Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PEMANENAN AIR HUJAN (RAINWATER HARVESTING) SEBAGAI ALTERNATIF PENYEDIAAN AIR BERSIH DI DESA MAREGAM Nani - Nagu; Dewinta - Anggraini; Muhammad - Darwis
JURNAL SIPIL SAINS Vol 12, No 2 (2022)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v12i2.5028

Abstract

 Air merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting dalam kehidupan. Penggunaan air sangat beragam untuk keperluan sehari-hari baik untuk memasak, mandi, mencuci dan lain-lain.Pola penggunaan air yang kurang efektif dalam pemanfaatannya mengakibatkan dampak terhadap ketersediaan air di suatu wilayah. Salah satunya di Desa maregam yang terletak di Kecamatan Tidore Selatan Kota Tidore Kepulauan Provinsi Maluku Utara. Berdasarkan uraian di atas maka munculah pemikiran untuk mengelola air hujan dengan menggunakan konsep pemanenan air hujan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa jumlah kebutuhan air bersih di Desa Maregam, untuk mengetahui berapa banyak air hujan yang dapat di tampung melalui atap untuk memenuhi kebutuhan air bersih dan bagaimana menghitung pemanenan air hujan terhadap kebutuhan masyarakat di Desa Maregam. Jenis penelitian yang dipakai adalah jenis kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Setelah dilakukan pengolahan data, maka di dapat kebutuhan air bersih rerata masyarakat Desa Maregam adalah sebesar 1.105.320 liter/bulan. Air hujan yang dapat di tampung melalui atap untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Desa Maregam sebesar 1.482.128 m³. 
PENYUSUNAN PETA KELURAHAN GAMBESI – KOTA TERNATE BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Nani Nagu; Lita A Latif; Nurhalis Wahidin
-
Publisher : UNIVERSITAS KHAIRUN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/pengamas.v5i3.4539

Abstract

Sebagai kota jasa, proses pembangunan di Kota Ternate terus berlangsung hingga saat ini. Tentunya hal ini berimplikasi pada peningkatan jumlah penggunaan lahan yang semakin tinggi. Oleh karena itu dibutuhkan suatu perencanaan kota yang terpadu untuk menuju pembangunan berkelanjutan. Dalam perencanaan pembangunan dimasa depan, salah hal yang terpenting adalah kejelasan batas wilayah baik antara kecamatan maupun antar kelurahan. Untuk merancang kebijakan pembangunan desa/kelurahan, pemetaan wilayah merupakan salah satu aspek yang diperlukan. Namun, belum semua wilayah di Indonesia terpetakan dengan baik. Pengabdian ini bertujuan untuk memetakan Kelurahan Gambesi secara detail yang bermanfaat untuk mengetahui posisi desa terhadap kawasan di sekitarnya, melihat potensi desa,, membantu perencanaan infrastruktur desa, sebagai peta dasar kajian risiko bencana serta sebagai dasar informasi untuk integrasi spasial pembangunan wilayah. Peralatan yang digunakan dalam pengabdian ini diantranya pesawat tanpa awak (drone) yang digunakan untuk pemngambilan foto udara; perangkat komputer dengan sotware ArcGIS yang digunakan untuk pengolahan data foto udara; GPS untuk penentuan koordinat, dan seperangkat alat tulis untuk mancatat data hasil identifikasi di lapangan.  Oleh karena itu pengabdian ini menawarkan solusi untuk membuat peta kelurahan Gambesi yang aktual untuk berbagai kepentingan dimasa depan.
Literasi Bencana Untuk Anak Usia Sekolah di Kelurahan Kastela-Kota Ternate Nani Nagu; Edward Rizky Ahadian; Lita Asyriati Latif
Journal Of Khairun Community Services Vol 3, No 1 (2023): JOURNAL OF KHAIRUN COMMUNITY SERVICES
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jkc.v3i1.6198

