Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

DAUN SIRIH MERAH DAN PENYEMBUHAN LUKA RINA, RINA; AMELIA, ICE; YORITA, EPTI; EFRIANI, ROLITA; DAMARINI, SUSILO
Journal Of Midwifery Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : UNIVED PRESS, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komplikasi pada persalinan spontan pervaginam adalah perdarahan dan infeksi nifas akibat rupture perineum, sehingga diperlukan tindakan untuk mengurangi cedera perineum dan spincter anal dengan mengatur arah dan tingkat kerusakan jaringan melalui efisiotomi. Walaupun tindakan efisiotomi bukan merupakan prosedur rutin dalam Tindakan kebidanan namun ini sering dilakukan pada ibu bersalin primigravida maupun multigravida. Infeksi nifas pada pasien dengan luka efisiotomi terjadi akibat masuknya bakteri melalui luka yang terbuka, sehingga diperlukan tindakan pencegahan mellaui pemeliharaan hygiene genetalia melalui terapi non farmalokogi. Penelitian ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan dengan mengimplementasikan rebusan daun sirih merah guna mempercepat penyembuhan luka perineum kepada ibu nifas. Desain penelitian studi kasus, Subjek penelitian Ibu postpartum normal engan luka efisiotomi derajat II. Penelitian dilakukan pada bulan Mei 2023 di PMB “Y” Kota Bengkulu. Bahan penelitian berupa 25 gram daun sirih merah yang direbus dengan 500 ml air selama sekitar 10 menit hingga menghasilkan air rebusan berwarna kemerahan. Penilaian penyembuhan luka perineum dengan skala REEDA Hasil penelitian mendapatkan bahwa terjadi penurunan skala dari skor 11 sebelum intervensi menjadi 0 pada hari kelima setelah intervensi. Ini berarti aplikasi rebusan air daun sirih merah pada luka perineum dapat mempercepat penyembuhan luka perineum. Disarankan kepada pemberi pelayanan kesehatan agar dapat memberikan air rebusan daun sirih untuk mempempercepat penyembuhan luka perineum pada ibu nifas.
Snakes and ladders media can help prevent risky sexual behaviour in teenagers Putii, Mezy Aullia; Yorita, Epti; Yuniarti, Yuniarti; Efriani, Rolita; Burhan, Rialike
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2025.13(2).199-212

Abstract

Background: In Indonesia, on average, adolescent boys and girls have their first sexual experience when they are 15 and 19 years old, which triggers risky sexual behaviors resulting in sexually transmitted diseases (STDs), HIV/AIDS, unwanted pregnancies, abortions, and even death. Therefore, educational media is needed to increase positive behavior in adolescents. Objectives: This study aims to determine the influence of snake and ladder game media on adolescent sexual behavior. Methods:The research design was a quasi-experimental pretest and posttest group with a control group. The treatment group is teenagers who are given education with snake and ladder game media while the control group is teenagers who are given education through monopoly games. A total of 100 samples were selected using the prolpoltiolnatel stratifield random sampling technique. The data were analyzed by wilcoxon and mann whitney tests. Results: As a result, there was an influence of education with snake and ladder game media on the average knowledge score of p=0.000), attitude p=0.000), behavior p=0.000). The results of the statistical test also showed that there was an influence of monopoly game media on the average knowledge score p=0.00, attitude=0.00, behavior p=0.00. The snake and ladder game media is more effective in increasing knowledge p=0.00, attitude p=0.002 compared to monopoly game media. Conclusions: the snakes and ladders game media is more effective in increasing adolescents' knowledge about risky sexual behaviour than the monopoly game media. Health care providers must take advantage of snake and ladder educational media to increase knowledge, attitudes and prevent risky sexual behavior.
UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENDAMPINGAN KADER DALAM SKRINING DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG BALITA Damarini, Susilo; Yorita, Epti; Yanniarti, Sri; Efriani, Rolita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 4 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i4.23406

Abstract

Abstrak: Kejadian stunting di Indonesia masih tinggi, termasuk di Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Seluma, dengan salah satu lokus di Kelurahan Babatan. Stunting berdampak negatif terhadap perkembangan kognitif, menurunkan produktivitas, dan kemampuan akademik anak. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita perlu dilakukan secara rutin dan teratur, melibatkan kader sebagai modal sosial masyarakat di bidang kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader melalui pendampingan dalam skrining Deteksi Dini Tumbuh Kembang (SDDTK) Balita. Tahapan persiapan, pelaksanaan, dan monitoring evaluasi. Mitra kegiatan berupa kader sebagai peserta pendampingan berjumlah 15 orang, sementara mitra sasaran adalah ibu dengan anak balita berjumlah 30 orang dan anak balita berjumlah 30 orang. Tempat pelaksanaan adalah Kelurahan Babatan, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner dan observasi dengan lembar checklist untuk mengukur pengetahuan dan keterampilan kader dalam SDDTK. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan kader, dengan jumlah kader berkategori baik meningkat dari 5 orang (33,3%) menjadi 12 orang (80%). Pengetahuan kader yang kurang menurun dari 10 orang (66,7%) menjadi 3 orang (20%) setelah kegiatan. Keterampilan kader dalam melakukan skrining SDDTK juga meningkat, dari 26,7% dalam kategori terampil menjadi 80%, sedangkan kategori kurang terampil menurun dari 73,3% menjadi 20%.Abstract: The incidence of stunting in Indonesia is still high, including in Bengkulu Province and Seluma Regency, with one of the loci in Kelurahan Babatan. Stunting has a negative impact on children's cognitive development, reduced productivity and school performance. Monitoring the growth and development of young children needs to be done routinely and regularly, involving cadres as the community's social capital in the health sector. This community service activity aims to increase the knowledge and skills of cadres by supporting them in the screening of young children's growth and development (SDDTK). Stages of preparation, implementation, monitoring and evaluation. Activity partners in the form of cadres as mentoring participants are cadres for a total of 15 people, while the target partners are mothers with toddlers for a total of 30 people and the toddlers themselves for a total of 30 people. The implementation site was Babatan village, Sukaraja sub-district, Seluma district. The evaluation was conducted using a questionnaire and observation with a checklist sheet to measure cadres' knowledge and skills in SDDTK. The results showed an increase in cadre knowledge, with the number of cadres in the good category increasing from 5 (33.3%) to 12 (80%). Poor cadre knowledge decreased from 10 people (66.7%) to 3 people (20%) after the activity. The skills of cadres in conducting SDDTK screening also increased from 26.7% in the skilled category to 80%, while the less skilled category decreased from 73.3% to 20%.