Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENINGKATAN KOMPETENSI MAHASISWA MELALUI PELATIHAN ENUMERATOR PERIKANAN DI PERAIRAN MEUREBO ACEH BARAT Eka Lisdayanti; Friyuanita Lubis; Neneng Marlian; Nabil Zurba; Rudi Hermi
Jurnal Pengabdian Masyarakat : BAKTI KITA Vol. 6 No. 1 (2025): Nopember - April
Publisher : LPPM Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/baktikita.v6i1.7914

Abstract

The activity of increasing student competence in fish data collection aims to improve student skills in identifying, collecting and analysing fish diversity in certain waters through training and field practice. This service activity involved 10 lecturers and marine fisheries practitioners, 20 students and 7 local fishermen. Through this activity, students were introduced to basic fisheries survey techniques, the use of environmentally friendly fishing gear, and scientific data processing methods. The programme was implemented through a practical approach in the field by involving fisheries experts, students and local communities. The results of this activity contribute to more accurate mapping of fish resources and improve the quality of research-based learning in the academic environment. In addition, this service activity encourages student awareness of the importance of preserving aquatic ecosystems and the sustainability of fisheries resources.
Pemberdayaan Kelompok Poklahsar Camar Laut dalam Peningkatan Kualitas Pengolahan Produk Ikan Asin dengan Teknologi Penjemuran Berbasis Sumberdaya Lokal Akbardiansyah Akbardiansyah; Ishak Hasan; Afdhal Fuadi; Ikhsanul Khairi; Nabila Ukhty; Rahmawati Rahmawati; Muhammad Arif; Hamidi Hamidi; Rosi Rahayu; Syarifah Zuraidah; Iyan Al Misbah; Syahrul Muhharram; Nurul Najmi; Rudi Hermi; Ikromatun Nafsiyah
Marine Kreatif Vol 10, No 1 (2026): Marine Kreatif
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/mk.v10i1.15282

Abstract

Kelompok Poklahsar Camar Laut merupakan salah satu pelaku usaha mikro di Desa Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat, yang bergerak dalam pengolahan ikan asin. Potensi usaha kelompok ini cukup besar karena didukung oleh lokasi yang strategis, ketersediaan lahan penjemuran yang luas, serta pasokan bahan baku yang berkelanjutan dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan nelayan tradisional. Namun demikian, proses pengolahan ikan asin yang masih sederhana dan kurang higienis menyebabkan mutu produk belum optimal. Penjemuran ikan yang dilakukan di atas tanah atau rumput menurunkan kualitas serta tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan mutu produk ikan asin melalui penerapan teknologi penjemuran berbasis sumber daya lokal yang higienis dan efisien. Metode yang digunakan meliputi Focus Group Discussion (FGD) bersama mitra untuk perencanaan kegiatan, sosialisasi dan workshop tentang pengolahan ikan asin sesuai standar SNI, pelatihan pembuatan alat penjemuran dari bahan lokal, serta pelatihan pengolahan ikan teri siap saji (teri asam sunti) guna meningkatkan nilai jual produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam teknik penggaraman, penjemuran, serta diversifikasi produk. Selain itu, kegiatan ini mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha masyarakat pesisir melalui peningkatan kualitas dan daya saing produk ikan asin kelompok Poklahsar Camar Laut.
Peran Satgas Pengolahan Sampah di Pantai Suak Baru Simeulue dalam Pemanfaatan Kompos dari Daun dan Ranting untuk Produktivitas Pertanian Herri Darsan; Eko Agus Suyono; Raden Wisnu Nurcahyo; Adhy Kurniawan; Yuliatul Muslimah; Rudi Hermi; Muhammad Haikal; Muhammad Irja; Nuzul Baroqah
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 6, No 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v6i2.10799

Abstract

Suak Baru Village in Simeulue Regency, Aceh, faces challenges in waste management, particularly in the tourist area of Suak Baru Beach. This situation is exacerbated by the lack of adequate waste management facilities, leading to environmental pollution that threatens public health and the area's attractiveness to tourists. The design of this community service program aims to increase the community's preparedness for the adoption of environmentally friendly waste management technologies, specifically composting and plastic recycling methods. The activities include socialization, training, technology implementation, and program sustainability evaluation. The program's results show a significant improvement in the community’s understanding of effective waste management. The use of organic and plastic shredding technology successfully reduced waste volume and created economic value through recycled products. It is hoped that government support and active community participation will ensure the sustainability of this program for a cleaner, healthier environment and improved local economic welfare.
PEMETAAN LOKASI PENANGKPAN IKAN KERAPU SUNU (Plectropomus leopardus) DI PERAIRAN SIMEULUE, PROVINSI ACEH Rika - Astuti; Dandi Sardanul Alim; Friyuanita Lubis; Rudi Hermi
Journal of Aceh Aquatic Sciences Vol 10, No 1 (2026): Jurnal of Aceh Aquatic Sciences
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jaas.v10i1.15233

