Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Determining Factors for Long Term Use of Gadget by Preschool Children Sholihah, Wardatus; Allenidekania, Allenidekania; Agustini, Nur; Rukmini, Rukmini; Ramadhani, Dwi Yuniar
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 28 No 3 (2025): November
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v28i3.1421

Abstract

In the digital era, preschoolers spent more time playing on their gadgets than with their peers. The excessive use of gadgets (including laptops, cellphones, tablets, and similar electronic devices) can have negative impacts on preschool-age children. This study analyzes the determining factors that influence the duration of gadget use in preschool children. The study used a correlational design with a cross-sectional approach involving 318 parents who were selected using cluster sampling. The results showed that there was a significant relationship between the duration of gadget use and the gender of the parents (p = 0.001), parental education (p = 0.035), family economic status (p = 0.018), educational media (p = 0.039), distraction media (p = 0.029), and psychosocial development (p = 0.001). The factors that most influence the duration of gadget use in children are family economic status with lower income adjusted odds ratio (AOR) (0.327) 95% CI (0.106–0.947), educational media is to add information AOR (0.367) 95% CI (0.183–-0.736), distraction media so that the child doesn't fuss AOR (0.392) 95% CI (0.203–0.758) and children do not have psychosocial disorders AOR (0.348), 95% CI (0.189–0.638). The results of the study can offer a basis for developing the latest nursing interventions in providing education and support to parents and children when using gadgets. Keywords: factors of gadget use, parents, preschool age   Abstrak Faktor Penentu Lama Penggunaan Gawai pada Anak Usia Prasekolah. Pada era digital, anak prasekolah lebih banyak menggunakan waktunya untuk bermain gawai daripada dengan teman sebayanya. Penggunaan gawai yang berlebihan (termasuk laptop, telepon genggam, tablet, dan alat elektronik sejenis) dapat memberikan dampak negatif terhadap anak-anak usia prasekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penentu yang memengaruhi lamanya penggunaan gawai pada anak usia prasekolah. Desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross-sectional dengan melibatkan 318 orang tua yang dipilih menggunakan cluster sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lamanya penggunaan gawai dengan jenis kelamin orang tua (p value= 0,001), pendidikan orangtua (p = 0,035), status ekonomi keluarga (p = 0,018), media edukasi (p = 0,039), media distraksi (p = 0,029) dan perkembangan psikososial (p = 0,001). Faktor yang paling memengaruhi lama penggunaan gawai pada anak yaitu status ekonomi keluarga dengan penghasilan ≤ upah minimum kabubaten/kota AOR (0,327) CI 95% (0,106–0,947), sebagai media edukasi yaitu menambah informasi AOR (0,367) CI 95% (0,183–-0,736), sebagai media distraksi supaya anak tidak rewel AOR (0,392) CI 95% (0,203–0,758), dan anak yang tidak mengalami gangguan psikososial AOR (0,348), CI 95% (0,189–0,638). Hasil penelitian dapat digunakan sebagai dasar dalam menyusun intervensi keperawatan yang terbaru dalam memberikan edukasi dan pendampingan bagi orantua dan anak saat menggunakan gawai.  Kata Kunci: anak usia prasekolah, faktor penggunaan gawai, orang tua
The Influence Of Brand image In Influenced Health Care Facilities Selection Decisions At Adi Husada Hospital, Kapasari Valencia Putri Junaedi; Afif Kurniawan; Dwi Yuniar Ramadhani; Dina Astiana
Jurnal Kesehatan dan Kedokteran Vol. 4 No. 3 (2025): Oktober: Jurnal Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukeke.v4i3.2277

Abstract

Brand image is a consumer's view of an institution, which will influence a patient's decision to choose a health service. The dimensions of brand image include 4 components, namely corporate identity, physical environment, contact personnel, and service offerings. The purpose of this study was to determine the role of brand image on patient decisions in the process of selecting health facility services at Adi Husada Hospital Surabaya. This study used a quantitative approach with a survey method. The sample in this study were patients at Adi Husada Kapasari Hospital with inclusion criteria of over 18 years old and general outpatients. This study used a logistic regression test as a tool to determine the effect on patient care. The results of the study obtained a p-value of 0.000 (<0.05) indicating a significant influence on patient decisions at Adi Husada Kapasari Hospital Surabaya. This shows that brand image can influence patient decisions in choosing health facilities. Brand image can be used as information and reinforcement as a basis for determining patient decisions in choosing health facilities, the better the brand image that arises in a person's perception, the stronger it will be to be used as a decision maker. This study can be concluded that there is a significant influence between brand image measured through corporate identity, physical environment, contact personnel, and service offerings. The p value of 0.000 (<0.05) indicates that brand image influences decision making.
HUBUNGAN FAKTOR PSIKOLOGIS IBU DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA Munip, Siti Hardiyanti; Ramadhani, Dwi Yuniar
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 2 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i2.1162

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan anak yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan dan perkembangan, di mana faktor psikologis ibu berpotensi memengaruhi keberhasilan perilaku pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan faktor psikologis ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita di Kota Depok. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 272 ibu balita yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Variabel independen adalah faktor psikologis ibu, sedangkan variabel dependen adalah perilaku pencegahan stunting. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dan analisis data meliputi analisis univariat secara deskriptif serta analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 78,1% ibu dengan faktor psikologis baik memiliki perilaku pencegahan stunting positif, sedangkan hanya 60,2% ibu dengan faktor psikologis buruk menunjukkan perilaku pencegahan positif. Uji statistik menghasilkan p-value 0,002 yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara faktor psikologis ibu dengan perilaku pencegahan stunting. Nilai OR sebesar 2,359 (IK 95%: 1,379–4,037) menunjukkan bahwa ibu dengan faktor psikologis baik berpeluang 2,3 kali lebih besar melakukan perilaku pencegahan stunting secara positif. Penelitian ini menegaskan pentingnya memperhatikan aspek psikologis ibu sebagai bagian dari upaya intervensi pencegahan stunting yang komprehensif.
Hubungan Performance Accomplishment dan Physiological-Emotional State dengan Adapatasi pada Penderita Diabetes Melitus Ismandani, Risa Setia; Warsini, Warsini; Ramadhani, Dwi Yuniar; Hardiyanti, Siti
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 3 No 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v3i1.661

