Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Peningkatan Kompetensi Siswa SMK Trisakti Jaya Bandar Lampung melalui Pelatihan Robot Line Follower Hesti Wahyu Handani; Sefrani IG Siregar; Al Barra Harahap; Vera Khoirunisa; Christio Revano Mege; Ferizandi Qauzar Gani
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v4i2.1816

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman dan keterampilan siswa SMK dalam bidang robotika, khususnya perakitan dan pemrograman robot line follower, serta belum optimalnya pembelajaran berbasis praktik yang sesuai dengan kebutuhan industri manufaktur dan otomasi di era digital. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi teknologi, pemahaman konsep elektronika, dan keterampilan praktis siswa melalui pelatihan perakitan robot line follower berbasis pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, praktik langsung perakitan robot line follower menggunakan mikrokontroler Arduino, sensor inframerah (IR), dan motor driver L298N, serta evaluasi melalui pretest dan posttest terhadap 65 siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan SMK Trisakti Jaya Bandar Lampung. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator pemahaman, yaitu pemahaman prinsip kerja sensor IR meningkat dari 35 menjadi 60 peserta (71,43%), pemrograman mikrokontroler Arduino dari 28 menjadi 58 peserta (107,14%), konfigurasi motor driver dari 22 menjadi 55 peserta (150,00%), serta perakitan sistem robotika dari 18 menjadi 62 peserta (244,44%). Selain itu, peserta mampu merakit dan mengoperasikan robot line follower secara mandiri untuk mengikuti lintasan garis hitam pada permukaan putih. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan yang mengintegrasikan teori dan praktik secara langsung efektif dalam meningkatkan kompetensi teknis dan literasi digital siswa, sehingga kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi robotika dan kebutuhan dunia kerja.
PENERAPAN TEKNOLOGI OTOMASI PADA BUDIDAYA IKAN BERBASIS INTERNET OF THINGS DI SMA NEGERI 6 METRO Christio Revano Mege; Ferizandi Qauzar Gani; Chalida Syari; Friska Hasugian; Jodes Parasian Simatupang
Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 Nomor 1 Edisi April 2026
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/jpkmkelaker.v7i1.455

Abstract

Kelompok Ilmiah Remaja SMA Negeri 6 Metro sempat melakukan budidaya ikan sebagai salah satu bentuk kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan. Namun kegiatan budidaya ikan tersebut tidak berlanjut karena keterbatasan teknologi sehingga lahan yang sebelumnya dijadikan kolam ikan menjadi tidak terpakai lagi. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk revitalisasi kegiatan P5 melalui pengenalan teknologi otomasi berbasis Internet of Things (IoT) pada budidaya ikan Nila. Kegiatan PKM dimulai dengan sosialisasi dan dilanjutkan dengan kegiatan diseminasi dan pelatihan dasar-dasar budidaya ikan air tawar sistem bioflok kolam, pemberian pakan, pemeliharaan kesehatan, pemantauan kualitas air serta perancangan sistem otomasi IoT menggunakan mikrokontroler ESP32 dengan sensor pH, TDS, dan ketinggian. Tahap selanjutnya yaitu penerapan teknologi melalui pemasangan kolam, persiapan bioflok, penebaran 500 benih ikan nila, pengoperasian sistem otomasi terhubung internet, serta instalasi aplikasi pemantauan real-time dan pengendalian otomatis pakan serta pergantian air melalui smartphone setiap siswa mitra. Siswa juga dilatih untuk mengemas ikan pasca panen menggunakan vacuum sealer. Hasil dari kegiatan PKM ini yaitu (1) meningkatnya pengetahuan dan keterampilan mitra >100% dalam penerapan teknologi pemantauan berbasis Internet of Things, penerapan Teknologi otomasi dan penerapan teknologi bioflok; (2) Terfasilitasi 2 unit kolam bioflok yang dilengkapi dengan sistem pemantauan dan otomasi berbasis Internet of Things; (3) Terfasilitasi 500 ekor bibit ikan Nila dan pakan ikan untuk 2 siklus panen; (4) Terfasilitasi 1 unit baterai dan inverter sebagai daya cadangan ketika listrik mati, dan (5) Terfasilitasi 1 unit freezer dan 1 unit vacuum sealer untuk pengemasan dan penyimpanan pasca panen.
Pelatihan Dasar dan Aplikasi Internet of Things di Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Metro Lampung Christio Revano Mege; Ahmad Suaif; Vera Khoirunisa; Septia Eka Marsha Putra; Sefrani IG Siregar; Alvin Saputra; Sofia Nur Ramadhani
GOTAVA Vol. 3 No. 1 (2025): GOTAVA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Sumber Daya Manusia Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59891/jpmgotava.v3i1.30

