Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PERAN KESABARAN PENDIDIK DALAM MENCIPTAKAN KEPRIBADIAN SISWA BERKUALITAS PSIKOLOGI PENDIDIKAN ISLAM Akmalun Najmi
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 4 No 2 (2024): Istfikar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v4i2.131

Abstract

Menjadi sangat penting dalam menciptakan kepribadian siswa berkualitas adalah bentuk kesabaran seorang pendidik. Dalam peran ini, guru bertanggung jawab terhadap pertumbuhan dan kedewasaan siswa baik secara mental maupun fisik. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus yang menggabungkan metode kualitatif dan analisis literatur dengan pendekatan induktif. Peran kesabar pendidik untuk menciptakan kepribadian siswa berkualitas tidak hanya sebatas mengajar dikelas, melainkan di luar kelas dan juga lingkungannya. Oleh karenanya sabar akan memberikan waktu dan perhatian kepada siswa untuk berinteraksi dengan baik, mengelola emosi mereka, serta Belajar bekerja dengan orang lain sama dengan orang lain. Dengan kesabaran inilah seorang pendidik dapat membantu siswa mengatasi kesulitan, mendorong eksplorasi dan kreativitas, membangun hubungan yang baik, mengajarkan nilai-nilai penting, serta Ini membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial dan kognitif. Agar guru dapat membuat indikator-indikator model mutu diperlukan.
Pengaruh Pendekatan Neuro-Reflektif terhadap Regulasi Emosi danKemampuan Kognitif Siswa dalam Pembelajaran Akmalun Najmi; Mudrikatul Arafah; Siti Herlina; Lutfiah Maurizka Jannah; Yuly Iryanah
AL IBTIDAIYAH: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/0nzmv121

Abstract

Regulasi emosi dan kemampuan kognitif merupakan dua aspek fundamental yang menentukan kualitas proses pembelajaran siswa. Namun, pendekatan konvensional yang berfokus pada transmisi pengetahuan sering kali mengabaikan dimensi neuropsikologis dalam pendidikan, sehingga siswa mengalami hambatan dalam mengelola emosi dan memproses informasi secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan neuro-reflektif terhadap regulasi emosi dan kemampuan kognitif siswa pada jenjang pendidikan menengah. Metode yang digunakan adalah quasi-experimental dengan desain pretest-posttest control group, melibatkan 64 siswa yang dibagi secara proporsional ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui skala regulasi emosi adaptasi Gross dan instrumen asesmen kognitif berbasis taksonomi Anderson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen yang mendapatkan intervensi neuro-reflektif memperlihatkan peningkatan signifikan pada skor regulasi emosi (p < 0,01) dan kemampuan kognitif tingkat tinggi (p < 0,05) dibandingkan kelompok kontrol. Temuan ini mengimplikasikan bahwa integrasi prinsip neurosains dalam strategi reflektif pembelajaran dapat menjadi alternatif inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara holistik.
PERAN KESABARAN PENDIDIK DALAM MENCIPTAKAN KEPRIBADIAN SISWA BERKUALITAS PSIKOLOGI PENDIDIKAN ISLAM Akmalun Najmi
Istifkar: Media Transformasi Pendidikan Vol 4 No 2 (2024): Istfikar: Media Transformasi Pendidikan
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62509/ji.v4i2.131

