Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Proceedings Series on Physical

Perubahan Komposisi Gulma Pada Pertanaman Okra dengan Jarak Tanam dan Frekuensi Penyiangan Berbeda Endang Dewi Murrinie; Muhammad Risky Fauzi; Veronica Krestiani
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.724

Abstract

Okra adalah tanaman yang bermanfaat untuk sayur, bahan baku industri dan pengobatan. Salah satu faktor yang dapat menurunkan kuantitas dan kualitas hasil adalah tumbuhnya gulma yang bersaing dengan tanaman dalam mendapatkan sinar matahari, air, dan unsur hara sehingga harus dikendalikan. Cara pengendalian gulma diantaranya adalah dengan pengaturan jarak tanam dan penyiangan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perubahan komposisi gulma pada pertanaman okra dengan jarak tanam dan frekuensi penyiangan berbeda. Penelitian merupakan percobaan faktorial dua faktor dengan menggunakan rancangan acak kelompok lengkap diulang tiga kali. Faktor pertama adalah jarak tanam, terdiri dua level, yaitu 40 cm x 40 cm dan 40 cm x 60 cm. Faktor kedua adalah frekuensi penyiangan terdiri empat level, yaitu penyiangan 1 kali (2 minggu setelah tanam/MST), penyiangan 2 kali (2 dan 4 MST), penyiangan 3 kali (2, 4 dan 6 MST), dan penyiangan 4 kali (2, 4, 6 dan 8 MST). Perubahan komposisi gulma diamati dengan melakukan analisis vegetasi sebelum olah tanah, umur 2 MST, umur 4 MST, umur 6 MST, dan umur 8 MST. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan komposisi gulma akibat perlakuan jarak tanam dan frekuensi penyiangan. Gulma yang mendominasi lahan sebelum perlakuan adalah dari golongan daun lebar (Hedyotis corymbosa dan Cleome viscosa), setelah perlakuan gulma yang mendominasi semua perlakuan berubah menjadi golongan rerumputan (Eleusine indica) yang sebelumnya tidak dijumpai di lahan. Pergeseran komposisi gulma juga terjadi pada golongan tekian. Gulma tekian yang dijumpai sebelum perlakuan sampai dengan umur 6 MST, pada umur 8 MST sudah tidak tumbuh lagi.
Pengaruh Suhu dan Wadah Penyimpanan terhadap Kadar Air dan Perkecambahan Benih Kawista (Feronia limonia (L.) Swingle) Murrinie, Endang Dewi; Lestari, Silvia Ammy Feronica Ayu Putri
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v7i.1204

Abstract

Kawista (Feronia limonia (L.) Swingle) adalah tanaman buah tahunan yang termasuk dalam Famili Rutaceae. Daging buah kawista dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan dan sirup, sementara bagian tanaman lainnya seperti akar, kulit batang, daun, duri, dan buah muda digunakan sebagai bahan pengobatan. Tanaman kawista umumnya diperbanyak secara generatif, namun kawista hanya berbuah satu kali setahun sehingga dibutuhkan teknologi penyimpanan benih kawista. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan wadah penyimpanan terhadap kadar air dan perkecambahan benih kawista.  Penelitian merupakan percobaan faktorial dua faktor dengan menggunakan rancangan acak lengkap. Faktor pertama suhu penyimpanan terdiri 3 taraf, yaitu: (1) 7-9 °C; (2) 18-19 °C, dan (3) 25-30 °C. Faktor kedua wadah penyimpanan, terdiri 3 taraf, yaitu (1) toples plastik, (2) kertas aluminium foil, dan (3) kantong plastik polyethylene. Penyimpanan benih dilakukan selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan suhu penyimpanan tidak berpengaruh terhadap kadar air benih, diameter hipokotil, dan bobot kering kecambah, namun berpengaruh terhadap persentase perkecambahan, laju perkecambahan, dan tinggi hipokotil. Suhu penyimpanan yang semakin rendah akan menurunkan persentase perkecambahan dan tinggi hipokotil, namun laju perkecambahan menjadi semakin cepat. Wadah penyimpanan berpengaruh terhadap kadar air benih dan persentase perkecambahan benih, namun tidak berpengaruh terhadap laju perkecambahan, tinggi hipokotil, diameter hipokotil, dan bobot kering kecambah. Penyimpanan dalam wadah toples plastik  menyebabkan penurunan kadar air benih dan persentase perkecambahan, namun tidak mempengaruhi pertumbuhan kecambah.