Abstract

Sebagai daerah yang rentan terhadap potensi bencana, dimana Provinsi Maluku Utara berada pada kategori rawan bencana sedang hingga tinggi. Bencana merupakan fenomena sosial akibat kolektif atas komponen bahaya (hazard) yang berupa fenomena alam/buatan di satu pihak, dengan kerentanan (vulnerability) komunitas di pihak lain. Bencana terjadi apabila komunitas mempunyai tingkat kapasitas/kemampuan yang lebih rendah dibanding dengan tingkat bahaya yang mungkin terjadi padanya. Sehingga bencana yang terjadi tidak serta merta menjadi bencana apabila komunitas memiliki kapasitas mengelola bahaya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kapada anak-anak usia sekolah tentang bencana. Materi yang diberikan berupa pengertian bencana, proses terjadi bencana dan bagaimana kesiapan mengahadapi bencana tersebut.  Diharapkan hasil pengabdian ini memberikan peningkatan wawasan dan pengetahuan anak-anak usia sekolah dalam hal mengahadapi bencana. Partisipasi dari para peserta sangat baik, hal ini tercermin dari antusiasme peserta dalam mendengarkan materi dan menjawab setiap pertanyaan, cara menghadapai bencana gempa bumi melalui lagu dan gerakpun mereka nyanyikan dengan gerakan yang sangat bersemangat sambil bermain dengan games-games menarik. Kegiatan litersi bencana pada anak-anak usia sekolah di Kelurahan Kastela sangatlah penting dilaksanakan mengingat kondisi wilayah yang rentan terhadap bencana sehingga perlu edukasi Mitigasi Bencana sebagai upaya dalam meminimalisir segala kerugian yang akan timbul ketika bencana terjadi. 
ANALISIS KUALITAS DAN KUANTITAS AIR DANAU LAGUNA SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH DI KOTA TERNATE Nani Nagu; Badrun Ahmad; Sary Shandy
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i2.6796

Abstract

Danau laguna atau danau Ngade adalah salah satu danau di Pulau Ternate. Masyarakat memanfaatkan danau ini sebagai tempat wisata dan aktivitas perikanan. Hal ini berdampak terhadap kualitas air danau laguna sehingga perlu dilakukan pengukuran terhadap paramater pencemaran air. Ini karena danau dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih sebab saat ini Kota Ternate mengalami keterbatasan sumber daya air. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kelayakan danau Ngade sebagai sumber air bersih dari segi kualitas dan kuantitasnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksperimental dengan melakukan percobaan dan pengujian terhadap kualitas air danau Ngade dan menentukan kuantitas air danau melalui perhitungan dari data pengukuran. Pemeriksaan kualitas air dilakukan langsung di danau Ngade dan di Laboratorium secara fisik dan kimia. Secara fisik meliputi pemeriksaan rasa, bau, kekeruhan, dan suhu. Pemeriksaan secara kimia dilakukan melalui pemeriksaan COD, DO, pH, TDS, Kesadahan ( CaCO3), logam (Tembaga, besi, Mangan), dan mineral lain. Hasilnya menunjukkan bahwa pengujian kualitas air danau memenuhi baku mutu sesuai Permenkes No. 32 Tahun 2017 dimana air di tengah danau memiliki kualitas air yang lebih baik dibandingkan air yang berada di tepi danau. Sementara pengukuran kuantitas air di danau Ngade didapatkan sebesar 3.394.744.000 liter. PDAM saat ini menggunakan pompa dengan debit 5 liter/detik sedangkan debit andalan pada air yang menjadi cadangan sumber daya air bagi danau Ngade sebesar 45 liter/detik sehingga air danau Ngade layak dijadikan sebagai sumber air bersih dari segi kualitas dan kuantitas. Kata kunci:  kuantitas, kualitas, air, danau, analisis, ngade
PERENCANAAN SISTEM INSTALASI PLAMBING AIR BERSIH PADA GEDUNG RUSUN ASN BPKP SOFIFI Nadila Muhibad; Nani Nagu; Edward Rizky Ahadian
JURNAL SIPIL SAINS Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Program Stud Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/sipilsains.v13i2.6592

