Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Implementing the Merdeka Belajar Policy through Deep Learning: A Case Study in Social Studies Education in Bima Regency Muhammad Yamin; Abdul Wahab; Lutfin Haryanto; Faidin Faidin
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i3.7946

Abstract

This study examines the effectiveness of Indonesia’s Merdeka Belajar (Freedom to Learn) policy through the implementation of deep learning strategies in Social Studies education within Bima Regency, a socio-economically constrained region. The policy promotes student-centered learning, autonomy, and contextual relevance—principles that align closely with deep learning pedagogy. A qualitative multiple case study design was employed in two junior high schools. Data were collected through in-depth interviews with ten teachers and thirty students, twenty-four classroom observations, and analysis of planning documents and student work samples. Thematic analysis was conducted using an inductive-deductive coding approach to identify patterns related to student engagement, critical thinking, and pedagogical transformation. Findings revealed a substantial increase in student engagement, with 90% actively participating in group discussions and 70% successfully formulating solutions to social problems. Student feedback indicated strong preference for project-based learning (73%) and the Merdeka Belajar model (83%). Teachers reported increased student motivation, though only 70% demonstrated full understanding of the curriculum's core principles. Document analysis showed partial integration of local context and 21st-century competencies. Key barriers included inadequate digital infrastructure and limited teacher training. These results suggest that the integration of Merdeka Belajar and deep learning can effectively foster critical thinking and participatory learning in under-resourced settings. However, successful and sustainable implementation requires systemic support through infrastructure investment and targeted professional development.
Implementasi Nilai Multikultural untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Abad 21 pada Mata Kuliah Pendidikan Karakter Faidin; Suharti
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 3 No 2 (2023): August (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v3i2.147

Abstract

Tujuan penelitian yakni untuk mengidentifikasi nilai-nilai multikultural untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Menjawab Tantangan Abad 21 pada Mata Kuliah Pendidikan Karakter. Penelitian ini dilakukan di STKIP Harapan Bima menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan kepustakaan. Adapun nilai-nilai multikultural yang ditanamkan yakni nilai toleransi, nilai demokratis, saling menghormati dan menghargai, serta nilai kerja sama. Sementara nilai yang menjadi bagian dalam menjawab abad 21, yakni terbuka, adil, fleksibel dan jujur. Penanaman nilai multikultural di STKIP Harapan Bima adalah wujud dari nilai pada kehidupan abad 21, atas dasar nilai tersebut kemampuan berpikir kritis dapat ditingkatkan. Dapat disimpulkan bahwa realisasi penanaman nilai multikultural dilakukan melalui pembelajaran di kelas pada mata kuliah pendidikan karakter untuk memperkokoh karakter multikultural peserta didik.
Pendampingan Pengembangan Modul Ajar Multiliterasi Berbasis Pendekatan Multimodal bagi Guru di MA Darul Hikmah Kabupaten Bima Bagus Muhamad Fadli; Suharti Suharti; Faidin Faidin
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jippma.v2i2.1383

