Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan, Sumber Informasi dan Peran Bidan Terhadap Penggunaan Kontrasepsi Pada Wanita Usia Subur (WUS) di PMB Y Desa Leuwisadeng Kabupaten Bogor Tahun 2022: Studi Kasus tentang Penggunaan Kontrasepsi pada Wanita Usia Subur di PMB Y Desa Leuwisadeng Dita, Dita; Nency, Aprilya; Herdiana, Hedy
SIMFISIS Jurnal Kebidanan Indonesia Vol 3 No 2 (2023): SIMFISIS Jurnal Kebidanan Indonesia
Publisher : MPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53801/sjki.v3i2.192

Abstract

Latar Belakang: Keluarga berencana adalah suatu strategi untuk memungkinkan individu menentukan total juga jangka melahirkan anak sesuai keinginan mereka. Peristiwa ini bisa di peroleh dengan menggunakan cara kontrasepsi dan mengatasi masalah infertilitas. Program keluarga berencana bertujuan sebagai mengontrol kelahiran anak, menentukan jarak dan umur yang tepat untuk melahirkan, serta membantu individu dalam menjaga kehamilan agar terlindungi dan terbantu, sehingga tercipta keluarga yang berkualitas. Tujuan: Untuk memastikan hubungan antara pengetahuan ibu, sumber informasi, dan fungsi bidan sehubungan dengan penggunaan kontrasepsi di kalangan perempuan dalam PMB Y tahun 2022. Metode: Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif, yaitu survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling dengan menggunakan total sampling sebanyak 52 responden dengan kriteria Wanita Usia Subur (WUS) yang berkunjung ke PMB Y pada periode bulan Juni hingga Oktober 2022. Variabel penelitian ini adalah peran bidan, Sumber Informasi, pengetahuan dan pemakaian kontrasepsi pada wanita usia subur (WUS). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Kuesioner dan Analisis yang digunakan menggunakan uji statistik Chi-square. Hasil: Hubungan pengetahuan terhadap penggunaan kontrasepsi pada Wanita Usia Subur (WUS) dengan nilai P-value 0,001 dan Nilai OR sebesar 12,37. Hubungan sumber informasi terhadap penggunaan kontrasepsi pada Wanita Usia Subur (WUS) dengan nilai P-value 0,016 dan Nilai OR sebesar 0,15. Hubungan peran bidan terhadap penggunaan kontrasepsi pada Wanita Usia Subur (WUS) dengan nilai P-value 0,031 dan Nilai OR sebesar 0,68. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan, sumber informasi, dan peran bidan mengenai penggunaan kontrasepsi pada wanita usia subur (WUS).
CHILDFREE IN THE PERSPECTIVE OF ISLAMIC LAW (CHILDFREE DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM) Dita, Dita; Takdir, Takdir; Rahmawati, Rahmawati
Jurnal Ilmiah Advokasi Vol 12, No 3 (2024): Jurnal Ilmiah Advokasi
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jiad.v12i3.5522

Abstract

This research analyzes the perspectives of married couples on childfree choices, explores the factors influencing the decision to be childfree, and investigates the Islamic perspective on this matter. Employing a literature review method with a normative approach, the study references Islamic legal norms through primary sources such as journals, articles, and books related to childfree. The findings indicate that the decision to be childfree is typically a joint one made by spouses. Women often express a desire for childfree living, feeling burdened by pregnancy, and believing that without children, they can maintain a youthful appearance and focus on their careers without the responsibilities of parenthood. Economic, mental, cultural, environmental, and concerns about overpopulation are identified as primary reasons behind this decision. From an Islamic perspective, although there is no direct prohibition in the Quran regarding childfree choices, the decision is considered contrary to the marital goal of procreation. Consequently, within the religious context, intentionally childless couples are deemed to violate the principles of marriage in Islam. This research provides insights into the dynamics of childfree decisions among married couples, encompassing economic, psychological, and cultural aspects, while highlighting the religious perspective that influences attitudes toward childfree choices.Keywords: Childfree, Marriage, Islamic Law.
Artificial Intelligence as a Catalyst for Modernizing Islamic Family Law Mawaddah, Mawaddah; Alwi, Alwi; Ustman, Najamudin Ali; Lahada, Akmal M.; Dita, Dita
Al-Mujtahid: Journal of Islamic Family Law Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/ajifl.v4i2.3295