Abstract

 Abstrak:Sistem plambing merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam pembangunan gedung. Dalam perencanaan sistem plambing air bersih, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu kebutuhan air bersih, kapasitas tangki penampung air, kualitas air yang didistribusikan, laju dan kecepatan aliran dalam pipa. Berdasarkan UUD RI No. 20 Tahun 2011, sebuah rumah susun harus memiliki kelengkapan prasarana yang memenuhi standar tertentu untuk kebutuhan tempat tinggal yang layak, salah satunya adalah penyediaan air bersih yang baik. Maka dari itu, penelitian ini dimaksudkan untuk merancang sistem penyediaan air bersih yang dapat memebuhi kebutuhan air sehari-hari dan memberikan kenyamanan serta kepuasan kepada penghuni gedung. Dalam merencanakan sistem plambing perlu diketahui terlebih dahulu kebutuhan air bersih yang mana menggunakan metode jumlah penghuni mengacu pada SNI 03-7065-2005 dengan standar pemakaian air bersih untuk gedung rumah susun sebesar 100 liter/orang/hari. Berdasarkan perhitungan, didapatkan kebutuhan air bersih gedung rusun ASN BPKP Sofifi adalah 17,6 m3/hari sesuai dengan perkiraan jumlah penghuni sebanyak 176 orang dikali 100 liter/orang/hari. Kapasitas tangki air bawah (Ground Water Tank) sebesar 21,12 m3 dan tangki air atas (Rooftank) sebesar 4 m3. Diameter pipa air bersih yang diperlukan sebesar 1/2 inchi, 3/4 inchi, 1 inchi, 1 ¼ inchi dan 2 inchi.Kata kunci: Plambing, Air Bersih, GWT, Rooftank, Pipa Abstract: Plumbing systems are an inseparable part of building construction. In planning a clean water plumbing system, several things need to be considered, namely the need for clean water, the capacity of the water storage tank, the quality of the water distributed, and the rate and speed of flow in the pipe. Based on the RI Constitution No. 20 of 2011, an apartment must have complete infrastructure that meets specific standards for adequate housing needs, one of which is the provision of good clean water. Therefore, this research is intended to design a clean water supply system that can meet daily water needs and provide comfort and satisfaction to building occupants. When planning a plumbing system, it is necessary first to know the need for clean water, using the number of occupants method referring to SNI 03-7065-2005 with a standard for clean water usage for apartment buildings of 100 liters/person/day. Based on calculations, it was found that the clean water requirement for the ASN BPKP Sofifi flat building was 17.6 m3/day, by the estimated number of residents of 176 people multiplied by 100 liters/person/day. The capacity of the ground water tank is 21.12 m3, and the roof tank is 4 m3. The required clean water pipe diameters are 1/2 inch, 3/4 inch, 1 inch, 1 ¼ inch, and 2 inches.Keywords: Plumbing, Clean Water, GWT, Rooftank, Pipe 
Analysis of the Quality and Quantity of Ngade Lake as a Source of Clean Water in Ternate City Nani Nagu; Badrun Ahmad; Sary Shandy
Indonesian Journal of Chemistry and Environment Vol 6, No 2 (2023): DECEMBER 2023
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ijoce.v6i2.66494

Abstract

The Ngade Lake is one of the lakes on the island of Ternate. People use the lake as a tourist destination and fishing activity. This affects the lagoon's water quality, so measuring the water pollution parameters is necessary. This is because the lake can be used as a source of clean water. After all, the city of Ternate is currently experiencing limited water resources. The research was conducted to determine the availability of Ngade Lake as a source of clean water in terms of quality and quantity. The research method used in this study is experimental descriptive by conducting experiments and tests on the quality of Ngade Lake water and determining the amount of lake water through calculation from the measurement data. The water quality tests are carried out directly in Ngade Lake and the Laboratory physically and chemically. Physically includes taste, odor, temperatures, and temperatures. Chemical tests are conducted through COD, DO, pH, TDS, Density (CaCO3), metals (copper, iron, manganese), and other minerals. The results show that the quality testing of lake water meets the quality standards according to Permenkes No. 32 of the Year 2017, where the water in the middle of the lake has better water quality than the water on the lake's edge. The amount of water in Ngade Lake is measured at 3.394.744.000 litres. PDAM currently uses a pump with a discharge of 5 litres/second while the discharges of the water that is the reserve of water resources for Ngade Lake of 45 litres/second, so the water of the Lake of Ngade deserves to be used as a clean water source in terms of quality and quantity.   Keywords: Quantity, Quality, Water, Lake, Analysis  
Toward Resilience City: Potential Hazards and Scenario for Ternate Island, North Maluku Mohammad Ridwan Lessy; Nani Nagu; Fais Nurul Hadi
TECHNO: JURNAL PENELITIAN Vol 13, No 1 (2024): TECHNO JURNAL PENELITIAN
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/tjp.v13i1.7329

