Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Terhadap Peningkatan Tinggi Badan Pada Balita Stunting di Desa Jragan, Temanggung Latifahanun, Este; Andani, Mahardika Ratih Resti; Febriandi, Sarif; Rokhayati, Rokhayati; Rahmi, Safirina Aulia
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 6 (2024): Desember 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i6.1611

Abstract

Secara global, salah satu masalah utama gizi yaitu kejadian stunting yang diperkirakan mempengaruhi 22,3% atau 148,1 juta balita. Pada beberapa kasus, stunting pada balita terjadi akibat dari faktor risiko berupa kemiskinan, kekurangan gizi, BBLR, serta paparan penyakit infeksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan tambahan terhadap peningkatan tinggi badan pada balita stunting di Desa Jragan, Temanggung. Penelitian menggunakan desain eksperimen kuasi dengan metode pretest dan posttest. Semua balita di wilayah kerja Puskesmas Tembarak merupakan populasi penelitian. Sebanyak 23 balita dengan kategori pendek dan sangat pendek dihitung menurut TB/U menjadi responden dalam penelitian, metode pengambilan sampel yaitu total sampling. Analisis statistik menggunakan uji Paired T-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai p value= 0,000<0,05, yang artinya ada pengaruh pemberian makanan tambahan terhadap peningkatan tinggi badan balita stunting di Desa Jragan, Temanggung.
EDUKASI PENTINGNYA DETEKSI DINI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN RISIKO PENYAKIT TIDAK MENULAR PADA USIA PRODUKTIF DI KALURAHAN DEMANGREJO Rahmi, Safirina Aulia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 2 No. 1 (2024): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Latar Belakang: Terjadinya transisi epidemiologi penyakit menyebabkan terjadi pergeseran prevalensi penyakit dengan prevalensi penyakit menular masih tinggi dan dibarengi dengan peningkatan prevalensi penyakit tidak menular (PTM) yang akan lebih tinggi (World Health Organization, 2022). Salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang sering ditemukan adalah hipertensi dan diabetes. Deteksi dini terkait penyakit tidak menular (PTM) pada usia produktif masih kurang karena masih berfokus pada lansia. Tujuan: Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi Masyarakat kususnya yang berada pada usia produktif untuk melakukan deteksi sebagai Upaya pencegahan penyakit tidak menular (PTM). Meyode: Metode yang digunakan adalah screening dan edukasi pentingnya deteksi dini sebagai Upaya pencegahan risiko penyakit tidak menular (PTM). Sebanyak 30 peserta berpartisipasi dalam kegiatan ini. Deteksi dini pada usia produktif dilakukan di Posyandu Balita Belik dengan melakukan pemeriksaan tekanan darah, berat badan, tinggi badan dan melakukan wawancara singkat mengenai konsumsi garam, konsumsi gula dan aktivitas fisik. Hasil : Hasil yang didapatkan 20% tekanan darah peserta tinggi, 30% overweight, 13.3% obesitas, 40% mengkonsumsi garam >1 sdt per hari, 23.3% mengkonsumsi gula >4 sdm per hari, 76.7% tidak melakukan aktivitas fisik atau olahraga. Kata Kunci: penyakit tidak menular, deteksi dini, pencegahan ABSTRACT Background: The occurrence of a disease epidemiological transition causes a shift in disease prevalence with the prevalence of infectious diseases remaining high and accompanied by an increase in the prevalence of non-communicable diseases (NCDs) which will be even higher (World Health Organization, 2022). One of the non-communicable diseases (NCDs) that is often found is hypertension and diabetes. Early detection of non-communicable diseases (NCDs) in productive age is still lacking because it still focuses on the elderly. Objective: This community service aims to educate people, especially those of productive age, to carry out detection as an effort to prevent non-communicable diseases (NCDs). Method: The method used is screening and education on the importance of early detection as an effort to prevent the risk of non-communicable diseases (PTM). A total of 30 participants participated in this activity. Early detection at productive age is carried out at Posyandu Balita Belik by checking blood pressure, body weight, height and conducting short interviews regarding salt consumption, sugar consumption and physical activity. Results: The results obtained were 20% of participants' blood pressure was high, 30% were overweight, 13.3% were obese, 40% consumed >1 tsp salt per day, 23.3% consumed >4 tbsp sugar per day, 76.7% did not do physical activity or exercise. Keyword: non-communicable diseases, early detection, prevention
Analisis Strategi Manajemen Klaim dalam Menekan Risiko Fraud Asuransi Kesehatan: Analisis Systematic Literature Review Rahmi, Safirina Aulia; Wahno; Tiara Asyfia Sidik
Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2025): JMIAK
Publisher : Program Studi D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jmiak.v8i2.7082