Abstract

Menjadi sangat penting dalam menciptakan kepribadian siswa berkualitas adalah bentuk kesabaran seorang pendidik. Dalam peran ini, guru bertanggung jawab terhadap pertumbuhan dan kedewasaan siswa baik secara mental maupun fisik. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus yang menggabungkan metode kualitatif dan analisis literatur dengan pendekatan induktif. Peran kesabar pendidik untuk menciptakan kepribadian siswa berkualitas tidak hanya sebatas mengajar dikelas, melainkan di luar kelas dan juga lingkungannya. Oleh karenanya sabar akan memberikan waktu dan perhatian kepada siswa untuk berinteraksi dengan baik, mengelola emosi mereka, serta Belajar bekerja dengan orang lain sama dengan orang lain. Dengan kesabaran inilah seorang pendidik dapat membantu siswa mengatasi kesulitan, mendorong eksplorasi dan kreativitas, membangun hubungan yang baik, mengajarkan nilai-nilai penting, serta Ini membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial dan kognitif. Agar guru dapat membuat indikator-indikator model mutu diperlukan.
Pengembangan Kurikulum PAI Berbasis Cinta Melalui Tafsir Al-Qur’an Untuk Penguatan Empati dan Regulasi Emosi Hujjatul Fakhrurridha; M. Abdul Rohman; Mira Fathimatul 'Alimah; Akmalun Najmi; Hana Rusmalia; Sonia Isna Suratin
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 6 No. 3 (2025): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Social changes in the digital era trigger psychological and moral problems in students, including decreased empathy, impulsivity, and weak emotional regulation. This condition requires strengthening the Islamic Religious Education (PAI) curriculum that not only emphasizes cognitive aspects, but also fosters affective character based on the values ​​of love in the Qur'an. This study aims to formulate a love based PAI curriculum development model using an Al-Qur'anic interpretation approach as a strategy to strengthen empathy and emotional regulation in students in the digital era. The research method uses a qualitative approach with a type of library research, which examines classical and contemporary tafsir books, educational psychology literature, and PAI curriculum policy regulations. Data collection techniques include literature documentation, thematic analysis of Al-Qur'anic verses on love, compassion, empathy, and emotional control, and a comparative study of curriculum development models. Data are analyzed through reduction, categorization, and meaning drawing, and validated using theory and source triangulation to ensure the credibility of the interpretation. The research results show that the values ​​of love in the Quran, reflected in the concepts of mercy, compassion, kindness, and compassion, can be incorporated into an effective Islamic Religious Education curriculum designed in an integrated manner, encompassing objectives, materials, learning strategies, and evaluation. Based on the study of interpretation, this approach focuses on strengthening students' empathy, emotional awareness, and emotional regulation skills. Its implementation is carried out through reflective, dialogical learning, and the provision of role models relevant to the dynamics of student development in the digital era.
TEORI-TEORI DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI MI/SD Rozan Avif; Akmalun Najmi; Ach. Sayyi
AL IBTIDAIYAH: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 7 No. 1 (2026): Januari
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/ny4rjm44

Abstract

Kemajuan pendidikan masa kini memerlukan kurikulum PAI yang dinamis, mengombinasikan materi klasik dengan pendekatan kurikulum terkini agar dapat memenuhi kebutuhan intelektual, emosional, dan sosial peserta didik. Pengembangan kurikulum PAI di MI/SD masih menghadapi persoalan konseptual karena belum memiliki landasan teori yang jelas dan terarah, serta belum banyak mengkaji teori-teori seperti rekonstruksi sosial, konstruktivisme, dan berbasis kompetensi dalam konteks PAI. Motede dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian pustaka (library research). Adapun data sekunder diperoleh melalui buku ilmiah, artikel jurnal dan sumber daring akademik. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi, dan analisis data dilakukan dengan metode analisis isi meliputi reduksi, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu mengidentifikasi lima landasan pengembangan kurikulum PAI: filosofis, religius, sosiologis, psikologis, dan neurofisiologis. Ada tiga desain kurikulum dalam penelitian ini, yaitu: subject centered design, learner centered design, dan problems centered design, serta empat teori pengembangan meliputi konstruktivisme, kontekstual, pembelajaran berbasis masalah, dan pembelajaran berbasis proyek. Implikasi penelitian ini memberikan pijakan teoretis bagi pengembang kurikulum dan guru PAI dalam merancang kurikulum yang relevan, sistematis, dan berorientasi pada pembentukan karakter Islami di tingkat pendidikan dasar.
Language and Cultural Adaptation of Non-Javanese Students at Mambaus Sholihin Boarding School: Islamic Education Perspective Miswanto Miswanto; Alfath Julfi; Ega Krisna Pradita; Akmalun Najmi
Kawanua International Journal of Multicultural Studies Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : State Islamic Institute of Manado (IAIN) Manado, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/kijms.v6i1.1834

Abstract

This study aims to analyze the language and cultural adaptation process of non-Javanese students at the Mambaus Sholihin Islamic Boarding School, Gresik, East Java. The focus of the study includes: (1) language adaptation in daily communication, (2) cultural adjustment to the norms, traditions, and rhythm of Islamic boarding school life, (3) the role of social support from peers, administrators, and ustadz, and (4) adaptation challenges experienced by students in the initial phase of boarding. This study uses a qualitative approach with a phenomenological design. Data were collected through in-depth interviews, non-participatory observation, and documentation of six non-Javanese students as primary informants and three ustadz as supporting informants, who were selected purposively. Data analysis was carried out using an interactive model that includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that non-Javanese students face initial difficulties in the form of limited basic facilities, Javanese language barriers, academic difficulties in learning Pegon-based yellow books, and adjustment to the strict Islamic boarding school discipline system. However, the adaptation process is gradual and shows positive developments through peer support, guidance from administrators, and the adaptive and inclusive pedagogical approach of the ustadz. These findings confirm that Islamic boarding schools serve as spaces for cultural integration and character development for students. The implications of this research emphasize the importance of responsive mentoring and communication strategies to support the adaptation of new students within the context of Islamic Religious Education.