Abstract

Pembelajaran multiliterasi berbasis pendekatan multimodal terbukti efektif meningkatkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) siswa, namun keberlanjutan implementasinya di kelas sangat bergantung pada ketersediaan modul ajar yang terstruktur dan aplikatif. Pelatihan sebelumnya telah membekali guru dengan pemahaman konsep dan keterampilan dasar pembuatan media multimodal, tetapi belum sampai pada tahap penyusunan modul ajar yang utuh dan siap pakai untuk satu semester pembelajaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi guru dalam menyusun modul ajar multiliterasi multimodal berbasis teks fiksi lokal Bima secara sistematis dan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pendampingan berkelanjutan di MA Darul Hikmah Kabupaten Bima selama satu bulan pada April 2026, melibatkan 10 orang guru dari mata pelajaran Bahasa Indonesia, Sejarah Indonesia, dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Metode pelaksanaan terdiri atas empat tahap pendampingan, yaitu analisis kebutuhan dan capaian pembelajaran, penyusunan draf modul ajar, telaah dan revisi kolaboratif, serta finalisasi dan validasi modul. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta berhasil menyusun modul ajar multiliterasi multimodal yang lengkap mencakup tujuan pembelajaran, asesmen berbasis HOTS, dan lembar kerja multimodal. Hasil validasi oleh teman sejawat menunjukkan modul berada pada kategori layak digunakan dengan skor rata-rata 3,43 dari skala 4. Kegiatan ini memberikan kontribusi penting dalam memastikan keberlanjutan implementasi pembelajaran multiliterasi multimodal di MA Darul Hikmah melalui ketersediaan perangkat ajar yang terstandar dan siap diaplikasikan.
Increasing Students' Critical and Creative Thinking Skills using the Hybrid-PjBL Learning Model in Bima Local Wisdom-Based History Learning Faidin Faidin; Suharti Suharti; Muhammad Subhan; Fajrun Fajrun; Buhari Buhari
IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Vol 7, No 3 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ijeca.v7i3.26871

Abstract

Local wisdom based learning is very necessary in developing 21st century skills (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, and Communication). Its implementation in History learning greatly influences how students determine topics, explore information, collect and compile information results in the form of poster products which are then communicated to get responses and feedback for project improvement. The research aims to describe Increasing Students' Critical and Creative Thinking Skills Using the Hybrid-PjBL in Bima Local Wisdom-Based History Learning. This study uses an experimental research method, quasi-experimental design. because the researcher considered that the study ignored external variables that could affect the results of the study. Then the researcher wanted to identify the differences in the learning process using the Hybrid-PjBL model with the conventional model on students' critical and creative thinking skills, and the grouping of experimental and control groups that are not selected randomly. The sample selection technique uses purposive sampling. The research sample was 188 students in KAE High School, 94 people in the experimental class and 94 people in the control class. Data analysis in this study includes normality tests and non-parametric statistical tests using SPSS. The results of the hypothesis test, if a significant value is obtained (2-tailed) <α = 0.05, then H0 will be rejected or Ha is accepted. conversely, if sig. (2-tailed) > α = 0.05, then H0 is accepted or Ha is rejected. The research instrument uses tests, and questionnaires that have been tested and validated by expert judgment. Quantitative data processing, through descriptive analysis (mean, median, mode, minimum and maximum values, percentage and frequency), normality test, and hypothesis test, finally Mann Whitney U Test and Wilkson Test. The results of the study showed that the experimental class was significantly higher than the control class. The Mean and Standard Deviation values in the pretest and posttest of the experimental class were 65.28 and 85.32 and the control class were 69.27 and 73.56. Specifically for the Experimental Class in the Mann-Whitney U Asymp value. Sig. (2-tailed) test results were 0.01 on the pre-test and post-test values of critical and creative thinking. 0.01 is smaller than 0.05, the alternative hypothesis is accepted. This means that the implementation of the Hybrid PjBL model in improving critical and creative thinking skills is very good. 
Strategi Peningkatan Aktivitas Jasmani Siswa di Luar Pembelajaran PJOK di SDN 1 Nanganae Furkan Furkan; Muhadi Muhadi; Faidin Faidin
PIOR: Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 4, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pior.v4i2.680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi peningkatan aktivitas jasmani siswa di luar pembelajaran PJOK di SDN 1 Nanganae. Aktivitas jasmani merupakan aspek penting dalam perkembangan fisik, sosial, dan psikologis siswa, namun partisipasi siswa dalam kegiatan fisik di luar jam pelajaran masih tergolong rendah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru PJOK, kepala sekolah, orang tua siswa, serta observasi terhadap aktivitas siswa di luar pembelajaran PJOK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan fasilitas olahraga, minimnya program ekstrakurikuler olahraga yang terstruktur, serta rendahnya dukungan orang tua menjadi tantangan utama dalam meningkatkan aktivitas jasmani siswa. Oleh karena itu, strategi yang dapat diterapkan meliputi peningkatan fasilitas olahraga di sekolah, pengembangan program ekstrakurikuler olahraga yang lebih bervariasi, serta keterlibatan orang tua dalam mendukung aktivitas fisik siswa. Dengan demikian, penelitian ini memberikan rekomendasi strategis untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam aktivitas jasmani di luar jam pelajaran, yang dapat berdampak pada peningkatan kebugaran jasmani dan perkembangan holistik siswa.
Integrasi Seni Tradisional Lokal dalam Kurikulum Pendidikan Olahraga: Pendekatan Holistik untuk Pengembangan Motorik dan Budaya DI SMP N 2 Bolo Agus Saputra; Imadudin Saitya; Firmansah Firmansah; Ikra Ikra; Faidin Faidin
PIOR: Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 4, No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pior.v4i2.675

