Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Variasi Waktu Celup Terhadap Ketebalan Lapisan Dan Pantulan Cahaya Pada Proses Elektroplating Tembaga Yuwono, Yuwono; Asroni, Asroni; Wahyudi, Tri Cahyo; Surono, Bambang
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 13, No 1 (2024): TURBO : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v13i1.3319

Abstract

Elektroplating adalah proses pelapisan logam dengan logam lain di dalam suatu larutan elektrolit dengan pembiasan arus listrik. Pelapisan metode elektroplating dapat menghasilkan permukaan yang memiliki karakteristik sesuai dengan logam pelapis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu pelapisan terhadap hasil pantul cahaya dan ketebalan lapisan pada plat baja karbon rendah dengan panjang 70 mm, lebar 35 mm dan tebal 3 mm. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan variasi waktu pencelupan 5 menit, 10 menit dan 15 menit. Kondisi pelapisan menggunakan tembaga sebagai logam pelapis (anoda) dengan dua buah anoda yang berada di sisi kanan dan sisi kiri katoda, pada jarak antara anoda-katoda  5 cm. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah dengan variasi waktu pencelupan elektroplating tembaga yang dilakukan, nilai pantulan cahaya dan ketebalan lapisannya meningkat, yaitu pada waktu pelapisan 5 menit mendapat ketebalan lapisan 0,27 mm dan nilai pantulan cahaya 14,2 lux. Pada waktu pelapisan 10 menit mendapat ketebalan lapisan 0,77 mm dan nilai pantulan cahaya 19,5 lux. Pada waktu pelapisan 15 menit mendapat ketebalan lapisan tertinggi 0,99 mm dan nilai pantulan cahaya tertinggi 25,1 lux
Simulation of Waste Load Variations on Stress Analysis Results of Incinerator Wheel Asroni; Bambang Surono; Hendri Yonatan
R.E.M. (Rekayasa Energi Manufaktur) Jurnal Vol 10 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/r.e.m.v10i2.1784

Abstract

An incinerator is a high-temperature waste-burning device with a closed, insulated combustion chamber, designed to minimize environmental impact [1]. Modern incinerators aim to reduce inorganic waste and smoke emissions, particularly in Metro City, Lampung Province [2]. A key component is the wheel, which reduces friction and enhances mobility [3]. This study focuses on designing the incinerator wheel, determining its geometry and material, and analyzing stress, strain, and deformation through simulation [4]. The design process used Autodesk Inventor Professional, while simulations were performed in SolidWorks [5]. Tests were conducted under three load conditions: no load, 250 kg, and 500 kg. The final wheel design measures 150 mm in diameter, 50 mm in width, and 10 mm in thickness, using cast iron. Simulation results show stress, strain, and deformation remain below material limits, even at 500 kg load, confirming the wheel’s safety and reliability for optimal incinerator performance.
Pengujian Eksperimental Keausan Bahan Alumunium, Tembaga dan Baja Karbon Menggunakan Uji Keausan Skala Laboratorium Type Pin On Disc Aswar, Aswar; Parekke, Simon; Harjuma, Harjuma; Surono, Bambang; Handono, Sulis Dri
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 14, No 2 (2025): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v14i2.4677

Abstract

Keausan menentukan kinerja dan umur pakai komponen mekanik. Studi ini mengevaluasi ketahanan aus aluminium, tembaga, mild steel, alloy steel, dan stainless steel menggunakan tribometer Pin-on-Disc skala laboratorium pada gesekan kering. Spesimen silinder (Ø10mm×30 mm) diuji pada kecepatan 290 rpm, lintasan 150 m, dengan dua variasi beban yaitu 3,5 N dan 4,0 N. Laju keausan spesifik dihitung dari perubahan massa dan beban, disertai observasi makroskopik pola keausan. Hasil menunjukkan perbedaan nyata antar material: stainless steel terbaik dengan laju keausan terendah 1,1×10⁻5 cm³/N·m dan pola abrasi ringan. Mild steel dan alloy steel menunjukkan stabilitas terhadap peningkatan beban dengan respon keausan rendah, masing-masing 3,9% dan 5,0%. Aluminium memiliki laju keausan tertinggi dan respons hingga 19,9%, dengan indikasi delaminasi serta akumulasi serpih aus. Korelasi antara data kuantitatif dan morfologi permukaan menegaskan bahwa kombinasi kekerasan tinggi, keuletan memadai, dan stabilitas lapisan oksida merupakan penentu utama ketahanan aus.
Perancangan Modifikasi Upper Arm Suspensi Belakang Honda Civic 2001 - 2005 Dengan Autodesk Inventor Yasinta, Syaukaty; Susilo, Mascuk; Arrohman, Sigit; Hanafi, Imam Mahfud; Fikri, Muhammad Luqman Saiful; Surono, Bambang; Mafruddin, Mafruddin
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 14, No 2 (2025): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v14i2.4513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk megetahuai tingkat kekuatan dan kenyamanan pada Upper Arm standart, ketika mendapatkan beban dan guncangan, maka analisis pegujian pembebanan berdasarkan dimensi kendaraan, berat kosong dan berat kotor kendaraan. Dalam melakukan analisa dan simulasi penulis menggunakan metode numerik yang dikenal dengan Finite Element Analysis (FEA) atau bisa juga disebut dengan metode elemen hingga. Dalam mendukung metode elemen hingga, serta mempermudah analisis dan mendapatkan hasil yang lebih akurat pada analisis lengan-lengan (arm) ini menggunakan software autodesk invertor karena mudah untuk mendesain dan menganalisis karakteristik upper arm. Dari hasil simulasi, Upper Arm dengan material baja paduan A812, yang memiliki nilai tegangan von Mises maksimum sebesar 0,0501307 MPa, perpindahan sebesar 0,0000960669 mm dan faktor keamanan sebesar 12 ul. Sedangkan pada material baja karbon A284, yang memiliki nilai tegangan von Mises maksimum sebesar 0,0501812 MPa, perpindahan arah vektor Y sebesar 0,000109716 mm dan faktor keamanan sebesar 15.
Proses Perbaikan Cooler Fan 5W1K14 Dengan Mendekteksi Kerusakan Berdasarkan Analysis Vibration sunaryo, sunaryo; Andra, Daffi; Hakim, Legisnal; Surono, Bambang
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 14, No 2 (2025): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v14i2.4497

