Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PENDAMPINGAN GURU LINTAS MATA PELAJARAN MENGEMBANGKAN SOAL NUMERASI BERKONTEKS PAPUA BERBANTUAN KECERDASAN ARTIFISIAL Rian Efendi; Maya Pujowati; Agnes Teresa Panjaitan; Firman Rizki Alfianto; Desi Ivon Lourenza Hutagalung
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.42036

Abstract

ABSTRAKNumerasi kerap dipandang sebagai tanggung jawab guru matematika semata. Analisis situasi di MTs Negeri Kota Jayapura, madrasah di kawasan perbatasan Indonesia dan Papua Nugini, menunjukkan nilai rapor yang naik tanpa diikuti kemampuan numerasi peserta didik, pemahaman numerasi guru yang rendah, keterampilan memanfaatkan kecerdasan artifisial yang terbatas, dan langkanya bahan konteks lokal Papua. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru lintas mata pelajaran dalam mengembangkan soal numerasi berstandar AKM dan PISA berkonteks Papua berbantuan kecerdasan artifisial. Metode pelaksanaan berupa pendampingan sepuluh guru dari enam mata pelajaran pada Mei sampai Agustus 2026 melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan (lokakarya konsep bermodel ICARE, klinik perintah kecerdasan artifisial, klinik desain soal empat putaran, dan penerapan di kelas), serta monitoring dan evaluasi (tes awal dan akhir, lembar telaah soal, pengamatan, dan wawancara peserta didik). Rerata pemahaman guru meningkat dari 52,50 menjadi 100,00 atau naik 90,5% dengan N-gain 1,00 (Wilcoxon, p = 0,002). Selisih skor awal guru matematika dan non matematika hanya 5,95 poin sehingga penguasaan matematika tidak menjamin pemahaman numerasi. Peserta menghasilkan 390 butir soal, sembilan puluh di antaranya ditata menjadi buku pegangan guru. Konteks diambil dari kehidupan madrasah dan lingkungan sehari-hari, bukan simbol adat, guna menekan risiko kekeliruan penggambaran budaya Papua oleh mesin.Kata kunci: Numerasi lintas mata pelajaran; AKM dan PISA; Konteks lokal Papua; Kecerdasan artifisial. ABSTRACTNumeracy is widely regarded as the sole responsibility of mathematics teachers. A situation analysis at MTs Negeri Kota Jayapura, a madrasah on the Indonesia and Papua New Guinea border, revealed rising report grades without gains in students’ numeracy, teachers’ weak understanding of numeracy, limited artificial intelligence skills, and scarce Papuan context materials. This programme aimed to improve cross-subject teachers’ knowledge and skills in developing AKM- and PISA-standard numeracy items in Papuan contexts supported by artificial intelligence. The method comprised mentoring ten teachers from six subjects from May to August 2026 in three stages: preparation, implementation (an ICARE-based workshop, a prompt-writing clinic, a four-cycle item design clinic, and classroom implementation), and monitoring and evaluation (pre-tests and post-tests, an item review checklist, classroom observation, and student interviews). Mean understanding rose from 52.50 to 100.00, a gain of 90.5% (N-gain 1.00; Wilcoxon, p = 0.002). The baseline gap between mathematics and non-mathematics teachers was only 5.95 points, showing that content mastery does not entail an understanding of numeracy. Participants generated 390 items, ninety of which were curated into a teacher handbook. Contexts came from madrasah life and everyday settings rather than customary symbols, lowering the risk of AI-generated misrepresentation of Papuan culture.Keywords: Cross-subject numeracy; AKM and PISA; Papuan local context; Artificial intelligence.