Abstract

This research examines the integration of artificial intelligence (AI) in collective ijtihad in Islamic family law, looking for innovative ways to integrate modern technology with Sharia principles. Using a qualitative approach, data was collected through in-depth interviews and focused group discussions with Islamic law experts and AI practitioners and through analysis of relevant legal documents and literature. The study's findings show that AI can speed up the ijtihad process and increase efficiency and accuracy in analyzing and resolving complex family law cases. This research reveals that although AI brings many benefits, its use must still consider compliance with sharia values, with strict ethical supervision. The discussion in this study emphasizes the importance of a balance between technological innovation and adherence to Islamic principles. The conclusions of this study suggest that the use of AI in collective ijtihad not only opens up new possibilities in the practice of Islamic law but also challenges scholars to evaluate and possibly adapt traditional principles to ensure that they remain relevant in a rapidly changing social and technological context.
Kelas Persiapan Menyusui: Pendekatan Holistik Untuk Kesehatan Ibudan Bayi Melalui ASI Eksklusif Agustia, Dilma'aarij; Sipayung, Novitri Adelina; Dita, Dita
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/f2zytw12

Abstract

Angka cakupan ASI eksklusif di Indonesia masih belum mencapai target nasional, padahal ASI merupakan sumber gizi utama yang berperan penting dalam tumbuh kembang bayi. Rendahnya keberhasilan menyusui sering disebabkan oleh kurangnya persiapan ibu, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukatif yang menyeluruh sejak masa kehamilan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam memberikan ASI melalui "Kelas Persiapan Menyusui" dengan pendekatan holistik. Kegiatan dilaksanakan di Klinik Kasih Bunda, melalui serangkaian metode seperti penyuluhan partisipatif dan pelatihan praktik menyusui. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan serta observasi langsung praktik menyusui dengan bantuan model anatomi payudara. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesiapan ibu hamil dalam menyusui secara eksklusif. Selain itu, praktik langsung turut memberikan dampak positif terhadap motivasi dan kepercayaan diri peserta. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan holistik dalam kelas persiapan menyusui dapat menjadi strategi efektif untuk mendorong keberhasilan ASI eksklusif, serta mendukung upaya peningkatan kesehatan ibu dan bayi secara berkelanjutan
Transition from Tradition to Modernity: Health Challenges for Coastal Communities in Pematang Cengal Village Dita, Dita; Diva, Diva; Ikrima, Ikrima; Khairunnisa, Khairunnisa; Nabila, Nabila; Wafida, Wafida; Wasiyem, Wasiyem
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5302

Abstract

Society is always experiencing change, and changes that occur in society are natural and unavoidable, even though changes in one society will be different from changes in other societies. Likewise with the modernization process. According to "The Random House Dictionary of the English Language", the word modern means or relates to the present and current; neither ancient nor remote, characteristic of the present and present; contemporary; neither ancient nor absolute. This means things related to the here and now; neither ancient nor archaic, typical of the present and present; contemporary; not old or outdated. The word modernity means the quality of being modern; something modern. This means quality with a modern feel; something modern. The word modernization means to make modern; to give a new or modern character or appearance, to be modern; adopting modern ways, views, etc. This means making it modern; giving new and modern characteristics or appearance, adopting oneself, a modern outlook and so on. 1 Based on the quote above, the meaning and meaning of the words modern, modernism, modernity and modernization are very clear
Transition from Tradition to Modernity: Health Challenges for Coastal Communities in Pematang Cengal Village Dita, Dita; Diva, Diva; Ikrima, Ikrima; Khairunnisa, Khairunnisa; Nabila, Nabila; Wafida, Wafida; Wasiyem, Wasiyem
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5302