Abstract

The National Health Insurance (JKN) program in Indonesia is designed to ensure equitable access to healthcare services for all citizens. However, fraud within the health insurance claim process remains a critical challenge, posing financial risks to the state and undermining public trust in the system. This study aims to analyze claim management strategies for mitigating fraud risk using a systematic literature review (SLR) approach. Literature was sourced from Google Scholar and Semantic Scholar, selected through the PRISMA method, and evaluated using a standardized quality assessment framework. The analysis reveals that key challenges include weak administrative verification, inaccurate coding, and a lack of system integration between hospitals and BPJS. Preventive strategies such as strengthening internal governance, digitizing medical records, enhancing staff competence, and implementing risk governance principles have proven effective in building a more accountable and resilient claim management system.
Pemberdayaan Mahasiswa melalui Pengelolaan Limbah Domestik Menjadi Produk Ekonomi Kreatif Berbasis Ekonomi Sirkular Rahmi, Safirina Aulia
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta Vol. 4 No. 1 (2026): DIMASLIA JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT MULIA MADANI YOGYAKARTA
Publisher : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mulia Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan domesttik masih menjadi isu lingkungan yang signifikan akibat rendahnya kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah secara mandiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan mahasiswa melalui transformasi limbah menjadi produk fungsional yang memiliki nilai ekonomis. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah Project Based Learning (PjBL) yang mencakup tahapan identifikasi limbah, perencanaan desain, proses produksi, hingga evaluasi produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengolah berbagai jenis limbah menjadi produk bernilai jual, antara lain: minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, batok kelapa menjadi teko artistik, botol plastik menjadi tanaman hias, kulit jeruk menjadi pengharum ruangan alami, dan ampas kopi menjadi body scrub. Analisis menunjukkan bahwa integrasi antara kreativitas mahasiswa dan prinsip ekonomi sirkular tidak hanya efektif dalam mereduksi beban limbah domestik yang berakhir di TPA, tetapi juga berhasil membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran kontekstual dalam mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) di sektor lingkungan dan ekonomi.
Skrining Tekanan Darah Berbasis Masyarakat sebagai Data Epidemiologi untuk Peningkatan Pelayanan Kesehatan Este Latifahanun; Rokhayati; Safirina Aulia Rahmi; Awaluddin; Sarif Febriandi; Afwa Aulia Rahma
Journal of Excellence Humanities and Religiosity Vol. 3 No. 1 (2026): Januari (2026)
Publisher : Journal of Excellence Humanities and Religiosity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34304/joehr.v3i1.434

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) are chronic, long-lasting diseases caused by genetic, physiological, environmental, and behavioral factors. The increasing prevalence of hypertension makes community service programs focused on early screening and preventive education crucial. The implementation method consists of three stages: preparation, implementation, and evaluation. Preparation includes coordination with various parties; implementation includes blood pressure measurements and brief education about hypertension. Evaluation also includes input from activity participants and the activity team obtained after community-based blood pressure screening. The results of the activity indicated that the majority of respondents were in the normal blood pressure category (44.4%), followed by prehypertension (37.8%), while respondents with stage I and stage II hypertension accounted for 12.2% and 5.6%, respectively. Risk factors frequently encountered during the education program were lack of physical activity, high-salt food consumption, and smoking habits among some male participants.