Abstract

Metro 6 State Senior High School is one of the schools that produces the best graduates in Metro City. Learning at this school strives to utilize the latest technology that is in accordance with the needs of the times. One technology that has not been taught at this school is Internet of Things technology. The Internet of Things (IoT) is a concept that refers to a network of physical devices connected via the internet, which are able to exchange data without requiring human-to-human or human-to-computer interaction. In the context of IoT, "physical devices" can include various types of objects, such as sensors, vehicles, household appliances, medical devices, and many more. Metro 6 State Senior High School students do not yet have an understanding of IoT theory and applications. This PKM activity introduces IoT technology through knowledge dissemination and practical assistance for IoT applications in simple applications such as turning on lights via smartphones. The results of this PKM activity are that students' knowledge of IoT theory and applications has increased by more than 100%, as shown by the results of the pre-test with an average score of 39.41 increasing to 80.59 in the post-test. In addition, students are also able to practice turning on lights via IoT-based smartphones. In addition, students of SMA Negeri 6 are facilitated with esp32 microcontrollers, relays and other tools that support the sustainability of IoT practical activities at this school.
Development of a Real-time Solar Panel Power Prediction Model Using the Long Short-term Memory Christio Revano Mege; Ferizandi Qauzar Gani; Amrina Mustaqim; Listra Yehezkiel Ginting; Hesti Wahyu Handani; Jodes Parasian Simatupang; Friska Hasugian
Jurnal Nasional Teknologi dan Sistem Informasi Vol 12 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Departemen Sistem Informasi, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/TEKNOSI.v12i2.2026.363-368

Abstract

Indonesia’s remote islands face significant challenges in electricity access due to the high cost and logistical difficulties of extending the national grid, leading many communities to rely on expensive and polluting diesel generators. Solar-based microgrids offer a sustainable alternative, yet the intermittent nature of solar energy, driven by fluctuating weather conditions, poses major obstacles to a reliable power supply and efficient system sizing. This study addresses these issues by developing a real-time solar panel power prediction model using Long Short-Term Memory (LSTM) networks. A 50 Wp solar panel system equipped with an INA260 current sensor, a voltage sensor, a DHT-22 temperature sensor, and an ESP32 microcontroller was constructed to collect real-time voltage, current, and temperature data at 10-second intervals. The collected data underwent preprocessing, feature engineering, and transformation into supervised learning sequences for training. Three temporal resolutions of the LSTM model were systematically evaluated: 3-minute, 2-minute, and 1-minute, all with 30 output timesteps. Performance was assessed using rolling-window predictions on the held-out test set with metrics including RMSE, MAPE, and R². Results demonstrated that finer temporal resolution significantly improves forecasting accuracy. The 1-minute variation achieved the best performance with the lowest RMSE and highest R², effectively capturing both diurnal patterns and short-term fluctuations in solar power output. The developed LSTM model enables accurate short-term predictions (30–90 minutes ahead), supporting proactive energy management, including optimized battery charging, load scheduling, and reduced grid dependency. Future work will incorporate additional meteorological variables and seasonal data to improve model robustness further. Three temporal variations of the LSTM model were systematically evaluated: 3-minute, 2-minute, and 1-minute resolutions, all with 30 output timesteps. Performance was assessed using rolling-window predictions on the held-out test set with metrics including RMSE, MAPE, and R². Results demonstrated that finer temporal resolution significantly improves forecasting accuracy. The 1-minute variation achieved the best performance with the lowest RMSE and highest R², effectively capturing both diurnal patterns and short-term fluctuations in solar power output. The developed LSTM model enables accurate short-term predictions (30–90 minutes ahead), supporting proactive energy management such as optimized battery charging, load scheduling, and reduced grid dependency. Future work will incorporate additional meteorological variables and seasonal data to further improve model robustness.