Abstract

Natural hazards and climate change significantly threaten almost every small island. This is due to the small island's isolation and lack of resources. Ternate Island is a small island that is now afflicted by this issue. Geographically, the island is surrounded by active plates and volcanic paths, making it at risk of serious catastrophes. Population growth and limited land resources also contribute to a high disaster susceptibility. We characterize the features of the small island of Ternate by classifying the types of disasters that threaten it based on a literature database. Earthquakes, volcanic eruptions, floods, extreme weather events, and tsunamis are natural disasters that occur often in Ternate. Additionally, these findings indicate the significant importance of a multi-hazard approach to disaster response. Our examination concludes with some recommendations for establishing the resilience of Ternate City.
ANALISIS EKONOMI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO PADA KALI SANGAJI KABUPATEN HALMAHERA TIMUR K. Misbah, Zulkarnain; Nagu, Nani; Damayanti, Yuni; Idrus, Vebiasti
Jurnal Teknik Sipil : Rancang Bangun Vol. 9 No. 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/rb.v9i2.2581

Abstract

Pembangkitan listrik mikrohidro adalah pembangkitan listrik dihasilkan oleh generator listrik DC atau AC .Pada penelitian ini bertujuan untuk menganalisa aspek ekonomi perancangan pembangkit listrik tenaga mikro hidro dan mengetahui kelayakan pendirian PLTMH dari segi ekonomi. pengumpulan data beban listrik dilakukan dengan wawancara dan kuisioner pada masyarakat Desa Sangaji, untuk mengetahui peralatan elektronik apa saja yang digunakan pada setiap rumah yang mempunyai daya listrik sebesar 450 watt. Kriteria yang digunakan untuk menilai kelayakan pembangunan dan pengelolaan PLTMH adalah nilai manfaat bersih sekarang ( Net Present Velue ), rasio antara biaya dan manfaat ( Benefit Cost Ratio ), Internal Rate Of Retuen (IRR) ,dan Brean Even Point ( BEP). Dari hasil penelitian menunjukan 36 rumah yang memiliki konsumsi listrik sebesar 100.01 KW yang di mana maksimum kapasitas pembangkit listrik tenaga mikro hidro sebesar 100 KW. Sehingga dapat di ketahui hasil perhitungan aspek ekonomi PLTMH Desa Sangaji mendapatkan benefit cost ratio sebesar 1 sehingga di nyatakan proyek ini layak untuk di bangun, net present value sebesar Rp. 12.977.017.141,00 ,  potensi balik modal dari suatu investasi sebesar 13,97%, break even point sebesar 4.006.200 KWH yang harus dijual untuk mencapai titik balik modal proyek PLTMH desa Sangaji
GAMBARAN RESISTIVITAS BATUAN BAWAH PERMUKAAN DAERAH INTURSI AIR LAUT (STUDI KASUS PULAU TERNATE) Salam, Ramdani; Nagu, Nani; Lessy, Mohammad Ridwan; Achmad, Rahim
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/geofisunmul.v1i1.165

Abstract

The measurement of 2D geoelectrical using Wenner-Schlumberger configuration has been conducted, in order to know the distribution of seawater intrusion in each depth. The result inversion is showed the seawater intrusion untuil 20m depth. The measurement result of rock ressitivity ranging from 0-10 Ωm is salt water, for brackish water between 10 Ωm untill less than 30 Ωm and the value more than 30 Ωm is estimated as fresh water. Another measurements namely water quality of dug well also carried out to measure such as: Electrical Conductivity (mS/cm), Total Dissolved Solid (g/L) and Salinity (ppt). The dug wells which on a line with PDAM wells, have a high DHL, TDS and Salinity value. The value of water quality measured then presented as a map of sea water intrusion. The combination of methods reported here is very important to be applied at coast vurnarable to seawater intrusion
Pengenalan Komputer Pada Siswa SMP IT Insantama Kota Ternate Saputra, Taufiq Yuda; Misbah, Zulkarnain K; Nagu, Nani; Ente, Kanda
Jurnal Pengabdian Khairun Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jepk.v3i2.9026

Abstract

Zaman sekarang, teknologi berkembang begitu pesatnya. Teknologi diciptakan untuk mempermudah urusan manusia dan mempermudah segala sesuatunya. Berbagai macam jenis teknologi yang tidak terhitung jumlahnya dapat kita jumpai di jaman modern ini mulai dari smartphone, laptop, dan sebagainya. Manfaat komputer dalam kehidupan sehari-hari sudah dirasakan oleh banyak orang. Mulai dari pelajar, pelaku bisnis, dan berbagai bidang lainnya kini tidak lepas dari peranannya. Untuk itu perlu dilakukan penjelasan pengenalan komputer pada siswa SMP IT Insantama Kota Ternate. Target yang dicapai adalah siswa bisa memahami dan mengerti penggunaan komputer