Abstract

Bagian barat Provinsi Aceh merupakan rumah bagi wilayah pesisir yang di kenal sebagai Kabupaten Simeulue. Garis pantai kepulauan Simeulue memiliki panjang ± 502.732.22 kilometer. Pemetaan daerah lokasi penangkapan ikan kerapu sunu (Plectropomus leopardus) di Kecamatan Simeulue Timur dan Teluk Dalam Kabupaten Simeulue, Aceh, merupakan studi penting untuk pengelolaan sumber daya perikanan berkelanjutan di perairan pesisir Aceh. Penelitian ini bertujuan memetakan distribusi spasial lokasi tangkapan utama spesies ikan kerapu sunu (Plectropomus leopardus). Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan analisis spasial menggunakan aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) yaitu software ArcGIS. Hasil penelitian ini berupa peta yaitu informasi lokasi daerah penangkapan ikan kerapu sunu nelayan Kecamatan Simeulue Timur sebanyak 35 titik dan Teluk dalam sebanyak 25 titik. Jumlah hasil tangkapan terbanyak di Kecamatan Simeulue Timur yaitu pada bulan april 74 ekor, sedangakan di Kecamatan Teluk dalam pada bulan april sebanyak 53 ekor.
Tata Kelola Mangrove Berbasis Pentaheliks melalui Edukasi Lingkungan dan Penanaman Bibit di Peunaga Cut Ujong Eka Lisdayanti; Rahmawati Rahmawati; Nurul Najmi; Herri Darsan; Rudi Hermi; Anisah Nasution; Dandi Sardanul Alim
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 10 (2026): Volume 9 Nomor 10 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i10.27512

Abstract

ABSTRAK Pengelolaan mangrove membutuhkan tata kelola multipihak agar kegiatan rehabilitasi tidak berhenti pada penanaman seremonial. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman pemangku kepentingan, melaksanakan penanaman dan penyulaman mangrove, memetakan kontribusi aktor pentaheliks, serta menyusun rancangan pemeliharaan pascatanam di Gampong Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat. Kegiatan dilaksanakan pada 8 Juni 2026 melalui identifikasi substrat, koordinasi, edukasi lingkungan, praktik penanaman, evaluasi, dan perumusan tindak lanjut. Sebanyak 100 peserta mewakili unsur akademisi, pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan media. Evaluasi edukasi menggunakan pre-test dan post-test pada 25 responden yang dipilih secara purposif dengan kuota lima orang pada setiap unsur. Sebanyak 500 bibit Rhizophora apiculata digunakan untuk penanaman pada bagian lahan yang belum bervegetasi dan penyulaman pada titik yang mengalami kehilangan bibit. Skor pemahaman meningkat dari 57% menjadi 92%, atau bertambah 35 poin persentase. Pemetaan peran menunjukkan bahwa akademisi dominan pada inisiasi, edukasi, dan evaluasi; pemerintah pada dukungan bibit, legitimasi, dan koordinasi teknis; masyarakat pada pengetahuan substrat dan pelaksanaan penanaman; media pada dokumentasi dan diseminasi; sedangkan dukungan dunia usaha pada tahap pascatanam belum terdokumentasi secara rinci. Kegiatan menghasilkan luaran edukatif dan operasional serta rancangan awal tata kelola berupa pembagian peran, inventarisasi petak, penanggung jawab lokal, kanal pelaporan, dan monitoring pada bulan ke-1, ke-3, ke-6, dan ke-12. Keberhasilan ekologis belum dapat disimpulkan sebelum tersedia data kelangsungan hidup dan pertumbuhan bibit. Kata Kunci: Edukasi Lingkungan, Mangrove, Pentaheliks, Rehabilitasi Pesisir, Tata Kelola.  ABSTRACT Mangrove rehabilitation requires multi-stakeholder governance to prevent planting programs from ending as one-day ceremonial activities. This community service program aimed to improve stakeholder understanding, conduct mangrove planting and replanting, map pentahelix actor contributions, and formulate a post-planting maintenance framework in Peunaga Cut Ujong Village, Meureubo District, West Aceh Regency. The program was implemented on 8 June 2026 through site assessment, stakeholder coordination, environmental education, planting practice, evaluation, and follow-up planning. A total of 100 participants represented academia, government, business, community, and media. Educational evaluation used pre- and post-tests completed by 25 purposively selected respondents, with five respondents from each pentahelix element. Five hundred Rhizophora apiculata seedlings were used for planting in unvegetated areas and replacing seedlings lost from earlier interventions. The aggregate understanding score increased from 57% to 92%, a gain of 35 percentage points. Role mapping showed that academia led initiation, education, and evaluation; government provided seedlings, legitimacy, and technical coordination; communities contributed site-based knowledge and field implementation; media documented and disseminated the activity; while the business sector's post-planting contribution remained insufficiently documented. The program generated measurable educational and operational outputs and an initial governance framework covering role allocation, plot inventory, local responsibility, reporting channels, and monitoring at months 1, 3, 6, and 12. Ecological success cannot yet be concluded without seedling survival and growth data. Keywords: Coastal Rehabilitation, Environmental Education, Governance, Mangrove, Pentahelix.