Abstract

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini bertujuan untuk mengintegrasikan seni tradisional lokal ke dalam kurikulum pendidikan olahraga di SMP N 2 Bolo guna mengembangkan kompetensi motorik sekaligus menanamkan nilai budaya dan karakter. Dengan melibatkan dua siklus tindakan, penelitian menemukan bahwa penerapan seni tradisional seperti tarian, permainan rakyat, dan musik tradisional dapat meningkatkan kemampuan motorik halus dan kasar serta kesadaran budaya peserta didik. Hasil PTK menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek motorik, pemahaman budaya, dan pengembangan karakter sosial peserta didik. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan kompetensi guru dan fasilitas pendukung. Penelitian ini memberikan rekomendasi pelatihan guru dan penguatan fasilitas untuk mengoptimalkan integrasi seni tradisional dalam pembelajaran olahraga.
Sejarah Sepak Bola Bima dalam Perspektif Olahraga untuk Membangun Semangat Nasionalisme faidin faidin; Suharti Suharti
PIOR: Jurnal Pendidikan Olahraga Vol 2, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/pior.v2i2.724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejarah perkembangan sepak bola di wilayah Bima dan bagaimana olahraga ini berkontribusi dalam membentuk dan memperkuat semangat nasionalisme masyarakat setempat. Sepak bola di Bima tidak hanya dipandang sebagai aktivitas fisik atau hiburan semata, melainkan juga sebagai wadah perjuangan, identitas lokal, dan persatuan sejak era penjajahan hingga era kemerdekaan. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan studi pustaka serta wawancara dengan pelaku dan tokoh olahraga lokal, ditemukan bahwa sepak bola telah menjadi bagian dari gerakan sosial dan budaya yang mampu menumbuhkan rasa kebersamaan, solidaritas, serta kebanggaan terhadap identitas nasional. Penelitian ini menegaskan bahwa olahraga, khususnya sepak bola, memiliki potensi besar dalam pendidikan karakter dan penguatan nilai-nilai nasionalisme di tingkat lokal.
Identifikasi Gaya Belajar Mahasiswa Berbasis Deep Learning Pada Mata Kuliah Telaah Kurikulum: Studi Kasus Program Studi Pendidikan Informatika Suharti Suharti; Faidin Faidin
Infomatika: Pendidikan Informatika Vol 5, No 1 (2026): April 2026
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/infotika.v5i1.1060

