Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN GEL EKSTRAK SIRIH CINA (Peperomia pellucida L. Kunth) DENGAN VARIASI CARBOPOL SEBAGAI GELLING AGENT Vania Santika Putri; Sugiyanti Sugiyanti; Aptika Oktaviana Trisna Dewi
Jurnal Farmasindo Vol 7 No 1 (2023): Juni
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Chinese betel plant is a herbaceous plant belonging to the Piperaceae family. The Chinese betel plant (Peperomia pellucida L. Kunth) contains alkaloids, flavonoids, saponins and tannins which help the wound healing process. This study aims to determine the physical quality of Chinese betel gel preparations and the effect of variations in carbopol concentrations as a gelling agent on the physical properties of Chinese betel extract gel. Chinese betel leaf extraction was carried out by maceration method using 96% ethanol as solvent. Gels were made into three formulas with variations in carbopol concentrations, namely F1 (0,5%), F2 (1%), and F3 (2%). The gel preparations were then subjected to physical tests including organoleptic tests, homogeneity, pH, adhesion, spreadability, and viscosity. The homogeneity and organoleptic test results for the three gel formulas were homogeneous, had a blackgreen color, semi-solid form, and had a characteristic odor of the extract. The three gel formulas had a pH of 4,93-5,48, adhesion between 1,13-2,14 seconds, and spreadability ranging from 5,04-6,09 cm. The results of the viscosity test for the three formulas were in the range of 3.913,33-3.915 cPss. Based on the SPSS test results, variations in carbopol concentrations had no significant effect on adhesion, gel spreadability, pH and gel viscosity.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP SWAMEDIKASI DEMAM PADA ANAK DI DUKUH JEBOLAN RANDUSARI TERAS BOYOLALI Wahyu Dwi Sri Pamuji; Dewi Weni Sari; Aptika Oktaviana Trisna Dewi
Jurnal Farmasindo Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swamedikasi atau pengobatan sendiri dalam pengertian umum adalah upaya pengobatan sendiri dengan menggunakan obat-obatan, obat tradisional atau cara lain tanpa bantuan tenaga kesehatan. Salah satu masalah kesehatan yang paling umum selama pengobatan sendiri adalah demam. Demam adalah suatu keadaan dimana suhu tubuh lebih dari normal yaitu lebih dari 38⸰C yang disebabkan oleh kondisi tubuh yang menghasilkan panas lebih banyak dari yang dapat dikeluarkannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengetahuan ibu tentang pengobatan mandiri demam pada anak di Halmet Jebolan Randusari Teras Boyolali. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif non-eksperimental dengan menggunakan kuesioner yang dibagikan langsung kepada responden. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 53 responden dan teknik pengumpulan data menggunakan total sampling. Data merupakan persentase dari setiap jawaban kuesioner yang telah diisi oleh responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48 (91%) responden mempunyai tingkat pengetahuan baik dan 5 (9%) responden mempunyai pengetahuan cukup.