Abstract

Perawatan mesin industri memiliki peran penting dalam menjamin kontinuitas dan efisiensi proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerusakan pada unit Cooler Fan 5W1K14 milik PT Semen Padang melalui pendekatan predictive maintenance berbasis analisis vibrasi. Cooler fan merupakan komponen krusial dalam sistem pendinginan klinker, sehingga kegagalannya dapat mengganggu keseluruhan proses produksi. Pengambilan data dilakukan menggunakan alat VibXpert dan dianalisis dengan perangkat lunak Omnitrend. Hasil pengukuran vibrasi awal menunjukkan nilai amplitudo yang melebihi ambang batas standar ISO 10816, khususnya pada titik B2 arah horizontal dengan nilai 8,94 mm/s, yang menandakan adanya kelonggaran mekanis (mechanical looseness). Spektrum vibrasi mengonfirmasi adanya harmonik yang menjadi indikator utama kerusakan pada bearing. Setelah dilakukan penggantian bearing tipe SKF 22216 EK/C3 dan housing bearing, serta pelumasan dan pengukuran ulang, nilai vibrasi menurun secara signifikan ke zona aman, dengan nilai tertinggi 3,82 mm/s. Hasil ini menunjukkan bahwa metode analisis vibrasi efektif dalam mendeteksi dan menanggulangi kerusakan pada mesin berputar. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi industri dalam mengoptimalkan strategi pemeliharaan mesin secara prediktif untuk meminimalkan downtime dan biaya operasional.
PENGARUH WAKTU PEMANASAN DAN MEDIA KOROSI TERHADAP LAJU KOROSI BAJA ASTM A36 SEBAGAI BAHAN CHAMBER INCENERATOR Nugroho, Eko; Rajabiah, Nurlaila; Surono, Bambang; Aji, Wahyu Seto
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 14, No 2 (2025): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v14i2.4734

Abstract

An incinerator is a machine designed to process solid waste through high-temperature combustion technology. Continuous combustion may lead to corrosion, which is often considered an inevitable problem. The purpose of this study is to investigate how combustion duration and corrosive media affect the corrosion rate. The research method employed was an experimental design involving the heating of material. Tests were conducted to analyze the effect of combustion time and corrosive media in the incinerator chamber on the corrosion rate. The material used was ASTM A36 steel with dimensions of 70 mm × 50 mm × 5 mm. The corrosive media employed were rainwater, H₂SO₄, and HCl. The material was heated at 700 °C for 3, 5, and 7 hours. The immersion time in corrosive media was 30 minutes, followed by a cooling period of 7 days. The results indicated that the highest corrosion rate occurred at a combustion time of 7 hours. Thus, the longer the combustion time, the greater the reaction, resulting in an increased corrosion rate. The use of different corrosive media also influenced the corrosion rate. It was found that the highest corrosion rate was 0.00534 mm/year after 7 hours of heating in HCl solution, while the lowest corrosion rate was approximately 0.00077 mm/year in rainwater after 3 hours of heating. Therefore, prolonged heating not only enhances the reaction but also significantly increases the corrosion rate.
Analisa Pengaruh Metode Pengurangan Kadar Air terhadap Kualitas Pemipilan Jagung menggunakan Mesin Pemipil Type Spiral Rotary Aswar, Aswar; Parekke, Simon; Ristiawan, Ichsan; Arifin, Zulkarnain; Fathirahman, Muhammad; Shopie, Dwilma; Surono, Bambang; Syarief, Akhmad
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 14, No 2 (2025): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v14i2.4539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengurangan kadar air terhadap kualitas pemipilan jagung menggunakan mesin pemipil tipe spiral rotary. Jagung hibrida Bima 9 diuji dengan empat perlakuan pengeringan yang berbeda, yaitu tanpa pengeringan (S0), dijemur selama 8 jam (S1), dioven selama 1 jam pada suhu 90°C (S2), dan dioven selama 2 jam pada suhu 90°C (S3). Sampel jagung dipipil menggunakan mesin pemipil tipe spiral rotary, dan hasil pemipilan dianalisis berdasarkan efisiensi mesin, kualitas pemipilan, dan kerusakan biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengurangan kadar air meningkatkan efisiensi mesin dan kualitas pemipilan, dengan kadar air 18.3% (S3) menghasilkan rata-rata efisiensi mesin tertinggi sebesar 85% dan pemipilan yang bersih, meskipun dengan sedikit kerusakan pada biji. Kadar air yang lebih tinggi, seperti pada S1 (24.4%), menghasilkan efisiensi mesin yang rendah dan banyak biji yang tertinggal pada tongkol. Penelitian ini menyarankan bahwa kadar air optimal untuk pemipilan jagung menggunakan mesin pemipil spiral rotary adalah sekitar 18–22%. Temuan ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan efisiensi pemipilan jagung di industri pengolahan pakan ternak.