Abstract

Identifikasi gaya belajar mahasiswa secara akurat merupakan langkah kunci dalam merancang sistem pembelajaran yang adaptif dan personal, khususnya pada mata kuliah yang menuntut pemahaman konseptual mendalam seperti Telaah Kurikulum. Penelitian ini bertujuan: (1) mengidentifikasi distribusi gaya belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Informatika pada mata kuliah Telaah Kurikulum menggunakan pendekatan deep learning berbasis data perilaku Google Classroom; (2) membandingkan performa beberapa arsitektur deep learning dalam mengklasifikasikan gaya belajar berdasarkan Felder-Silverman Learning Style Model (FSLSM); dan (3) menganalisis hubungan antara gaya belajar yang teridentifikasi dengan capaian belajar mahasiswa. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimental komputasional. Data dikumpulkan dari log aktivitas Google Classroom milik 50 mahasiswa aktif peserta mata kuliah Telaah Kurikulum selama satu semester (16 minggu), mencakup frekuensi akses materi, durasi interaksi, pola partisipasi komentar kelas, dan hasil kuis Google Forms. Empat dimensi FSLSM digunakan sebagai label klasifikasi: Aktif/Reflektif, Sensing/Intuitif, Visual/Verbal, dan Sekuensial/Global. Tiga arsitektur deep learning dibandingkan: Long Short-Term Memory (LSTM), Bidirectional LSTM (BiLSTM), dan Convolutional Neural Network (CNN). Hasil penelitian menunjukkan model CNN-BiLSTM hibrida mencapai akurasi tertinggi sebesar 91,8% (F1-score = 0,907), mengungguli LSTM (85,6%) dan CNN (83,4%). Profil gaya belajar yang paling banyak ditemukan adalah Reflektif-Intuitif-Visual-Global (34,0%) dan Aktif-Sensing-Visual-Sekuensial (26,0%), mencerminkan karakteristik mata kuliah Telaah Kurikulum yang bersifat konseptual-analitis. Terdapat korelasi positif yang signifikan antara kesesuaian gaya belajar dengan strategi pembelajaran dan capaian akademik mahasiswa (r = 0,587; p 0,01). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan deep learning berbasis data Google Classroom efektif mengidentifikasi gaya belajar mahasiswa pada mata kuliah Telaah Kurikulum dan dapat menjadi dasar pengembangan sistem pembelajaran adaptif di perguruan tinggi Indonesia.
Pelatihan Media Interaktif untuk Meningkatkan Profesionalisme Mengajar Guru SMPN 1 Woha Suharti Suharti; Faidin Faidin
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 01 (2026): Januari 2026
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jippma.v2i01.999

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme guru SMPN 1 Woha melalui pelatihan media interaktif dalam pembelajaran. Perkembangan teknologi digital menuntut guru untuk beradaptasi dengan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif. Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dengan melibatkan 16 guru dari berbagai mata pelajaran. Metode pelaksanaan meliputi workshop, praktik langsung, dan pendampingan dalam pembuatan media pembelajaran interaktif menggunakan berbagai aplikasi dan platform digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang dan mengimplementasikan media interaktif. Data pre-test menunjukkan rata-rata skor 64,19, sedangkan post-test meningkat menjadi 84,31, dengan gain score sebesar 20,12 poin atau peningkatan 31,33%. Hasil angket kepuasan menunjukkan 93,75% peserta sangat puas dengan kegiatan, sementara wawancara mengungkapkan antusiasme tinggi dan komitmen implementasi media interaktif. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di SMPN 1 Woha dan diharapkan dapat menjadi model bagi sekolah lain dalam mengintegrasikan teknologi dalam pendidikan.
Pelatihan Pembelajaran Multiliterasi Berbasis Pendekatan Multimodal Untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Di MA Darul Hikmah Kabupaten Bima Bagus Muhamad Fadli; Suharti Suharti; Faidin Faidin
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 2, No 01 (2026): Januari 2026
Publisher : STKI Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jippma.v2i01.1019

Abstract

Di era digital, literasi menuntut kemampuan memahami makna melalui berbagai modalitas untuk meningkatkan Higher Order Thinking Skills (HOTS) siswa. Namun, guru di MA Darul Hikmah Kabupaten Bima masih menghadapi kendala dalam memahami konsep multiliterasi dan keterbatasan keterampilan digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru melalui workshop pengembangan media pembelajaran multimodal berbasis teks fiksi lokal Bima. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan workshop selama satu minggu pada November 2025, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi guru, di mana 100% peserta menyatakan puas dan berhasil memproduksi media inovatif seperti infografis digital, video, dan presentasi interaktif. Kegiatan ini berhasil mendukung pencapaian HOTS siswa melalui implementasi pembelajaran yang kontekstual.