Abstract

Society is always experiencing change, and changes that occur in society are natural and unavoidable, even though changes in one society will be different from changes in other societies. Likewise with the modernization process. According to "The Random House Dictionary of the English Language", the word modern means or relates to the present and current; neither ancient nor remote, characteristic of the present and present; contemporary; neither ancient nor absolute. This means things related to the here and now; neither ancient nor archaic, typical of the present and present; contemporary; not old or outdated. The word modernity means the quality of being modern; something modern. This means quality with a modern feel; something modern. The word modernization means to make modern; to give a new or modern character or appearance, to be modern; adopting modern ways, views, etc. This means making it modern; giving new and modern characteristics or appearance, adopting oneself, a modern outlook and so on. 1 Based on the quote above, the meaning and meaning of the words modern, modernism, modernity and modernization are very clear
TANGGUNGJAWAB MASYARAKAT TERHADAP LINGKUNGAN SEHAT Krisnaldy, Krisnaldy; Pebriyanti, Sifa; Asmara, Kanda; Fadillah, Agis; Mushlis, Ahmad Maulan; Dita, Dita
Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2022): Abdi Laksana : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/al-jpkm.v3i2.20322

Abstract

Peran serta masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup menjadi kebutuhan dasar semua orang yang secara fisik berada dalam lingkungan kehidupan yang berubah, dalam arti terus menurunnya kualitas lingkungan. Peran serta masyarakat menjadi sesuatu yang mutlak dalam kerangka menciptakan lingkungan hidup yang sehat. Ada kekeliruan mengenai peranserta masyarakat dalam masalah lingkungan, dengan memandang peran serta masyarakat sematamata sebagai penyampaian informasi (public information), penyuluhan, bahkan sekedar alat public relation agar kegiatan tersebut dapat berjalan tanpa hambatan. Karenanya, peran serta masyarakat tidak saja digunakan sebagai sarana untuk mencapai tujuan, tetapi juga digunakan sebagai tujuan (participation is an end itself).Kata Kunci: Peran Serta, Masyarakat, Lingkungan hidup
BANGKITKAN UMKM CINCAU DENGAN DIGITAL BRANDING PRODUK Musrifah, Ai; Dita, Dita; Yasir, Muhamad; Hendy, Hendy
JE (Journal of Empowerment) Vol 4, No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/je.v4i2.3833

Abstract

ABSTRAK Persepsi positif konsumen terhadap suatu produk dapat dipengaruhi oleh branding, karena konsumen dapat mengenali nama, desain, atau merek suatu produk melalui brand tersebut, sehingga produk kita dapat membedakan dengan produk pesaing. Pemasaran, merek, desain, dan pengemasan produk UMKM adalah masalah yang sama. Berdasarkan analisis masalah ini, tujuan utama dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan bisnis UMKM minuman Cincau dengan menggunakan branding kemasan digital untuk meningkatkan daya saing dan membuat. Diharapkan dengan membangun branding untuk produk cincau ini, konsumen dari berbagai daerah dapat membeli dan membagikannya kepada orang-orang di seluruh dunia di tempat pemasaran minuman cincau di Desa Haurwangi Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur. ABSTRACTConsumers' positive perception of a product can be influenced by branding, because through a brand consumers can recognize the name, design or brand of a product so they can differentiate our product from competitors. The same problems found with MSME products are product marketing, branding, design and packaging of MSME products. Based on the analysis of these problems, the aim of this community service is to improve the MSME business of grass jelly drinks by creating a digital branding for grass jelly product packaging that can increase competitiveness in the market and make. By creating a branding for grass jelly products, the author expected that in the future this grass jelly product will not only be marketed only in the area around the village, but can be purchased and made into souvenirs by consumers from various regions who stop by at the marketing location for grass jelly drinks which is located in Haurwangi Village, Haurwangi District, Cianjur Regency.
PERUBAHAN NILAI-NILAI ADAT NYABANGK PADA ETNIS DAYAK BAKATI DI DESA SANGO KECAMATAN SANGGAU LEDO Dita, Dita; Bahari, Yohanes; Hidayah, Riama Al
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK) Vol 11, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jppk.v11i1.51869

