.
Peningkatan Pemahaman Masyarakat Melalui Sosialisasi Skema Pembiayaan Kesehatan Dusun Nalen Sorosutan Yogyakarta sundoro, totok; Sri Suryaningsih
HIKMAYO: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT AMAYO Vol. 5 No. 1 (2026): HIKMAYO : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Akademi Manajemen Administrasi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56606/hikmayo.v5i1.382

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa upaya peningkatan pemahaman melalui sosialisasi tentang skema pembiayaan kesehatan dalam program JKN. Metode pelaksanaan dilakukan sosialisasi secara offline tatap muka dengan tahapan pre-test, sosialisasi, tanya jawab dan post test. Peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebanyak 35 orang dan merupakan warga masyarakat di Dusun Nalen Kelurahan Sorosutan Yogyakarta. Hasil yang dicapai setelah dilakukan kegiatan sosialisasi yaitu sebanyak 91% peserta masyarakat yang memiliki pemahaman tinggi terhadap jenis badan penyelenggara jaminan kesehatan, sebanyak 89% tingkat pemahaman masyarakat meningkat tentang Prosedur Pembiayaan Kasus Kecelakaan Kerja/Penyakit Akibat Kerja, dan sebanyak 94% tingkat pemahaman masyarakat meningkat terhadap Prosedur Pembiayaan Kasus Kecelakaan Lalu Lintas. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat berdampak positif bagi masyarakat di Dusun Nalen Kelurahan Sorosutan Yogyakarta karena dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang skema pembiayaan dalam program JKN.
PENGURANGAN RISIKO INFEKSI PELAYANAN KESEHATAN DI RUMAH SAKIT X YOGYAKARTA Sundoro, Totok
Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Administrasi Rumah Sakit Indonesia
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jarsi.v5i1.963

Abstract

Rumah sakit (RS) merupakan sumber infeksi bagi petugas kesehatan, pasien dan juga pengunjung. Risiko terjadinya infeksi nosokomial dapat diminimalkan dengan melaksanakan PPI. Program pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) wajib dilaksanakan sebagai upaya pengurangan risiko infeksi dirumah sakit dan menjadi salah satu elemen penilaian dalam standar akreditasi rumah sakit. Salah satu indikator patient safety adalah pengurangan resiko infeksi terkait dengan pelayanan kesehatan. Kejadian infeksi di RSUD Kota Yogyakarta tahun 2024 sebanyak 0,47%, pelaksanaan program sudah berjalan tapi belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi upaya pengurangan risiko infeksi di RS melalui studi kebijakan bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, telaah observasi dokumen dan FGD. Komponen input yang diteliti adalah (kebijakan, pelaksanaan dan hambatan). Hasil penelitian menunjukkan rumah sakit telah tersedia kebijakan dan pelaksanaan pengurangan risiko infeksi sudah tepenuhi lengkap dengan nilai skor 10 (100%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah masih ada masih ditemukan adanya kasus Infeksi Daerah Operasi (IDO) setelah tindakan pasien operasi di RSUD Kota Yogyakarta. Kasus ini dapat disebabkan oleh tidak patuhnya pemakaian Antibiotik (AB) Profilakasis dan temuan sampah infeksius seperti masker di area Poliklinik rawat jalan yang dibuang tidak pada tempatnya. Regulasi dan pelaksanaan pengurangan risiko infeksi sudah sesuai standar akreditasi RS hanya perlu penguatan komitmen oleh seluruh staf RS. Memberikan edukasi kepada petugas RS khususnya petugas di ruang operasi pentingnya hand hygiene sebelum kontak ke pasien serta penyediaan anggaran dana, pengelolaan, serta penyediaan tempat sampah disetiap unit/bagian di RS.