Abstract

Latar Belakang: Penyakit tidak menular khususnya Diabates Mellitus (DM) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi yang kian meningkat. Di Indonesia penderita diabetes tercatat 11,3% dari 185,2 juta penduduk. Kasus ini berdampak pada kualitas hidup baik secara fisik, psikis maupun sosial, sehingga pengelolaan DM tidak hanya bergantung dari penatalaksanaan medis namun juga perlu adanya keyakinan diri yang kuat agar pasien mampu beradaptasi dengan kondisinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara performance accomplishment dan physiological-emotional states dengan kemampuan adaptasi penderita DM. Metode: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel pada penelitian ini sejumlah 145 penderita DM Tipe 2 di wilayah Puskesmas Jayengan Surakarta dan Tambak Rejo Kota Surabaya yang dipilih secara purpossive. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner sumber efikasi diri dan adaptasi berdasarkan model Roy. Hasil: Hasil penelitian di analisis dengan regresi linier berganda, didapatkan koefisien regresi pada variabel performance accomplishment sebesar B = 8,110; β = 0,394; p= 0,001, sedangkan koefisien regresi pada variabel physiological-emotional state diperoleh B = 6,765; β = 0,286; p = 0,001). Hal ini menunjukkan variabel dominan dalam adaptasi penderita DM adalah performance accomplishment. Kedua variabel menunjukkan hubungan yang signifikan. Saran: Dalam implikasinya dapat diterapkan fokus intervensi pengelolaan DM dengan memprioritaskan tugas dan pencapaian yang bertahap serta membentuk peer group agar penderita DM mampu beradaptasi dengan baik.
Intervensi Keperawatan Self Help Group Untuk Meningkatkan Praktik Pemberian Makan Pada Balita Hardiyanti, Siti; Ramadhani, Dwi Yuniar; Runtulalo, Fonny Veronika
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 3 No 1 (2025): Prosiding Konferensi Nasional Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v3i1.667

Abstract

Latar Belakang: Gizi kurang pada balita masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia dan berkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas serta mortalitas anak. Salah satu faktor utama penyebab gizi kurang adalah praktik pemberian makan yang tidak tepat, khususnya rendahnya penerapan pemberian makan responsif. Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui efektivitas intervensi Self Help Group dalam meningkatkan praktik pemberian makan pada balita serta perilaku gizi ibu Metode: Penelitian ini merupakan literature review terhadap artikel yang dipublikasikan pada periode 2020–2024. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data ProQuest, ClinicalKey for Nursing, Sage Journal, ScienceDirect, serta Taylor & Francis menggunakan kata kunci terkait SHG, praktik pemberian makan responsif, nutrisi balita, dan gizi kurang. Dari 6.768 artikel yang teridentifikasi, dilakukan proses seleksi hingga diperoleh 8 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara mendalam. Hasil: Intervensi SHG terbukti meningkatkan pengetahuan gizi ibu, keberagaman diet anak, praktik pemberian makan responsif, serta perilaku kesehatan keluarga. Meskipun dampak langsung terhadap indikator antropometri belum konsisten, perubahan perilaku makan menjadi fondasi penting dalam pencegahan gizi kurang jangka panjang. Self Help Group merupakan strategi keperawatan komunitas yang efektif dalam meningkatkan praktik pemberian makan dan perilaku gizi ibu balita. Saran: Penguatan intensitas pertemuan, dukungan fasilitator, keterlibatan keluarga, serta kolaborasi lintas sektor diperlukan agar intervensi SHG dapat memberikan dampak optimal dan berkelanjutan dalam penanggulangan gizi kurang pada balita.
The Relationship between Performance Accomplishment and Physiological–Emotional State with Adaptation among Patients with Diabetes Mellitus Ismandani, Risa Setia; Warsini, Warsini; Ramadhani, Dwi Yuniar; Hardiyanti, Siti
Adi Husada Nursing Journal Vol 11 No 2 (2025): Adi Husada Nursing Journal
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/ahnj.v11i2.665

Abstract

Diabetes Mellitus (DM), as a major non-communicable disease, continues to pose a global health challenge due to its rapidly increasing prevalence. In Indonesia, approximately 11.3% of the adult population is affected by diabetes. The chronic nature of DM substantially influences patients’ quality of life across physical, psychological, social, and role-related domains. Consequently, effective DM management requires not only medical treatment but also psychosocial support to enhance patients’ adaptive capacity. This study aimed to examine the relationship between performance accomplishment and physiological–emotional state and overall adaptation among patients with Diabetes Mellitus. A correlational cross-sectional design was employed involving 145 patients with type 2 DM recruited from Jayengan Primary Health Center (Surakarta) and Tambak Rejo Primary Health Center (Surabaya). Data were collected using self-efficacy source questionnaires and an adaptation instrument based on Roy’s Adaptation Model. Multiple linear regression analysis revealed that performance accomplishment was significantly associated with patient adaptation (B = 8.110; β = 0.394; p = 0.001), as was physiological–emotional state (B = 6.765; β = 0.286; p = 0.001). Performance accomplishment emerged as the most dominant contributor to adaptation. These findings highlight the importance of DM management interventions that prioritize gradual mastery experiences and emotional support to strengthen patients’ adaptive responses