Abstract

AbstractThis study aims to determine changes in the value of human relations with God, changes in the value of human relations with other people or with each other and changes in the value of human relations with nature in the nyabangk tradition in Sango Village, Sanggau Ledo District. Descriptive qualitative research method. The sources of data in this study were people who played an important role and participated in the ritual activities of the nyabangk traditional ceremony, namely the traditional elders, community leaders, the head of the RT and the village head. Primary data sources and secondary data sources are the data sources used in this study. Data collection techniques and tools are by observation, interviews and documentation. Data analysis techniques through four stages, namely analyzing data, reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results of this study indicate that the value of the relationship between humans and God, namely believing in God contained in religious values, these values have undergone changes caused by the influence of religion and belief in the existence of the supernatural contained in values that have undergone changes by religious and developmental factors. era. The value of human relations with other people, namely deliberation which is contained in democratic values, has undergone changes caused by the times and the value of mutual cooperation contained in the value of togetherness, these values have undergone changes caused by factors of the times, economy, the existence of a religion that contrary to the nyabangk custom. The value of human relations with nature, namely nature provides needs for humans and humans utilize nature in it which is contained in the value of use, this value has undergone changes caused by factors of the times, human nature is greedy, selfish, worldly interests, and the nature contained therein, responsibility, these values have changed due to the lack of public awareness of responsibility, the times, human nature is greedy, selfish, and worldly interests.Keywords: Changes in Values, Nyabangk Custom, Ethnic Dayak Bakati.
Pembinaan Sadar Baca dengan Metode AISM di SDN 112 Sattulu Desa Pattongko Dita, Dita; Hasmiati, Hasmiati
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2024): August 2024
Publisher : Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61220/mosaic.v1i2.507

Abstract

Kemampuan membaca di kelas awal memegang peranan penting sebagai dasar atau landasan bagi keberhasilan kegiatan akademik siswa. Jika pembelajaran membaca di tahun-tahun awal kurang solid, di masa depan akan sulit bagi siswa untuk memperoleh keterampilan membaca yang memadai. Membaca merupakan salah satu kemampuan berbahasa tulis, yang bermanfaat bagi perkembangan membaca permulaan anak. Siswa belajar melalui metode buku AISM, dengan membaca suku kata tanda dieja. Anak-anak belajar membaca secara bertahap dari membaca suku kata bervokal a,i,u,e,o sampai pada huruf mati yang diharapkan nanti anak dapat membaca kata dengan lancar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami kondisi suatu konteks atau kondisi siswa di SDN 112 Sattulu Desa Pattongko yang mengalami kesulitan dalam membaca. Dan dengan media membaca AISM ini dapat memudahkan siswa dalam membaca persuku kata. Metode pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah Service Learning merupakan metode pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan antara kegiatan akademis di kampus yang diiplementasikan ke komunitas masyarakat, sehingga mahasiswa dapat mengimplementasikan kompetensi yang diperolehnya dari mata kuliah yang sudah dipelajarinya kepada masayarakat. Langkah –langkah Service Learning adalah 1) Persiapan awal dengan melakukan sosialisasi (sosialisasi program kepada pihak masyarakat untuk menjadi mitra); 2) Persiapan kegiatan (sosialisasi dan koordinasi kegiatan dengan mitra); 3) Pelaksanaan PKM (mahasiswa mempraktikkan ateri yang sudah didapat di kelas kepada para peserta dengan cara memeberikan pendampingan dalam setiap kelompok yang sudah dibentuk); 4) Monev (monitoring dan evaluasi hasil pengabdian). Adapun hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelaksanaan pembinaan program sadar baca bagi siswa yang mengalami kesulitan membaca dengan media AISM (Anak Islam Suka Membaca) di SDN 112 Sattulu Desa Pattongko.